Hosting Unlimited Indonesia

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pemerintah Bali menargetkan peningkatan literasi keuangan masyarakat Bali yang tergolong masih rendah yaitu 19,5 persen dengan inklusi keuangan yang mencapai 71,3 persen dengan dukungan potensi UMKM. Data dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Provinsi Bali mencatat rasio kewirausahaan hingga akhir Desember 2018 sebesar 8,38 persen atau berada di atas rata-rata nasional 5 persen dan menjadikan peningkatan literasi dan inklusi keuangan di provinsi ini menjadi perhatian pemerintah pusat maupun daerah serta mendorong perusahaan teknologi untuk mengadakan edukasi permodalan melalui finansial teknologi (fintech) dan teknologi smart dashboard untuk UMKM.

Untuk mendukung upaya tersebut, DIA event organizer bersama PT Newline Fintech Indonesia (Prosperitree), PT Solusi Teknologi Finansial (Modal Nasional), PT Minitech Finance Indonesia (SayaModalin) dan PT Indo Fintek Digital (Modal Usaha), PT Paus Skala Teknologi (Whee), PT Komunal Finansial Indonesia (Komunal), PT Abadi Sejahtera Finansindo (Singa) dan PT Rezeki Bersama Teknologi (Finplus), mengadakan acara edukasi dan sosialisasi dalam rangka edukasi masyarakat mengenai layanan pinjaman peer to peer yang diyakini mampu menjadi alternatif permodalan untuk akselerasi UMKM Bali dan juga teknologi smart dashboard dalam mendigitalisasi usaha kecil dan menengah.

Acara yang diadakan pada hari Jumat (16/8/2019) kemarin pukul 14:00 – 16:00 WITA di Rumah Sanur Creative Hub, Denpasar, Bali dalam tema “Pembiayaan modal usaha melalui fintech P2P lending & perkembangan teknologi untuk usaha kecil menengah” ini juga menghadirkan komunitas UMKM binaan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Denpasar, komunitas Kul-Ind, TDA cabang Bali, talkshow dengan pakar industri fintech P2P lending serta pameran perusahaan finansial teknologi dan smart dashboard.

“Kami sangat berharap adanya kehadiran fintech P2P lending ini mampu menjadi jembatan kolaborasi untuk UMKM Bali dalam mendapatkan sumber modal usaha yang lebih cepat dan mudah untuk kelancaran bisnisnya,” ujar Glenn Savero Diego selaku Business Development Komunal.

“Dengan adanya edukasi ini, kami berharap UMKM Bali dapat memahami perbedaan fintech P2P lending legal dan non legal untuk sumber permodalan” tambah Hendro Gultom selaku operational manager dari Prosperitree.

Acara yang dihadiri oleh lebih dari 100 masyarakat Bali ini menjadi bukti nyata bahwa edukasi terkait teknologi dalam finansial dan smart dashboard sangat dibutuhkan oleh UMKM Bali. (r/bpn)

loading...