Hosting Unlimited Indonesia

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Disdikpora Kota Denpasar sebagai lembaga yang dipercaya melakukan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) terus membahas model terbaik PPDB 2019. Sampai saat ini, Disdikpora Kota Denpasar belum ada mengeluarkan aturan resmi sistem zonasi sekolah atau juknis PPDB.

Penegasan itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, I Wayan Gunawan, Jumat (3/5/2019) kemarin, menanggapi beredarnya pembagian zonasi PPDB untuk SMP negeri di Denpasar di media sosial. Dalam waktu dekat, juknis PPDB yang sudah final akan disosialisasikan ke sekolah dan masyarakat.

Gunawan menjelaskan, mengacu pada Permendikbud No. 51 Tahun 2018 tentang PPDB, ada beberapa hal prinsip yang diatur dalam PPDB 2019 ini bahwa jalur zonasi diberikan kuota 90 persen. Kuota ini akan diseleksi atas zonasi, bukan lagi lewat nilai ujian sekolah berstandar nasional (USBN) SD. Termasuk didalamnya keluarga tak mampu akan ditampung dari KK miskin yang memiliki Kartu Indonesia Pintar atau KK miskin.

Dari rancangan zonasi yang dibuat, untuk jalur zonasi dibagi dua yakni Zonasi Timur dan Zonasi Barat. Di Zonasi Timur ada SMPN 1, SMPN 3, SMPN 8, SMPN 6, SMPN 9, dan SMPN 11 Denpasar. Sementara di Zonasi Barat (SMPN 2, SMPN 4, SMPN 5, SMPN 7, SMPN 10, SMPN 12, dan SMPN 13 Denpasar).  Sementara sisa 10 persen dibagi tiga yakni 2 persen untuk ortu yang pindah tugas, seleksi prestasi akademik dan nonakademik (oleh sekolah) diberi 4 persen dan 4 persen lagi jalur penghargaan PKB (Disbud).

Ia mempertegas yang dimaksud zonasi ini adalah warga yang masuk dalam kawasan sekolah tersebut. Dari rancangan juknis yang dibuat, seleksi bukan lewat foto udara atau jarak rumah dengan sekolah, melainkan kecepatan mendafar di sekolah yang masuk zonasinya. Calon siswa baru boleh memilih tiga sekolah di jalur zonasi, nanti sistem yang akan meranking sesuai kecepatan waktu mendaftar. Sedangkan di jalur prestasi hanya disediakan satu pilihan sekolah.

Dalam prosesnya nanti, Disdikpora lebih dulu melakukan verfikasi. Setiap calon siswa baru akan diberikan token bisa masuk pilihan tiga sekolah dituju sesuai zonasi. Pelayanan token ini dilayani di sekolah asal atau sekolah yang dituju. Dengan sistem online, mereka berloma mendaftar di sekolah tujuan saat jadwal yang ditetapkan.

Dalam sistem ini, siapa yang memiliki akses internet kenceng, mereka akan mendapatkan kursi di SMP negeri sesuai pilihan dalam zonasi. Kedua, Disdikpora mengakui surat keterangan domisi hanya bagi warga yang ber-KK luar Denpasar namun memiliki anak yang tamatan SD-nya di Denpasar untuk memperebut jalur zonasi dan prestasi. Mereka tetap diberikan token untuk mendaftar. (tis/bpn)

loading...