BALIPORTALNEWS.COM, BOGOR – Penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ikut membantu pemerintah membangun desa. Salah satunya yang dilakukan Angkatan Persiapan Keberangkatan (PK) 141.

Angkatan yang terdiri dari 111 orang tersebut membantu pengembangan desa Cimulang, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor. Mereka menggelar program yang diberi nama Cimulang Desa Wisata Sawit.

Bona Sardo Hasoloan, Ketua PK 141 mengatakan mereka menggelar beragam program di desa Cimulang, antara lain pemberian bantuan sumur bor dan fasilitas air bersih, pembangunan gapura desa, pengembangan kewirausahaan, workshop perikanan dan kultivasi jamur.

Selain itu, mereka juga memberikan pemeriksanaan mata dan gigi secara cuma-cuma kepada para warga dan anak-anak di desa tersebut. Pada acara tersebut, PK 141 juga menyajikan penyuluhan parenting (pendidikan keluarga) dan edukasi masyarakat melalui mobil pintar dan mobil sehat.

“Masyarakat desa Cimulang mengalami kesulitan akses air bersih, kondisi MCK pun kurang memadai. Padahal mereka memiliki potensi besar menjadi desa wisata sawit karena sebagian wilayah desa adalah perkebunan,” ujarnya usai meresmikan program Cimulang, Desa Wisata Sawit pada hari Sabtu, 30 Maret 2019 bersama perangkat desa Desa Cimulang.

Baca Juga :  Ketersediaan Jaringan Jadi Kendala Belajar Daring di DIY

Bona, yang akan melanjutkan studi S3 di Belanda tersebut mengatakan angkatan PK 141 berkomitmen untuk membantu desa Cimulang. sebanyak 101 orang akan menempuh pendidikan di luar negeri sedangkan 10 orang lain akan menempuh pendidikan di dalam negeri untuk jenjang S2 maupun S3. “ini kontribusi konkrit kami untuk pembangunan masyarakat desa di Indonesia,” ucapnya.

Para penerima beasiswa LPDP Angkatan 141 berasal dari 22 provinsi, dan terdiri dari beragam profesi. Ada yang bekerja sebagai dosen, PNS, dokter, pegawai swasta, dan lainnya. Sebagian dari mereka berasal dari wilayah timur Indonesia dan keluarga miskin.

Kegiatan pemberdayaan masyarakat desa Cimulang dibantu oleh beberapa perusahaan dan organisasi masyarakat, antara lain Bank Mandiri, Bank Mandiri Syariah, Bank BNI Syariah, Bank BRI, Sarana Multi Infrastruktur, Sarana Multigriya Finansial, Solway, Tanoto Foundation, Waskita, Wijaya Karya, Penjamin Infrastuktur Indonesia, LPS, CT Arsa Foundation, PTPN 4, BNI Syariah, dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit.

Baca Juga :  UGM Loloskan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa Terbanyak

Direktur LPDP Mokhamad Makhdum menuturkan, hingga Desember 2018 penerima LPDP mencapai 20.255 orang. Sebagian dari mereka sedang menjalani studi, dan sebagian lain akan berangkat pada tahun ini. Jejaring para penerima beasiswa LPDP telah tersebar di berbagai kementerian Lembaga, TNI/POLRI, perusahaan swasta, LSM, perguruan tinggi, pemerintah daerah dan sektor lainnya. “Mereka calon pemimpin bangsa yang kami siapkan untuk membangun Indonesia,” ucapnya.

Satu hal yang unik dalam penyelenggaraan kegiatan proyek sosial angkatan penerima beasiswa LPDP angkatan 141 adalah satu program yang dinamakan “Pena Bangsa”. Pena Bangsa adalah program yang menyerupai program adik asuh, bertujuan untuk menumbuhkan semangat anak negeri untuk sekolah dan mengejar mimpi. Dorongan solidaritas akan dilakukan oleh para penerima beasiswa LPDP angkatan 141 untuk memotivasi anak negeri, khususnya di Desa Cimulang, untuk tergerak dan semakin menyadari bahwa mereka adalah para penerus  bangsa Indonesia.

Baca Juga :  Mengulik Kebijakan Publik Dalam Penanggulangan Covid-19 di Tanah Air

Ide ini diinspirasi oleh gerakan organisasi pemuda Pena Bangsa yang dibina oleh Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran. Mereka ingin membantu anak-anak usia sekolah dasar yang kurang mampu khususnya untuk anak-anak di sekitar fakultas ekonomi Universitas Padjadjaran utk mengembangkan dirinya terutama dalam bidang pendidikan.

Dalam proyek sosial penerima beasiswa LPDP angkatan 141, program pena bangsa tersebut diadopsi dengan menghubungkan seorang penerima beasiswa LPDP dengan seorang anak di desa Cimulang, untuk ke depannya dimonitor kemajuan pendidikannya, diberikan motivasi Pendidikan, dan diberikan bantuan semampunya masing-masing awardee LPDP.

“Secara teknis, tiap awardee akan memiliki seorang adik asuh yang mana adik asuh tersebut akan menjadi tanggung jawab tiap penerima beasiswa. Tanggung jawabnya adalah tiap awardee harus memberikan dukungan moral dan dukungan materiil semampunya dalam rangka terwujudnya pendidikan sang adik asuh,” papar Irlan Rum, pelaksana proyek sosial LPDP angkatan 141 di Desa Cimulang.  (sya/bpn)