Hosting Unlimited Indonesia

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – SMPN 12 Denpasar mendapat kado terindah di awal tahun 2019. SMPN 12 Denpasar meraih penghargan Adiwiyata Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan karena kepedulian menjaga lingkungan hidup. Selain SMPN 12 Denpasar, SDN 4 Tonja juga meraih Adiwiyata Nasional dan SDN 11 Sesetan meraih Adiwiyata Mandiri.

Kepala SMPN 12 Denpasar, I Gusti Ngurah Agung Arya, S.Pd., tampak tersenyum mengembang menerima penghargaan Adiwiyata Nasional di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI di Jakarta. Piagam penghargaan yang ditandatangani bersama oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutan RI, Dr. Ir. Siti Nurbaya, M.Sc., dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP., ini juga disambut sumringah keluarga besar SMPN 12 Denpasar.

Agung Arya mengaku bangga atas prestasi yang diraih SMPN 12 Denpasar. Ia berharap prestasi terindah diusia SMPN 12 Denpasar ke-10 tahun tersebut mampu memotivasi lebih intens lagi penerapan sekolah berbasis lingkungan. ‘’Astungkara, perjuangan warga sekolah untuk menumbuhkan kepedulian pada lingkungan tidak sia-sia dan prestasi Adiwiyata Mandiri menambah deretan prestasi sekolah,’’ ujar Agung Arya.

Agung Arya didampingi Wakasek Kurikulum, I Gusti Ngurah Pariadnyana, SS.; Wakasek Kesiswaan, IA Komang Witariani, S.Pd., M.Pd.; Wakasek Sarana, Ni Nyoman Ayu Prihatini, S.Pd.; dan Wakasek Humas, Drs. I Wayan Kuniawan, berharap dengan keberhasilan meraih penghargaan Adiwiyata Nasional ini dapat berdampak untuk kemanfaatan kepada masyarakat. Penghargaan yang didapat tersebut ke depan tidak hanya berdampak pada sekolah saja, namun harus berdampak pada tempat tinggal siswa maupun guru dan lingkungannya.

‘’Yang paling utama dampaknya bisa diterapkan di lingkungan rumah tangga siswa. Prestasi ini menjadikan para siswa sebagai teladan kebersihan di lingkungan dan rumah tangganya, termasuk juga di sekolahnya,’’ katanya.

Agung Arya mengungkapkan, kepedulian menjaga lingkungan hidup diaktualisasikan dengan kehidupan sehari-hari di sekolah dengan melibatkan seluruh warga sekolah menjaga lingkungan. Siswa setiap pagi digerakkan membersihkan halaman sekolah sebagai budaya hidup bersih. Selain hijau dengan beragam tanaman hias, juga tersedia tanaman obat dan tanaman langka, serta dilengkapi mina padi dan sudah pernah panen padi. Sarana ini juga dimanfaatkan sekolah sebagai media pembelajaran di luar kelas.

Dalam pengelolaan sampah, SMPN 12 Denpasar juga memiliki bank sampah Sari Madu. Nama Sari Madu sendiri memiliki arti santun, resik, mandiri dan unggul. Juga dibentuk Duwa Dupa yakni duta siswa peduli sampah sebagai perwakilan siswa membantu sekolah dalam pengelolaan sampah anorganik atau sampah plastik.

Dalam pengelolaan sampah plastik, pihak sekolah bekerjasama dengan bank sampah Sarana Gati milik Desa Peguyangan. Di bank sampah itu, siswa digiatkan menabung sampah. Kepedulian menjaga lingkungan hidup juga diintegrasikan pada seluruh mata pelajaran.

‘’Kami ingin warga sekolah mengamalkan motto SMPN 12 Denpasar yakni Vidya Dadati Vinaya artinya ilmu pengetahuan memberikan kapasitas dan kerendahan hati, tidak sombong dan seperti ilmu padi semakin berisi semakin merunduk serta memiliki kepekaan terhadap lingkungan,’’ pungkas Agung Arya.

loading...