Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM – Kawasan Pura Agung Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem yang mengalami darurat sampah plastik kian mendapatkan perhatian serius. Setelah Pemerintah Provinsi Bali, berbagai organisasi kemasyarakatan dan pemuda, hingga tokoh masyarakat memberikan dukungan penuh untuk menggelar Gerakan Kedas Sampah Plastik pada, Sabtu (2/2/2019) mendatang. Kini Polda Bali secara resmi akan membantu mengerahkan personilnya untuk bergotong royong membersihkan sampah plastik di kawasan suci tersebut.

Saat Ketua Panitia Gerakan Kedas Sampah Plastik, I Ketut Bagus Arjana Wira Putra bersama Ketua DPP Peradah Bali, Komang Agus Widiantara, Ketua Komunitas Bersih-bersih Bali, Gus Norma, Kader PC KMHDI Badung, Wisnu menemui Wakapolda Bali, Brigjen Pol. I Wayan Sunartha, Kamis (24/1/2019) kemarin di ruang tamu Polda Bali, dengan tegas Wakapolda Bali menyatakan siap membantu kegiatan bersih sampah plastik yang digagas oleh pemuda Hindu di Bali, apalagi yang akan hadir ini semua memiliki niat untuk ngayah melestarikan kawasan suci di Pura Agung Besakih.

Baca Juga :  Tanpa Cukai, Ribuan Slop Rokok Ilegal Disita Polisi

“Kami dukung kegiatan pelestarian lingkungan ini, namun panitia pelaksana harus dari sekarang mengkonsepkan dan memetakan lokasi yang harus di bersihkan, karena jangan sampai kedatangan masyarakat Bali yang demikian banyak nantinya tidak tahu siapa dan dimana harus membersihkan sampah plastik,” ujar pria asli Kabupaten Gianyar ini.

Lebih lanjut ia juga menekankan, dalam kegiatan bersih sampah plastik ini harus serius dilaksanakan, dan bisa dilakukan berkelanjutan demi kelestarian alam Bali yang bersih dari sampah plastik.

Sebelumnya, Ketua Panitia Gerakan Kedas Sampah Plastik yang akrab dipanggil Ketut Putra ini, menjelaskan lahirnya gerakan di Kawasan Pura Agung Besakih ini, setelah kami menyelenggarakan bersih sampah plastik di Kawasan Pura Luhur Lempuyang, Kecamatan Abang, Karangasem. Setelah itu, kami mendengar aspirasi masyarakat bahwa Kawasan Pura Agung Besakih darurat sampah plastik.

“Setelah kami telusuri dan melakukan simakrama dengan tokoh masyarakat, Camat, Perbekel, Bendesa, TNI/POLRI di Kecamatan Rendang disimpulkan bahwa ada 19 titik Kawasan Besakih ini mengalami darurat sampah plastik, dan yang paling terparah ialah di sepanjang aliran sungai Tirta Putra sampai Goa Raja hingga kebawah,” ujarnya.

Baca Juga :  Peringatan HKBN 2017 di SMPN 2 Selemadeg Timur

Sehingga dalam kesempatan ini, kami sangat memohon bantuan Polda Bali untuk bersama-sama memberikan kita semangat dalam memerangi sampah plastik di kawasan hulunya Pulau Bali ini. Selain instansi Polri yang kami mohonkan untuk bergotong royong pada tanggal 2 Pebruari, kami juga memohon bantuan kepada TNI, seluruh PNS dan Pegawai Kontrak yang ada di Pemprov Bali, Pemkab Badung, Pemkot Denpasar, Pemkab Gianyar, Bangli, Klungkung dan Pemkab Karangasem, termasuk juga perusahaan wisata di Bali, hingga kaum pemuda, mahasiswa dan siswa.

“Masyarakat umum juga sudah ada yang konfirmasi akan ikut ngayah saat itu, dan semoga dari kegiatan ini mampu memantik semangat warga Bali untuk tidak lagi memanfaatkan plastik dan membuang plastik sembarangan, apalagi Gubernur Bali sudah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) No. 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Plastik Sekali Pakai,” ucapnya.(humas-kmhdi/bpn)