BALIPORTALNEWS.COM – Sebagai wujud Kepedulian Astra terhadap bahaya penyakit Thalassaemia, diselenggarakan Festival Kampung Berseri Astra, di lapangan barat Bajra Sandhi Renon, Desa Sumerta Klod, Denpasar, (25/11/2018). PT Astra internasional Tbk., memberikan pelayanan pengecekan Thalassaemia gratis kepada masyarakat yang melakukan aktivitas di Lapangan Renon.

Head of Environment and Social Responsibility PT Astra International Tbk., Riza Deliansyah, didampingi Ketua Koordinator Grup Astra Wilayah Bali, Haris Prasetya, mengatakan pengecekan Thalassaemia gratis ini merupakan rangkaian peringatan Hari Kesehatan yang jatuh pada, 12 November lalu. “Festival ini, merupakan bagian dari empat pilar program Corporate Social Responsibility (CSR) Astra yang terdiri dari pendidikan, kelestarian lingkungan, kesehatan dan kewirausahaan,” kata Deliansyah.

Dilanjutkan Deliansyah, Festival Kampung Berseri Astra kali ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi untuk masyarakat Indonesia yang telah melakukan campaign gaya hidup sehat sehari-hari sekaligus memperingati Hari Kesehatan Nasional yang diperingati setiap November, serta sebagai bentuk komitmen Astra untuk mendukung program pemerintah, yakni Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Germas 1, yakni parade Astra jalan sehat yang diikuti 150 peserta yang merupakan masyarakat dan karyawan Grup Astra Bali, dengan rute Kantor ACC cabang Renon dan berakhir di Lapangan Bajra Sandi Renon. Ada juga zumba party yang diikuti 200 peserta. Selain itu juga ada lomba permainan tradisional deduplak, lari bakiak dan lari balok yang ditutup dengan kegiatan demo pencak silat.

Germas 2, menitikberatkan pada pemeriksaan kesehatan, donor darah, serta pengobatan gratis bekerjasama dengan tim Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, sedangkan Germas 3, meliputi aksi makan pisang saat car free day berlangsung dan pembagian 1.000 paket makanan sehat dari healthy food trucks.

Sementara Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila. F. Moeloek, menyatakan kesehatan masyarakat tidak saja menjadi tugas dari kementerian saja, namun menjadi tanggung jawab semua elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, akademisi hingga pihak swasta melalui program CSR.

Kampung Berseri Astra, diharapkan Menkes menjadi rule model bagi seluruh desa yang ada di Indonesia, dalam hal pemberdayaan masyarakat. “Untuk kedepannya diharapkan bisa ditiru oleh desa lainnya dan bisa menjadi rule model dalam pengembangan kawasan pedesaan di Indonesia,” harapnya.

Terkait dengan kampanye pencegahan Thalassaemia, Menkes mengatakan saat ini penyakit yang menyerang sistem pembekuan darah dan penderitanya harus menjalani tranfusi darah seumur hidup, untuk saat ini memang belum ada obatnya, sehingga dengan adanya kampanye ini, diharapkan masyarakat bisa melakukan pencegahan terhadap penyakit ini. “Penyakit ini disebabkan oleh faktor keturunan, sehingga untuk mencegah penyakit ini harus dilakukan pengecekan sejak dini, khususnya bagi kaum remaja, sehingga nantinya tidak mendapatkan pasangan pembawa gen thalassaemia,” tandasnya. (ngr/bpn)

loading...