BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pemkot Denpasar secara berkesinambungan terus berupaya memaksimalkan program smart city yang kini digaungkan pemerintah pusat. Hal ini diwujudkan dengan pelaksanaan bimtek dan pendampingan penyusunan masterplan dan quick program hingga tahap ke-IV.  Sehingga, dari pelaksanaan kegiatan ini tentu dapat menjadikan penerapan smart city Kota Denpasar tepat sasaran.

Seluruh rangkaian bimtek dan pendampingan ini secara resmi ditutup Walikota Denpasar, IB rai Dharmawijaya Mantra di Gedung Tirta Utama, Kantor PDAM Kota Denpasar, Selasa (23/10/2018). Turut hadir dalam kesempatan tersebut Executive Staf Kepresidenan Deputi 1, Robertus Theodore, selaku pendamping untuk memonitoring implementasi Smart City di Kota Denpasar, pimpinan OPD di Kota Denpasar serta instansi terkait lainnya.

Dalam laporannya, Ketua Panitia yang juga Kadis Kominfo Kota Denpasar, I Dewa Made Agung mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan ini bertujuan guna menyusun masterplan smart city  yaang komperhensip dan aplikatif. Kegiatan yang terbagi dalam empat tahapan ini telah dilaksanakan sejak bulan Oktober dan berakhir pada bulan Oktober. Adapun yang menjadi quick win dari masterplan smart city Kota Denpasar yakni Smart Heritage MarketSmart river Walk, dan Story Talling Kota Denpasar. “Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu suksesnya penyusunan masterplan smart city dan quick win Kota Denpasar hingga saat ini,” jelasnya.

Baca Juga :  PPKM di Bali, Satgas Provinsi Bali Gencarkan Penertiban Prokes

Executive Staf Kepresidenan Deputi 1, Robertus Theodore, selaku pendamping untuk memonitoring implementasi Smart City di Kota Denpasar mengatakan bahwa secara umum Kota Denpasar dengan beragam ciri khasnya sangat mendukung penerapan smart city yang kini telah menjadi gerakan nasional. Dimana, ada beberapa sektor smart city seperti halnya smart heritage dan smart river walk ini menjadikan Kota Denpasar yang paling unik dari kota lainya.

“Ini sangat baik untuk diterapkan, dimana program smart city merupakan kebutuhan jaman yang tidak bisa kita hindari, namun di Kota Denpasar penerapannya dapat beriringan dengan saling melengkapi tanpa menghilangkan seni, budaya serta kearifan lokal yang sudah ada, saya kira daerah lain sangat sulit meniru Kota Denpasar terkait keunikan penerapan smart city ini,” paparnya.

Baca Juga :  Waspada! Sejumlah Wilayah di Bali Berpotensi Dilanda Cuaca Ekstrem

Sementara Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra menjelaskan bahwa dalam setiap dimensi zaman tentu semua pihak akan dihadapkan dengan permasalahan yang berbeda. Sehingga perkembangan di segala lini harus terus dilakukan, seperti halnya smart city ini. Pihaknya menilai bahwa penerapan smart city tidak akan maksimal jika dukungan dari sektor terbawah belum mumpuni. “Di Kota Denpasar yang dibangun lebih dahulu adalah sektor terbawah mulai dari desa/lurah, sehingga nantinya seluruh instansi dari tingkat terbawah hingga yang tertinggi terkoneksi dengan apik dalam satu wadah smart city,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, smart city di Kota Denpasar ini bukanlah produk baru. Melainkan pengembangan dari beberapa inovasi yang telah ada sebelumnya. Seperti smart goverment serta pelayanan lainnya yang tentunya bertujuan untuk memberi kemudahan layanan bagi masyarakat. “Dengan adanya bimtek ini diharapkan seluruh elemen mampu menjadi user yang baik hingga lini terbawah seperti halnya desa/lurah yang kini secara merata telah terkoneksi dengan smart city agar terus dimaksimalkan, sehingga penerapan di sektor teratas dapat berjalan maksimal,” ungkapnya. (ags/humas-dps/bpn)