BALIPORTALNEWS.COM – Perkembangan teknologi yang berjalan cukup pesat menuntut kemampuan adaptasi terhadap perubahan teknologi agar siap menghadapi revolusi industri 4.0 saat ini, termasuk profesi dokter.

“Revolusi industri menutut kita semua agar adaptif terhadap perubahan teknologi dan mampu mengaplikasikan dalam setiap lini pelayanan kehidupan profesi, termasuk dokter,” kata  Dekan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM Prof.dr.Ova Emilia, M.Med.Ed., Ph.D., Sp.OG(K), saat melantik 51 dokter dokter baru di Kampus setempat, Kamis (25/10/2018).

Eva mengatakan dokter harus mempersiapkan setiap perubahan dengan baik. Salah satunya dengan tetap setia merawat tingginya rasa ingin berpengetahuan agar memacu proses pembelajaran diri untuk menjaga pribadi berkualitas. Tak hanya itu, Ova meminta para dokter baru untuk senantiasa bekerja berbasis sistem.

Kerja sama lintas sektoral melalui konsep Iinterprofesional Collaboration (IPC) yang selama ini sudah menjadi bekal pmbelajaran, dikatakan Ova bisa menjadi model bersama sebagai kikatan kekuatan mewujudkan Indonesia sehat. Berikutnya, memegang teguh moral dan etika pelayanan Indonesia.

“Apapunteknologi yang kealak akan dipilih untuk menggiatkan pelayanan kesehatan, tetap harus berpegang teguh pada prinsip kemanusiaan,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan DIY, drg.Pembajun Setyaningastutie, M.Kes., meminta para dokter baru untuk lebih memahami kebijakan dan program pemerintah dalam pembangunan kesehatan. Para dokter juga perlu lebih mengupayakan pendekatan promotif preventif terhadap penyelesaian masalah kesehatan di komunitas.

Dia pun meminta para dokter baru untuk menjaga etika profesi dan melakukan pengembangan profesi secar aberkelanjutan.pasalnya pengembangan profesi sangat penting untuk mensejajarkan tenaga kesehatan Indoensia dengan tenaga kesehatan asing. (ika/humas-ugm/bpn)

loading...