Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Harga beras di seluruh wilayah Indonesia saat ini mengalami kenaikan yang signifikan.  Untuk menekan kenaikan harga beras khususnya di Denpasar, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar menggelar Operasi Pasar di seluruh Pasar Tradisional yang ada di Denpasar yang dimulai dari bulan Desember lalu.  Hal ini disampaikan Kepala Bidang Kerjasama dan Perlindungan Disperindag Kota Denpasar, Jarot Agung Iswayudi usai Operasi Pasar Rabu (17/1/2018)

Lebih lanjut Jarot mengaku, kenaikan harga beras juga terjadi  di Kota Denpasar mencapai 13.63% hingga 15%. Beras yang mengalami kenaikan seperti beras premium yang semula harganya RP 11.000 menjadi Rp 12.500, beras C4 Super harga semula Rp 10 ribu menjadi Rp Rp11.500.

Baca Juga :  HarmonyOS, Sistem Operasi Terintegrasi untuk Ekosistem Perangkat Pintar Huawei

Kenaikan harga beras tersebut disebabkan karena belum musim panen dibeberapa daerah sumber pasokan. Selain itu kenaikan harga disebabkan karena musim hujan yang berkepanjangan sehingga  berpengaruh pada produksi gabah menjadi beras. Untuk menekan kenaikan harga yang signifikan di Denpasar maka dari itu Disperindag Kota Denpasar bekerjasama dengan Bulog menggelar operasi pasar.

Beras yang dioperasikan oleh Bulog adalah beras medium dengan dijual Rp 9.350/kg. Beras yang dioperasikan juga tidak langsung dijual di pasar kepada pembeli. Namun beras yang didistribusikan Bulog langsung dipasok ke pedagang pasar dan distributor langsung. Sedangkan untuk operasi pasar Pemerintah Kota Denpasar hanya bisa diberikan sebanyak 18,9 ton.

Baca Juga :  Ogan Ilir Siap Menjadi Tuan Rumah Putaran Pembuka Kejurnas Rally 2017

Wilayah yang dilakukan operasi pasar adalah menyasar Pasar Tradisional seperti, Pasar Nyanggelan, Pasar Intaran, Pasar Agung, Pasar Anggabaya, Pasar Sanglah dan Pasar Pedungan ‘’Semoga dengan cara itu tidak terjadi kenaikan harga beras secara  signifikan,’’ harapnya. (ayu/humas-dps/bpn)