BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Serangkaian HUT ke-18 SMK PGRI 3 Denpasar, Senin (22/1/2018), OSIS SMK PGRI 3 Denpasar menggelar jalan sehat peduli lingkungan yang diisi dengan membersihkan sampah plastik di Denpasar. Peserta jalan sehat dilepas Ketua Kota PGRI Denpasar, Drs. I Nyoman Winata, M.Hum., bersama Kepala SMK PGRI 3 Denpasar, Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M.

Menariknya, setiap kelas berlomba mengumpulkan sampah plastik untuk memperebutkan juara pengumpul sampah terbanyak. Ketua OSIS SMK PGRI 3 Denpasar, I Putu Adi Putrawan, menjelaskan, jalan sehat dan bersih sampah plastik ini sebagai bentuk komitmen SMK PGRI 3 Denpasar sebagai sekolah berprestasi, berprestasi, bersih, peduli lingkungan dan budaya.

Jalan sehat diikuti 3.000 siswa dan guru. Hal ini rutin dilakukan setiap tahun dan tahun ajaran baru bagi siswa baru untuk memperkuat visi SMK PGRI 3 Denpasar sebagai sekolah bersih. Di samping itu untuk mendukung Denpasar sebagai kota budaya dan kota bersih.

Baca Juga :  Pemerintah Tetapkan Larangan Mudik 2021

Makanya tema HUT kali ini dipilih ‘’Melalui HUT kita tingkatkan mutu pendidikan untuk menghasilkan peserta didik yang profesional, berkarakter dan berbudaya’’.

Ketua Kota PGRI Denpasar, Nyoman Winata, memuji  kekompakkan dan kebersamaan warga SMK PGRI 3 Denpasar dalam menyuseskan segala kegiatan  akademik dan sosial. Hal ini patut dijadikan contoh bagi sekolah lainnya   di Kota Denpasar. Kunci utamanya, kata dia, adalah manajemen kepala sekolah yang dikenal terbuka dan professional. Kedua, adanya semangat bersama untuk memajukan sekolah.

Kepala SMK PGRI 3 Denpasar, I Nengah Madiadnyana, mengakui sebenarnya HUT dilaksanakan secara sederhana, namun karena desakan atas semangat para siswa, OSIS menggelar berbegai acara lomba intern dan eskternal yang melibatkan siswa SMP se-Bali. Di antaranya, lomba dharma wecana, lomba pidato bahasa Inggris, bahasa Bali dan busana serta lomba ngelawar antar kelas.

Baca Juga :  Punya Mobil Tua? Jangan Takut Servis ke Bengkel Resmi

Dia membenarkan semua urusan HUT dikoordinir oleh  OSIS untuk melahirkan kaderisasi serta menyiapkan mereka sebagai SDM yang mandiri dan siap ngayah di masyarakat. Pengalaman mengelola event, tak diperoleh di mata pelajaran, melainkan sangat berharga ketika mereka terjun ke masyarakat.

Dia menegaskan, SMK PGRI 3 Denpasar terus meningkatkan kualitas SDM dan sarana prasarana untuk  menjadi  SMK yang benar-benar SMK. Dikatakan demikian karena kompetensi lulusannya harus teruji di dunia kerja dan siap kerja. Makanya SMK, kata dia, harus diarahkan sebagai sekolah menengah kerja  karena dasarnya adalah untuk mempersiapkan SDM Bali siap kerja.

Untuk itu kurikulum SMK PGRI 3 Denpasar adalah 70 persen praktik dan 30 persen di kelas. Ini artinya, 70 persen waktu siswanya ada di lab dan praktik baik di lab kitc, restoran dan hotel.

Baca Juga :  Gubernur Koster Serahkan 63 Sertifikat Merek Perorangan

Untuk menjadi SDM yang professional, kata dia, mereka dibina oleh guru yang professional juga. Makanya guru di SMK PGRI 3 Denpasar saat ini didukung guru yang sudah S-2.

SMK PGRI 3 Denpasar dikenal SMK swasta ber-ISO, terakreditasi A. Selain itu gedungnya megah dengan fasilitas lengkap ( 29 ruang belajar, empat lab dan dua kitchen). Sekolah ini tiap tahun meraih predikat sekolah favorit dan manajemen terbaik tingkat nasional. (tis/bpn)