Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM – Tim mahasiswa Pecinta Alam Universitas Gadjah mada (Mapagama) berhasil melaksanakan pendakian ke Gunung Inerie, Flores dalam ekspedisi “Gladimadaya Tanah Bajawa.

Ekspedisi berlangsung selama dua minggu mulai 18 Oktober hingga 1 November 2017 lalu. Diselenggarakan sebagai bagian dari pendidikan tingkat lanjut anggota muda Mapagama.

Kegiatan ini diikuti lima anggota muda yang terdiri dari Hanif Nur Hassan Al Faruqi (Kesehatan Hewan SV 2015), Ajun Evy Nugraha (Teknik Mesin SV 2016), Deswita Ayu Wandira (Antropologi FIB 2017), Alfia Municha (Sastra Prancis FIB 2016), Sheila Fita Anjani (Filsafat 2015) dan didampingi dua anggota senior, yakni Ria Verentiuli (Pariwisata SV 2015) dan Michael Warren Akyuwen (Hukum 2015). Mereka merupakan anggota Mapagama yang tergabung dalam divisi Gunung Hutan Mapagama.

Ketua Mapagama Manto Sitindaon menyampaikan tim Mapagama UGM telah kembali dengan selamat di Yogyakarta pada hari Minggu, 5 Desember kemarin usai melakukan pendakian di Gunung Inerie Flores. Selain melakukan pendakian di gunung dengan ketinggian 2.245 mdpl, tim turut melaksanakan kegiatan penelitian di Kampung Bena dengan mengangkat Konsep Sistem Religi Masyarakat Kampung Bena, Desa Tiworiwu, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada.

Baca Juga :  129 Siswa Kejar Paket B di Denpasar Ikut UNBK, Ini Jadwalnya

“Tim Mapagama juga  melakukan pengabdian dan pendidikan lingkungan di SD Negeri Bena,” tambahnya, Rabu (13/12/2017) di Kampus UGM.

Manto menjelaskan kegiatan Gladimadya Tanah Bajawana tersebut menjadi wahana bagi anggotanya dalam meningkatkan kompetensi pendidikan tingkat akhir gladimadya. Kegiatan dikembangkan dengan menggabungkan petualangan dengan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Hanif N H Al Faruqi, koordinator tim Gladimadya Tanah Bajawa mengaku banyak mendapatkan tambahan wawasan dan pengalaman baru melalui kegiatan ekspedisi di Flores.

“Banyak kejutan yang tidak sengaja diadakan masyarakat setempat menyambut kedatangan kami,” katanya.

Baca Juga :  Walikota Denpasar Lantik 153 Pejabat Struktural

Melalui ekspedisi tersebut, Hanif dan rekan-rekannya berkesempatan mempelajari kebudayaan masyarakat lokal. Misalnya saja ritual pemotongan ayam jantan untuk menjaga keselamatan pendatang dalam melakukan pendakian ke Gunung Inerie. (ika/humas-ugm/bpn)