Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait limbah kiriman yang mengakibatkan sungai tampak bersalju dan berpotensi mencemari lingkungan disekitar sungai Jl.Taman Pancing Denpasar, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar melaksanakan monitoring serta evaluasi turun langsung ke lapangan. Sebanyak 17 usaha yang teridentifikasi membuang  limbahnya ke sungai didatangi langsung petugas DLHK pada Sabtu (15/9/2017) dan mendapatkan peringatan.

Berdasarkan hasil temuan dilapangan beberapa tempat usaha yang terdiri dari usaha pencelupan, sablon, laundry, pabrik tempe dan tahu hanya memiliki tempat penampungan saja ,penanganan tersebut belum optimal dan masih perlu untuk dievaluasi.

Baca Juga :  Serangkaian HKG Ke-52 PKK Tingkat Provinsi Bali, TP PKK Kota Denpasar Berpatisipasi Lomba Tari Pendet dan Bernyanyi

“Kami melihat penanganan serta pengolahan limbah tersebut sudah cukup baik namun perlu adanya evaluasi kembali mengingat masih adanya limbah yang di buang ke sungai, sehingga  melalui kegiatan tersebut harus ada pemanggilan kepada pihak terkait untuk menandatangani surat pernyataan untuk melakukan optimalisasi pengolahan limbah cairnya serta diproses sesuai dengan peraturan yang ada,” ujar Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLHK Kota Denpasar , IB. Putra Wirabawa saat mendatangi salah satu usaha di seputaran Jl. Taman Pancing.

Agar kasus pencemaran lingkungan itu tidak sampai berlarut-larut pihaknya mengajak semua kegiatan usaha yang dapat mencemari lingkungan agar tidak langsung  membuang limbah ke sungai dan harus diolah dahulu secara baik.

Baca Juga :  Sasar Sekehe Teruna di Tujuh Banjar, Desa Dangin Puri Kangin Gelar Penyuluhan Penyakit Menular dan Tidak Menular

“Diharapkan kepada semua pihak untuk ikut berperan aktif dan berpartisipasi dalam menata dan menjaga lingkungan sekitarnya” himbaunya.

Gus Wirabawa mengatakan, kegiatan ini akan terus dilakukan untuk pencegahan dini agar Kota Denpasar terbebas dan bersih dari penyakit. Dikarenakan dengan adanya limbah yang dibuang ke sungai ini dapat mejadi sarang penyakit dan tidak enak dipandangan mata sehingga diperlukan penanganan sejak dini guna mencegah dan meminimalisir munculnya penyakit  serta menciptakan Kota Denpasar yang bersih dan asri. (eka/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News