Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Guna mendukungan pembangunan di Banjar Gangga Sari, Desa Adat Kepal, Kecamatan Mengwi, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menyerahkan hibah sebesar Rp 900 juta. Dana tersebut diperuntukan untuk pembangunan balai serbaguna dan penyengker di balai banjar setempat.Penyerahan hibah yang dilaksanakan, Sabtu (2/9/2017) petang di Balai Banjar Gangga Sari itu juga dihadiri Anggota DPRD Badung I Nyoman Satria, Camat Mengwi IGN Jaya Saputra, Lurah Kapal, serta Tokoh Adat Desa Adat Kapal. Tokoh masyarakat mangku Made Karta, selaku Ketua Panitia mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan oleh Pemkab Badung.

Bantuan yang diterima, lanjut Mangku Karta akan dimanfaatkan untuk pembangunan pelinggih, balai serbaguna serta penyengker balai Banjar Gangga Sari. “Penyengger sudah ada yang kropos, dana ini akan digunakan untuk melakukan perbaikan,” katanya.

Baca Juga :  Bang Salam Dapat Kejutan dari Kapolda NTT

Tidak hanya itu, dalam sambutanya, Mangku Karta juga mengucap syukur atas program yang telah digulirkan oleh Bupati Badung, satu di antaranya adalah program kesehatan (KBS). “Ada warga kami yang kena sakit saraf, tidak bisa bangun. Sampai dipapah untuk berobat. Kini warga kami susah sehat. Itu semua karena program KBS,” sebutnya seraya berharap Bupati Badung Nyoman Giri Prasta terus dapat berkarya dan menggulirkan program-program yang dampaknya dapat dirasakan langusng masyarakat.

Sementara itu, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta dalam tatap mukanya bersama masyarakat setempat menyampaikan program pemerintah kabupaten Badung. Mulai dari program kesehatan hingga pada program pendidikan. Bupati yang dikenal bares juga menyampaikan program peningkatan ekonomi adat melalui pembenahan-pembenahan Lembaga Pengkreditan Desa adat (LPD).

Baca Juga :  Bakal Calon Rektor Wajib Serahkan LHKPN ke KPK

Mengenai pemberian hibah, kata Bupati Giri Prasta merupakan sebuah komitmen untuk pembangunan seperti dalam konsep Tri Hita Karana. Baik hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan dengan sesama manusia dan hubungan dengan lingkungan. “Mulai pembangunan pura, yadnya baik upcara massal dan ekonomi kerakyatan juga sudah dibantu,” kata Giri Prasta.

Pemberian hibah juga dilakukan untuk meringankan beban masyarakat, baik dalam kegiatan istiadat maupun kegiatan dalam keseharian dalam melakukan Yadnya. Diakuinya, kegiatan masyarakat Bali telah banyak di bidang adat istiadat dan agama. “Saya tidak ingin waktu dan tengah yang sduah banyak dikeluarkan ditambah lagi dengan biaya yang tidak sedikit. Maka dari itu kami berikan bantuan,” imbuhnya. (humas-badung/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :