Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Dinas Perhubungan (Dishub) Tabanan memanggil dan mengumpulkan para pramudi atau sopir angkutan sekolah Trans Serasi, Jumat (11/8/2017). Hal itu terkait ada pengaduan yang disampaikan sejumlah siswa, tentang layanan Trans Serasi.

Selain untuk mengurai akar permasalahan yang terjadi, pertemuan tersebut sekaligus sebagai ajang curhat para sopir Trans Serasi. Terutama tentang kendala yang dihadapi para sopir Trans Serasi, mulai dari ketidakseimbangan antara jumlah siswa yang harus diangkut dan jumlah armada yang tersedia.

Pertemuan tersebut dipimpin Sekretaris Dishub Tabanan, I Made Jaman. Hadir pula perwakilan dari Perum Damri I Wayan Putu, dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) I Gusti Bagus Satriyadi.

Pembahasan di antaranya terkait kondisi yang terjadi, hingga muncul pengaduan dari siswa, yaitu tentang dugaan diskriminatif terhadap siswa. “Rupanya ada semacam kesalahpahaman,” ujar Jaman.

Baca Juga :  Komunitas CBR250RR Kembali Dilatih Berkendara Aman

Dikatakan, kondisi seperti itu pernah terjadi. Namun, bukan berarti hal itu karena sopir Trans Serasi bertindak diskriminatif. “Selama ini juru mudi (sopir) memang memrioritaskan siswa-siswa yang rumahnya terjauh. Ada yang memang diminta turun, namun bukan berarti tidak mau diangkut. Tapi diminta menunggu,” ujarnya.

Para sopir dikatakan sudah berusaha maksimal memberikan layanan kepada para siswa. Tidak sedikit juga yang harus membatasi jumlah siswa yang diangkut, dengan pertimbangan faktor keselamatan. (ita/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :