Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Progam kali bersih yang terus digulirkan Pemkot Denpasar dengan melakukan penataan sungai dan edukasi kepada masyarakat mendapat sambutan positif dilingkungan masyarakat. Lomba mincing dikawasan sungai menjadi salah satu ajang edukasi bagi masyarakat. Seperti yang digelar Desa Sumerta Kauh, Denpasar Timur, Minggu (27/8/2017) menggelar kegiatan lomba mancing ikan lele di sepanjang aliran Tukad Cacung (Sungai Kelandis).

Lomba ini dibuka secara resmi Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra  ditandai dengan pelepasan ikan lele diikuti sebanyak 600 pemancing. Tampak kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar IB. Alit Wiradana, Camat Denpasar Timur, Dewa Made Puspawan dan Perbekel Desa Sumerta Kauh, I Wayan Sentana, ditandai dengan pelepasan ikan lele.

Walikota Rai Mantra mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan lomba mancing ikan yang dilaksanakan Desa Sumerta Kauh. “saya mengapresiasi kegiatan mancing ini, yang merupakan inisiatif dari rekan-rekan Perbekel dan Lurah. Dimana ini harus terus berkelanjutan, karena bukan memancing saja yang didapat akan tetapi sudah ada penyadaran dari masyarakat untuk tidak membuang sampah kesungai”, ungkapnya.

Dengan kegiatan mancing di sungai seprti ini otomatis program Kali Bersih sudah terlaksana dan jika sungai sudah bersih kedepannya Sungai cacung ini kedepannya bisa ditata serta menjadi sebuah alternative lain  seperti Jongging Track dan tempat wisata. Selain itu sosialisasi hiburan mengenai kali bersih seperti lomba mancing ini sangat bagus untuk menyadarkan masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan sungai dan itu sudah terbukti seperti bebrapa sungai di Denpasar yakni Tukad Bindu dan Tukad Lolohan yang sudah menjadi tempat rekreasi masyarakat Denpasar.

Baca Juga :  TP PKK Kota Denpasar Bagikan Ratusan PMT Bagi Ibu Hamil dan Balita di Densel

Sementara Perbekel Desa Sumerta Kauh, I Wayan Sentana didampingi Ketua Panitia, Made Rudita mengatakan, kegiatan lomba mancing ini diikuti oleh 600 pemancing dengan memperebutkan hadiah utama berupa satu buah unit sepeda gunung, kulkas, mesin cuci, kipas angin dan hadiah hiburan lainnya. Kegiatan ini juga untuk mensosialisasikan kali bersih kepada masyarakat serta tempat ini menjadi destinasi wisata sungai.

“Menjaga lingkungan yang bersih dan sehat bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama. Mari kita saling bahu- membahu didalaam menumbuhkan serta mempertebal budaya hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari,” kata Wayan Sentana. Ia menambahkan dari lomba mancing ini, pihakya melepas sebanyak 1200 ikan lele dan semoga dari kegiatan ini kedepannya Tukad Cacung ini bisa menjadi salah satu wisata yang menarik untuk dikunjungi masyarakat.

Baca Juga :  Pemkot Denpasar Sosialisasikan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Lapangan Niti Mandala

Salah satu pemancing, Ketut Wira Putra (28th) asal Padangsambian mengatakan, sangat senang dengan kegiatan lomba mancing seperti ini dan baru tahu kalau di Klandis ini ada sungai Cacung yang bersih ditengah pemukiman masyarakat padat.

“Saya selalu mengitu kegiatan lomba mincing yang diadakan dimana saja, bukan karena mencari hadiah melainkan karena hobi yang sudah saya senangi sejak saya SMP dan bisa membuat saya merasa bahagia saat ikan menyambar umpan pancing saya” ujarnya. (ays’/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News