BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Ali Adriansyah Rusmiputro, pebalap muda berbakat Indonesia telah menuntaskan setengah musim pertama ajang balap World Supersport 300 (WSSP 300) 2017 dengan hasil yang memuaskan.

Pebalap dalam naungan Pertamina Almeria Racing Team itu berhasil mengumpulkan 11 poin dari 5 balapan yang telah bergulir di 2017.  Keberhasilan tertinggi Adrian diperoleh dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Donington Park, Inggris. Pada putaran ke-4 itu ia masuk 10 besar dengan finish di urutan 7.

Menurut Manajer Pertamina Almeria Racing, David Garcia, pencapaian Ali Adriansyah sudah sangat bagus. “Menurut evaluasi saya, paruh pertama kejuaraan yang dijalani Adrian sudah sangat bagus. Sebab dia mampu berada di 10  atau 15 besar,” ucap David.

“Dia satu-satunya pebalap asal Asia, dan secara teori hanya pebalap Eropa yang mampu berada di kelompok itu (10/15 besar). Banyak orang yang mengira Adrian butuh waktu lebih lama untuk berada di posisi atas, tetapi kami (mencapainya) di pertengahan musim. Benar-benar menggembirakan,” papar David Garcia.

Menurut David Garcia apa yang dicapai Ali Adrian bukan perkara mudah. Kompetisi di ajang WSSP 300 ini terbilang ketat mengingat sepeda motor yang digunakan seluruh pebalap relatif setara. Selain itu total ada lebih dari 40 pebalap yang bersaing di lintasan. “Di satu balapan, Anda bisa berada di posisi 6 dan balapan berikutnya bisa saja ada di posisi 40,” ucap David.

David berpendapat bahwa Adrian menunjukkan keistimewaan sebagai pebalap. Salah satunya adalah sifat pekerja keras. Di tengah kondisi yang serbabaru tekad kuat Adrian begitu kentara. “Semuanya serbabaru buat dia. Tim baru, sirkuit baru,  jauh dari negaranya, jauh dari keluarganya, tapi Adrian adalah pekerja keras. Dan dia adalah pebalap yang paling suka berujicoba dibanding pebalap lain,” ujar David.

Baca Juga :  Webinar Ajak Mahasiswa #Cari_Aman, Edukasi Safety Riding Astra Motor Bali Kolaborasi dengan Polda Bali

Di sisi lain, Ali Adrian pun mengakui bahwa ia sempat mengalami kesulitan. terutama pada awal musim. Salah satu penyebabnya adalah perubahan parts pada tunggangannya. “Dua minggu sebelum balap pertama di Aragon kami mengganti satu parts di motor yang ternyata mengubah riding style dan confidence terhadap ban depan,” ujat Ali Adrian. “Satu minggu sebelum balap, ada official test di Aragon dan hasil yang kita dapat tidak maksimal. Tim melakukan modifikasi pada part tersebut dan hampir tidak ada perubahan,” tambah Adrian.

Akibatnya, pada balapan pembuka, di Sirkuit Aragon, Spanyol, Adrian gagal mendapatkan hasil memuaskan. Di Aragon, Yamaha YZF-R3 yang menjadi tunggangan Adrian mengalami masalah. Ia harus dua kali masuk pit sebelum akhirnya berhenti di tengah lomba.

Pada putaran kedua di Sirkuit Assen, pemuda kelahiran 29 September 1993 ini mulai unjuk gigi. Meski sepeda motornya belum sempurna, Adrian mampu menunjukkan performa yang menjanjikan. Di sirkuit legendaris itu Adrian start dari posisi 25. Satu lap menjelang finish, Adrian sudah berada di posisi 16 dan berusaha meraih posisi 15 untuk mendapatkan poin. Sayang, usaha Adrian kandas. Ia terlibat insiden dengan dua pebalap dan membuatnya terjatuh. Beruntung ia tidak mengalami cidera dalam kecelakaan itu.

“Pada lap terakhir, saat memasuki tikungan ke kanan, pebalap Gabriel Noderer di belakang saya memaksa masuk dari sebelah kanan, dan saat saya angkat motor ternyata pebalap lainnya Armando Pontone juga menekan saya dari sebelah kiri, sehingga membuat saya terjatuh,” jelas Adrian.

Baca Juga :  Webinar Edukasi Safety Riding, Astra Motor Bali Ajak Ojol Bahas Pentingnya Masker dan Posisi Berkendara yang Tepat

Putaran yang berlangsung di Sirkuit Imola, Italia, kemudian menjadi pembuktian awal seorang Ali Adrian. Setelah sepeda motornya menjalani penggantian parts yang bermasalah, kepercayaan diri Adrian meningkat. Hal itu terbukti dengan keberhasilan Adrian meraih poin pertama setelah finish di urutan ke 14 dari 37 pebalap yang berlaga.

Performa Adrian makin teruji pada putaran berikutnya di Sirkuit Donington, Inggris. Ia menduduki posisi start 13 pada sesi kualifikasi dan memaksimalkan kemampuannya hingga finish di urutan 7 sekaligus meraih 9 poin. Hasil di Donington kemudian menjadi pencapaian teringgi Adrian sepanjang paruh pertama musim balap, baik untuk sesi kualifikasi maupun saat balapan.

Selepas Donington, Ali Adrian semakin berani meladeni pertarungan keras yang disajikan pebalap-pebalap Eropa. Di Sirkuit Misano, Italia,  Adrian kembali memperlihatkan kemampuannya bersaing dengan pebalap-pebalap Eropa yang terkenal agresif.  Meski start 22, ia mampu melesat ke posisi 7 pada 3 lap sebelum finish. Sayangnya, agresivitas Adrian di balapan tersebut membuat ban depan sepeda motornya kehilangan grip lebih cepat.  Kondisi ban yang sudah tidak optimum mengigit lintasan itu membuat ia low slide alias terjatuh. Adrian mampu bangkit dan kembali ke lintasan, namun sepeda motornya sudah kehilangan taji untuk bertarung.  Akhirnya, meski sempat masuk pit untuk memperbaiki kerusakan, Adrian harus rela menghentikan lomba.

Dari 5 kali balapan di paruh pertama musim balap WSSP 300 2017 ini Adrian telah mengumpulkan 11 poin dan berada di perigkat 18 klasemen dari 42 pebalap.

Baca Juga :  Pentingnya Peranti Berkendara yang Aman dan Sehat

Kendati mengaku sangat gembira dengan pencapaian Adrian sejauh ini, David Garcia tidak mau terlalu cepat sesumbar. Menurut David ia berharap Adrian bisa berada di posisi 5 besar pada salah satu dari 4 balapan tersisa.

“Tentu saja kami berharap bisa masuk 5 besar di salah satu balapan, dan naik podium menjadi pencapaian maksimum bagi Adrian pada tahun pertamanya di kejuaraan ini,” ujar David.

“Tapi, sekali lagi, (persaingan) kejuaraan ini sangat sangat ketat. Saya berharap di Jerez (balapan terakhir) kami mampu memberikan sesuatu yang istimewa.”

Prestasi dan konsistensi yang ditunjukkan Ali Adrian pada paruh pertama musim balap 2017 ini tak lepas dari komitmen Pertamina dan Pertamina Lubricants dalam mendukung pebalap-pebalap nasional untuk berprestasi di kancah dunia. Bagi Pertamina Lubricants, apa yang ditunjukkan Ali Adrian sejalan dengan filosofi perusahaan untuk mampu tampil kompetitif baik di lingkup nasional maupun internasional.

Selain berkomitmen dalam mendukung putra bangsa untuk berprestasi di tingkat dunia, Pertamina Lubricants pun konsisten menghadirkan produk-produk berkualitas ke hadapan konsumen. Salah satu produk andalannya adalah Pertamina Enduro 4T Sport SAE 5W-30. Pelumas untuk sepeda motor ini didesain khusus untuk menghasilkan kinerja akselerasi dan perlindungan dari keausan yang maksimal. Pertamina Enduro 4T Sport SAE 5W-30 merupakan jawaban atas semua kebutuhan dan tantangan teknologi motor terkini, untuk kelas medium hingga kelas atas. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :