Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Kegiatan nonfisik dalam TMMD ke-99 Kodim 1619/Tabanan di Banjar Jelijih Kelod, Desa Jelijih Punggang, Kecamatan Pupuan, juga melaksanakan penyuluhan dari Dinas Pertanian Tabanan. Materi disampaikan Ir. Made Widiada, yaitu tentang budidaya kopi robusta. Acara tersebut dihadiri 97 warga Desa Jelijih Punggang.

Penyuluh menjelaskan tentang membuat stek atau cangkok batang yang harus disisahkan bagaian atasnya. Hal itu untuk mempercepat tumbuhn penyetekan akar cangkok tersebut.

Meurut Widiada, produk lokal andalan dari Pupuan itu, salah satunnya adalah kopi robusta. Kopi tersebut sudah dipasarkan ke luar negeri. Bila hanya mengendalkan kuantitas atau jumlah, tanpa memperhatikan kualitas atau mutu, maka akan kalah bersaing dalam pemasaran ekspor di mancanegara.

Penyuluh dari Distan Tabanan itu mengatakan, proses pengeringan kopi robusta agar dengan sistem dijemur di para-para atau menggunakan jaring di keringkan. Bukan di bawah lantai. “Apabila dikeringkan di bawah lantai, maka akan menghasilkan kopi yang kurang berkualitas. Oleh sebab itu, mari kita lakukan proses pengeringan dengan menggunakan jaring atau para-para saat menjemur kopi robusta, agar dapat dikomersilkan dengan rasa yang berkualitas dan siap bersaing di pasar ekspor,” jelasnya.

Baca Juga :  Kasus Penganiayaan Orang di Limpahkan

Di sela kegiatan fisik TMMD ke-99 ini, penyuluhan tersebut diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat. Diharapkan pula kegiatan seperti ini bisa berkesinambungan, dan tidak terputus sampai di sini, sehingga bersatu padu dengan masyarakat Pupuan akan terjalin kemanunggalan antara TNI dan rakyat semakin kuat. Termasuk dalam menangkal ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri. (ita/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :