Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung kembali menggelar karya pemahayu jagat, tawur agung dan mapekelem marisuda bumi di Pura Geger, Desa Adat Peminge, Kuta Selatan, Jumat (23/6/2017).

Upacara tawur agung dan mapekelem yang biasanya rutin dilaksanakan pada tilem sasih kalima dimajukan pelaksanaannya pada tilem sasih sadha karena berkaitan dengan adanya linuh/gempa yang terjadi pada sasih kesanga beberapa bulan lalu. Karya ini bertujuan untuk memohon kerahayuan dan keharmonisan alam di Kabupaten Badung dan Bali umumnya.

Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa, anggota DPRD kab Badung  I Wayan Luwir Wiana, Penglingsir Puri Ageng Mengwi Anak Agung Gde Agung, Perangkat Daerah Kab. Badung beserta tokoh masyarakat setempat.

Upacara Tawur Agung dipuput oleh Tri Sadaka yaitu Ida Pedanda Gede Pemaron Mandhara Griya Kusumayati Denpasar, Ida Pedanda Buda Jelantik Giri Asita Griya Buda Jadi Tabanan dan Jro Gede Sengguhu Temburu Wasa Jeroan Gede Sibangkaja Badung. Sedangkan upacara di Pura dipuput Ida Pedanda Putra Telabah Griya Temacun Kuta.

Baca Juga :  Bhayangkari Cabang Tabanan Berkunjung ke Yayasan Gayatri Widya Mandala

Pada kesempatan tersebut, Kadis Kebudayaan Badung I B Anom Bhasma mengatakan, upacara ini rutin dilaksanakan setiap tahun yaitu bertepatan dengan tilem kelima, namun untuk kali ini dimajukan di tilem sasih sadha karena terkait kejadian linuh/gempa yang terjadi pada sasih kasanga.

Upacara ini dilaksanakan dalam rangka nunas pemahayu jagat. Karya pemahayu jagat, mapekelem dengan dasar tawur balik sumpah utama, dimana pakelem di segara menggunakan sarana kerbau, kambing, bebek hitam dan ayam hitam. Dengan upakara guru piduka dan bendu piduka serta palalindon.

Baca Juga :  SMP PGRI 6 Denpasar Sabet Prestasi Bergengsi

Sedangkan di Pura kaatur ayaban mebebangkit. Upacara ini bertujuan untuk memohon kerahayuan jagat dan keajegan jagat badung khususnya dan bali umumnya.Wakil Ketut Suiasa dalam kesempatan tersebut menyampaikan, upacara pemahayu jagat ini merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan di kabupaten badung dengan tujuan untuk keseimbangan alam buana alit dan buana agung.

Upacara pemahayu jagat yang dilaksanakan di pantai Geger merupakan perwujudan sebagai simbul laut, karena laut merupakan alam yang melingkari daratan dan sebagai benteng sehingga dapat menjaga stabilitas dan ketahanan kehidupan di buana agung ini untuk muwujudkan jagadhita, khususnya di wilayah kabupaten badung menjaga keseimbangan kondisi yang kondusif, damai, nyaman, aman untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan bahagia yang merupakan fundamen dasar yang harus dilakukan, sehingga upacara ini harus dilakukan secara periodik dan sudah merupakan suatu kewajiban. (humas-badung/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :