Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Keluarga besar SMP PGRI 2 Denpasar (Grisda), tak pernah berhenti untuk berinovasi dan berkreasi. kali ini siswa sekolah ini terlibat dalam Parade Budaya Grisda Nawanatya, sebagai terobosan untuk memberikan ruang bagi seniman muda SMP PGRI 2 Denpasar dalam berekspresi.

Kepala SMP PGRI 2 Denpasar, Dr. Gede Wenten Aryasudha, M.Pd., mengatakan Parade Budaya Grisda Nawanatya  ini menjadi trademark baru di SMP PGRI 2 Denpasar dan merupakan program unggulan SMP PGRI 2 Denpasar dalam upaya pelestarian serta pengembangan seni dan budaya.

Aryasudha juga menyampaikan makna kata “Nawanatya” yang diangkat menjadi tagline pagelaran. Nawa berarti sembilan, natya artinya akspresi dalam seni pertunjukan. Diharapkan, dengan agenda ini Grisda tetap ajeg dalam melestarikan seni budaya Bali.

Kegiatan ini, lanjut Aryasudha diharapkan dapat saling melengkapi dengan program yang telah berjalan sebelumnya seperti Gebyar Budaya, Grisda Computer Championship dan Grisda Art Competition. Pada parade budaya ini menampilkan seluruh potensi pengembangan diri siswa di bidang tari dan tabuh termasuk olahraga.

Baca Juga :  Wabup. Suiasa Evaluasi Pelaksanaan KBS

Selain itu parade budaya diisi dengan berbagai lomba juga aneka demonstrasi. Di antaranya demonstrasi nyurat aksara Bali. Anak-anak putri di sekolah ini juga pintar membuat jajan cacalan sendiri dan membuat aneka jajan Bali.

Sementara yang laki sibuk ngulat sengkui. Juga ada lomba busana adat ke pura. Semua keterampilan ini diajarkan di sekolah namun di parade budaya ini dimantapkan sekaligus sebagai ajang evaluasi pengembangan diri. Kedua, semua keterampilan yang dilombakan merupakan bekal hidup bagi siswa.

Selain gebyar budaya yang rutin diadakan dua kali dalam setahun yakni menjelang hari Saraswati dan HUT Kota Denpasar. Dengan demikian program sekolah benar-benar mendukung Denpasar sebagai kota budaya.

Aryasudha menambahkan, agenda ini merupakan penjabaran dari visi sekolah ini sebagai sekolah unggulan yang berlandaskan pada agama dan budaya. Ia menekankan kepada siswa bahwa ada tiga hal yang perlu dipakai sesuluh.

Pertama, agama dipakai sebagai media yang membuat makna hidup lebih terarah. Kedua, budaya yang menghaluskan kehidupan dengan polesan emosional dan intelektual, dan ketiga, teknologi dipakai untuk mempermudah hidup manusia. Hanya semua itu harus dijalankan di jalan dharma.

Gagasan SMP PGRI 2 Denpasar menggelar Parade Budaya Grisda Nawanatya ini mendapat apresiasi luar biasa dari Ketua Kota YPLP PGRI Denpasar, Drs. Nengah Madiadnyana, M.M. Dia berharap kegiatan ini selain sebagai media evaluasi pengambangan diri siswa, juga mampu memacu kreativitas seniman muda untuk menghasilkan karya yang lebih inovatif di masa-masa mendatang. (tis/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :