Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Konflik sosial tentu menjadi tantangan disetiap kota besar di Indonesia. Begitu juga di Kota Denpasar yang saat ini telah masuk dalam jajaran kota besar di Indonesia dengan keberagaman masyarakat yang ada.

Program Denpasar Smart City tentu telah mengambil langkah dalam pencegahan konflik sosial yang ada dilingkungan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan konflik sosial juga telah dilakukan lewat terbentuknya Sabha Upadesa Kota Denpasar dari lembaga adat dan dinas.

Hal ini juga telah diperkuat lewat terbentuknya tim terpadu penanganan konflik sosial Kota Denpasar dengan rencana aksi yang dibahas pada Senin (29/5/2017) di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Denpasar.

Pembahasan rencana aksi dipimpin Kabid Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional Badan Kesbangpol Denpasar I Gusti Ngurah Gede Arisudana dengan kehadiran tim dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Denpasar, BNN, TNI, Polri, Kejaksaan hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar.

Baca Juga :  Avanada Rilis Single Terbaru : Sang Maha Kuasa

“Pertemuan ini untuk mempertegas tugas dan fungsi tim lewat persiapan rencana aksi konflik sosial yang sudah dan belum terlaksana,” ujar I Gusti Ngurah Gede Arisudana.

Terdapat 20 rencana aksi yang dilaksanakan meliputi pencegahan narkoba, kepadatan arus lalulintas, kependudukan, hingga ketenagakerjaan. Instansi terkait dalam keterlibatan tim meliputi Pemkot Denpasar, Polresta Denpasar, Kodim 1611 Badung, TNI AU, BNN hingga Kantor Imigrasi. Dalam pertemuan ini pembahasan rencana aksi meliputi pembentukan komunitas intelenjen Kota Denpasar, forum kewaspadaan dini masyarakat, monitoring evaluasi Warga Negara Asing, penyuluhan hukum, penyalahgunaan narkoba, lalu lintas hingga pembinaan kerukunan hidup umat beragama.

Baca Juga :  Perguruan Tinggi Swasta Agar Bersaing "Sehat"

Tentu dari rencana aksi ini terdapat target -target terlaksananya koordinasi dan komunikasi dari rencana aksi pencegahan konflik di Kota Denpasar. Tidak saja dalam menjaga konflik sosial dilingkungan masyarakat namun juga menyasar pada penyalah gunaan narkoba dan tentunya mewujudkan keamanan dan kenyamann masyarakat kota denpasar.

Disamping itu menurut Gusti Arisudana terbentuknya Sabha Upadesa Denpasar oleh Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota I GN Jaya Negara juga masuk dalam rencana aksi penanganan konflik sosial. Tentu ini menjadi program pemberdayaan dari unsur adat dan dinas yang nantinya diharapkan mampu terlaksananya program dini pencegahan konflik.

“Sabha Upadesa dari lembaga adat dan dinas ini sangat ampuh mencegah konflik sosial di Kota Denpasar,” ujarnya.

Baca Juga :  AHASS Raih Penghargaan "Service Quality Award 2017"

I.B Sedana dari BNN Kota Denpasar mengatakan rencana aksi telah dilaksanakan lewat tiga program pemberdayaan masyarakat. Program pencegahan penyalahgunaan narkoba bersinergi bersama Pemkot Denpasar dengan menggelar seminar bersama. Yang nantinya program ini melaksnakan pencegahan narkoba disetiap OPD Pemkot Denpasar baik melaluisosialisasi dan tes urine.

Sementara Oka Sarjana dari Dinas Perhubungan Kota Denpasar mengatakan penanganan penertiban permaslahan lalin terus dilakukan. Disamping itu juga Dishub Denpasar ikut terlibat dalam Operasi Pekat bersama Polri belum lama ini.

“Operasional dishub telah lakukan langkah dengan keberadaan forum lalu lintas melaksanakan rencana pencegahan dan penyuluhan,” ujarnya. (pur/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :