BALIPORTALNEWS.COM – Akibat menginap dirumah temannya pada saat malam Pengerupukan, Senin (27/3/2017) dan terlambat bangun pada Hari Raya Nyepi Selasa (28/3/2017) Eka Tristiani (20) harus berurusan dengan Pecalang Desa Adat Kerobokan.

KLIK GAMBAR DI ATAS UNTUK MENDAPATKAN INFORMASI LEBIH LANJUT !!!

Eka Tristiani yang seusai menonton pawai ogoh-ogoh di Perempatan Kerobokan ini lalu memutuskan untuk menginap dirumah temannya di seputaran daerah Bumbak Banjar Anyar Kelod, Desa Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara Badung serta berencana akan kembali ke tempat kosnya di Jalan Gunung Salak Denpasar pada subuh sebelum dimulai Penyepian.

Baca Juga :  Dibekali Surat Keterangan Sehat, Warga Luar Buleleng Diizinkan Pulang Kampung

Namun akibat dari terlambat bangun, Eka berusaha untuk kembali ke tempat tinggalnya pada pukul 08.00 wita dimana telah dilakukan penutupan jalan.

Dengan mengendarai kendaraannya sepeda motor Yamaha DK 7141 OF ia melintasi Jalan raya Bumbak. Betapa kagetnya pada saat pecalang yang berjaga memberhentikannya dan menanyakan identitasnya. Ia tak dapat memberikan alasan pasti bahwa ia mengendarai kendaraan pada saat hari raya Nyepi.

Petugas Pecalang pun mengamankannya dan membawa Eka ke Polsek Kuta Utara guna dimintai keterangan.

Baca Juga :  Gubernur Koster Ajak Bupati/Walikota Akhir Mei Bali Zero Positif Covid-19

Dari hasil keterangan sementara bahwa yang bersangkutan mengakui kesalahannya, namun ia hanya ingin kembali ketempat tinggalnya. (guz/humas-polbdg/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :