BALIPORTALNEWS.COM – Siswa peserta Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK diminta untuk tidak memercayai adanya bocoran soal atau jawaban naskah UN.

“Pengamanan naskah UN dari kedatangan hingga distribusi ke tingkat sekolah sangat ketat. Sehingga tidak memungkinan adanya kebocoran soal,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Wayan Serinah, Jumat (31/3/2017).

Pihaknya berharap agar pihak sekolah maupun siswa jangan mudah percaya dengan bocoran soal yang kerap beredar menjelang pelaksanaan UN.
“Saya yakin siswa-siswa kita cerdas dan pintar. Jangan mudah percaya dengan segala macam bocoran jawaban atau soal UN, karena hal itu belum tentu benar. Percaya diri saja, berusaha dan terus berdoa,” ujar Serinah.

Baca Juga :  Gubernur Koster Ingin Tingkatkan Kerja Sama Bali dengan Jepang

Dia meminta kepada seluruh siswa SMA/SMK untuk lebih giat lagi belajar menjelang UN yang akan dimulai pada 10-13 April 2017. ‘’Kami hanya mengingatkan sekaligus mendorong kepada seluruh siswa SMA/SMK yang mengikuti UN 2017 untuk lebih semangat dan giat lagi, bukan sebaliknya,” kata Serinah.

Dia menginginkan peran guru hingga orang tua lebih tepat memberikan semangat bagi anaknya untuk tidak malas-malasan menjelang UN dan lebih fokus dalam menghadapi UN karena waktu sudah semakin dekat.

Selain itu ditekankan untuk mengurangi kegiatan-kegiatan di luar rumah yang dianggap tidak penting. “Setiap sekolah yang ada di Bali memotivasi para siswa agar lebih giat belajar, sehingga hasil UN nanti bisa maksimal,” kata Serinah.

Baca Juga :  Pemerintah Pusat Putuskan Pemberlakuan PSBB untuk Sejumlah Wilayah di Bali Per 11–25 Januari 2021

Ia berharap seluruh siswa yang mengikuti UN baik reguler (kertas dan pensil) maupun UNBK dapat memperoleh nilai yang baik, meskipun hasil nilai UN bukan menjadi penentu mutlak kelulusan siswa. Untuk tahun ini kelulusan UN sepenuhnya diserahkan pada tingkat satuan pendidikan, artinya dikembalikan pada pihak sekolah secara penuh. ‘’Walaupun demikian para peserta UN tetap harus wajib untuk belajar dan tidak malas-malasan,’’ pesannya.

Serinah mengatakan, pentingnya mengintensifkan belajar itu diharapkan siswa lebih siap menghadapi UN dan dapat menguasai serta menjawab soal UN nantinya dengan benar. UN pada dasarnya bukanlah momok yang menakutkan, terlebih bagi siswa yang giat belajar dari kelas pertama masuk ke sekolah hingga kelas terakhir.

Baca Juga :  Ketertarikan Korea Selatan Terhadap Proyek Kereta Api di Bali

UN pada SMA/SMK akan mulai dilaksanakan pada 10-13 April 2017. Sementara, jumlah siswa SMA/SMK sederajat yang mengikuti UN 2017 adalah 54.933 siswa. Terdiri dari 26.710 siswa SMA, 1.113 siswa MA, 31 siswa SMALB, dan 27.079 siswa SMK.
Untuk peserta UNBK tercatat 14.355 siswa tingkat SMA/MA dan 19.301 siswa tingkat SMK. Sementara peserta UNKP (ujian nasional kertas dan pensil) tercatat 13.499 siswa tingkat SMA/MA/SMALB dan 7.778 siswa tingkat SMK. (pra/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :