BALIPORTALNEWS.COM – Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia (SMI) menggelar seleksi atlet. Kegiatan yang diikuti 36 pesilat tingkat sekolah dasar itu berlangsung di Wantilan Banjar Kukub, Desa Perean Tengah, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Minggu (5/2/2017).

I Made Sandia selaku ketua pengurus dan ketua tim penilai mengatakan, penyelenggaraan kompetisi ini untuk mencari bibit-bibit atlet unggul dari perguruan SMI. Para pesilat ditempa ulang menjadi atlet berpreatasi tingkat nasional, dan juga di tingkat internasional. “Selain itu juga dalam rangka menjalin persaudaraan dengan sesama atlet silat, dan melestarikan budaya Indonesia,” ujar Sandia.

Bendesa Adat Banjar Kukub, I Nyoman Suandi, menyatakan sangat mendukung kegiatan tersebut. “Semoga akan memperoleh atlet-atlet unggul, sehingga nanti dapat membawa nama baik Perguruan Satria Muda Indonesia, terutama atlet dari Banjar Kukub,” harapnya.

Ada beberapa aturan dalam pertandingan seleksi silat SMI. Antara lain dalam sparing partner, atlet tidak boleh memelihara kuku panjang, memakai aksesoris dari logam. Tidak boleh melakukan pukulan maupun tendangan dari leher ke atas dan ke arah kemaluan. Selain itu, harus menggunakan pengaman berupa rompi badan, pelindung kaki, dan pelindung kemaluan untuk atlet pria.

Terdiri dari dua ronde dalam setiap pertandingan. Setiap ronde, waktu yang diberikan selama tiga menit. Keputusan juri menjadi keputusan mutlak. Pertanding dipimpin seorang wasit dan tiga orang juri. Yang mengikuti seleksi terdiri atas pria dan wanita, dengan umur 10-12 tahun. Terbagi dalam 16 pertandingan dari lima kelas yang dipertandingkan.

Para pemenang dalam kompetisi seleksi pencak silat SMI kali ini, terbaik putra Made Narendra Mahagupta. Terbaik putri Luh Komang Iva Regina. Favorit putra I Nyoman Wahyu Wardana. Favorit putri Ni Wayan Putri Sari Dewi. Tidak ada hadiah dalam bentuk uang, namun hanya piagam dan piala yang diberikan kepada pemenang. (ita/bpn)