BALIPORTALNEWS.COM – Sebanyak 20.858 siswa SMA dan SMK di Bali tidak bisa kegiatan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada Ujian Nasional (UN) 2017 yang akan diselenggarakan April 2017.

“Puluhan ribu siswa yang berasal dari puluhan sekolah itu tidak bisa mengikuti UNBK, karena pihak sekolah dinilai belum bisa memenuhi sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam standar proses penyelenggaraan UNBK,” jelas Kepala UPT Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan dan Tugas Perbantuan (BPTP&TP) Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Ni Made Metti Utami, Selasa (21/2/2017).

Metti menjelaskan, jumlah siswa SMA/SMK di Bali yang menjadi peserta UN tahun ini sebanyak 53.789 siswa. Dari jumlah itu, sebanyak 32.931 siswa SMA/SMK tercatat sebagai peserta UNBK, dan 20.858 siswa SMA/SMK tercatat sebagai peserta UNPK (ujian nasional pensil dan kertas).

Sementara dari sebaran persekolahan dari 324 SMA/SMK se-Bali, sebanyak 173 sekolah yang siap menyelenggarakan UNBK, terdiri dari 63 SMA dan 110 SMK. Sementara sisanya, 151 sekolah belum mampu memenuhi standar penyelenggaraan UNBK, terdiri dari 96 SMA dan 55 SMK.

Baca Juga :  Hasil Karya APD IKM Denpasar Diserahkan ke Rumah Sakit

‘’Sarana dan prasarana yang menjadi kendalanya. Jadi, perangkat komputer dan sarana lain untuk melakukan penyelenggaraan UNBK belum tersedia di sekolah-sekolah tersebut,” ujar Metti Utami.

Kurang memadainya sarana dan prasarana dalam penyelenggaraan UNBK yang dialami oleh 151 SMA/SMK ini bukan tanpa usaha. Pihak sekolah sudah berupaya untuk meminta bantuan sekolah sekitar baik SMP ataupun SMA/SMK, namun tidak bisa. Terlebih pelaksanaan UNBK SMA/SMK di Bali bersamaan mulai 10 April mendatang.

Meskipun tidak bisa mengikuti UNBK, bukan berarti kualitas hasil ujian akan terganggu. Pihaknya tetap akan memfasilitasi dan mendukung ujian secara manual atau Ujian Nasional Pensil dan Kertas (UNPK). (tis/bpn)

Keterangan Foto :  SIMULASI – Siswa SMAN 2 Denpasar melaksanakan simulasi UNBK, Selasa (21/2/2017)