BALIPORTALNEWS.COM – Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta menghadiri pembekalan umum bagi peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) LPPM UNUD Periode XIV Tahun 2017 di Gedung Widya Sabha, Kampus UNUD Bukit Jimbaran, Badung, Rabu (18/01/2017).

Di hadapan para mahasiswa yang akan mengikuti program KKN, Wagub Sudikerta menyinggung kian menguatnya sikap individualistis sejalan dengan makin banyaknya tuntutan hidup. Menurut dia, belakangan orang-orang cenderung berlomba mengejar target baik dalam bisnis, pekerjaan serta target kehidupan lainnya.

 Hal ini secara tidak langsung membuat kebanyakan orang hanya memikirkan atau mementingkan diri sendiri dan tak peduli terhadap orang lain. Menyikapi fenomena ini, dia mengingatkan masyarakat khususnya para mahasiswa yang akan melaksanakan KKN untuk meningkatkan kepekaan serta kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan.

“Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata adalah cerminan dari sebuah pengabdian kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa harus mampu memberi kontribusi positif bagi lingkungan tempat mereka KKN khususnya dan pembangunan Bali umumnya.. Peserta KKN jangan hanya mengejar nilai semata, akan tetapi harus memiliki jiwa sosial yang tinggi serta peduli dengan keadaan masyarakat terutama yang berada di bawah garis kemiskinan,” ujar Sudikerta seraya mengatakan bahwa pengentasan kemiskinan hingga saat ini masih menjadi program prioritas Pemerintah Provinsi Bali.

Baca Juga :  Hadapi Covid-19, Kanwil DJP Bali Ajak Masyarakat Manfaatkan Insentif Pajak

Menurutnya berbagai program yang dilaksanakan pemerintah tak akan membuahkan hasil optimal tanpa dukungan dan peran aktif seluruh komponen masyarakat, utamanya kalangan mahasiswa. Karena itu, ia berharap peserta KKN dapat mendiagnosa permasalahan-permasalahan yang dihadapi rumah tangga miskin, sehingga selanjutnya dapat dikoordinasikan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk dapat ditangani.

Dengan demikian, para mahasiswa akan sangat membantu pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakatnya.

Pada bagian lain, Sudikerta yang didampingi Inspektur Provinsi Bali Ketut Teneng dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Bali Ketut Lihadnyana memaparkan jika selama ini Pemprov Bali telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi angka kemiskinan dan ketimpangan.

“Peran aktif dari semua pihak sangat diperlukan untuk mempercepat terwujudnya Bali yang Mandara (Maju, Aman, Damai dan Sejahtera),” pungkasnya. (humasbali/bpn)