BALIPORTALNEWS.COMKementrian Pertanian RI bersama Pemerintah Kabupaten Badung dan Propinsi Bali, Rabu (23/11/2016) melakukan panen 1000 ekor pedet hasil inseminasi buatan di sentra ternak sapi Desa Sobangan, Kecamatan Mengwi. Hadir dalam kegiatan tersebut staf ahli Kementrian Pertanian RI bidang Inovasi, Sukur Iwantoro, Wabup Badung Ketut Suiasa, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Bali, I Putu Sumantra, Kepala Disnakanlut Badung Made Badra, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Badung, IGAK Sudaratmaja serta sejumlah peternak sapi yang ada di Kabupaten Badung.

Wabup Suiasa mengatakan, pihaknya menyambut baik kedatangan pihak Kementrian Pertanian RI untuk melakukan panen 1000 pedet di Desa Sobangan ini. “Di Kabupaten Badung merupakan daerah wisata, di balik itu  kita punya mutiara yakni pertanian dalam arti luas. Disini  kita memiliki tiga potensi besar yaitu  pariwisata, pertanian, dan UMKM. Terkait perternakan ini bagaimana kita di Badung bisa terus menjadi sentra pengembangan bibit sapi Bali, baik secara kualitas dan kuantita sehingga jumlah sapi bali lebih banyak dan  bibitnya  didistribusi ke masyarakat secara cuma-cuma,”ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, panen  pedet sejumlah 1.000 ekor ini adalah berasal dari 3 kecamatan yang ada di kabupaten badung, yaitu kecamatan petang sejumlah 450 ekor, kecamatan Abiansemal sejumlah 200 ekor, dan kecamatan Mengwi sebanyak 350 ekor. ”Pedet-pedet ini merupakan hasil dari kegiatan gertak birahi inseminasi buatan terhadap induk sapi, dengan cara kawin suntik yakni memasukkan sperma yang telah dipilih dari ternak sapi jantan unggul /bull di balai inseminasi buatan daerah (bibd)  Provinsi Bali, di Baturiti, yang dilaksanakan tahun 2015. Sedangkan untuk populasi sapi di Kabupaten Badung sebanyak 36.668 ekor,” terangnya.

Pihaknya juga mengapresiasi kegiatan inseminasi buatan ini, kegiatan yang sangat baik tersebut adalah upaya mendapatkan pedet yang berkualitas baik secara genetis maupun performance-nya. Kegiatan ini pun juga dapat mengukur tingkat keberhasilan dalam meningkatkan populasi ternak sapi.

Kadis Peternakan dan Kesehatan Propinsi Bali, I Putu Sumantra mengungkapkan, panen pedet ini adalah  salah satu bentuk evaluasi pengembangan sapi di Bali. Propinsi Bali  adalah salah satu produsen sapi potong terbesar  di Indoensia.  Polulasi sapi di Bali saat ini mencapai 559.571 ekor dengan Luas wilayah  5.636 kilometer per segi. Jika diukur perkilometer per segi-nya sapi Bali ada sebanyak  99,84 ekor per kilometer per segi.”Ini sangat tinggi dibandingkan dengan daerah lain seperti NTT yang hanya  19,11 ekor per kilometer persegi. Jawa tengah 51,69 ekor perkilometer  persegi. Bali merupakan daerah kecil dapi dapat memenuhi produksi daging sapi hingga 5,39 perse daging secara nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, Panen pedet di Sobangan ini merupakan salah satu program Pusat di tahun 2015. Kegiatan ini juga sebagai wahana evaluasi dari pemerintah pusat untuk mempertahankan kemurnian dan populasi sapi Bali.

Sementara Staf ahli Kementrian Pertanian RI , Syukur Iwantoro menjelaskan untuk pemotongan sapi betina produktif di Indonesia sudah mulai turun dari 70 menjadi 35 persen.” Saya berikan apresiasi pihak kepolisan karena telah membantu untuk menekan pemotongan sapi betina yang masih produktif,” ujarnya.

Pihaknya juga menjelaskan keunggulan sapi Bali yang tida manja, tiap tahun beranak. Dan jika diberi pakan cukup serta diberikan paka organic, daging sapi bali mendekati dangung sapi Wagio. “Sapi Bali memiliki khas  kusus seperti serat daging halus, kadar lemak paling rendah. Sentra pembibitan sapi Bali yang sangat baik itu berada di Nusa Penida.Kami menargetkan program ini bisa 3 juta ekor sapi betina bunting dari 5,6 juta sapi betuna yang disuntik,” ungkapnya. (humasbadung/bpn)

 

Keterangan Foto : Wabup Badung Ketut Suiasa bersama staf ahli Kementrian Pertanian RI bidang Inovasi Sukur Iwantoro dan Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Bali, I Putu Sumantra melakukan panen pedet di sentra ternak sapi Desa Sobangan, Kecamatan Mengwi, Rabu (23/11/2016).

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini