BALIPORTALNEWS.COM – Tali persaudaraan antara Bali dan Republik Rakyat Tiongkok telah terjalin sejak abad XII,  menyebabkan terjadinya akulturasi budaya antara keduanya sehingga banyak ditemukan sejumlah kesamaan budaya diantara keduanya. Hal ini pun menjadi dasar bagi  hubungan bilateral keduanya yang harus tetap dijaga.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengungkapkan hal itu dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Cokordo Pemayun saat menghadiri Perayaan Hari Nasional Tingkok ke-67 di Hotel Westin – Nusa Dua, Jumat (23/9/2016).

Lebih lanjut, dalam disampaikan Gubernur, bahwa masyarakat Tingkok yang tinggal di Bali sudah sangat banyak. Demikian pula sebaliknya, sudah banyak masyarakat Bali yang tinggal, belajar atau bekerja di Tiongkok. Sehingga kedepannya, konsep persahabatan yang bersifat hakiki tersebut dapat menjadi landasan kerjasama antar bangsa menghadapi dinamika global.

Baca Juga :  Putri Koster Dorong IKM Bali Gunakan Platform Digital

Gubernur juga mengungkapkan bahwa selama ini Pemerintah Tiongkok telah memberikan berbagai bentuk bantuan pembangunan. Oleh karena itu menjadi tugas masyarakat dan Pemerintah Daerah saat ini, memelihara dan terus meningkatkan hubungan baik tersebut, sekaligus senantiasa mengupayakan manfaat yang sebesar-besarnya bagi  masyarakat kedua bangsa. 

Sementara itu Konsulat Jendral Tiongkok di Bali, Hu Yin Quan, mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan penuh yang diberikan Pemerintah Indonesia khususnya Pemerintah Daerah Bali terhadap keberadaan orang tiongkok di Bali.

Menurutnya, sampai saat ini sebanyak 4.600 warga Tiongkok yang melakukan perjalanan wisata ke Indonesia melalui jalur Bali. Selain itu, setiap tahunnya ia mencatat kunjungan warga Tiongkok yang datang ke Bali terus meningkat, begitu juga sebaliknya.

Baca Juga :  CFD di Buleleng Berpeluang Kembali Digelar

Oleh karena itu, ia menilai bahwa kerjasama di bidang promosi pariwisata, baik dalam pertukaraan kebudayaan maupun melalui jalur pendidikan harus terus dikembangkan. Sehingga kedua negara dapat mempererat hubungan melalui pariwisata, budaya, pendidikan maupun ekonomi perdagangan.

Ia juga menghimbau kepada warga tiongkok yang ada di Bali, agar tetap menjaga kerukunan dengan masyarakat lokal dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain. Disamping itu ia juga berharap, dalam memasuki usia ke -67,  yang jatuh pada 1 Oktober nanti, akan menjadi momentum yang bersejarah bagi seluruh masyarakat Tiongkok dalam meningkatkan mutu dan kualitas ekonomi pembangunan, yang kemudian dapat secara langsung mensejahteraan masyarakat Tiongkok.

Baca Juga :  Bupati Suwirta Pimpin Pembahasan RTRW Kabupaten Klungkung

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Kepala Kadis Kebudayaan Provinsi Bali, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Perwakilan Negara sahabat, serta masyarakat Tiongkok yang ada di Bali, NTB dan NTT. (r/humas pemprov bali/bpn)