OJK Bali
OJK Bali Jalin Aliansi Strategis dengan Universitas Pendidikan Ganesha untuk Tingkatkan Literasi Keuangan di Perdesaan. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali menjalin aliansi strategis dengan Universitas Pendidikan Ganesha dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Literasi dan Inklusi Keuangan (KKN LIK). Program ini bertujuan untuk mengakselerasi tingkat literasi keuangan masyarakat di Provinsi Bali, khususnya di wilayah perdesaan.

Kepala OJK Provinsi Bali, Kristrianti Puji Rahayu, dalam sambutannya pada acara Pembekalan Umum KKN kepada 1200 mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha di Singaraja, Kabupaten Buleleng, menyampaikan pentingnya peningkatan literasi dan inklusi keuangan di wilayah perdesaan. 

“Sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dibutuhkan untuk memperluas jangkauan dan keberhasilan program literasi dan inklusi keuangan masyarakat,” ujar Kristrianti.

Kegiatan KKN LIK ini telah dimulai pada bulan Agustus 2023 dengan pilot project bersama Universitas Udayana. Pada tahun 2024, OJK bersama Universitas Pendidikan Ganesha akan melaksanakan program KKN LIK di 10 desa di wilayah Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Bangli. Program ini akan melibatkan 190 peserta KKN LIK sebagai duta literasi keuangan yang akan memberikan edukasi keuangan bagi masyarakat di desa-desa selama satu bulan penuh.

Baca Juga :  Sinergi Pers dan Stakeholder Untuk Membangun Pemilukada Berkualitas

Rektor Universitas Pendidikan Ganesha, yang diwakili oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) I Nengah Suparta, mengapresiasi pelaksanaan Pembekalan Umum KKN dan mendukung langkah OJK melibatkan civitas akademika dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. 

“Program ini tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa peserta KKN, namun juga bagi universitas,” kata Suparta.

KKN LIK ini akan dilaksanakan mulai tanggal 18 Juli hingga 22 Agustus 2024 di lima desa di Kabupaten Buleleng, yaitu Desa Bestala, Desa Pemuteran, Desa Gitgit, Desa Sepang, dan Desa Tunjung. Di Kabupaten Bangli, program ini akan berlangsung di Desa Apuan, Desa Bunutin, Desa Peninjoan, Desa Sukawana, dan Desa Kintamani, dengan melibatkan 190 mahasiswa dari 8 fakultas.

Selain itu, program serupa juga akan dilanjutkan dengan Universitas Udayana, yang pada tahun ini akan mengirimkan 480 peserta KKN LIK ke 30 desa. Melalui KKN LIK, peran civitas academica sebagai tenaga pendidik dan terdidik diharapkan dapat mencerdaskan masyarakat, khususnya di sektor keuangan, sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat.

Dengan sinergi yang kuat antara OJK, civitas academica, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan tingkat literasi dan inklusi keuangan di wilayah perdesaan dapat meningkat. Pada akhirnya, ini akan meningkatkan akses keuangan masyarakat perdesaan dan mendukung pertumbuhan ekonomi Bali. (ads/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News