fakultas teknik unud
Promosi Doktor Ke-42 Fakultas Teknik Universitas Udayana. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Program Studi Doktor Ilmu Teknik (PSDIT) Fakultas Teknik Universitas Udayana pada Jumat (12/8/2022) bertempat di Ruang Aula Wiswakarma Universitas Udayana, melaksanakan ujian terbuka (promosi Doktor) yang ke-42.

Promovendus atas nama I Made Rai Ridartha dengan judul disertasi Analisis Pengaruh Kebijakan Push-Pull pada Perubahan Perilaku Antar Jemput Siswa Menggunakan Sepeda Motor di Provinsi Bali.

I Made Rai Ridartha, ATD., M.Eng.Sc., dalam paparannya menyampaikan fenomena dari kegiatan antar jemput siswa menggunakan sepeda motor merupakan salah satu penyebab masalah transportasi. Fenomena ini muncul hampir di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Gianyar.

“Frekuensi kegiatan ini dipengaruhi, antara lain dengan jadual waktu mengajar dan pembelajaran di sekolah (sekolah setengah hari) dan perilaku serta kebiasaan masyarakat dalam berlalu lintas,”ungkapnya.

Baca Juga :  FH UNUD Lolos Perempat Final Raih Juara 3 dalam Lomba Debat Hukum XII Tingkat Nasional 2022

Kebiasaan mengantar siswa dengan sepeda motor semakin kuat seiring dengan rendahnya kualitas pelayanan angkutan umum. Data dikumpulkan dari 14 Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Gianyar menunjukkan bahwa hampir 48% siswa dijemput oleh orang tuanya menggunakan sepeda motor.

Sementara itu, 17,80% dari siswa mengendarai sepeda motor sendiri untuk kegiatan sekolah. Konsekuensi dari masalah ini termasuk kemacetan dan kemungkinan mengalami kecelakaan lalu lintas, penggunaan waktu dan biaya yang tidak efisien serta pencemaran udara. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Gianyar sudah mengoperasikan transportasi pelajar gratis #AMAN untuk melayani pelajar di 43 Sekolah Menengah Pertama, meskipun operasionalnya belum meliputi seluruh wilayah.

Baca Juga :  Samakan Persepsi, Fakultas Pariwisata Gandeng BMN Unud Gelar Sosialisasi Pengadaan Barang

“Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi dorong (push) dan tarik (pull) dalam mempengaruhi kegiatan siswa menggunakan sepeda motor,” imbuhnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan kebijakan dalam mengurangi sepeda motor sebagai moda antar jemput siswa harus adanya integrasi antara kebijakan non-transportasi seperti full day school dan kebijakan transportasi seperti penggunaan angkutan sekolah gratis bagi siswa. (unud.ac.id/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini