“Saya masih ikuti keputusan pusat. Semua akan menjadi temuan BPK jika mengambil keputusan sendiri karena belum ada panduan dari pusat. Kalau penanganan OTG sudah ada keputusan menteri untuk melakukan isolasi mandiri atau terpusat,” ucap Agus Suradnyana.
Terpisah, Wakil Bupati yang juga Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng I Nyoman Sutjidra meninjau penyiapan asrama mahasiswa Undiksha untuk tempat isolasi terpusat. Pada asrama mahasiswa Undiksha di Desa Jinengdalem ini ada tiga blok. Salah satu blok yaitu blok B yang digunakan sebagai tempat isolasi terpusat. Ada 40 kamar dengan dua tempat tidur per kamar.
“Berarti ada 80 pasien Covid-19 yang berstatus OTG bisa ditampung di sini. Dan terus bisa dipantau,” kata dia.
Asrama mahasiswa Undiksha ini dijadikan tempat isolasi terpusat karena ada Fakultas Kedokteran (FK). Sehingga tim medis bisa terbantu oleh adanya FK tersebut. Bisa dikerjasamakan untuk memantau pasien-pasien OTG yang sedang isolasi di asrama mahasiswa ini.
“Jadi Rektor Undiksha, TNI, dan Polri sudah siap mendukung Pemkab Buleleng untuk menangani Covid-19,” ungkap Sutjidra.
Sementara itu, Sekda yang juga Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng Gede Suyasa menyebut penggunaan asrama mahasiswa ini merupakan kesepakatan dari seluruh anggota Forkopimda setelah mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi. Setelah ditinjau, fasilitasnya cukup baik. Tempat tidurnya juga sudah siap termasuk kamar mandinya.













