Pasar Banyuasri
Pasar Banyuasri. Sumber Foto : Istimewa

Proses yang berjalan sebelum dibukanya Pasar Banyuasri diminta untuk dicermati. Jangan sampai ada komplain dari masyarakat. Baik terkait pengundian tempat dan sebagainya. “Kita terbuka, Pihak Perumda Arga Nayottama Pasar Buleleng untuk hati-hati dalam setiap proses agar tidak ada ada kesan KKN,” ucap Agus Suradnyana.

Hal senada dikemukakan Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Buleleng, Ni Made Rousmini. Terkait pembukaan Pasar Banyuasri, akan dilakukan secara bertahap hingga tanggal 25 Maret 2021 mendatang. Juga dilakukan secara terbuka guna menghindari adanya kesan KKN dari masyarakat. Pola kerja sama yang digunakan pada pengelolaan Pasar Banyuasri sesuai kesepakatan bersama dengan tim. Melalui pola kerja sama pemanfaatan aset dan telah dilakukan penandatanganan kerja sama antara Pihak Perumda Arga Nayottama Pasar Buleleng dan Bupati Bupati Buleleng.

Baca Juga :  Lihadnyana Yakinkan MenpanRB, Pemkab Buleleng Mampu Wujudkan Birokrasi Berdampak

“Pihak Perumda Arga Nayottama Pasar Buleleng sudah siap dan sudah dilakukan proses simulasi juga. Besok tinggal mengundi nomor los atau kios yang ditempati oleh para pedagang,” katanya.

Lanjut dia, proses menyusun skema pengelolaan pasar ini begitu panjang dan atas dasar rekomendasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Juga membutuhkan proses agar tak terjadi permasalahan di kemudian hari.

“Baik rapat dengan tim pengkaji yang dibentuk oleh Pak Bupati dan tim ini sudah melakukan kajian, proses appraisal juga sudah dan kita harus menyandingkan hal-hal tersebut sehingga di dalam pengelolaannya tidak menimbulkan masalah,” sambung Rousmini.

Sementara itu, Pihak Perumda Arga Nayottama Pasar Buleleng Made Agus Yudiarsana mengatakan pada tanggal 18 Maret 2021 tersebut akan ada pengundian dari zonasi yang ada. Zonasi yang dimaksud yaitu los basah dan los kering. Los basah juga ada zonasi lagi, ada khusus pedagang ikan, daging dan sayur.  Begitu juga dengan pedagang ikan, nanti akan dilaksanakan pengundian diantara pedagang ikan. Untuk pedagang daging dan sayur juga sama. Kemudian, untuk yang ada di pasar musiman yang sebelumnya ada di pasar tumpah akan ditampung juga nanti.

Baca Juga :  Tergiur Harga Mahal, Ngurah Kini Terancam Penjara 5 Tahun Usai Tebang Sonokeling 

“Jadi kita pikir juga untuk usaha kecil ini harus diakomodir. Kita libatkan disana. Kita sudah sediakan tempatnya. Dimana jumlah dari pedagang musiman secara keseluruhan itu ada sekitar 488,” singkatnya.(bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News