Vaksin Covid-19
Sumber Foto : Istimewa

Disamping itu semua, perusahaan sudah memiliki sertifikat CHSE (Clean, Health, Safety, and Environment) dan juga manajemen protokol kesehatan di masing-masing perusahaan, hotel, dan restoran sehingga kedepan ketika saatnya pariwisata dibuka kita sudah siap untuk menerima kunjungan wisatawan,” papar Bupati Mahayastra.

Mahayastra memaparkan bahwa vaksinasi massal berbasis banjar diberikan kepada 32.000 orang dari 47.000 orang yang telah didata. Vaksin tahap kedua akan diberikan setelah 8 minggu melakukan vaksin pertama. “Mengingat vaksin yang diberikan baru tidak menggunakan Sinovac perlu waktu 8 Minggu untuk vaksin kedua jadi kita punya persiapan. Kalau ada sisa kita bawa ke daerah Mas dan Peliatan dan mudah-mudahan secepatnya Ubud menjadi motor bangkitnya pariwisata Bali,” harapnya. Disamping itu, Ubud juga dijadikan pilot project zona kawasan hijau bebas covid oleh pemerintah pusat.

Baca Juga :  Metatah Nyurud Ayu Samani, Banjar Adat Ubud Kaja Tegaskan Banjar Sebagai Rumah Bersama

Mahayastra juga mengucapkan terimakasih atas antusiasme dan kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksin. ”Saya hari ini mengucapkan terima kasih kepada masyarakat karena dukungan dan kesadarannya yang luar biasa,” pungkas Mahayastra.

Desa-desa yang menjadi fokus pelaksanaan vaksin yaitu desa Kedewatan, Sayan, Petulu dan Kelurahan Ubud dengan jumlah banjar mencapi 33 banjar. Vaksinasi massal sistem banjar menuju Ubud hijau dipastikan selesai dalam waktu 5 hari.(bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News