Tidak kalah penting menurut Agus Suradnyana adalah bagaimana keramah tamahan dari pedagang yang ada melalui senyuman. Pedagang diminta untuk belajar menerima orang berbelanja dengan ramah. Ini diperlukan mengingat Pasar Banyuasri dengan gaya baru ini tidak hanya menjadi pasar rakyat dan mendorong UMKM. Pasar Banyuasri juga bisa menjadi Daya Tarik Wisata (DTW) baru di Buleleng.
“Kita akan susun skema seperti itu. Bukan hanya tentang penguatan UMKM di Buleleng,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PD Pasar Buleleng Made Agus Yudiarsana dalam laporannya menyebutkan bahwa pedagang di Pasar Banyuasri sebelum direvitalisasi sejumlah 1.364 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 92 orang pedagang di toko, 116 orang pedagang di kios, 729 orang pedagang di los dan pedagang musiman di pasar tumpah sebanyak 427 orang. “Itu jumlah yang ada di Pasar Banyuasri sebelum direvitalisasi,” singkatnya. (dra/humas-bllng/bpn)













