Baliportalnews.com
Selalu terhubung dengan kami.

“Artinya, kami orang tua milenial yang juga harus banyak belajar dan menyesuaikan diri dalam mendidik anak-anak,” ucapnya. Situasi tersebut menuntut para orang tua  untuk melakukan penyesuaian dalam mendidik anak karena mereka umumnya memperoleh pendidikan dengan pola-pola yang berbeda.

Meski zaman berubah, menurut Ny Putri Koster, ada satu hal yang mesti selalu ditanamkan pada anak-anak yaitu budi pakerti. Wanita yang dikenal piawai membawa puisi ini mengibaratkan anak-anak seperti bangunan.

“Agar bangunannya kokoh, pondasinya harus kokoh dan kuat. Pondasi itu adalah etika dan budi pakerti. Jika pondasinya kokoh, sehebat apapun badai menerpa, tidak akan goyah atau roboh,” urainya.

Baca Juga :  Putri Koster Ajak Generasi Muda Ambil Peran Lestarikan Endek Bali

Pada kesempatan itu, pendampingi orang nomor satu di Bali ini mengingatkan kembali sejumlah ancaman yang mengintai para generasi muda, seperti penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja hingga HIV/AIDS. Ia mengumpamakan berbagai ancaman itu seperti harimau yang siap menerkam manakala para remaja lengah. “Untuk itu, ibu ingatkan lagi. Ananda jangan pernah bosan mendengar nasihat orang tua. Jadikan anak yang berbakti pada catur guru,” katanya, berpesan.

Masih terkait dengan pembentukan budi pakerti, ia menyambut baik pelaksanaan ajang pemilihan remaja berbudi pakerti yang digelar FIP Undiksha. Ia menyebut kegiatan ini sejalan dengan program Presiden RI Joko Widodo yaitu revolusi mental. Mengakhiri paparannya, ibu dua anak ini berbagi tips sukses yang disebutnya 3B (Berdoa, Berupaya dan Bersyukur).

Seminar nasional yang dipandu Dekan FIP Undiksha Dr I Ketut Gading itu diikuti dengan antusias oleh para peserta yang banyak mengajukan pertanyaan kepada Ny Putri Koster selaku narasumber. Selain berusaha menjawab pertanyaan para remaja yang rata-rata kritis, Ny Putri Koster juga berinteraksi dengan mereka.

Baca Juga :  Serahkan Hadiah Ogoh-Ogoh, Gubernur Koster-Wagub Tekankan Pentingnya Kreativitas dan Jati Diri Bali

“Ibu tahu, generasi milenial senang belajar tapi tak suka kalau digurui. Karena itu, ibu ingin ananda yang lebih banyak menyampaikan pendapat terkait dengan budi pekerti,” katanya mengajak kalangan generasi milenial.(ads/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News