Sumber Foto : Humas Buleleng

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENGBupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST menjalin kerja sama antar daerah dengan Bupati Bangli, I Made Gianyar selaku pemilik sumber air di Desa Batih, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Kerja sama ini sebagai upaya untuk menyelesaikan persoalan air khususnya di Desa Les dan Desa Penuktukan, Kecamatan Tejakula.

Untuk mematangkan kerja sama tersebut, Bupati Agus Suradnyana dan Bupati I Made Gianyar melakukan pertemuan di Kintamani, Bangli, Selasa (11/8/2020).

Bupati Agus Suradnyana menjelaskan dirinya bertemu dengan Bupati Kabupaten Bangli untuk menyelesaikan persoalan air di Desa Les dan Desa Penuktukan. Dalam pertemuan tersebut, diskusi dilakukan untuk mengembalikan kewenangan penyelesaian air ini dengan perjanjian atau nota kesepahaman antar bupati. Bukan lagi desa adat dengan masyarakat. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerancuan penyelesaian persoalan masalah air. “Kalau antar bupati kan ada indikator teknis, ekonomi di dalamnya. Harus diselesaikan semua. Kalau volumenya kurang baru kita tambah lagi,” jelasnya.

Mengenai tindak lanjut dari nota kesepahaman, mantan anggota DPRD Provinsi Bali ini mengatakan bahwa ia sudah merapatkan seluruh instansi atau SKPD terkait untuk membuat kajian masing-masing. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) diberikan tugas untuk membuat kajian teknis dibantu dengan PDAM. Dalam kajian teknis terdapat kajian volume dan model. Sedangkan, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) membuat kajian ekonomi dan budaya mengenai sesajen yang akan diberikan. Semua kajian dikoordinir oleh Asisten Bidang Pemerintahan. “Mengingat kita tinggal di Bali. Dan sumber air tersebut disucikan oleh masyarakat sehingga kita harus tahu tentang sesajen atau upacara apa yang harus dilakukan sebelum memanfaatkan sumber air tersebut,” ujar Agus Suradnyana.

Baca Juga :  Bupati PAS Dorong Pelaku UMKM Terus Berinovasi Saat Pendemi Covid-19

Sejatinya kata Agus Suradnyana, stok air masih ada 50 liter per detik di Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Spam Air Sanih. Namun kendalanya, pihaknya belum bisa menyalurkan air tersebut ke Desa Les dan Penuktukan. Dikarenakan belum adanya saluran yang dibangun sampai ke bagian timur.

Permasalahan ini kemudian disampaikan oleh Bupati Buleleng, kepada Gubernur Bali, Dr. Ir. Wayan Koster, MM disela-sela kegiatan peletakan batu pertama Bendungan Tamblang, Rabu (12/8/2020).

Menanggapi hal tersebut, Wayan Koster akan memberikan anggaran sebesar Rp20.000.000.000 pada tahun 2021 mendatang. Hal tersebut dilakukan agar persoalan kirisis air bersih di kedua desa tersebut dapat segera terselesaikan. Anggaran tersebut dapat digunakan untuk pengadaan instalasi air dari SPAM Air Sanih, ke Desa Les, Penuktukan, hingga Desa Sembiran tempat sang gubernur berasal.

“Persoalan air ini akan jadi prioritas saya, sehingga masyarakat di wilayah Timur tidak mengeluh soal air saat di musim kemarau. Akan saya tuntaskan. Saya akan diskusikan dengan Sekda Bali yang juga sebagai Ketua TAPD Provinsi Bali, untuk dianggarkan sebesar Rp20.000.000.000,” ucap Wayan Koster.

Baca Juga :  Wisuda Universitas Dwijendra, Sarjana Harus Mampu Beradaptasi dan Berinovasi di Tengah Pandemi Covid-19

Sementara itu, Bupati Bangli, I Made Gianyar menyebutkan  pertemuan antar dua kepala daerah sudah sangat tepat dan bagus. Ia menilai Bupati Buleleng sudah sangat memahami bahwa kehidupan ini tentang semua orang, bukan hanya tentang Kabupaten Buleleng saja atau Kabupaten Bangli saja. Sehingga kesepahaman ataupun tawaran dari Bupati Bangli bisa didetailkan lagi secara teknis oleh para pejabat teknis di masing-masing kabupaten. Semua terkait dengan pemanfaatan air di Bangli bisa ditarik ke atas antar Bupati dengan melakukan kerja sama antar daerah.

“Sehingga nanti kalau sudah di atas atau  antar Bupati, pemecahan masalah bisa mulai dari akar permasalahannya. Nanti teknisnya akan diatur kembali kajiannya,” tutupnya.(humas-bllng/bpn)