Manager Krisna Oleh-oleh Bali Sunset Road, Ayu Saraswati berada di outlet. Sumber Foto : dar/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Memasuki era tatanan kehidupan baru, secara perlahan sektor ekonomi mulai bergeliat. Pasar oleh-oleh khas Bali yang menjadi pendukung sektor pariwisata, juga mulai menjalankan roda aktivitasnya guna ikut mendukung kebangkitan Bali yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Seperti halnya Krisna Oleh-oleh Bali Sunset Road, Kuta. Sempat ditutup sejak akhir Maret 2020, kini outlet dibuka kembali mulai Minggu (9/8/2020) dengan jam operasional terbatas. “Dampak pandemi Covid-19 sangat kuat, pariwisata Bali ditutup, usaha pun ikut tutup karena tidak ada tamu. Namun di era baru ini, kita harus bangkit dan memulai kembali dengan optimis,” ujar Ayu Saraswati (Manager Krisna Oleh-oleh Bali Sunset Road) saat ditemui disela-sela pembukaan outlet.

Rangkaian pembukaan outlet terbesar milik Krisna Oleh-oleh Bali ini diawali dengan tur wisata dengan motto “Bali Bangkit” oleh para pelaku pariwisata Bali. Dilanjutkan pelaksanaan Pasar Minggu yang melibatkan para petani lokal Bali bertempat di halaman parkir outlet setempat.

“Kita semua tentu berharap pariwisata Bali segera bangkit kembali, perekonomian kembali bergeliat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Seperti halnya di tempat kami, prosedur tersebut tetap kami jalankan,” imbuh Ayu yang juga Penyanyi Pop Bali ini.

Baca Juga :  PUPR Denpasar Gencarkan Pembersihan Sungai dan Saluran Air

Disinggung soal target market, pihaknya mengatakan sekitar 95  persen pada wisatawan domestik, sedangkan sisanya adalah wisatawan mancanegara dan masyarakat lokal. “Kalau target pengunjung kami belum berani muluk-muluk, ya syukur kalau ada 20 mobil per hari, yang penting bisa membiayai operasional. Tapi secara perlahan, kami perkenalkan dulu bahwa kami sudah buka, ayo berwisata ke Bali,” paparnya sembari mengatakan sudah mulai ada pengunjung sejak outlet dibuka.

Ayu berharap ke depan Bali berangsur-angsur bangkit kembali, terutama sektor pariwisatanya. Dengan catatan, disiplin masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan harus ditegaskan. “Kita bisa contoh Vietnam, kasusnya sedikit berkat disiplin masyarakatnya sangat kuat. Maka, saya yakin turis pun pasti berani datang ke Bali jika kita bisa menunjukkan disiplin seperti itu,” pungkasnya. (dar/bpn)