BALIPORTALNEWS.COM – Ingin menikmati olahan ayam goreng renyah yang sedikit berbeda? Cobalah Chicken Cheetos “Chikitos”, menu andalan Kedai Kiwae yang berlokasi di Jalan Agro No.3, Catur Tunggal, Depok, Sleman atau di seberang Kampus Prodi Perikanan UGM.

Chicken Cheetos di Kedai Kiwae bisa menjadi opsi alternatif bagi Anda penyuka olahan ayam goreng kekinian. Potongan ayam yang dibalur dengan remahan Cheetos memunculkan sensasi yang berbeda dalam menyantap ayam goreng.

Owner Kedai Kiwae, Latifriansyah Usman Ali mengatakan menu yang dijual di kedainya dengan menu utama ayam goreng cheetos yang tersedia dalam dua varian rasa yaitu original dengan cita rasa Cheetos dan Cheetos flamin hot dari level 1-5 bagi Anda pecinta pedas yang ditawarkan dalam beberapa paket menu ayam goreng dengan harga jual mulai dari Rp.12 ribu-Rp.89 ribu .“Kita jalankan usaha kuliner yang menawarkan makanan baru dan tengah digemari masyarakat,” tutur mahasiswa angkatan 2014 Prodi Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian UGM ini.

Latif menceritakan awal mula memulai perjalanan usaha bermodalkan sekitar Rp.500 ribu yang didapat dari perjuangannya sebagai pemulung sampah. Beberapa usaha sudah dicoba oleh Latif sejak tahun 2014. Kala itu, tepatnya di tahun 2017, Kiwae mulai dirintis dengan berjualanlangsung dari satu acara ke acara lain. Kala itu menu utamanya adalah sate taichan dalam berbagai olahan. Bisnis yang dikembangkannya pun berjalan lancar dan mendapat respon positif dari masyarakat. Akhirnya dia memberanikan diri untuk membuka kedai foodcourt yang berlokasi diJalan Pramuka, Yogyakarta. Tidak sampai enam bulan, Kiwae pindah ke daerah Nologaten, sekitar Ambarukmo Plaza Mall. “Waktu itu sate taichan lagi ngehits banget jadi kita bisa dapat omset sekitar 80 juta per bulannya,” ungkapnya, Rabu (31/7/2019) kemarin saat konferensi pers di Gedung pusat UGM.

Baca Juga :  PLN dan Pertamina Inisiasi Pembentukan Indonesia Energy and Electricity Institute (IEEI)

Sate taichan memang sukses menjadi tren kuliner di tahun 2017. Namun seiring berjalannya waktu, peminat makanan ini kini mulai meredup dan berkurang termasuk konsumen di Kedai Kiwae. Melihat kondisi itu Latif pun memutar otak, memutuskan untuk banting stir mengganti menu makanan yang dijual. Akhirnya diputuskanlah Chicken Cheetos menjadi menu utama yang ditawarkan Kedai Kiwae sejak berpindah lokasi di Jl Agro.

Dia melihat saat ini Chicken Cheetos menjadi menu baru yang digandrungi masyarakat terutama kaum milenial. Karenanya dia pun mulai mencoba peruntungan menjual ayam goreng cheetos ini. Selain itu juga tersedia menu sate crispy yang layak untuk dicicipi pula. Tak berhenti disitu, Latif juga menjalankan katering dalam kedainya dengan beragam menu mulai Rp. 12 ribu-an.

Latif dan tim Kiwae sangat optimis bahwa usaha ini akan berkembang dengan pesat di tahun 2020. Usaha ini cukup menjanjikan karena dalam satu tahun berdirinya usaha ini sudah memiliki banyak penghargaan, salah satunya menjadi juara 2 Kompetisi Mahasiswa Indonesia yang diselenggarakan Ristekdikti tingkat Nasional, serta menjadi mahasiswa pertama yang bisa masuk 10 besar Foodstartup Indonesia 2018 dengan pesaing pebisnis kuliner dengan brand yang sudah besar seperti Coklat Ndalem, Momo ice cream, dan Tempe Krezi.“Kita juga berencana bukafranchise pada bulan September 2019 depan. Namun saat ini list antrian kemitraan Kiwae sudah cukup banyak” ujar pria yang berasal dari di Pogung Dalangan, Sleman ini.

Baca Juga :  Bupati Suwirta Uji Coba Pupuk Organik pada Benih Kedelai

Dalam menjalankan bisnis, dia dibantu oleh tiga teman kuliahnya di UGM. Bisnis yang dijalankannya juga mendapatkan dana bantuan pengembangan usaha melalui Program Wirausaha Mahasiswa UGM. Dari usahanya itu kini Latif mampu membuka lapangan perkerjaan serta aktif melakukan kegiatan sosial seperti kemitraan dengan UMKM sekitar, petani, dan peternak. Kiwae juga aktif membuat kegiatan positif di kedai seperti kajian, sedekah limu dan lain-lain. “Kiwae memiliki visi untuk menjadi perusahaan rumah makan dan catering dengan pelayanan nomor 1 di dunia dan berbasis sosial. Tujuan kami berwirausaha bukan sekedar untuk memperkaya diri namun untuk memberikan kebermanfaatnya yang luas,”pungkasnya. (ika/Humas-UGM/bpn)