“Jangan hanya pada lomba saja, namun terapkan dalam keseharian,” imbuh Supartha.
Menurut dia, cara mewujudkan wawasan wiyata mandala adalah ada lima komponen penting. Yaitu, peran kepala sekolah, peran guru, peran civitas akademika, peran murid dan peran masyarakat sekitar. Dijelaskan, peran kepala sekolah yakni berwenang dan bertanggung jawab penuh terhadap penyelenggaraan pendidikan di lingkungan sekolah. Kepala sekolah dihormati dan berwibawa artinya siapapun yang berkepentingan dengan sekolah harus melalui kepala sekolah.
“Semua aparat sekolah tidak boleh bertindak sendiri-sendiri melainkan atas seijin kepala sekolah. Kepala sekolah melaksanakan program-program yang telah disusun bersama komite sekolah. Menyelenggarakan musyawarah sekolah yang melibatkan pendidik, osis, komite sekolah, tokoh masyarakat, dan pihak keamanan setempat,” jelasnya.
Selanjutnya, peran guru yakni menjunjung tinggi martabat dan citranya baik sikap dan tingkah lakunya. Menjadi tauladan di masyarakat (pamong). Guru harus mampu memimpin baik di lingkungan sekolah maupun diluar lingkungan sekolah.
“Digugu dan ditiru, dipercaya oleh diri sendiri dan warga sekolah,” katanya.
Peran civitas akademika dimulai dari tata usaha harus mendukung kepentingan administrasi dalam rangka proses belajar mengajar di sekolah. Perangkat sekolah yang lain seperti pegawai, satpam, tukang kebun, piket dll, harus melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai bidang tugas masing-masing. Semua warga sekolah menjalin rasa persaudaraan demi kenyaman warga sekolah.













