Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM – Pertambahan jumlah penduduk diberbagai belahan dunia semakin meningkat. Jumlah penduduk duniasaat ini telah mencapai angka di atas 7,5 miliar jiwa. Bahkan PBB memperkirakan jumlah penduduk dunia kan mencapai angka 9,7 miliar pada tahun 2050.

Peningkatan populasi manusia ini menimbulkan peningkatan kebutuhan lahan yang semakin besar untuk tempat tinggal. Selain itu juga peningkatan kebutuhan lahan untuk pendirian fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, jalan raya, dan pertanian serta perkebunan.

Melihat fenomena tersebut, tiga mahasiswa FMIPA UGM yaitu Bagas Yusuf Kurniadi Kusmiati, dan Ibnu Muslim menggagas konsep pembangunan wilayah bertingkat. Pengembangan konsep itu untuk mengatasi pertambahan jumlah penduduk di kota besar. Konsep yang dikembangkan adalahRevolution of Mega-city Region Development with Gigantic Pillars atau disebut Revollars di bawahbimbingan Dr. Eng. Fahrudin Nugroho, S.Si., M.Si.

Ketua pengembang Revollars, Bagas Yusuf menyebutkan Revollars merupakan konsep revolusi pembangunan kota yang nantinya kota-kota akan ditopang pilar-pilar raksasa. Kota-kota dalam satu wilayah akan dihubungkan dengan jembatan layang yang dibangun di atas pilar-pilar yang lebih kecil. Lahan-lahan akan dibangun beberapa tingkat di atas pilar utama. Sedangkan lahan tambahan akan dibangun mengelilingi pilar utama yang ditopang dengan pilar-pilar yang lebih kecil.

Baca Juga :  Salah Satu Kios di Pasar Adat Mengwi Terbakar

“Wilayah yang berada di permukaan nantinya akan dijadikan lahan hijau, untuk pertanian, perkebunan,dan hutan hujan,” jelasnya, Selasa (8/8/2017) di UGM.

Bagas menambahkan pemukiman akan didirikan ditingkat atasnya dan pusat kota berada pada puncak pilar utama. Dengan lokasi yang berada di ketinggian menjadikan struktur wilayah kota ini efisien untuk mengoperasikan kincir angin dan panel surya sebagai pembangkit listrik. Air yang dialirkan ke atas dapat pula dijadikan sungai, waduk dan air terjun buatan yang digunakan untuk mengoperasikan pembangkit listrik tenaga air. Kota yang memiliki semua fasilitas ini akan memerlukan lahan yang luas, namun dengan konsep ini, kota dan fasilitasnya akan dapat dibangun dengan lahan yang lebih terbatas. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :