BALIPORTALNEWS.COM – Keinginan Presiden RI Joko Widodo  membawa seni budaya menjadi kekuatan ekonomi yang tak terlepas dari melihat bahwa kekayaan seni budaya seperti tari-tarian, benda budaya, kuliner dan tempat wisata berpotensi untuk digali lebih dalam dan dipromosikan lebih luas. Jokowi membandingkan bahwa negara lain di dunia tidak memiliki ribuan jenis seni budaya seperti yang Indonesia miliki, sehingga hal itu dianggap sebagai kekuatan di Tanah Air.

Menurut Budayawan I Wayan Geriya saat ditemui Minggu (5/2/2017) di Denpasar mengatakan dari keinginan Presiden Jokowi tersebut sangat Match dengan program Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota I GN Jaya Negara.

Hal tersebut dapat dilihat dari Visi dan Misi Padmaksara yakni delapan langkah baru membangun Denpasar meliputi tata kelola kepemerintahan yang baik, memperkuat kelembagaan pelatihan SDM, penegakan supremasi hukum, menguatkan jatidiri masyarakat berdasarkan kebudayaan Bali, mengupayakan potensi pemerintah Kota Denpasar guna memberdayakan masyarakat berlandaskan kearifan lokal menuju Heritage City, meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju kebahagiaan, membangun partisipasi masyarakat sebagai agen perubahan serta mengembangkan ekonomi kreatif.

Baca Juga :  Dispar Buleleng Akan Rombak Dua Daerah Tujuan Wisata

Dari program tersebut menurut Geriya sangat  Macth dengan program Nasional, terpadu dan harmoni yang jelas dicanangkan Walikota Rai Mantra lewat pembangunan Kota berwawasan budaya dengan aplikasi program yang sangat jauh kedepan. Yakni berfokus kepada budaya, berfokus pada ekonomi kreatif dan berfokus kepada kota cerdas.

Dalam tataran ekonomi kreatif meliputi 16 kelompok yang ada terdapat beberapa bagian menjadi keunggulan budaya Denpasar yang mampu diberdayakan dan mengembangkan ekonomi kreatif masyarakat. Seprti seni pertunjukan, kerajinan bahkan sampai piranti lunak komputer, serta game yang berakar dari seni budaya lokal Denpasar.

Sehingga dalam kerangka memajukan bangsa dan Denpasar sebagai Ibu Kota Provinsi Bali yang jelas telah berorientasi pada kemajuan ekonomi kerakyatan. Disamping itu Denpasar saat ini telah berkembang pada Kota Kreatif, Kota Pusaka dan Kota Cerdas. Dalam tataran Kota Pusaka memiliki akar beragam seni serta semua warisan budaya Dunia yang jatuh di Bali terdapat pula di Kota Denpasar seperti keris, wayang, sistem subak, dan sembilan seni tari wali dan bebalihan ada di Denpasar.

Baca Juga :  Tim Yustisi Denpasar Kembali Jaring 11 Orang Langgar Protokol Kesehatan  

Apabila hal ini dipadukan dalam kota cerdas yang bergerak berbasis teknologi seperti online, android, e-planning yang mampu terpadu dalam kota pusaka, kota kreatif, dan kota cerdas. Dari program Rai Mantra ini telah membawa Denpasar dengan perolehan prestasi ditingkat Nasional yang meliputi bidang pariwisata, penataan transportrasi darat dirahnya Piala Wahana Tata Nugraha Kencana, dan dibindang lingkungan.

Sehingga banyak peluang bagi masyarakat dalam pengembangan ekonomi kreatif yang berimbas pada keterbukaan lapangan kerja dan pendapatan masyarakat.  Wayan Geriya mengharapkan secara konseptual Denpasar sangat holistik dan kokoh dengan penerapan aplikasi dalam mewujudkan program nyata kepuasan kepada masyarakat dengan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 82,24, indeks kesejahteraan dan indeks kebahagian.

Mewujudkan hal tersebut secara nyata baik melibatkan masyarakat, peningkatan birokrasi lewat pelatihan dalam peningkatan SDM, serta yang terpenting peningkatan komunitas kreatif masyarakat melalui Badan Kreatif Denpasar. Berbagai indeks yang telah baik serta berbagai prestasi yang diraih, namun tak kalah penting dapat dinilai dari kepuasan masyarakat Kota Denpasar.

Baca Juga :  Masuk Agenda Denfest, Svarga News Bali Virtual Run 2020 Siap Digelar

“Ini sangat macth sekali program Nasional dan apa yang diaplikasikan Walikota Rai Mantra di Kota Denpasar,” ujar Geriya (pur/humasdps/bpn)