BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengajak anak muda untuk mengajegkan Bali dengan cara tidak meninggalkan pertanian yang merupakan jati diri masyarakat Bali. Hal itu disampaikannya pada acara pemberian penghargaan dan hadiah kepada unit sistem pertanian terintegrasi (Simantri) berprestasi tingkat Provinsi Bali 2016 bertempat di Simantri 445, Kelompok Tani Dwita Gangga Dukuh Sari Desa Abuan, Kecamatan Kintamani, Bangli, Jumat (26/8/2016).

Semangat anak muda diharapkan mampu mengembalikan mengembalikan wajah pertanian Bali menjadi jati diti yang sebenarnya. ‘’Saat ini usia para petani kita di atas 50 tahun, jadi saya harapkan melalui program Simantri ini anak muda mulai melirik sektor pertanian demi menjaga tanah dan warisan leluhur Bali,’’ jelasnya.

Selain itu, dia juga menyatakan kebanggaan dan kebahagiaanya akan perkembangan simantri dewasa ini. Pastika mengingat bagaimana dulu susahnya memperjuangkan pembangunan simantri karena ditentang berbagai pihak namun saat ini hasil positifnya sudah mulai kelihatan.

‘’Tujuan utama simantri adalah bagaimana meningkatkan pendapatan petani, bukan plihara sapi tok. Tapi bagaimana kita integrasikan peternakan dan pertanian agar bisa mensejahterakan petani,’’ tuturnya di depan para anggota simantri dan pendamping simantri.

Selain untuk meningkatkan taraf ekonomi para petani, keberadaan simantri juga diharapkan bisa menarik minat anak muda untuk kembali ke jati diri yaitu bertani, mengurangi alih fungsi lahan yang begitu cepat serta mengurangi polusi tanah yang diakibatkan oleh pupuk kimiawi dengan cara menggunakan pupuk kompos dan bio urine hasil simantri.

Dalam kesempatan itu, Pastika yang didampingi oleh jajaran kepala SKPD di lingkungan Pemprov Bali, berharap agar simantri terus dikembangkan. Mengingat program ini juga sangat sejalan dengan ajaran Hindu (Vedic-Agriculture System) atau program pertanian yang berlandaskan nilai-nilai spiritual sekaligus kearifan lokal.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terus bekerja keras mengembangkan simantri sehingga bisa menarik perhatian ilmuwan manca negara untuk terus menelitinya. ‘’Kita sedang menjajaki kerjasama di bidang pertanian dan pupuk organik dengan jepang, khususnya dengan Kumamoto dan Osaki. Bahkan sekarang Wakil Walikota Osaki Tojo Masaha hadir secara langsung di sini. Seharusnya kita bangga, ide simantri yang sederhana ini ternyata sangat bermanfaat dan bisa menarik perhatian negara lain," bebernya.

Demi menggugah semangat bertani, orang nomor satu di Bali ini juga mengundang ahli pertanian untuk menciptakan varietas baru dari hasil lokal yang mampu bersaing dengan produk unggulan di dunia. ‘’Jika bisa ahli pertanian ciptakan jeruk Kintamani yang besar, manis dan tanpa batu sehingga bisa diekspor ke luar negeri. Bayangkan Jepang yang tanahnya tidak sesubur kita bisa terus hasilkan varietas unggulan dengan harga yang jauh melampaui kita. Seharusnya SDM kita diasah hingga mampu bersaing di kancah global,’’ tandasnya.

Pastika juga menegaskan harapannya bisa menjadikan Simantri  salah satu program yang mengantarkan Bali menuju Green Province  (Provinsi Hijau) dengan pencapaian 1.000 gapoktan di tahun 2018.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinis Bali, Ida Bagus Wisnuardhana, melaporkan jika lomba simantri ini selain bertujuan untuk melihat simantri yang telah berhasil, juga bertujuan untuk memotivasi simantri lain agar bisa berkembang lebih baik. Dia mengakui, jika tidak semua unit simantri yang saat ini berjumlah 632 unit bisa menunjukkan hasil yang positif. Ada beberapa yang tidak berjalan sama sekali.

Untuk meringankan para petani, pihaknya juga telah mensinergikan program subsidi pupuk organik dengan simantri sebesar Rp 10 miliar untuk sekitar 12.500 ton pipik organik produksi simantri.

Wisnuardhana memelaporkan jumlah kelompok tani saat ini berkembang menjadi 632 kelompok dari hanya 10 kelompok di tahun 2009. Hal sama juga bisa dilihat dari jumlah sapi yang telah dibiakkan. Dari 210 ekor sapi tahun 2009 telah berkembang menjadi sekitar 11.529 di tahun 2015, sedangkan anak sapi telah berkembang menjadi 10.040 di tahun yang sama.

Jumlah digester biogas sampai tahun 2015 mencapai 549 unit yang telah dimanfaatkan oleh sekitar 1.647 kk. Dan pupuk organik yang telah diproduksi mencapai 58.814 ton dan biourine mencapai 57.814.000 liter yang mencukupi untuk luasan areal usaha tani sekutar 11.563 Ha.

Keberhasilan lain Simantri juga bisa dilihat antara lain dengan menjadi salah satu dari 8 nominator penerima penghargaan Energi Prabawa tingkat nasional dari kementrian ESDM, menjadi objek studi bandung dari luar Bali hingga luar negeri, telah mampu membuka lapangan pekerja baru dan mampu menyuplai pupuk organik di Bali.

Tahun 2015 bahkan pihaknya telah meluncurkan SIMORI yaitu Sistem Monitoring Simantri secara online. Sedangkan tahun ini sedang dirancang program google map simantri sehingga memudahkan mencapai Sumantri yang telah tersebar di seluruh Bali. "Selain kami juga berusaha memasarkan produk-produk simantri secara online melalui website simantri," imbuhnya. (r/humas prov bali/bpn)