28 C
Denpasar
Rabu, 21 November 2018

3 Tips Menonton Streaming Favorit dengan Samsung Harman Kardon Soundbar

BALIPORTALNEWS.COM – Menikmati konten hiburan melalui platform digital kini semakin digemari dan telah menjadi bagian keseharian kita. Penyedia layanan Video on Demand (VOD) berlomba-lomba untuk memberikan konten menarik yang dapat dinikmati para penggemar film baik melalui gadget maaupun layar televisi mereka.

Tak hanya film, kita pun dapat menikmati serial berbagai genre secara streaming, bahkan sangat menantikan serial epik yang sedang menjadi tren di tengah penikmat film. Kegiatan nonton bareng bersama keluarga dan sahabat juga menjadi pilihan di sela rutinitas sehari-hari, terlebih saat akhir pekan Anda ingin rileks dan menikmati hiburan di rumah.

Menonton streaming VOD menjadi pilihan tepat terlebih lagi jika menontonnya melalui televisi berlayar besar yang dapat menampilkan kualitas gambar optimal serta didukung dengan perangkat audio tambahan yang membuat adegan terasa lebih nyata, yang belum tentu bisa dirasakan melalui speaker yang ada di televisi.

Saat ini Anda bisa benar-benar merasakan pengalaman menonton yang luar biasa seperti berada ditengah-tengah situasi film tersebut dan tenggelam dalam cerita yang menyenangkan ataupun menegangkan dengan menggunakan perangkat soundbar. Soundbar sebagai perangkat audio yang lebih praktis dan ringkas jika dibandingkan dengan sistem audio home-theater berukuran besar.

Dengan konfigurasi sistem saluran suara 7.1.4 yang menyediakan 17 speaker dan dilengkapi teknologi Dolby Atmos dan DTS:X, Samsung Harman Kardon Soundbar HW-N950 memungkinkan Anda menikmati kualitas suara yang lebih nyata dan menyeluruh.

Berikut 3 tips untuk menikmati tontonan streaming favorit di rumah dengan suara memukau dari Soundbar HW-N950:

  • Pertama, pilih film atau serial favorit dengan kualitas UHD (Ultra High Definition) 4K. Apapun pilihan genre film Anda pastikan untuk menyaksikan konten video dengan kualitas terbaik yang akan memanjakan indera penglihatan kita dengan tampilan gambar yang tajam dan warna yang cerah. Pengalaman menonton semakin sempurna dengan suara dramatis dari Soundbar dengan konfigurasi sistem saluran yang tinggi, surround sound dan teknologi Dolby Atmos serta DTS:X memberikan dimensi suara yang lebih nyata. Suara seakan bergerak disekeliling Anda, bahkan di atas kepala, memanjakan pendengaran dan membawa Anda ke tengah adegan di dalam film.
  • Kedua, atur tempat duduk Anda. Demi mendapatkan pengalaman menonton terbaik, atur lokasi duduk Anda sejajar menghadap televisi, dengan jarak pandang optimum. Serta jangan lupa untuk menggunakan tempat duduk atau sofa yang nyaman. Pada posisi ini Anda dapat menyaksikan streaming video dengan kualitas gambar terbaik, Jika tidak memungkinkan, teknologi Wide Range Tweeter di Samsung Soundbar HW-N950 dapat membantu menghasilkan suara lebih dinamis dengan jangkauan frekuensi yang lebih luas sehingga suara tetap terdengar sempurna dari posisi duduk di segala area.
  • Ketiga, sediakan kudapan dan minuman kegemaran. Agar lebih seru menonton streaming video bareng keluarga dan sahabat, Anda bisa siapkan makanan ringan dan minuman sebelum film dimulai. Pilih makanan atau minuman yang mudah untuk dinikmati bersama serta letakkan pada area dekat lokasi duduk Anda, sehingga menonton menjadi lebih nyaman.

Kini Anda bisa menikmati streaming VOD dengan lebih menyenangkan dan mendapatkan sensasi menonton tersendiri berkat kualitas audio terbaik dari Soundbar, layaknya menonton film di bioskop tanpa perlu pergi keluar rumah. (r/bpn)

Kolaborasi Samsung dan Harman Kardon Hadirkan Kualitas Sound Terbaik

BALIPORTALNEWS.COM – Samsung Electronics Indonesia hari ini memperkenalkan inovasi terbaru Soundbar seri HW-N950, hasil kolaborasi Samsung dengan inovator perangkat audio terkemuka Harman Kardon. Dilengkapi dengan konfigurasi sistem saluran 7.1.4 dan teknologi Dolby Atmos serta DTS:X, Samsung mendobrak batasan demi menghadirkan kualitas suara yang disempurnakan oleh audio master untuk pengalaman hiburan yang lebih dramatis layaknya di dalam bioskop.

Kemajuan teknologi dan internet saat ini mempengaruhi cara kita menikmati hiburan. Akses konten video melalui platform digital semakin populer dalam tiga tahun terakhir, termasuk Streaming Video on Demand (SVOD) yang semakin diminati. Tren ini mendorong penyedia konten untuk memberikan kualitas gambar dan suara yang lebih baik demi memberikan pengalaman menonton yang lebih nyata lagi. Penyedia konten kini menawarkan tampilan video HD (High Definition) bahkan UHD (Ultra High Definition) 4K.

Kualitas streaming musik juga semakin baik hingga 320 kbps untuk suara yang lebih kaya dan jernih. Sehingga penggunaan speaker berkualitas tinggi menjadi semakin penting untuk memberikan sensasi tersendiri saat menyaksikan film ataupun mendengarkan musik. Konsumen ingin dimanjakan dengan konten video dan audio terbaik, karenanya mereka menginginkan perangkat audio yang berkualitas lebih dari sekedar speaker yang terpasang pada televisi.

“Memahami bahwa konsumen menginginkan pengalaman terbaik dalam menikmati konten masa kini, kami berkolaborasi dengan Harman Kardon untuk mengedepankan keahlian Samsung dalam solusi home entertainment dengan kualitas suara premium dari Harman Kardon yang telah terbukti sebagai inovator perangkat audio selama 65 tahun. Soundbar HW-N950 merupakan seri perdana Samsung bersama Harman Kardon yang hadir untuk menyempurnakan pengalaman menonton film favorit dan mendengarkan musik berkualitas bagi konsumen modern di Indonesia,” ujar Harris Pranata Wijaya, ‎AV Product Marketing Manager, Samsung Electronics Indonesia.

Samsung Harman Kardon Soundbar HW-N950 memiliki sistem saluran 7.1.4 dengan 17 speaker, menjadikannya soundbar dengan jumlah sistem saluran suara tertinggi saat ini. Dilengkapi dengan speaker utama yang kini memiliki speaker di samping (side-firing speakers), dua speaker belakang nirkabel dengan kemampuan surround sound yang kini dilengkapi dengan up-firing speakers, serta satu subwoofer nirkabel yang memberikan dentuman bas lebih mendalam. Soundbar ini mampu menghasilkan dentuman suara hingga 512 watt, sehingga konsumen dapat merasakan suara bergerak lebih menyeluruh di sekitarnya.

Soundbar HW-N950 juga dilengkapi dengan teknologi Dolby Atmos dan DTS:X, memberikan dimensi suara yang lebih nyata seakan berada di tengah aksi di dalam film, layaknya kualitas suara di bioskop namun dengan kenyamanan penggunaan di rumah.

Ditambah lagi dengan teknologi Wide Range Tweeter generasi kedua, Soundbar N950 dapat menghasilkan suara lebih dinamis dengan jangkauan frekuensi yang lebih luas sehingga suara tetap terdengar sempurna dari posisi duduk di segala area.

Soundbar N950 juga memungkinkan konsumen untuk menikmati konten video berkualitas 4K dengan lebih mudah dan nyaman, dengan menghubungkan perangkat yang memiliki konten video 4K seperti smartphone atau UHD 4K Blu-ray Player melalui Soundbar ke TV Samsung secara nirkabel. Hiburan berkualitas tinggi kini dapat nyaman dinikmati di layar yang lebih besar dengan kualitas suara yang lebih hidup.

Bagi pecinta musik, kini tak perlu repot lagi menyambungkan perangkat pintar dengan Soundbar. Konsumen dapat streaming lagu favorit dan langsung mendengarkannya di Soundbar secara nirkabel melalui wi-fi dan sistem Bluetooth. Sekaligus meningkatkan kualitas suara musik hingga 32bit UHQ (ultra-high quality) untuk suara yang lebih kaya dan dinamis. Streaming musik menjadi lebih nyaman, musik rock terdengar lebih powerful, atau rileks dengan musik klasik yang bersuara jernih.

“Melalui inovasi dan teknologi yang disematkan pada Samsung Harman Kardon Soundbar HW-N950, kami menawarkan solusi untuk kebutuhan konsumen modern akan kualitas suara unggulan yang melengkapi momen dalam menikmati konten-konten hiburan berkualitas di rumah tanpa harus pergi ke bioskop ataupun konser,” tutup Harris.

Samsung Harman Kardon Soundbar HW-N950 akan tersedia mulai pertengahan September 2018 dengan harga Rp 17.999.000. (r/bpn)

Menjajal Fasilitas Penyewaan Sepeda Boseh di Bandung

BALIPORTALNEWS.COM – Deretan sepeda berwarna biru bertuliskan Boseh terlihat berjajar rapi di salah satu sudut Taman Cibeunying Kota Bandung. Sepeda ini telah hadir setahun terakhir menghiasi taman ini dan sejumlah titik keramaian serta tempat wisata Kota Bandung.

Sepeda Boseh yang merupakan kependekan dari Bike on The Street Everybody Happy ini merupakan fasilitas penyewaan sepeda (Bike sharing)  yang disediakan oleh Pemkot Bandung. Fasilitas penyewaan ini dikembangkan terintegrasi dengan pembayaran menggunakan uang elektronik (E-Money) dalam bentuk smart card dalam proses peminjaman sepeda.

Saat ini ada 200 unit sepeda yang tersebar di 20 stasiun sepeda di Kota Bandung. Untuk menikmati fasilitas Boseh ini, masyarakat cukup mendatangi stasiun sepeda dan melakukan regsitrasi yang dilakukan sekali saat pertama melakukan peminjaman Boseh. Warga akan mendapatkan kartu pintar setelah melakukan pengisian data sesuai dengan KTP elektronik yang dapat digunakan untuk meminjam sepeda.

Layanan penyewaan Boseh ini didukung PT. Aino Indonesia, sebuah perusahaan teknologi pemroses pembayaran milik UGM. Aino menjadi integrator sistem peminjaman Boseh yakni dalam mengimplementasikan penerimaan pembayaran non tunai Bike Sharing sejak awal tahun 2018.

“Melalui sistem ini mempermudah pengguna dalam melakukan pembayaran karena tidak perlu menggunakan uang tunai. Namun yang terpenting sistem ini mendukung Gerakan Nasional Non Tunai,” papar Direktur PT. Aino Indonesia, Syafri Yuzal, Minggu (29/7/2018) kepada wartawan di kawasan Taman Cibeunying Bandung.

Lalu bagaimana untuk cara penggunaan fasilitas Boseh ini. Syafri menjelaskan pengguna tinggal menempelkan kartu pada alat berupa boks berwarna biru di stasiun dan memasukan nomor pin masing-masing lalu memilih menu pinjam sepeda dan sepeda yang akan digunakan. Kemudian secara otomatis kunci yang berada di dock sepeda akan terbuka dan sepeda siap digunakan.

Untuk proses pengembalian sepeda dapat dilakukan di seluruh stasiun sepeda. Sepeda cukup dimasukan ke dock hingga mengunci otomatis. Setelahnya pengguna tinggal menempel kartu dan memasukkan mesin PIN lalu pilih menu pengembalian sepeda.

“Untuk tarif sewa sepeda Rp. 1.000,- per jam dan Rp. 2000,- untuk jam berikutnya,” katanya.

Boseh dilengkapi dengan GPS dan data peminjam yang tercatat dalam sistem. Dengan begitu aktivitas penggunaan sepeda dapat terlacak.

Selain Boseh, sistem ini juga diaplikasikan pada beberapa fasilitas publik lainnya di Kota Bandung. Antara lain 30 unit sistem tiket elektronik Trans Metro Bandung, 445 unit ON Street Parking/ Terminal Parkir Elektronik, serta 12 unit Vending Machine minuman.

Implementasi sistem pemroses pembayaran non tunai berbasis uang elektronik multi Penerbit juga dilakukan Aino pada sejumlah fasilitas publik di kota-kota besar Indonesia. Beberapa diantaranya sistem tiket elektronik transportasi publik Trans Jogja, Trans Metro Bandung dan Trans Jakarta. Lalu, sistem pembayaran parkir elektronik pinggir jalan di Jakarta, Bandung dan Tabanan Bali, serta sistem pembayaran parkir elektronik dalam kawasan di 10 kota.

“Selain itu juga pada sistem pembayaran Jalan Tol di Surabaya dan Kebon Bawang Jakarta, vending machine minuman di 4 kota, serta retribusi pasar tradisional di 2 kota,” pungkasnya. (ika/humas-ugm/bpn: foto: firsto)

Mahasiswa UGM Rancang Mobil Penghasil Bakar dari Sampah Plastik

BALIPORTALNEWS.COM – Mahasiswa UGM tidak pernah berhenti berinovasi. Kali ini, sekelompok  mahasiswa Departemen Teknik Kimia mengembangkan rancangan mobil pintar yang mampu mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar dan rendah emisi.

Gagasan ini lahir dari pemikiran  Herman Amrullah, Sholahuddin Alayyubi, Thya Laurencia Benedita Araujo, serta Naufal Muflih. Keempatnya tergabung dalam timSmart Car MCS (Microalgae Cultivation Support).

“Kami mengembangkan teknologi yang bisa mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar cair dan mengurangi emisi gas buang kendaraan,” kata Herman selaku ketua tim kepada wartawan, Senin (23/7/2018) di Kantor Humas UGM.

Herman menyampaikan mereka memodifikasi mobil dengan penambahan sejumlah alat seperti tabung reaktor pirolisis untuk menampung dan mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar cair yang berada di dalam body mobil. Tabung ini dapat menampung hingga 2 kilogram sampah plastik.

Melalui proses pirolisis sampah plastik ini dikonversi menjadi bahan bakar cair dengan memanfaatkan  panas dari ga buang knalpot mobil yang suhunya bsia mencapai 400-500 derajat celcius. Hasil dari proses pirolisis berupa bahan bakar cair yang ditampung dalam tabung penampungan di bawah mobil.

“Hasilnya berupa bahan bakar cair yang selanjutnya diambil untuk diolah dalam tahap lanjutan agar bisa digunakan sebagai bahan bakar untuk menggerakkan mesin kendaraan,” urainya.

Herman menambahkan dari 2 kilogram sampah plastik dapat dioloh menjadi 2 liter bahan bakar cair. Plastik yang bisa digunakan dalam proses ini adalah semua jenis sampah plastik kecuali pvc.

“Semua plastik bisa dipakai kecuali pvc karena mengandung gas  chloride yang berbahaya bagi kesehatan dan bisa menyebabkan korosi pada mesin,” tuturnya.

Mobil ini juga dilengkapi dengan teknologi Microalgae Cultivation Support (MCS) yang digunakan untuk mengurangi jumlah CO2 gas buang pada kendaraan. Dengan teknologi ini dapat menekan kadar CO2 yang dihasilkan pada gas buang mobil.

Alayyubi menambahkan  ide pengembangan mobil pintar ini berawal dari keprihatinan mereka terhadap banyaknya sampah plastik di lingkungan. Jumlah limbah plastik terus meningkat dari waktu ke waktu dan telah menjadi persoalan dunia.

“Sampah plastik merupakan produk turunan dari minyak bumi sehinggakami terpikir untuk mengkonversi kembali ke dalam bentuk minyak bumi,” terangnya.

Hanya saja untuk mengkonversi sampah plastik menjadi bahan bakar memerlukan energi yang cukup besar. Merekapun memutar otak untuk mencari cara yang tepat dan relatif murah untuk mengkonversi sampah plastik menjadi bahan bakar cair. Lalu tercetuslah ide untuk memanfaatkan panas gas buang kendaraan untuk proses tersebut.

Pengembangan konsep kendaraan ini tidak hanya dapat memproduksi bahan bakar dan biofuel. Namun juga mengurangi persoalan sampah dan menekan jumlah karbondiokasida.

Tidak hanya itu, gagasan mobil pintar ini juga berhasil meraih juara dunia dalam kompetisi Shell Ideas360 di London belum lama ini. Tim UGM yang dibimbing oleh Hanifrahmawan Sudibyo, S.T., M.Eng., dan Yano Surya Pradana, S.T., M.Eng., berhasil menjadi jawara usai menyisihkan 3.336 tim mahasiswa berbagai universitas dari 140 negara dunia. (ika/humas-ugm/bpn: foto:firsto)

AUTOPLASBIN, Inovasi Tempat Sampah Bakar dan Potong Otomatis Karya Mahasiswa UGM

BALIPORTALNEWS.COM – Persoalan sampah plastik bukanlah hal baru dan belum terselesaikan hingga kini. Bahkan jumlahnya cenderung meningkat dari waktu ke waktu.

Kenyataan tersebut mendorong tiga mahasiswa UGM berinovasi menciptakan tempat sampah pembakar dan pemotong otomatis. Alat dirancang untuk membantu mengurangi jumlah sampah plastik dan styrofoam.

Alat yang dinamai AUTOPLASBIN ini dikembangkan oleh Said Ahmad dan Ardhi Kamal Haq dari Fakultas MIPA serta Amri Siddiq Pangestu dari Fakultas Teknik bersama dosen pembimbing Dr.Eng. Ahmad Kusumaatmaja, S.Si., M.Sc. Inovasi yang lahir melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) UGM ini pun berhasil memperoleh dana hibah penelitian dari DIKTI.

 “Tempat sampah ini dirancang terdapat pembakaran plasma di dalamnya sehingga mampu melelehkan dan memperkecil volume sampah plastik dan styrofoam yang dibuang,” papar Said Ahmad, Ketua tim pengembang AUTOPLASBIN, Jum’at (6/7/2018) kepada wartawan di Ruang Fortakgama UGM.

Tempat sampah ini juga dilengkapi dengan sensor inframerah untuk mendeteksi adanya sampah yang masuk serta mengetahui tingkat pembakaran di dalamnya. Penambahan komponen ini ditujukan agar pembakaran plasma terjadi hanya jika ada sampah yang dimasukkan kedalam tempat sampah. Dengan begitu, bisa menghemat penggunaan energi listrik.

“Tempat sampah ini juga dirancang dengan cerobong asap untuk mengeluarkan asap hasil pembakaran,” terangnya.

Alat ini bekerja dengan cara mengubah sinyal listrik menjadi tegangan listrik menengah yang dibangkitkan oleh generator plasma. Untuk penggunaanya, ketika pengguna ingin membuang sampah, cukup dengan menekan bagian bawah untuk membuka penutup. Setelah sampah masuk akan terdeteksi inframerah sehingga generator dan plasma akan hidup dan melewati pembakar plasma.

 Amri menyebutkan latar belakang perancangan AUTOPLASBIN adalah semakin banyaknya jumlah sampah di Indonesia yakni 175.000 ton sampah per hari. Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai negara penghasil sampah terbesar dunia setelah RRC.

“Sampah plastik dan styrofoam tidak bisa diurai dan menjadi musuh utama bagi manusia serta lingkungan,” kata Amri.

Purwarupa AUTOPLASBIN berwujud tempat sampah berbentuk silinder dengan ukuran 30 x 60 cm. Badan utama tempat sampah ini dibuat dengan menggunakan bahan stainless steel sebagai pelapis badan AUTOPLASBIN. Otak dari alat ini adalah mikrokontroler yang menerima dan mengolah data dari sensor yang dipasang di tempat sampah. Di dalamnya juga ditambahkan sensor suhu untuk  mengontrol tingkat panas.

Ardhi menambahkan alat yang dikembangkan memiliki sejumlah keunggulan dibanding insinerator yang ada di pasaran. Dikembangkan dalam negeri menjadikannya lebih murah daripada insinerator pasaran yang didatangkan dari luar negeri dengan harga mencapai milyaran rupiah.

“Alat dipasaran mencapi 550 juta sampai puluhan miliyar. Sementara alat ini jika diproduksi massal bisa dijual dengan harga Rp. 2 juta,” jelasnya.

Disamping hal tersebut, alat ini unggul karena dikembangkan dengan sistem reduksi otomatis. Sedangkan alat lain pada umumnya pengendalian saat proses reduksi sampah dilakukan secara manual.

Kehadiran alat ini nantinya diharapkan bisa memudahkan  masyarakat dalam mengatur jumlah sampah plastik dalam tempat sampah. Tidak kalah pentingnya adalah sampah plastik dapat lebih mudah untuk ditindaklanjuti selanjutnya karena volumenya sudah diperkecil. (ika/humas-ugm/bpn; foto:firsto)

Mahasiswa UGM Rancang Mesin Penghasil Air Bersih dari Udara

BALIPORTALNEWS.COM – Mahasiswa UGM tak pernah berhenti berinovasi. Kali ini, sejumlah mahasiswanya menciptakan mesin penghasil air bersih dari udara “Magic Water Harvester”.

“Magic Water Harvester ini dikembangkan untuk menjadi alternatif solusi dalam mengatasi persoalan kelangkaan air di beberapa daerah Indonesia,” kata Amalia Adinugraha Arisakti, salah satu pengembang alat ini, Kamis (4/7/2018) lalu di Kampus UGM.

Amalia bersama rekan satu jurusan di Departemen Teknik Pertanian FTP yakni Arjuna Maulana Rifqi dan Dimas Sandy D R., tergerak membuat mesin ini karena melihat besarnya potensi untuk mendapatkan air bersih dari udara. Berada di negara dengan iklim tropis dengan kelembaban udara rata-rata hingga 80 persen.

“Hal ini menunjukkan bahwa udara di Indonesia mempunyai kandungan air dalam udara yang banyak,” jelasnya.

Sementara kebutuhan akan air bersih semakin meningkat. Rata-rata penggunaan air masyarakat berkisar antara 169,11 liter/orang/hari hingga 247,36 liter/orang/hari. Bahkan Diprediksikan pada tahun 2025 mendatang Indonesia akan mengalami kelangkaan air bersih akibat ketersediaan air tanah yang tak sebanding dengan penggunaan manusia.

“Dengan mesin ini diharapkan bisa sebagai solusi mendapatkan air bersih,” ucapnya.

Mesin ini dapat menghasilkan air yang berasal dari udara bebas, bukan air tanah. Dibuat dengan empat komponen utama yaitu peltier, heat sink, fan, dan power supply.

Bekerja dengan menggunakan prinsip titik embun. Untuk mengubah udara menjadi air dilakukan dengan mengkontakkan udara lingkungan dengan plat (heat sink) bersuhu di bawah titik embunnya. Dengan begitu akan terjadi pengembunaan dan embun-embun yang ada menggumpal menjadi tetes-tetesan air.

“Alat sudah kami ujikan di Lab FTP dan bisa menghasilkan sebesar 70 ml air bersih,” jelasnya.

Amalia menuturkan bahwa air bersih yang dihasilkan belum bisa didapatkan dalam jumlah besar. Pasalnya alat yang mereka kembangkan masih berupa prototipe kecil yang masih perlu dikembangkan lebih lanjut di masa mendatang.

Kedepan ketiganya akan terus mengembangkan alat ini dengan memaksimalkan sistem pendingin dan memanfaatkan energi terbarukan sebagai sumber energinya. Selain itu juga memperbesar luasan permukaan dingin untuk mencapai hasil maksimal.  (ika/humas-ugm/bpn)

ROASTER , Alat Pemetik Teh Portabel Karya Mahasiswa UGM

BALIPORTALNEWS.COM – Tim mahasiswa UGM berhasil mengembangkan inovasi dibidang teknologi pertanian yang memudahkan proses pemanenan teh yakni alat pemanen teh berbasis radio kontrol dalam bentuk portabel.

“Alat ini diharapkan dapat memudahkan dalam memanen daun teh secara cepat,” kata Maulidya Rahmania Atikah, selaku ketua tim, Selasa (4/7/2018) di Kampus UGM.

Alat pemetik teh yang diberinama ROASTER ini dirancang oleh mahasiswi Fakultas Pertanian ini bersama dengan Muslimin Septianto (D4 Teknik Pengelolaan dan Perawatan Alat Berat), Ahmad Novan Khoerul Mizan (D3 Elektronika Instrumentasi), Ario Praditya Putra (Fakultas Pertanian), dan Rany Ayu Lestari (D3 Elektronika Instrumentasi).

Latar belakang pengembangan alat pemetik daun teh ini berawal dari keprihatinan mereka terhadap jumlah tenaga pemetik teh yang semakin menurun dari waktu-ke waktu. Ditambah dengan keluhan operator mesin pemetik teh di PT. Pagilaran yang kerap mengeluhkan kesulitan mengoperasikan alat pemetik teh yang sudah ada karena berukuran besar sehingga kurang praktis. Selain itu, alat perlu dikendalilkan 2 hingga 4 orang.

 “Dimensi yang besar jadi kurang praktis dibawa kemana-mana, terlebih dengan kondisi perkebunan teh yang berbukit-bukit,” tuturnya.

Meskipun dengan alat yang telah ada tersebut dapat meningkatkan produksi dan efisiensi dalam pemetikan teh, tetapi sejumlah kendala tersebut masih belum terselesaikan. Tak hanya itu, apabila terjadi kerusakan pada alat pemetik teh tidak bisa diperbaiki karena belum ada suku cadang untuk alat yang ada.

Dari kondisi itu kelimanya di bawah bimbingan Dr. Rani Agustina Wulandari, S.P.,M.P., lantas mengembangkan alat pemetik teh portabel. Purwarupa ini pun berhasil mendapatkan dana penelitian dan pengembangan alat dari Dikti melalui Program Kreativitas Mahasiswa 2018.

Muslim menambahkan bahwa ROASTER dibuat dengan menggunakan sejumlah komponen antara lain chainsaw, fiber, dan blade. Dalam proses perakitannya, alat dirancang dengan mempertimbangkan berat dan dimensi agar dapat memenuhi fungsi portable dan nilai egronomis dari alat pemetik teh agar nyaman digunakan.

Alat ini juga dilengkapi dengan seperti module GPS untuk membaca posisi alat, sensor suhu, dan rtc. Disamping itu juga xbee shield, power supply, dan arduino dimana mendukung ketepatan pengoperasian alat.

“Untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan dalam pemakaian, ROASTER dirancang dengan bentuk alat yang sesuai dengan posisi ideal antara pemetik dan bentuk kebun teh yang ada. Dalam pengoperasiannya cukup dilakukan 1 orang saja,” jelasnya.

Dengan kehadiran ROASTER diharapkan pemanen teh bisa melakukan pemetikan lebih efisien dan nyaman dengan alat pemetik teh  yang portable. Alat ini bisa menjadi solusi masalah tenaga kerja pemetik teh yang terbatas dalam jumlah maupun umur dan meningkatkan produksi teh. (ika/humas-ugm/bpn)

Mahasiswa UGM Kembangkan Alat Penerjemah Bahasa Isyarat

BALIPORTALNEWS.COM – Sekelompok mahasiswa UGM mengembangkan sebuah alat penerjemah bahasa isyarat yang membantu penyandang tuna rungu dan tuna wicara berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya.

“Perangkat ini berupa sarung tangan yang bisa menerjemahkan bahasa isyarat secara langsung ke bahasa verbal,” kata Ketua tim pengembang, Nindi Kusuma Ningrum, Jum’at (29/6/2018) kepada wartawan di RuangFortakgama UGM.

Prototipe yang dinamai SIGNLY atau Sign Language Translator Synchronously berbentuk sarung tangan dengan katalog bahasa isyarat masukan diambil dari American Sign Language, Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo), dan masukan-masukan baru menggunakan kombinasi 5 jari tangan kanan.

Dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) dan mendapatkan dana hibah dari DIKTI. Dalam pengembangan alat ini Nindi dibantu oleh teman satu jurusannya di Teknologi Informasi Fakultas Teknik yakni Faturahman Yudanto dan Lely Monalisa di bawah bimbingan Anugerah Galang Persada, S.T., M.Eng.

Perangkat yang dikembangkan terdiri dari komponen utama berupa sarung tangan, smartphone, dan komputer. Dalam sarung tangan terdapat teknologi untuk mendeteksi gerakan dan posisi jari tangan berupa flek sensor. Informasi yang diterima berupa keluaran huruf selanjutnya ditampilkan melalui aplikasi berbasis desktop atau smartphone.

“Output yang berupa bahasa verbal tulis atau rangkaian huruf nantinya akan dikonversikan ke dalam bentuk suara, sehingga orang dapat langsung mengerti apa yang dikomunikasikan, khususnya bagi yang tidak tahu bahasa isyarat,” papar Nindi.

Selanjutnya, lawan bicara dapat menjawab dengan bahasa sehari-hari yang kemudian akan dikonversikan dalam bentuk verbal tulis yang dapat dibaca secara langsung oleh penyandang tunarungu atau tunawicara melalui layar komputer atau smartphone.

Pengembangan SIGNLY, ditambahkan Faturahman ditujukan untuk memudahkan komunikasi para penyandang tuna rungu dan tuna wicara dengan orang disekitarnya. Sebab, komunikasi dengan bahasa isyarat sulit dimengerti oleh masyarakat umum.

“Karenanya dibutuhkan alat yang bisa mambantu menjadi media komunikasi antar pengguna bahasa isyarat dan bahasa verbal,” terangnya.

Kebutuhan akan perangkat ini, kata dia, penting mengingat jumlah penduduk yang menderita gangguan pendengaran tidaklah sedikit. Berdasarkan data WHO tahun 2000 terdapat 250 juta penduduk dunia menderita gangguan pendengaran. Dari jumlah tersebut  75 hinga 140 juta diantaranya terdapat di Asia Tenggara. Sementara data hasil Survei Kesehatan Nasional  oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (1993-1996) menunjukkan bahwa ada sebanyak 0,4% tunarungu dan 16,8% orang mengalami gangguan pendengaran dari jumlah total penduduk di Indonesia.

Kedepan pengembangan prototipe ini masih akan terus dilakukan. Salah satunya menambahkan fungsi alat agar mampu menerjemahkan bahasa isyarat ke verbal suara.

“Saat ini kami fokus pada penelitian dan pengembangan lebih lanjut alat dan perangkat pendukungnya,”pungkas Lely.(ika/humas-ugm/bpn ; foto:firsto )

 

Headset Buatan Mahasiswa UGM Bisa Minimalisir Nyeri Rahang Saat Perawatan Gigi

BALIPORTALNEWS.COM – Melakukan perawatan gigi terkadang memunculkan rasa tidak nyaman seperti rada pegal dan kaku di area rahang akibat membuka mulut lebar. Bahkan pada beberapa kasus pasien masih merasakan pegal dalam jangka waktu lama dan hal ini berpotensi memunculkan gangguan sistem pengunyahan atau Temporo Mandibular Disorder (TMD).

Namun, persoalan tersebut kini bisa teratasi dengan alat besutan tiga mahasiswa UGM ini. Alat yang dimaksud adalah Gadjah Mada Ultrasound Therapy atau Gusta.

Dirancang oleh Amri Siddiq Pangestu dari Fakultas Teknik dan Eltrin Khotimah Maharti serta Nurzahra Sekar Ningrum yang merupakan mahasiswi FKG. Perangkat yang dikembangkan mampu memberikan relaksasi otot-otot disekitar area rahang.

Amri menjelaskan Gusta merupakan inovasi alat kesehatan yang mampu memancarkan gelombang ultrasonik dengan frekuensi yang tepat. Dengan demikian bisa memberikan rasa nyaman dan merelaksasi otot sekitar rahang sehingga meminimalisir terjadinya pegal, kaku rahang maupun terjadinya TMD.

Amri menyebutkan bahwa gelombang ultrasonik telah lama digunakan di dunia medis. Gelombang ini diketahui mampu menyembuhkan rasa sakit dan kaku pada otot dengan menghasilkan efek mekanis dan termal sehingga mampu meningkatkan temperatur jaringan disekitarnya serta melancarkan aliran darah.

Alat ini tersusun dari 7 komponen utama yaitu mikrokontroler, generator gelombang ultrasonik, pengatur input-output, headphone, sensor suhu, LCD, tranduscer ultrasound. Cara kerjanya dengan mengubah sinyal listrik menjadi gelombang ultrasonik yang bisa diatur melalui alat ini.

“Penggunaannya pasien bisa memakai headset dengan menyesuaikan dengan sendi rahang pasien. Setelah itu tombol power dihidupkan untuk menyalakan alat serta frekuensi dapat diatur sesuai kenyamanan pasien,” paparnya.

Ditambahkan oleh Nurzahra, sebelum mengeluarkan frekuensi alat ini akan diberikan gel untuk meminimalisir kontak kulit yang membuat tidak nyaman dan memaksimalkan efek pancaran gelombang ultrasonik.

Penggunaan Gusta Dikatakan Nurzahra tidak hanya memberikan rasa nyaman bagi pasien. Alat ini juga memudahkan dokter saat melakukan perawatan gigi dan mulut karena dilengkapi LCD yang menampilkan suhu dan frekuensi Gusta.

“Dengan alat ini bisa mengurangi ketidaknyamanan pasien saat perawatan gigi. Dengan begitu dapat menjaga loyalitas pasien melakukan perawatan gigi dan mulut,” ujarnya.

Tim menghabiskan biaya hingga Rp. 11 juta untuk pengembangan alat. Apabila diproduksi massal alat ini bisa dijual seharga Rp.2,5 juta.

Purwarupa ini lahir dari Progam Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) UGM 2018. Juga berhasil memperoleh dana penelitian dan pengembangan dari Kemenristekdikti.(ika/humas-ugm/bpn; foto:firsto)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
11PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
83PengikutMengikuti
23PelangganBerlangganan