Vivo Pastikan Bawa V7+ di Indonesia

0

BALIPORTALNEWS.COM – Setelah serangkaian rumor mengenai produk terbarunya, Vivo Smartphone akhirnya mengkonfirmasi hadirnya V7+ di Indonesia. Melalui postingan di akun media sosial Instagram & Facebook Vivo Mobile Indonesia, nama Vivo V7+ resmi diumumkan sebagai flagship terbaru Vivo V-Series di Indonesia.

Menanggapi berita tersebut, Edy Kusuma selaku Brand Manager PT Vivo Mobile Indonesia menyatakani, “Rumor bahwa Vivo Smartphone akan meluncurkan V7+ di Indonesia itu adalah benar. Ini momentum yang tepat untuk kembali memperkenalkan teknologi dan inovasi terbaru Vivo bagi konsumen Indonesia. Kami dapat pastikan Vivo V7+ akan hadir dengan teknologi lebih tinggi”.

Vivo V7+ hadir dengan keunggulan selfie camera beresolusi tinggi dan tampilan layar bezel-less. Edy mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari kedepan Vivo siap memberikan lebih banyak detail & kejutan terkait Vivo V7+. “Konfirmasi teknologi pada Vivo V7+ juga akan diumumkan di akun resmi Vivo beberapa hari kedepan, tunggu saja” ungkap Edy. Pada saat diminta keterangan mengenai kapan tanggal peluncuran V7+ di Indonesia, Edy belum memberikan konfirmasi tambahan. “Itu kejutan, tunggu ya” pungkasnya menutup pembicaraan. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Prediksi Teknologi Terbaru dari Vivo Smartphone

0

BALIPORTALNEWS.COM – Berita tentang smartphone terbaru yang akan diluncurkan Vivo semakin marak terdengar di media sosial. Benarkah Vivo akan siap memanjakan konsumen Indonesia dengan berbagai keunggulan teknologi dan fitur layar teranyar di smartphone terbarunya?

Para Tech Reviewer seperti Putu Reza, InfiaTech, Sobat Hape & Droidlime mengabarkan bahwa smartphone terbaru Vivo dengan nama Vivo V7 atau V7+ ini akan hadir dengan inovasi pada kamera depan beresolusi lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Belum lagi prediksi Tech Influencer Putu Reza atau @papersboy yang berbicara mengenai display screen yang lebih besar.

Selain itu, bocoran gambar yang beredar pun juga menunjukkan layar utama yang hampir tanpa bingkai atau Bezel-Less,dan tanpa home button fisik. Mungkinkah Vivo Smartphone ingin memberikan pernyataan bahwa smartphone Vivo akan tampil dengan desain “Infinity Feeling” ? Atau apakah akan ada teknologi screen display terbaru yang akan diusung oleh Vivo Smartphone?

Dengan tampilan tanpa bingkai dan Home Button fisik, spekulasi mengenai fingerpint scanner yang biasanya tersemat pada tombol home button pun menjadi perhatian. Apakah Vivo akan menempatkan fingerprint scanner tersebut di area lainnya pada smartphone, ataukah ini menjadi momentum teknologi Under Display Fingerprint Sensor atau pemindai sidik jari di dalam layar mulai diaplikasikan oleh Vivo untuk pasar Indonesia?

Apakah semua keunggulan tersebut akan benar adanya? Fitur canggih apa yang siap melengkapi smartphone terbaru Vivo nantinya? Mari kita tunggu konfirmasi dari Vivo Smartphone mengenai rumor produk baru yang beredar ini. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Inovasi Layar & Kamera Depan, Apakah Akan Menjadi Seri Termahal Dari Vivo Smartphone?

0

BALIPORTALNEWS.COM – Vivo dikabarkan akan meluncurkan produk smartphone terbaru dengan desain layar “FullView” yang hampir memenuhi seluruh bagian depan smartphone. Tak cuma itu, Vivo juga diprediksi akan membenamkan teknologi resolusi kamera depan yang lebih tinggi dari model terdahulu. Kedua teknologi akan membuat seri terbaru Vivo Smartphone diberitakan akan dijual dengan harga yang lebih mahal di pasar Smartphone Flagship Series Indonesia. Benarkah?

Keterangan sumber yang dirangkum dari para Tech & Gadget Reviewer seperti @gadgetins & @bangripiu pada hari Sabtu, 2 September 2017 menyebutkan bahwa Smartphone terbaru Vivo yang diberi nama atau V7+ ini akan hadir dengan kisaran harga antara 5 sampai 6 juta rupiah. Mengutip @gadgetins, “Update bocoran: Smartphone terbaru yg akan dikeluarin @vivo_indonesia bakal dipatok di sekitar Rp 5,5 juta, namanya V7 atau V7+. Fitur utamanya tentu aja layar bezel-less dengan yang disebut FullView Display dan kamera dengan resolusi di atas 20MP. Masih penasaran soal fingerprint di HP ini”

Harga jual smartphone terbaru Vivo ini bisa jadi dipengaruhi oleh teknologi layar kamera yang memang lebih canggih.  Pada seri terdahulu seperti Vivo V5Plus dan Vivo V5s, Smartphone Vivo hadir dengan home button di bagian bawah layar yang juga berfungsi sebagai fingerprint scanner. Jika konsep FullView benar akan dihadirkan, teknologi sidik jari pun tidak lagi hanya mengandalkan tombol fisik di layar.

Dengan hilangnya tombol fisik di layar, belum ada konfirmasi apakah Smartphone Vivo terbaru ini akan mulai menerapkan teknologi Under Display Fingerprint Sensor atau pemindai sidik jari di dalam layar seperti yang telah dipamerkan Vivo di MWC Juni lalu, ataukah pemindai utamanya dipindahkan di area lain smartphone? Kita tunggu saja informasi selanjutnya. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

UGM dan Infineon Kerja Sama Penelitian Kendaraan Listrik dan Energi Terbarukan

0

BALIPORTALNEWS.COM – Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Infineon sepakat menjalin kerja sama dalam bidang penelitian khususnya pengembanganelectronic power. Hal ini ditandai dengan peresmian Infineon-Gadjah Mada Research and Engginering Lab atau disebut dengan i-GREEN Lab  di Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik UGM, Senin (28/8/2017).

Persemian secara simbolis dengan penandatanganan plakat oleh Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono., M.Eng., D.Eng., dan Head Development Center Infineon, Tjia Jerome. Selain itu juga pemotongan tumpeng oleh Rektor UGM yang diberikan kepada Managing Director  Technologies Batam, Lee Chee Hong.

Dalam sambutannya Rektor menyampaikan kerja sama ini ditujukan untuk meningkatkan materi kurikulum di Departemen Teknik Elektro untuk mendidik ahli elektronika yang berkualitas di masa depan. Laboratorium i-GREEN ini digunakan untuk mendukung kegiatan penelitian mahasiswa program sarjana dan pascasarjana Fakultas Teknik di bidang elektronika daya terutama yang berfokus pada penelitian kendaraan listrik dan energi terbarukan.

“Keberadaan lab ini sangat mendukung dalam upaya memperkuat pendidikan khususnya untuk meningkatkan kapabilitas dan kompetensi mahasiswa di bidang elektronika,” kata Panut.

Panut berharap pengembangan kerja sama ini nantinya tidak hanya dapat meningkatkan keterampilan dan kompetensi mahasiswa bidang elektronika. Namun demikian juga dapat menghasilkan berbagai produk penelitian yang dapat dihilirkan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Plt. Dekan Fakultas Teknik UGM, Ir. Muhammad Waziz Wildan, M.Sc., Ph.D., menyebutkan hal senada. Pendirian laboratorium ini mendukung peningkatan pendidikan dan penelitian  di kampus . Selain itu juga sebagai wahana untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa

“Semoga kedepan kerja sama bsia terus diperkuat lagi,” harapnya.

Sementara itu, Head Development Center Infineon, Tjia Jerome menjelaskan kerja sama ini sebagai bentuk dukungan industri terhadap penguatan pendidikan dan riset di lingkungan perguruan tinggi terutama UGM. Dalam kerja sama ini Infineon akan mendanai pembangunan laboratorium i-GREEN, peralatan laboratorium, dan contoh produk yang dibutuhkan dalam proses pendidikan serta penelitian bidang elektronika daya. Penelitian bidang elektronika daya difokuskan pada pengembangan aplikasi kendaraan listrik, traksi, dan aplikasi industri generik serta area energi terbarukan seperti power inverter dan power stabilizer.

“Pendirian lab ini merupakan tindak lanjut dan realisasi MoU dengan UGM yang telah dilakukan dua tahun lalu,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu Tjia Jerome turut menyampaikan ucapan selamat kepada UGM yang berhasil menduduki peringkat teratas di Indonesia 2017. Capaian ini tidak dapat dilepaskan dari kemampuan UGM dalam menhasilkan berbagai macam penelitian yang dimanfaatkan masyarakat.

“Kami merasa sangat terhormat bisa bekerja sama dengan univeritas elit dan unggul. Semoga lab ini nantinya mampu memperkuat posisi UGM dan juga menghasilkan insyur  profesional serta berbagai terobosan baru yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia dan dunia,” paparnya. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Mahasiswa UGM Kembangkan Meteran Listrik Pintar

0

BALIPORTALNEWS.COM – Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengembangkan meteran listrik pintar. Alat tersebut dapat meminimalisir terjadinya mati listrik akibat hubungan singkat(korsleting) maupun beban berlebih.

Mereka adalah Oca Tantya Saputra, Damai Bela Nusantara, Muhammad Yasirroni, Dimas Pulung Herjuno, dan Aliefya Fadhila Ramadhani yang merupakan mahasiswa Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik. Kelimanya mengembangkan sebuah alat untuk meminimalisir mati listrik yang diberi nama SMART (Solusi Metering Adaptif untuk Rumah Tangga).

Oca menjelaskan SMART berfungsi sebagai komponen pelengkap meteran listrik PLN. Alat diletakkan di jaringan listrik rumah tangga untuk meminimalisir listrik padam akibat permasalahan dari sisi pelanggan.

“Ketika terjadi overload, maka listrik hanya padam pada peralatan yang kita pilih saja, misalnya pada AC. Begitu juga ketika terjadi short circuit, listrik hanya padam pada perlatan yang mengalami korsletting saja.” terangnya.

SMART didukung dengan aplikasi mobile yang mampu memonitor penggunaan daya listrik di suatu rumah. Aplikasi ini bekerja dengan konsep preventif dan responsif. Dalam upaya preventif, SMART akan memberikan pop up notifikasi yang akan muncul di smartphone pengguna apabila penggunaan daya sudah mencapai batas yang ditetapkan, misal 90% dari penggunaan daya total. Sementara, tindakan responsif dilakukan ketika overload sehingga SMART akan memilih piranti elektronis tertentu untuk dimatikan agar penggunaan daya tidak melebihi batas.

“Prinsip tersebut juga diterapkan untuk menanggulangi hubungan singkat yaitu listrik hanya padam pada perlatan yang mengalami korsletting saja,” ujarnya.

Selain dapat diaplikasikan di rumah tangga, SMART berpotensi untuk dikembangkan dan diaplikasikan pada industri. Apabila terjadi kelebihan beban pada industri, maka pemadaman hanya akan terjadi pada peralatan yang dipilih saja, sehingga mesin-mesin produksi tidak akan padam. Dengan demikian, jumlah produk yang cacat dapat berkurang dan waktu pelayanan menjadi lebih cepat.

Ditambahkan Oca, SMART juga memiliki potensi besar untuk mengatasi kekurangan daya listrik di Indonesia. Jika diterapkan secara masif, SMART dapat saling berkomunikasi dan membentuk komponen kota pintar (smart city). Nilai kerja pemutus SMART yang dapat diubah menggunakan remotedapat dimanfaatkan untuk mengakomodir daya. Misalnya, ketika terjadi kelebihan pada sisi pelanggan SMART tidak akan melakukan trip apabila trafo masih bekerja pada batas aman. Contoh lainnya pada saat terjadi kekurangan daya pembangkitan akibat bencana, SMART dapat mengganti pemadaman bergilir  dengan pembatasan daya langganan secara bergilir.

Meteran listrik pintar buatan mahasiswa UGM ini kedepan bisa menjadi solusi untuk meminimalisir mati listrik baik akibat kelebihan beban atapun hubungan singkat. Tidak hanya itu, alat ini berhasil mendapatkan dana hibah penelitian dari DIKTI dan berhasil melaju dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) di Makasar pada 23-28 Agustus 2017. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

BlindStick, Tongkat Canggih Untuk Tunanetra Karya Mahasiswa UGM

0

BALIPORTALNEWS.COM – Jumlah penyandang tunanetra setiap tahun terus meningkat. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat setidaknya ada 40 hingga 45 juta penderita kebutaan atau gangguan penglihatan. Sementara setiap tahunnya tidak kurang dari 7 juta orang mengalami kebutaan. Dari jumlah tersebut, kejadian kasus kebutaan hampir 90% terjadi di negara miskin.

Sebagian besar penyandang tunanetra memiliki kesulitan dalam menentukan arah jalan sehingga membutuhkan alat seperti tongkat untuk memudahkan mereka beraktivitas. Saat ini banyak dikembangkan berbagai alat berupa tongkat elektrik tunanetra yang bisa mendeteksi objek disekitar penyandang tunanetra dan akan memberi pemberitahuan berupa getaran atau bunyi. Namun begitu, alat yang ada  di pasaran masih kurang efektif. Pasalnya, penyandang tunanetra tidak tahu ke arah mana harus bergerak untuk menghindari benda yang ada, terlebih lagi mereka sering tersesat saat mengunjungi tempat yang baru dikenal atau asing baginya. Hal tersebut seringkali memunculkan khekhawatiran keluarga dan kebingungan mencari informasi tentang posisi tunanetra.

Kondisi ini menggerakkan lima mahasiswa UGM berinovasi membuat sebuah alat yang digunakan untuk membantu tunanetra dalam menentukan arah jalan. Mereka adalah Ivan Falahul Alam, Dwinta Andika, Rahmad Kurniawan, Fahrul Putra Pratama dan Novemia Rizca Setyani dari Program Studi Diploma Teknik Elektro SV UGM yang mengembangkan alat yang membantu penyandang tunanetra agar tidak tersesat sehingga dapat meningkatkan kemandirian penyandang tunanetra dalam beraktivitas. Alat yang diberi nama BlindStick dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa 2017 di bawah bimbingan Muhammad Arrofiq, S.T.,M.T.,Ph.D.

Novemia menyebutkan bahwa tongkat tunanetra pada umumnya hanya digunakan untuk mengetahui medan yang ada di sekitarnya.  Dengan mengetuk-ngetukan tongkat kedaerah sekitar maka penyandang tunanetra akan mengetahui adanya benda disekitarnya. Akan tetapi hal tersebut akan sangat berbahaya ketika penyandang tunanetra tidak mengetahui kemana mereka akan sampai dan lewat mana mereka akan pulang.

“Kami mengembangkan BlindStick yang dilengkapi teknologi berupa GPS dan kompas. Dengan demikian memiliki kemampuan untuk membantu tunanetra untuk sampai pada tujuan,” jelasnya, Jumat (18/8/2017) di UGM.

BlindStick memiliki dua komponen utama. Pertama, receiver yang berupa microphone dan earphone. Kedua, transimitter berupa tongkat yang dilengkapi dengan GPS, kompas, dan roda untuk membantu penyandang tunanetra menuju tempat tujuan.

Alat ini telah diuji coba oleh beberapa penyandang tunanetra dari Yaketunis. Kehadiran BlindStick mendapatkan respon positif dari para penyandang tunanetra di yayasan tersebut.

“Alat ini sangat membantu menuntun saya sampai pada tempat tujuan,” kata Akbar, salah satu penyandang tunanetra Yaketunis. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Hikvision Memperkenalkan Solusi Keamanan dan Pengawasan di Sektor Pariwisata

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Hikvision, pemimpin kelas dunia untuk produk dan solusi inovatif video pengawasan bekerja sama dengan Seagate, dan salah satu partnernya ACS Group memperkenalkan Solusi keamanan dan pengawasan di bidang perhotelan, Sabtu (12/8/2017) di Sector Bar & Restaurant.

Marketing Manager Hikvison, Indah Rosa Sitepu mengatakan keamanan dan kenyamanan merupakan syarat mutlak untuk sektor pariwisata sehingga pelancong bisa berlibur dengan tenang.

Selain bekerja sama dengan ACS Group selaku reseller Teknologi & Informasi (TI) dan Seagate acara tersebut juga dihadiri oleh Tenaga IT Profesional di Bali yang sebagian besar bekerja di sektor pariwisata.

Lebih lanjut dikatakan Indah Rosa, tujuan utama dari Hikvision adalah menambahkan tingkat keamanan di sektor pariwisata di Bali.

Untuk itu Hikvision membeberkan solusi apa saja dari Hikvision yang bisa diterapkan pada sektor Pariwisata, seperti :

  • Face Recognition (Pengenalan Wajah), Tidak sekedar bisa memantau, dengan teknologi pengenalan wajah dari Hikvision, kamera dapat mengenal wajah secara akurat, dan menangkap gambaran wajah secara jelas dan sekaligus memicu alarm, bila wajah yang dipantau merupakan blacklist.
  • License Plate Reconition (Pengenalan Plat Kendaraan), Solusi Pengenalan plat kendaraan ini sangatlah cocok untuk kebutuhan manajemen parkir kendaraan. Dengan kemampuan membaca plat kendaraan, solusi ini mempermudah pihak manajemen mencatat secara otomatis plat nomer kendaraan yang masuk, beserta dengan waktunya. Dapat juga mem-blacklist plat nomer tertentu dilengkapi dengan pemicu alarm. Dengan smart search dan Smart back up memudahkan untuk investigasi bila terjadi suatu perkara di wilayah parkir.
  • Under Vehicle Screening Sytem (Pengamanan Bawah Kendaraan), Setiap tempat umum, seperti hotel, gedung perkantoran melakukan memeriksaan kendaraan, baik di bagian bawah kendaraan. Dengan solusi pemindai dari Hikvision, dapat menangkap gambar dari bawah kendaraan. “Ini sangatlah membantu untuk pemeriksaan lebih cepat dan akurat.” Ujar Robert Ridwan, Sales Manager Hikvision Indonesia

Selain tiga solusi di atas Hikvision juga menjelaskan Solusi Panovie Multi lens Camera, Smart analytic Camera, Central Monitoring & Central Storage System, access Control dan juga Video Intercom. Yang akan menjadi pilihan solusi untuk industri pariwisata di Bali. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Tim UGM Siap Melaju Dalam Final Finhakcs 2017

0

BALIPORTALNEWS.COM – Tim mahasiswa UGM berhasil meraih juara 1 dalam Mini Financial Hackathon (Mini Finhacks) 2017 yang diselenggarakan Bank Central Asia di Yogyakarta belum lama ini. Atas prestasi tersebut tim UGM berhak melaju dalam gelaran final Finhacks 2017, pada 26-27 Agustus 2017 mendatang di Bogor.

Sebelumnya, tim UGM yang beranggotakan tiga mahasiswa Teknologi Informasi Fakultas Teknik UGM yaitu Shodiq Jati Premono, Yosef Brian Yudhalaksana, dan Luthfan Nur Ubai harus berkompetisi dengan 20 tim lain di Yogyakarta. Dalam Mini Finhacks seleuruh peserta diminta melakukan sprint coding atau balapan coding sengan cepat.

“Pada Mini Finhacks kemarin kami ditantang membuat kode sederhana dan membuat aplikasi untuk mencari ATM dan bank BCA terdekat lalu menunjukkan arah untuk menuju ke lokasi,” kata Shodiq.

Shodiq menjelaskan timnya memilih platform mobile dengan membuat aplikasi mobile pada operating system android untuk menyelesaikan tantangan tersebut. Setelah sprint coding, lima tim terbaik mempresentasikan hasil penyelesaian tantangan tersebut di hadapan dewan juri.

“Bersyukur tim UGM terpilih sebagai juara dan akan maju ke Finhacks di Jakarta. Mohon dukungan dan doa agar kami bisa sukses nantinya,” ujarnya.

Finhacks 2017 merupakan sebuah kompetisi tahunan yang digelar BCA sebagai upaya merangkul para developer danpraktisi TI untuk berkolaborasi dan berlomba menghasilkan suatu inovasi. Tahun ini mengusung konsep Codescape, para peserta ditantang dapat mengembangkan teknologi yang mampu mendukung layanan perbankan menjadi lebih mudah, aman dan menyenangankan bagi para nasabah. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Glucosaga, Alat Ukur Kadar Gula Darah Tanpa Jarum Suntik

0

BALIPORTALNEWS.COM – Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi persoalan kesehatan serius di berbagai belahan dunia. Bahkan penyakit akibat peningkatan kadar gula dalam dar ini diperkirakan akan menjadi penyebab kematian tertinggi ke tujuh di dunia pada tahun 2030 mendatang.

Meskipun tidak dapat disembuhkan, namun diabetes merupakan penyakit yang dapat dikendalikan dengan menjalani pola hidup sehat. Selain itu pemeriksaan secara rutin kadar gula darah penting dilakukan bagi penderita diabetes. Sayangnya, untuk memantau kadar gula dalam darah para diabetasi saat ini tergolong rumit. Pasalnya pemeriksaan kadar gula darah masih membutuhkan tindakan invasif dengan jarum suntik untuk mengambil sampel darah pasien.

Kondisi ini mendorong lima mahasiswa UGM untuk membuat alat ukur kadar gula darah atau glukometer non invasif yang diberi nama Glucosaga. Mereka adalah Ayu Rahmawati Kautsar Dieni dari Prodi Teknologi Informasi, Nurul Fajriati Setyaningrum dan Atika Nurul Haniyyah dari Prodi Gizi Kesehatan, serta Abdullah Ibnu Hasan dan Ardi Yusri Hilmi dari Prodi Elektronika dan Instrumentasi. Kelimanya  mengembangkan alat dengan bantuan dana hibah DIKTI yang dikemas dalam Program Kreativitas Mahasiswa 2017 dan berhasil lolos melaju pada PIMNAS 2017 di Makasar .

Nurul menyebutkan bahwa glukometer yang ada di pasaran umumnya terdiri dari beberapa komponen yang maha. Beberapa diantaranya jarum lancet, lancet device, strip glukosa darah, dan alat glukometer. Pengukuran diawali dengan tindakan invasive berupa penusukan jarum lancet ke jari pasien untuk mengambil sampel darah.

“Terkadang penusukan jarum ke jari pasien memerlukan banyak pengulangan karena sampel darah yang kurang,” ujarnya, Rabu (2/8/2017) di UGM.

Alat yang mereka kembangkan memiliki prosedur penggunaan alat yang cukup sederhana. Langkah pertama, meletakkan sensor pada telinga bagian bawah kemudian menekan tombol start. Selanjutnya, akan langsung dapat terlihat hasil pembacaan kadar glukosa darah yang ditampilkan pada layar LCD.

Ayu menambahkan bahwa alat ini juga dilengkapi dengan aplikasi smartphone Glucosaga yang dapat membantu penderita dalam mengetahui riwayat perjalanan penyakit diabetesnya. Data hasil pembacaan kadar glukosa darah dapat dikirim dan disimpan secara berkala pada aplikasi.

Aplikasi Glucosaga juga memiliki fitur-fitur yang dapat membantu pengguna dalam mengatur gaya hidupnya yakni SagaDiary, Reminder, dan Activity Track. SagaDiary digunakan untuk melihat riwayat dari kadar glukosa darah dan riwayat konsumsi kalori maksimal per hari. Reminder berfungsi sebagai pengingat untuk beberapa aktivitas tertentu seperti minum obat, olahraga, dan sebagainya. Sedangkan Activity Track adalah fasilitas untuk menulis segala aktivitas yang dilakukan.

“Kami berharap dapat berpartisipasi aktif dalam mendukung Indonesia lebih mandiri dalam memproduksi alat kesehatan. Untuk saat ini kami masih dalam tahap riset dan pengembangan sehingga bisa masuk ke tahap produksi,”pungkasnya. CP : 0896-7430-5995 (IBNU). (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :