28 C
Denpasar
Rabu, 21 November 2018

UGM Juara 3 Kompetisi Pesawat Tanpa Awak Internasional

BALIPORTALNEWS.COM – Pesawat tanpa awak UGM sukses berlaga dalam ajang Unamenned Aerial Vehicle (UAV) Turkey Competition  2017 yang diselenggaarakan di Turkish Aircraft Industries Corporation (TUSAS) Kahramankazan, Ankara, Turki. Pesawat rakitan tim Gamaforce UGM berhasil menyabet juara tiga dalam kompetisi pesawat tanpa awak tersebut.

Kompetisi yang diadakan pada 13-16 Juli tersebut merupakan kontes pesawat tanpa awak yang diikuti oleh tim-tim tangguh dari berbagai negara di dunia. Setidaknya ada 400 tim yang mengikuti kompetisi ini dari berbagai penjuru dunia. Tim Gamaforce merupakan satu-satunya tim dari Indonesia yang sukses melenggang hingga tahap akhir yang berkesempatan menunjukkan kehandalan pesawat rakitannya secara langsung di Turki berkompetisi dengan 96 tim lainnya.

Pesawat tanpa awak buatan tim Gamaforce UGM ini diberinama Rasayana. Dalam kontes ini, Rasayana bertanding dalam kategori fixed wing.

“Alhamdulillah setelah perjuangan panjang kami bisa mempersembahkan juara 3 dalam kontes robot internasional ini. Bangga bisa mengharumnkan UGM dan Indonesia di kancah internasional,” tutur Ketua umum Tim Gamaforce UGM, Rifyal Garda saat dihubungi, Selasa (18/7/2017) baru saja mendarat di Jakarta.

Pesawat Rasayana memiliki kemampuan jelajah yang luas hingga 100 kilometer dan mempunyai kekuatan terbang sampai 10 menit di udara. Terbang dengan kendali jarak jauh menggunakan remot kontrol. Dilengkapi pula dengan GPS dan mampu memberikan citra dari suatu matrik warna.

Dosen pembimbing Gamaforce Dr. Gesang Nugroho mengatakan bahwa prestasi yang diperoleh tim Gamaforce UGM tidaklah datang dengan sendirinya. Capaian ini berhasil diraih dengan perjuangan, kerja keras, dan dukungan dari berbagai pihak.

“Terima kasih atas dukungan dan doa untuk tim Gamaforce UGM. Terus berkarya, jayalah UGM, jayalah Indonesia,” tuturnya. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Mahasiswa UGM Mengembangkan Aplikasi yang Menghubungkan Koas Dengan Pasien Gigi

BALIPORTALNEWS.COM – Tujuh mahasiswa UGM berhasil mengembangkan terobosan baru yang memfasilitasi mahasiswa kedokteran gigi profesi  atau ko-asistensi (koas) dengan pasien untuk bertemu di dunia maya sesuai kebutuhan dan jadwal perawatan keduanya. Aplikasi bernama COASS ini berhasil menjadi jawara dalam ASEAN Business Model Competition 2017 dan akan mewakili ASEAN di International Business Model Competition di Amerika pada bulan Mei mendatang.

 “COASS merupakan platform yang menghubungkan mahasiswa kedokteran gigi yang tengah mengambil pendidikan profesi dengan pasien gigi,”kata Arief Faqihudin, Ketua tim COASS, Jumat (24/3/2017) di Fortakgama UGM.

Arief menyebutkan dengan aplikasi COASS,  koas dan pasien dapat saling terhubung. Pasien dapat mengakses laman COASS.id dan login terlebih dahulu untuk bisa berkonsultasi secara gratis dan melakukan perawatan lanjutan. Setelah kasus terverifikasi maka akan muncul data pasien berupa jenis penyakit/kasus,jenis kelamin, dan usia. Selanjutnya, koass akan memilih pasien sesuai dengan kasus yang dijadwalkan dalam pendidikan profesi dokter gigi.

Pengembangan aplikasi ini dimulai sejak awal Januari 2017 lalu. Dilakukan bersama dengan Silva Meliana dan Ratihana Nurul  dari FKG serta Ilham Imaduddin, Damar Adi Prabowo, Ahmad Shalahuddin, Andhika Kurnia Harryajie dari FMIPA.

“Saat mulai membuka user pada awal Maret 2017 kemarin sudah lebih dari 100 koass dan 600 pasien yang melakukan input data. Bahkan saat ini sudah ada 2.000 kasus yang berhasil ditangani,”jelas mahasiswa Fakultas Teknik ini.

Meskipun perawatan dilakukan oleh koass, kualitasnya tidak usah diragukan. Pasalnya, praktik koas dipantau langsung oleh dokter gigi profesional sehingga kualitas dapat dipertanggungjawabkan.

“Biaya perawatan jauh lebih murah hingga 50-80%  dibanding dokter gigi, tetapi kualitas tetap terjamin karena semua tahapan perawatan yang dilakukan koas terus dipantau dokter gigi profesional,” ungkapnya.

Silva menambahkan pengembangan apilkasi ini berawal dari keprihatinanya akan minimnya jumlah dokter gigi di Indonesia. Jumlah dokter gigi di Indonesia masih berada di bawah rasio ideal WHO. Menurut WHO, rasio ideal jumlah dokter gigi dengan penduduk yaitu 1:2.000, sedangkan keberadaan dokter gigi  dibandingjumlah penduduk Indonesia 1:22.000. Sementara setiap tahun hanya ada tambahan sekitar 600 dokter gigi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

“Lambatnya perguruan tinggi menghasilkan lulusan dokter gigi salah satunya karena keterlambatan dalam pendidikan profesi dokter gigi. Normalnya pendidikan profesi ditumpuh 1,5-2 tahun, tetapi hampir 50% mahasiswa menempuh pendidikan ini lebih lama,” ucapnya.

Persoalan sulitnya mahasiswa koas mendapatkan profil pasien yang tepat sesuai kebutuhan menjadi salah satu faktor utama lambatnya pendidikan profesi ini. Ditambah dengan masalah jadwal koas yang tidak sesuai dengan jadwal pemeriksaan pasien. Sementara koass dibatasi oleh waktu.

“Harapannya dengan aplikasi ini memberikan kemudahan bagi koass dan pasien serta mengatasi lambatnya pendidikan profesi dokter gigi karena ketidaksesuaian jadwal keduanya,”harapnya.

COASS.id mengakomodasi koass dari Fakultas Kedokteran Gigi UGM, namun kedepan juga akan disediakan ruang bagi mahasiswa koas dari universitas lainnya di Indonesia. Saat ini menggandeng Rumah Sakit Gigi dalam melaksanakan perawatan pasien. Selain itu juga bekerjasama dengan Rumah Zakat dalam penyediaan ambulans untuk mobilitas pasien.

“Nantinya kami juga akan mengembangkan aplikasi ini agar bisa diakses melalui smartphone guna memudahkan akses para pasien,” pungkasnya. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

ALMINO, Teknologi Pemacu Produksi Mikroalga Sebagai Sumber Bioenergi

BALIPORTALNEWS.COM – Konsumsi energi menggunakan sumber energi fosil hingga saat ini masih tinggi. BP Global tahun 2016 mencatat konsumsi energi primer global meningkat sebesar 1% di tahun 2015. Penggunaan minyak bumi masih menjadi bahan bakar utama sebesar 32,9% dari total konsumsi energi global. Setiap harinya konsumsi minyak bumi global mencapi 1,9 juta per barel.

Ketergantungan duni terhadap penggunaan sumber energi fosil ini menimbulkan dampak bagi lingkungan. US Energi Information Administration (EIA) 2017 menungkapkan pemakaian bahan bakar fosil akan meningkatan emisi beberapa polutan ke udara seperti SO2, NOx, dan CO2.

Fenomena ini mendorong lima mahasiswa UGM mengembangkan inovasi di bidang teknologi untuk meminimalisir dampak lingkungan sekaligus krisis energi akibat penggunaan energi fosil. Mereka mengembangkan sebuah alat berupa microbubble generator untuk meningkatkan produktivitas tanaman mikroalga yang potensial dimanfaatkan sebagai bioenergi.

Kelimanya adalah Bagas Alqadri, Syahirul Alim Ritonga, Levina Ariesta Mayasari, dan  Arief Faqihudin dari Teknik Mesin serta Lathifah Zahra dari Fakultas Biologi. Teknologi tersebut juga berhasil meraih Merit Award dalam Energy innovation Challenge 2017. Dalam kompetisi yang digelar di Suntec Exhibition, Singapura pada 19-21 Juli kemarin tim ini berhasil masuk dalam posisi 6 besar dunia. Kompetisi diikuti puluhan tim dari berbagai perguruan tinggi di dunia.

 Bagas menjelaskan bahwa mikroalga memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan sebagai sumber bioenergi. Sayangnya, produktivitas mikroalga yang dibudidayakan petani ganggang masih tergolong rendah. Hal ini dikarenakan dalam budidaya masih menggunakan metode tradisional dan membutuhkan lahan yang luas. Cara-cara budidaya seperti ini belum mampu menghasilkan mikroalga yang dapat berkembang dengan cepat dan jumlah yang banyak.

“Karenanya kami membuat alat yang dapat mendorong peningkatan pertumbuhan mikroalga dengan cepat,” ungkapnya, Selasa (25/7/2017) di Fakultas Teknik UGM.

Alat yang dimaksud adalah teknologi microbubble generator yang diberinama “ALMINO”. Teknologi ini membantu dalam mengoptimalkan perumbuhan mikroalga sebagai sumber bioenergi yang menjanjikan di masa depan. Tidak hanya itu, teknologi ini juga dapat berkontribusi dalam upaya meredam efek pemanasan global  dengan menangkap karbondioksida (CO2) di udara untuk digunakan sebagai bahan fotosintesis mikroalga.

“Dengan teknologi ini mampu meningkatkan distribusi jumlah CO2 terlarut dalam air karena menghasilkan ukuran gelembung yang lebih kecil dibandingkan ukuran gelembung dari aerator biasa,” terangnya.

Microbubble generator ini memecah ukuran partikel CO2 menjadi ukuran mikro. Ukuran yang lebih kecil ini menjadikan CO2 lebih mudah diserap oleh mikroalga.Dari hasil pengamatan langsung, kolam budidaya mikroalga yang dipasangi microbubble generator menunjukkan perkembangan yang lebih bagus dibanding kolam yang dipasangi aerator biasa.

“Warna mikro alga lebih hijau, ini menunjukkan perkembangan yang jauh lebih baik,” ujarnya.

Arief Faqihudin menambahkan selain dapat meningkatkan jumlah CO2 terlarut dalam air , teknologi ini juga mampu mendistribusikan partikel CO2 hingga ke dasar kolam. Disamping hal tersebut juga mampu menekan jumlah CO2 di alam.

“CO2 di alam ditangkap oleh penangkan CO2 untuk dimasukkan ke dalam miccrobubble genarator.  Selanjutnya CO2 dipecah menjadi partikel berukuran mikro untuk disemprotkan ke kolam bersama air,” paparnya.

ALMINO dikembangkan dalam rangkaian yang terolong sederhana. Memiliki dua komponen utama yaitu microbubble generator dan penjernih air. Dibuat menjadi instalasi dengan pompa dan selang. Dalam pengembangan instalasi ini menghabiskan biaya sekitar Rp. 1,5 juta rupiah.

“Alat ini  mudah digunakan, mudah diaplikasikan, serta mudah dalam perawatannya,” tuturnya.

ALMINO merupakan inovasi yang tak hanya mampu membantu meningkatkan produktivitas mikro alga yang potensial menjadi sumber energi masa depan. Keunggulan lain mampu menurunkan efek pemanasan global. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Bulan Juli, Badung Terapkan Absensi Online

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Dalam rangka meningkatkan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Badung serta untuk implementasi E-Goverment di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung melalui penerapan E-Kinerja, Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Badung menggelar sosialisasi tentang Implementasi  Teknis Absen Sidik Jari, Kamis (26/4/2018) di Ruang pertemuan Kantor BKPSDM Badung.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Badung I Wayan Weda Darmaja, Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) I Gede Wijaya, Sekretaris Kominfo A.A. Arimayun serta perwakilan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Badung I Wayan  Weda Darmaja  mengatakan  kegiatan sosialisasi  ini selain untuk meningkatkan disiplin ASN juga sebagai salah satu parameter kinerja ASN di Badung.

“Perlu dibangun sistem informasi absensi online di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung dimana dengan basis absensi online ini dapat sebagai dasar pengeluaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) di Kabupaten Badung. Untuk itu perangkat daerah dapat membantu menentukan  lokasi dimana penempatan peralatan absensi online,” papar Weda.

Lebih lanjut Weda mengatakan paling lambat bulan Juli 2018  sistim absensi  online ini sudah bisa berjalan  di semua Perangkat daerah di Kabupaten Badung. “Kami sudah siapkan 488 peralatan pendukung absensi online ini yang akan ditempatkan di seluruh perangkat daerah di Kabupaten Badung termasuk di Unit Pelayanan Terpadu (UPT), sekolah dari TK sampai SMP. Peralatan ini terdiri dari  satu set perangkat menejemen Absensi yang terdiri dari PC , Switch dan Finger Spot,” lanjut nya.

Sementara itu Kepala Badan BKPSDM Kabupaten Badung I Gede Wijaya   menyambut baik pemasangan sistem informasi absensi online di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung.

“Alat absensi yang sudah ada tentu memiliki kelemahan seperti bisa direkayasa oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Jadi penggunaan Absensi online ini adalah keputusan tepat yang harus dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Badung sehingga dapat meminimalkan terjadinya rekayasa absen. Tetapi secanggih apapun alat tersebut tentu juga memiliki kekurangan atau kelemahan untuk itu mari kita  tingkatkan komitmen disiplin kita bukan merekayasa absen,” ajaknya. (humas-badung/bpn)

Huawei Hadirkan Platform Infrastruktur yang Siap untuk Dukung Transformasi Keuangan Digital bagi Sektor Perbankan di Indonesia

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Transaksi jual-beli telah melalui proses evolusi yang panjang, dimulai dari sistem barter, menjadi sistem uang, dan sekarang dengan cepat telah memasuki masa pembayaran digital, yang memberikan kemudahan dan kenyamanan.

Dengan populasi lebih dari 260 juta orang (terbesar ke-4 di Asia Tenggara), Indonesia termasuk negara dengan pertumbuhan pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara, didukung dengan tren pembayaran digital/non-tunai (cashless payment) dengan nilai transaksi lebih dari USD 18.611 juta di tahun 2017 dan diprediksi akan mencapai USD 36.607 juta di tahun 2021.

Di saat yang bersamaan, terdapat 280 juta koneksi telepon genggam, yang dimiliki oleh lebih dari 80% jumlah populasi di Indonesia. Akan tetapi, hanya 143 juta penduduk yang memiliki kartu debit dengan 117 juta penduduk lainnya yang belum memiliki rekening bank (unbanked people). Di antara 117 juta penduduk ini, terdapat 100 juta penduduk yang memiliki telepon genggam. Hal ini menandakan bahwa masih besarnya jumlah populasi penduduk Indonesia yang memiliki telepon genggam namun tidak memiliki rekening bank.

Saat ini, pemerintah Indonesia secara terus-menerus fokus untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi digital di Asia Tenggara pada tahun 2020. Melalui program Gerbang Pembayaran Nasional (GPN), transaksi non-tunai akan menjadi pilihan yang tepat untuk transparansi dan perhitungan pajak yang lebih baik.

Disamping itu, terdapat beberapa keuntungan utama dengan diterapkannya transaksi non-tunai, seperti transaksi yang lebih aman, mengurangi risiko penggunaan tunai, biaya penggunaan yang rendah, kemudahan penggunaan dan efisiensi, mendukung regulasi finansial, serta risiko yang lebih rendah terhadap praktik penipuan dan pencucian uang.

Menjawab kebutuhan tersebut, platform infrastruktur yang disediakan oleh Huawei menjadi solusi yang sempurna dan dapat mendukung industri perbankan di Indonesia di era digital ini, sehingga memungkinkan bank untuk mengakomodir perubahan tren dan kebutuhan nasabah, dan disaat yang bersamaan meningkatkan kualitas layanan bank untuk jangka panjang.

Hingga saat ini, solusi infrastruktur Huawei telah digunakan oleh bank-bank terkemuka di Indonesia, terutama untuk komputasi awan, Big Data, server, jaringan, dan alat penyimpanan, untuk memperkuat infrastruktur perbankan. Huawei menyediakan platform infrastruktur yang tangguh dan handal untuk mendukung transformasi digital bank yang dapat menyediakan pembayaran digital bagi para nasabah.

Melalui kolaborasi yang bersifat saling menguntungkan antara Huawei dengan pelanggan serta para mitra, Huawei menyediakan platform layanan finansial dengan standar dan praktik global bersama dengan para pakar di dunia untuk industri ini.(r/bpn)

Mahasiswa UGM Kembangkan Gamelan Untuk Tuna Netra

BALIPORTALNEWS.COM – Lima mahasiswa UGM mengembangkan gamelan untuk penyandang tunanetra. Gamelan yang diberinama E-Gamatuna ini dapat membantu tunanetra dalam memainkan gamela.

Mereka adalah Fadil Fajeri (SV, Teknik Elektro), Dinar Sakti Candra Ningrum (SV, Elins), Muhammad Ali Irham (SV, Elins), Sapnah Rahmawati (SV, Ekonomi Terapan), dan Musfira Muslihat (Psikologi). Kelimanya mengembangkan gamelan dibimbing oleh Ma’un Budiyanto, S.T., M.T. , melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) UGM 2017.

Ketua pengembang E-Gamatuna, Fadil mengungkapkan pengembangan E-Gamatuna sebagai media untuk meningkatkan eksistensi gamelan di masyarakat termasuk kalangan difabel seperti tunanetra. Dengan alat yang dikembangkan diharapkan dapat memudahkan tuanantera dalam memainkan gamelan.

“Butuh pembelajaran ekstra bagi tunanetra untuk bisa menggunakan gamelan. Namun dengan E-Gamatuan ini bisa mengurangi kesulitan penyandang tunanetra untuk belajar dan memainkan gamelan denganlebih praktis,” paparnya, Senin (5/6/2017) saat bincang-bincang dengan wartawan di Ruang Fortakgama UGM.

Fadil menyebutkan E-Gamatuna tersusun dari dua bagian utama yaitu hardware dan software. Dilengkapi dengan sensor finger touch yang terbuat dari alumunium foil untuk memudahkan tunanetra dalam memainkan gamelan.

“Ada sensor finger touch yang jika disentuh ke grounding akan mengirimkan data ke mikrokomputer dan data yang telah diproses dikirim ke software menjadi sebuah nada,” tuturnya.

Sensor nada ini dipasangkan di  tujuh jari tangan yaitu 4 jari kiri dan 3 jari kanan. Mampu mengeluarkan nada dengan notasi kepatihan. Notasi kepatihan ini merupakan notasi angka dalam bahasa jawa, yaitu ji, ro, lu, pat, mo, nem, pi.

Sapnah menjelaskan saat ini E-Gamatuna masih berupa prototipe dengan isntrumen saron. Namun kedepan akan dikembangkan instrumen lainnya seperti demung dan peking.

Pengembangan alat ini ini tidak hanya membantu penyandang tunanetra memainkan gamelan. Namun demikian, juga semakin memperluas upaya promosi kebudayaan tradisional Indonesia.

“Dengan adanya E-gamatuna diharapkan tuna netra dapat ikut serta berkontribusi dalam mempromosikan budaya Indonesia,” ujarnya. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Pangelaran DTIK Festival 2017, Arus Lalu Lintas di Kawasan Lumintang Dialihkan

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Terkait akan digelarnya  Denpasar Teknologi Informasi dan Komunikasi (DTIK) Festival pada 30 November – 3 Desember 2017 mendatang, mulai hari Senin (27/11) sejumlah ruas jalan di kawasan Lumintang akan dialihkan. Hal ini dikatakan Kadis Kominfo Kota Denpasar Dewa Made Agung saat ditemui di Denpasar pada Senin (27/11/2017).

Penutupan dan pengalihan sejumlah ruas jalan di kawasan Lumintang ini kata Dewa Agung untuk menghindari kemacetan dan penumpukan kendaraan di satu titik ruas jalan. Pengalihan dan Penutupan jalan di kawasan Lumintang meliputi, Jalan Mulawarman di tutup total mulai dimulai dari tanggal 27 Oktober 2016 Pukul 17.00 Wita, dibuka kembali pada tanggal 4 Desember 2017.

Bagi pengendara kendaraan bermotor dari arah Gatot Subroto timur menuju Jalan Ahmad Yani yang melewati Jalan Mulawarman, bisa mencari jalan alternatif menuju Jalan Majapahit,  Ahmad Yani atau Jalan Majapahit, Jalan Daha, Jalan Mulawarman, dan Jalan Ahmad Yani. Pengendara dari Jalan Ahmad Yani menuju Jalan Mulawarman sebelah Utara hanya diperbolehkan bagi penduduk setempat.

Dengan adanya penutupan dan pengalihan arus jalan ini Dewa Agung menyampaikan agar warga masyarakat dapat mencari jalan alternative dan mohon maklum atas pengalihan arus lalu lintas ini.

Dewa Agung menambahkan  DTIK Festival tahun ini merupakan yang ke lima kalinya di selenggarakan sebagai kegiatan Pra Event dari acara Denpasar Festival 2017 mendatang. Ada berbagai penemuan teknologi informasi terbaru juga akan ditampilkan.

“Demi kenyamanan masyarakat serta terlaksananya kegiatan dengan baik, pihaknya berharap masyarakat dapat mematuhi serta ikut serta mensupport kegiatan ini,” ujar Dewa Made Agung. (eka/humasdps/bpn)

DTIK Festival, Rai Mantra Jadikan Ajang Menunjukkan Perkembangan TIK Denpasar

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Teknologi dan Komunikai (DTIK) Festival menjadi ajang tahunan Pemkot Denpasar. Berbagai pameran Teknologi Informasi dari kalangan universitas, dan komunitas  dapat dilihat diajang DTIK Festival.

Berlangsung selama empat hari dari tanggal 30 Nopember hingga 3 Desember dibuka secara resmi Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra, Kamis (30/11/2017) di Lapangan Lumintang Denpasar. Tampak pula kegiatan ini dihadiri Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede bersama Wakil Ketua Wayan Mariyana Wandhira, serta pimpina OPD Pemkot Denpasar.

Memasuki kawasan Lumintang Denpasar kita dapat melihat booth besar bertuliskan DTIK Festival dihiyasi lampu dan kain warna-warni. Deretan stand pameran Teknologi Informasi dan kawasan kuliner Food Truk Denpasar dapat dijumpai selama empat hari penuh. Apresiasi kepada insan kreatif Kota Denpasar juga diisi dalam acara pembukaan DTIK Festival. Para pemenang lomba foto dan vlog Joyful Denpasar diserahkan Walikota Rai Mantra.

“DTIK Festival sebagai ajang tiap tahun agar masyarakat mengetahui perkembangan tentang masalah digitalisasi dan teknologi tepat guna, edukasi, dan kegunaan teknologi di Kota Denpasar,” ujar Rai Mantra.

Lebih lanjut dikatakan Teknologi Informasi dan teknologi tepat guna dengan edukasinya dapat memudahkan masyarakat dalam beraktifitas dan pemerintah dalam memberikan pelayanan. Sehingga dalam DTIK Festival ini para insan Teknologi Informasi Denpasar memperkenalkan berbagai keunggulan teknologi yang telah dikembangkan.

Seperti teknologi Green Waste Underground atau tempat sampah yang ditanam. Hal ini menurut Rai Mantra akan telah diuji coba dibeberapa TPS dan akan diuji coba juga tahun depan di Lapangan Puputan Badung. Diharapkan dari langkah ini dapat melakukan penataan pengelolaan sampah, serta diharapkan dapat lebih rapi.

Sementara Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Denpasar I Dewa Made Agung didampingi Ketua Panitia DTIK Festival Dewa Gede Rai mengatakan DTIK Festival tahun ini mengusung tema Think Smart. Tema ini diharapkan dapat tercipta pengguna-pengguna teknologi yang semakin cerdas.

Dari Think Samrt juga diharapkan mampu menciptakan Smart Peopleyakni orang-orang cerdas dalam pemanfaatan teknologi, sehingga mampu mengantarkan Kota Denpasar menuju Smart City yaitu kota yang cerdas dalam penggunaan teknologi. Kegiatan di DTIK Festival menyasar anak-anak sekolah, karena hal ini disadari anak-anak sekolah lebih banyak bersentuhan langsung dengan teknologi. Sementara peserta pameran diikuti seluruh stakeholder dibidang IT seperti perusahaan yang bergerak dibidang IT, perguruan tinggi. Sekolah-sekolah bidang IT, relawan IT serta komunitas IT.

Disamping itu peserta yang berpartisipasi meliputi siswa sekolah, universitas dan komunitas berjumlah 20 booth dengan lokasi di Jl. Mulawarman. Disamping berpameran, DTIK Festival juga menyelenggarakan kuliner dan Food TRUCK menyajikan masakan khas Bali menggandeng kelompok kuliner Denpasar.

Workshop dan seminar juga akan diisi dalam bidang IT yang didukung penuh oleh Tim TANYADev Bali, STD Bali, dan dari Bamboomedia dengan materi diantaranya seminar aplikasi Web ReactJS, Seminar POP UP YOUR Store dan Workshop Aplikasi Online to offline untuk hotel dan restoran. Kegiatan perlombaan diisi dengan lomba mewarnai Sekolah Dasar dan Lomba Foto Instagram. (pur/humas-dps/bpn)

Vivo Pastikan Bawa V7+ di Indonesia

BALIPORTALNEWS.COM – Setelah serangkaian rumor mengenai produk terbarunya, Vivo Smartphone akhirnya mengkonfirmasi hadirnya V7+ di Indonesia. Melalui postingan di akun media sosial Instagram & Facebook Vivo Mobile Indonesia, nama Vivo V7+ resmi diumumkan sebagai flagship terbaru Vivo V-Series di Indonesia.

Menanggapi berita tersebut, Edy Kusuma selaku Brand Manager PT Vivo Mobile Indonesia menyatakani, “Rumor bahwa Vivo Smartphone akan meluncurkan V7+ di Indonesia itu adalah benar. Ini momentum yang tepat untuk kembali memperkenalkan teknologi dan inovasi terbaru Vivo bagi konsumen Indonesia. Kami dapat pastikan Vivo V7+ akan hadir dengan teknologi lebih tinggi”.

Vivo V7+ hadir dengan keunggulan selfie camera beresolusi tinggi dan tampilan layar bezel-less. Edy mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari kedepan Vivo siap memberikan lebih banyak detail & kejutan terkait Vivo V7+. “Konfirmasi teknologi pada Vivo V7+ juga akan diumumkan di akun resmi Vivo beberapa hari kedepan, tunggu saja” ungkap Edy. Pada saat diminta keterangan mengenai kapan tanggal peluncuran V7+ di Indonesia, Edy belum memberikan konfirmasi tambahan. “Itu kejutan, tunggu ya” pungkasnya menutup pembicaraan. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
11PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
83PengikutMengikuti
23PelangganBerlangganan