Sabtu, 18 Agustus 2018

AUTOPLASBIN, Inovasi Tempat Sampah Bakar dan Potong Otomatis Karya Mahasiswa UGM

BALIPORTALNEWS.COM – Persoalan sampah plastik bukanlah hal baru dan belum terselesaikan hingga kini. Bahkan jumlahnya cenderung meningkat dari waktu ke waktu.

Kenyataan tersebut mendorong tiga mahasiswa UGM berinovasi menciptakan tempat sampah pembakar dan pemotong otomatis. Alat dirancang untuk membantu mengurangi jumlah sampah plastik dan styrofoam.

Alat yang dinamai AUTOPLASBIN ini dikembangkan oleh Said Ahmad dan Ardhi Kamal Haq dari Fakultas MIPA serta Amri Siddiq Pangestu dari Fakultas Teknik bersama dosen pembimbing Dr.Eng. Ahmad Kusumaatmaja, S.Si., M.Sc. Inovasi yang lahir melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) UGM ini pun berhasil memperoleh dana hibah penelitian dari DIKTI.

 “Tempat sampah ini dirancang terdapat pembakaran plasma di dalamnya sehingga mampu melelehkan dan memperkecil volume sampah plastik dan styrofoam yang dibuang,” papar Said Ahmad, Ketua tim pengembang AUTOPLASBIN, Jum’at (6/7/2018) kepada wartawan di Ruang Fortakgama UGM.

Tempat sampah ini juga dilengkapi dengan sensor inframerah untuk mendeteksi adanya sampah yang masuk serta mengetahui tingkat pembakaran di dalamnya. Penambahan komponen ini ditujukan agar pembakaran plasma terjadi hanya jika ada sampah yang dimasukkan kedalam tempat sampah. Dengan begitu, bisa menghemat penggunaan energi listrik.

“Tempat sampah ini juga dirancang dengan cerobong asap untuk mengeluarkan asap hasil pembakaran,” terangnya.

Alat ini bekerja dengan cara mengubah sinyal listrik menjadi tegangan listrik menengah yang dibangkitkan oleh generator plasma. Untuk penggunaanya, ketika pengguna ingin membuang sampah, cukup dengan menekan bagian bawah untuk membuka penutup. Setelah sampah masuk akan terdeteksi inframerah sehingga generator dan plasma akan hidup dan melewati pembakar plasma.

 Amri menyebutkan latar belakang perancangan AUTOPLASBIN adalah semakin banyaknya jumlah sampah di Indonesia yakni 175.000 ton sampah per hari. Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai negara penghasil sampah terbesar dunia setelah RRC.

“Sampah plastik dan styrofoam tidak bisa diurai dan menjadi musuh utama bagi manusia serta lingkungan,” kata Amri.

Purwarupa AUTOPLASBIN berwujud tempat sampah berbentuk silinder dengan ukuran 30 x 60 cm. Badan utama tempat sampah ini dibuat dengan menggunakan bahan stainless steel sebagai pelapis badan AUTOPLASBIN. Otak dari alat ini adalah mikrokontroler yang menerima dan mengolah data dari sensor yang dipasang di tempat sampah. Di dalamnya juga ditambahkan sensor suhu untuk  mengontrol tingkat panas.

Ardhi menambahkan alat yang dikembangkan memiliki sejumlah keunggulan dibanding insinerator yang ada di pasaran. Dikembangkan dalam negeri menjadikannya lebih murah daripada insinerator pasaran yang didatangkan dari luar negeri dengan harga mencapai milyaran rupiah.

“Alat dipasaran mencapi 550 juta sampai puluhan miliyar. Sementara alat ini jika diproduksi massal bisa dijual dengan harga Rp. 2 juta,” jelasnya.

Disamping hal tersebut, alat ini unggul karena dikembangkan dengan sistem reduksi otomatis. Sedangkan alat lain pada umumnya pengendalian saat proses reduksi sampah dilakukan secara manual.

Kehadiran alat ini nantinya diharapkan bisa memudahkan  masyarakat dalam mengatur jumlah sampah plastik dalam tempat sampah. Tidak kalah pentingnya adalah sampah plastik dapat lebih mudah untuk ditindaklanjuti selanjutnya karena volumenya sudah diperkecil. (ika/humas-ugm/bpn; foto:firsto)

Mahasiswa UGM Rancang Mesin Penghasil Air Bersih dari Udara

BALIPORTALNEWS.COM – Mahasiswa UGM tak pernah berhenti berinovasi. Kali ini, sejumlah mahasiswanya menciptakan mesin penghasil air bersih dari udara “Magic Water Harvester”.

“Magic Water Harvester ini dikembangkan untuk menjadi alternatif solusi dalam mengatasi persoalan kelangkaan air di beberapa daerah Indonesia,” kata Amalia Adinugraha Arisakti, salah satu pengembang alat ini, Kamis (4/7/2018) lalu di Kampus UGM.

Amalia bersama rekan satu jurusan di Departemen Teknik Pertanian FTP yakni Arjuna Maulana Rifqi dan Dimas Sandy D R., tergerak membuat mesin ini karena melihat besarnya potensi untuk mendapatkan air bersih dari udara. Berada di negara dengan iklim tropis dengan kelembaban udara rata-rata hingga 80 persen.

“Hal ini menunjukkan bahwa udara di Indonesia mempunyai kandungan air dalam udara yang banyak,” jelasnya.

Sementara kebutuhan akan air bersih semakin meningkat. Rata-rata penggunaan air masyarakat berkisar antara 169,11 liter/orang/hari hingga 247,36 liter/orang/hari. Bahkan Diprediksikan pada tahun 2025 mendatang Indonesia akan mengalami kelangkaan air bersih akibat ketersediaan air tanah yang tak sebanding dengan penggunaan manusia.

“Dengan mesin ini diharapkan bisa sebagai solusi mendapatkan air bersih,” ucapnya.

Mesin ini dapat menghasilkan air yang berasal dari udara bebas, bukan air tanah. Dibuat dengan empat komponen utama yaitu peltier, heat sink, fan, dan power supply.

Bekerja dengan menggunakan prinsip titik embun. Untuk mengubah udara menjadi air dilakukan dengan mengkontakkan udara lingkungan dengan plat (heat sink) bersuhu di bawah titik embunnya. Dengan begitu akan terjadi pengembunaan dan embun-embun yang ada menggumpal menjadi tetes-tetesan air.

“Alat sudah kami ujikan di Lab FTP dan bisa menghasilkan sebesar 70 ml air bersih,” jelasnya.

Amalia menuturkan bahwa air bersih yang dihasilkan belum bisa didapatkan dalam jumlah besar. Pasalnya alat yang mereka kembangkan masih berupa prototipe kecil yang masih perlu dikembangkan lebih lanjut di masa mendatang.

Kedepan ketiganya akan terus mengembangkan alat ini dengan memaksimalkan sistem pendingin dan memanfaatkan energi terbarukan sebagai sumber energinya. Selain itu juga memperbesar luasan permukaan dingin untuk mencapai hasil maksimal.  (ika/humas-ugm/bpn)

ROASTER , Alat Pemetik Teh Portabel Karya Mahasiswa UGM

BALIPORTALNEWS.COM – Tim mahasiswa UGM berhasil mengembangkan inovasi dibidang teknologi pertanian yang memudahkan proses pemanenan teh yakni alat pemanen teh berbasis radio kontrol dalam bentuk portabel.

“Alat ini diharapkan dapat memudahkan dalam memanen daun teh secara cepat,” kata Maulidya Rahmania Atikah, selaku ketua tim, Selasa (4/7/2018) di Kampus UGM.

Alat pemetik teh yang diberinama ROASTER ini dirancang oleh mahasiswi Fakultas Pertanian ini bersama dengan Muslimin Septianto (D4 Teknik Pengelolaan dan Perawatan Alat Berat), Ahmad Novan Khoerul Mizan (D3 Elektronika Instrumentasi), Ario Praditya Putra (Fakultas Pertanian), dan Rany Ayu Lestari (D3 Elektronika Instrumentasi).

Latar belakang pengembangan alat pemetik daun teh ini berawal dari keprihatinan mereka terhadap jumlah tenaga pemetik teh yang semakin menurun dari waktu-ke waktu. Ditambah dengan keluhan operator mesin pemetik teh di PT. Pagilaran yang kerap mengeluhkan kesulitan mengoperasikan alat pemetik teh yang sudah ada karena berukuran besar sehingga kurang praktis. Selain itu, alat perlu dikendalilkan 2 hingga 4 orang.

 “Dimensi yang besar jadi kurang praktis dibawa kemana-mana, terlebih dengan kondisi perkebunan teh yang berbukit-bukit,” tuturnya.

Meskipun dengan alat yang telah ada tersebut dapat meningkatkan produksi dan efisiensi dalam pemetikan teh, tetapi sejumlah kendala tersebut masih belum terselesaikan. Tak hanya itu, apabila terjadi kerusakan pada alat pemetik teh tidak bisa diperbaiki karena belum ada suku cadang untuk alat yang ada.

Dari kondisi itu kelimanya di bawah bimbingan Dr. Rani Agustina Wulandari, S.P.,M.P., lantas mengembangkan alat pemetik teh portabel. Purwarupa ini pun berhasil mendapatkan dana penelitian dan pengembangan alat dari Dikti melalui Program Kreativitas Mahasiswa 2018.

Muslim menambahkan bahwa ROASTER dibuat dengan menggunakan sejumlah komponen antara lain chainsaw, fiber, dan blade. Dalam proses perakitannya, alat dirancang dengan mempertimbangkan berat dan dimensi agar dapat memenuhi fungsi portable dan nilai egronomis dari alat pemetik teh agar nyaman digunakan.

Alat ini juga dilengkapi dengan seperti module GPS untuk membaca posisi alat, sensor suhu, dan rtc. Disamping itu juga xbee shield, power supply, dan arduino dimana mendukung ketepatan pengoperasian alat.

“Untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan dalam pemakaian, ROASTER dirancang dengan bentuk alat yang sesuai dengan posisi ideal antara pemetik dan bentuk kebun teh yang ada. Dalam pengoperasiannya cukup dilakukan 1 orang saja,” jelasnya.

Dengan kehadiran ROASTER diharapkan pemanen teh bisa melakukan pemetikan lebih efisien dan nyaman dengan alat pemetik teh  yang portable. Alat ini bisa menjadi solusi masalah tenaga kerja pemetik teh yang terbatas dalam jumlah maupun umur dan meningkatkan produksi teh. (ika/humas-ugm/bpn)

Mahasiswa UGM Kembangkan Alat Penerjemah Bahasa Isyarat

BALIPORTALNEWS.COM – Sekelompok mahasiswa UGM mengembangkan sebuah alat penerjemah bahasa isyarat yang membantu penyandang tuna rungu dan tuna wicara berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya.

“Perangkat ini berupa sarung tangan yang bisa menerjemahkan bahasa isyarat secara langsung ke bahasa verbal,” kata Ketua tim pengembang, Nindi Kusuma Ningrum, Jum’at (29/6/2018) kepada wartawan di RuangFortakgama UGM.

Prototipe yang dinamai SIGNLY atau Sign Language Translator Synchronously berbentuk sarung tangan dengan katalog bahasa isyarat masukan diambil dari American Sign Language, Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo), dan masukan-masukan baru menggunakan kombinasi 5 jari tangan kanan.

Dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) dan mendapatkan dana hibah dari DIKTI. Dalam pengembangan alat ini Nindi dibantu oleh teman satu jurusannya di Teknologi Informasi Fakultas Teknik yakni Faturahman Yudanto dan Lely Monalisa di bawah bimbingan Anugerah Galang Persada, S.T., M.Eng.

Perangkat yang dikembangkan terdiri dari komponen utama berupa sarung tangan, smartphone, dan komputer. Dalam sarung tangan terdapat teknologi untuk mendeteksi gerakan dan posisi jari tangan berupa flek sensor. Informasi yang diterima berupa keluaran huruf selanjutnya ditampilkan melalui aplikasi berbasis desktop atau smartphone.

“Output yang berupa bahasa verbal tulis atau rangkaian huruf nantinya akan dikonversikan ke dalam bentuk suara, sehingga orang dapat langsung mengerti apa yang dikomunikasikan, khususnya bagi yang tidak tahu bahasa isyarat,” papar Nindi.

Selanjutnya, lawan bicara dapat menjawab dengan bahasa sehari-hari yang kemudian akan dikonversikan dalam bentuk verbal tulis yang dapat dibaca secara langsung oleh penyandang tunarungu atau tunawicara melalui layar komputer atau smartphone.

Pengembangan SIGNLY, ditambahkan Faturahman ditujukan untuk memudahkan komunikasi para penyandang tuna rungu dan tuna wicara dengan orang disekitarnya. Sebab, komunikasi dengan bahasa isyarat sulit dimengerti oleh masyarakat umum.

“Karenanya dibutuhkan alat yang bisa mambantu menjadi media komunikasi antar pengguna bahasa isyarat dan bahasa verbal,” terangnya.

Kebutuhan akan perangkat ini, kata dia, penting mengingat jumlah penduduk yang menderita gangguan pendengaran tidaklah sedikit. Berdasarkan data WHO tahun 2000 terdapat 250 juta penduduk dunia menderita gangguan pendengaran. Dari jumlah tersebut  75 hinga 140 juta diantaranya terdapat di Asia Tenggara. Sementara data hasil Survei Kesehatan Nasional  oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (1993-1996) menunjukkan bahwa ada sebanyak 0,4% tunarungu dan 16,8% orang mengalami gangguan pendengaran dari jumlah total penduduk di Indonesia.

Kedepan pengembangan prototipe ini masih akan terus dilakukan. Salah satunya menambahkan fungsi alat agar mampu menerjemahkan bahasa isyarat ke verbal suara.

“Saat ini kami fokus pada penelitian dan pengembangan lebih lanjut alat dan perangkat pendukungnya,”pungkas Lely.(ika/humas-ugm/bpn ; foto:firsto )

 

Headset Buatan Mahasiswa UGM Bisa Minimalisir Nyeri Rahang Saat Perawatan Gigi

BALIPORTALNEWS.COM – Melakukan perawatan gigi terkadang memunculkan rasa tidak nyaman seperti rada pegal dan kaku di area rahang akibat membuka mulut lebar. Bahkan pada beberapa kasus pasien masih merasakan pegal dalam jangka waktu lama dan hal ini berpotensi memunculkan gangguan sistem pengunyahan atau Temporo Mandibular Disorder (TMD).

Namun, persoalan tersebut kini bisa teratasi dengan alat besutan tiga mahasiswa UGM ini. Alat yang dimaksud adalah Gadjah Mada Ultrasound Therapy atau Gusta.

Dirancang oleh Amri Siddiq Pangestu dari Fakultas Teknik dan Eltrin Khotimah Maharti serta Nurzahra Sekar Ningrum yang merupakan mahasiswi FKG. Perangkat yang dikembangkan mampu memberikan relaksasi otot-otot disekitar area rahang.

Amri menjelaskan Gusta merupakan inovasi alat kesehatan yang mampu memancarkan gelombang ultrasonik dengan frekuensi yang tepat. Dengan demikian bisa memberikan rasa nyaman dan merelaksasi otot sekitar rahang sehingga meminimalisir terjadinya pegal, kaku rahang maupun terjadinya TMD.

Amri menyebutkan bahwa gelombang ultrasonik telah lama digunakan di dunia medis. Gelombang ini diketahui mampu menyembuhkan rasa sakit dan kaku pada otot dengan menghasilkan efek mekanis dan termal sehingga mampu meningkatkan temperatur jaringan disekitarnya serta melancarkan aliran darah.

Alat ini tersusun dari 7 komponen utama yaitu mikrokontroler, generator gelombang ultrasonik, pengatur input-output, headphone, sensor suhu, LCD, tranduscer ultrasound. Cara kerjanya dengan mengubah sinyal listrik menjadi gelombang ultrasonik yang bisa diatur melalui alat ini.

“Penggunaannya pasien bisa memakai headset dengan menyesuaikan dengan sendi rahang pasien. Setelah itu tombol power dihidupkan untuk menyalakan alat serta frekuensi dapat diatur sesuai kenyamanan pasien,” paparnya.

Ditambahkan oleh Nurzahra, sebelum mengeluarkan frekuensi alat ini akan diberikan gel untuk meminimalisir kontak kulit yang membuat tidak nyaman dan memaksimalkan efek pancaran gelombang ultrasonik.

Penggunaan Gusta Dikatakan Nurzahra tidak hanya memberikan rasa nyaman bagi pasien. Alat ini juga memudahkan dokter saat melakukan perawatan gigi dan mulut karena dilengkapi LCD yang menampilkan suhu dan frekuensi Gusta.

“Dengan alat ini bisa mengurangi ketidaknyamanan pasien saat perawatan gigi. Dengan begitu dapat menjaga loyalitas pasien melakukan perawatan gigi dan mulut,” ujarnya.

Tim menghabiskan biaya hingga Rp. 11 juta untuk pengembangan alat. Apabila diproduksi massal alat ini bisa dijual seharga Rp.2,5 juta.

Purwarupa ini lahir dari Progam Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) UGM 2018. Juga berhasil memperoleh dana penelitian dan pengembangan dari Kemenristekdikti.(ika/humas-ugm/bpn; foto:firsto)

MINO UGM Juara Dunia Kompetisi Inovasi Ideas for Action 2018

BALIPORTALNEWS.COM – Tim Mino UGM kembali menorehkan prestasi di tingkat dunia dengan meraih juara 1 dalam kompetisi dunia bertajuk Ideas for Action 2018. Sebelumnya tim ini juga mencatatkan diri sebagai juara dunia lomba inovasi keyahanan pangan Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) 2016 di Kamboja.

Beranggotakan Muhammad Nabil Satria Faradis dan Fajar Sidik (alumni Teknik Mesin), Untari Febrian Ramadhani (alumnus FEB), serta Monika Sekar Melati Istanto (Manajemen), Anindtyo Agung Baskoro (Teknik Mesin), dan Muhammad Nur Ardian(Teknik Mesin) sukses memenangkan kompetisi dengan mengusung teknologi MINO Microbubbles.

Inovasi yang mereka kembangkan terpilih menjadi yang terbaik mengalahkan 2.100 proposal proyek dari berbagai belahan dunia yang didaftarkan di ajang bergengsi ini. Kompetisi ini diikuti 13.000 inovator muda dalam 4.000 tim dari 162 negara.

“Kompetisi berlangsung online dan peserta diminta merancang ide untuk membiayai dan mengimplementasikan tujuan pembangunan berkelanjutan,”kata Nabil saat dihubungi Minggu (24/6/2018).

Nabil menyebutkan teknologi Mino microbubble generator yang mereka ajukan dikembangkan untuk mendorong produksi budidaya ikan. Penerapan teknologi ini mampu meningkatkan jumlah oksigen terlarut dalam air sehingga mempercepat pertumbuhan ikan.

Sementara sistem lain yang telah ada hanya mampu meningkatkan jumlah oksigen terlarut sebanyak 3-4 ppm.

“Dengan teknologi ini terbukti mampu memperpendek masa panen ikan dan meningkatkan hasil ikan hingga 40%,” jelasnya.

Inovasi yang dirintis sejak tahun 2016 silam ini telah diaplikasikan oleh kelompok petani ikan Mino Ngremboko di Bokesan, Sleman, Yogyakarta. Hingga kini Mino telah dikembangkan dalam tiga generasi.

Mino dinilai sebagai inovasi yang dapat membantu para petani ikan dalam meningkatkan hasil panen ikan. Tim ini dikukuhkan dalam peringkat teratas dalam “14 Innovations to Helps Solve the World’s Toughest Priblems” yang diumumkan Jum’at (22/6/2018) kemarin.

Kompetisi Ideas for Action merupakan program tahunan, gabungan dari World Bank Group dan The Zicklin Centre for Business Ethics Research di Wharton Schoo-University Pensylvania, Amerika Serikat. Merupakan platform pengetahuan yang menghubungkan para peneliti dan pemimpin muda dunia yang memiliki  keseriusan terhadap perkembangan masa depan dunia untuk berpartisipasi merancang ide dan mengimplementasikan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Atas kemenangan itu tim MINO diberi kesempatan untuk mempresentasikan dan menyajikan ide-ide mereka selama Pertemuan Tahunan IMF & Bank Dunia. Disamping itu juga berkesempatan menerima dukungan dan mengunjungi akselerator startup di Wharton School – University of Pennsylvania.

Keberhasilan para mahasiswa muda UGM ini tidak lepas dari dukungan dosen pembimbing yaitu Wiratni, S. T., M. T., Ph. D., Dr. Deendarlianto, S. T., M. Eng. Selain itu juga dukungan dari Departemen Teknik Mesin dan Industri, Departemen Manajemen, Departemen Perikanan, dan Pusat Studi Energi UGM dan juga universitas.

Teknologi Mino microbubble generator ini merupakan salah satu inovasi yang dihasilkan oleh mahasiswa  UGM. Teknologi pengolahan air ini mampu membantu petani ikan dalam menaikkan hasil panennya sehingga meningkatkan keaejahteraan petani dan mendorong pembangunan berkelanjutan. (ika/humas-ugm/bpn)

JOOX dan AirAsia Menghadirkan Musik Tanpa Internet di Pesawat

BALIPORTALNEWS.COM – Penyedia layanan musik digital daring terdepan di Indonesia menjalin kesepakatan dengan maskapai AirAsia Group Indonesia untuk menghadirkan progam Lebaran untuk seluruh penumpang AirAsia. Dua perusahaan besar Asia di bidangnya masing-masing ini bekerjasama untuk mengkolaborasikan dua unsur penting yang sedang diminati dan saling melengkapi, yaitu musik dan travel.

Jika selama ini musik streaming hanya dapat dinikmati dengan internet dan hal ini tidak dapat dilakukan saat penumpang berada di dalam pesawat, maka JOOX dan AirAsia menghadirkan program “Nikmati musik di pesawat tanpa internet”  yang memungkinkan penumpang untuk bebas mendengarkan musik favorit secara offline untuk menemani perjalanan mereka. Seluruh peumpang AirAsia yang melakukan pembelian rute domestik selama periode 28 Mei – 28 Juni 2018, baik mereka bepergian di periode tersebut atau setelah periode tersebut,  dapat menikmati layanan JOOX VIP selama 1 bulan gratis. Musik dapat dinikmati saat mereka melakukan perjalanan dengan mengunduh lagu-lagu favorit sebelumnya dan memutarnya melalui aplikasi JOOX mereka saat perjalanan di mulai.

Tidak hanya itu, JOOX sangat mengerti bahwa musik dan travel adalah dua hal yang sangat essential saat ini, JOOX menggandeng AirAsia untuk mengadakan program Fly Away yang menggabungkan kegiatan menonton konser musik dengan travelling. Di periode Juni 2018, pengguna JOOX dapat mengikuti kegiatan Fly Away yang akan mengirimkan pengguna beruntung untuk terbang ke Jepang dan menyaksikan salah satu konser musik terbesar di Asia, bersama dengan Air Asia dan JOOX. Jepang sendiri merupakan salah satu negara yang menjadi destinasi favorit konsumen AirAsia saat ini.

Benny Ho, Senior Director of Business Development, International Business Group, Tencent mengutarakan “Sebagai market leader di Indonesia, kami berusaha untuk mengerti hal-hal yang tengah menjadi trend di kalangan anak muda. Travel dan konser musik merupakan dua hal yang selalu bersinggungan. Oleh sebab itu bekerjasama dengan AirAsia merupakan salah satu hal yang dapat menunjang trend tersebut dan sejalan dengan komitmen JOOX yaitu bahwa  musik dapat didengarkan dimanapun dan kapanpun” ungkap Benny Ho.

Survei membuktikan bahwa saat ini JOOX adalah aplikasi streaming musik yang paling banyak diunduh di Hong Kong, Indonesia, Malaysia dan Thailand. Selain empat negara itu, JOOX juga telah melebarkan sayapnya ke Makau,  Afrika Selatan dan Myanmar. JOOX bukan sekadar platform streaming musik, melainkan platform hiburan. Di dalamnya ada jutaan pilihan lagu, karaoke, video, lirik lagu, bahkan interaksi social media.

Bagi AirAsia sendiri, kolaborasi dengan JOOX ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan mereka untuk menyempurnakan pengalaman perjalanan dengan membuat setiap konsumen tetap terhibur di pesawat dan menjadikan konser musik sebagai salah satu destinasi travel.

Rifai Taberi, Direktur Niaga AirAsia Indonesia mengungkapkan bahwa pihaknya sangat antusias menyambut kerja sama ini. “Sebagai maskapai penerbangan hemat yang beroperasi di Asia Pasifik, kami selalu mengedepankan kenyamanan bagi seluruh penumpang kami. Selaras dengan komitmen kami untuk terus bertransformasi secara digital, kerjasama ini merupakan langkah awal untuk memberikan pengalaman penerbangan yang berkesan dengan beragam musik yang dapat dipilih dan dinikmati dengan cuma-cuma,” tutur Rifai.

Lebih lanjut, Rifai meyakini kolaborasi dengan JOOX ini membantu maskapainya dapat bersaing dengan maskapai lain, terutama dalam memberikan nilai tambah (added value). Dalam lanskap yang kompetitif saat ini, terus berinovasi dan berfokus terhadap kebutuhan pelanggan merupakan komponen penting bagi perusahaan untuk meningkatkan loyalitas dan menjadi pilihan utama para pelanggan.

Sosialisasi Akses Internet di Wilayah Kabupaten Badung

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Dalam rangka meningkatkan kualitas dan daya saing destinasi Kabupaten Badung sebagai salah satu tujuan destinasi tujuan wisata Internasional, Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kominfo melaksanakan sosialisasi akses Internet di wilayah Kabupaten Badung.

Acara ini dibuka Bupati Badung diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan Dewa Made Aparmana didampingi Wakil Ketua DPRD Badung I Made Sunarta dan dihadiri Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, para Camat, Perbekel/Lurah, Kepala Puskesmas dan Puskesmas Pembantu serta Kepala Sekolah se-Badung, bertempat di ruang Kertha Gosana Pusat Pemerintahan Mangupraja Mandala, Jumat (25/5/2018).

Bupati Badung dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Dewa Made Apramana menyampaikan, Smart City merupakan bagian dari upaya membangun daerah, sebagai disebut dalam Nawacita kedua yaitu Pemerintah bertekad untuk membangun tata kelola Pemerintah yang bersih, efektif, demokratis dan dipercaya.

Dengan adanya Smart City diharapkan dapat meningkatkan pelayanan public yang diberikan Pemerintah kepada masyarakat, mempercepat reformasi birokrasi dan mempermudah pengawasan masyarakat terhadap pembangunan yang dilakukan Pemerintah. Dengan pemanfaat teknologi, Pemerintah akan mampu mendorong partisipasi masyarakat untuk terlibat dari proses pangambilan kebijakan public sampai dengan membuka ruang yang lebar bagi pengawasan oleh masyarakat. Dengan mengadopsi prinsip Pemerintahan yang efektif, efisiendan transparan di semua tingkatan akan bisa membangun legitimasi membangun kepercayaan public.

Lebih lanjut Dewa Made Apramana membacakan, Pemerintah Kabupaten Badung merupakan salah satu Kabupaten yang sedang menerapkan Smart City dengan upaya menyiapkan sarana dan prasarana penunjang guna lebih mudahnya terjadi interaksi antara masyarakat dengan Pemerintah secara digital.

Penyediaan akses internet di Kabupaten Badung merupakan langkah awal implementasi Smart City dengan melaksanakan pembangunan infrastruktur jaringan internet dan internet seluruh Kantor Camat, Kantor Desa/Lurah, Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Sekolah Dasar Negeri, Sekolah Menengah Pertama Negeri, Sekolah Menengah Atas Negeri, Kantor Lingkungan, Obyek Wisata hingga ke tingkat Banjar.Infrastruktur ini sebagai landasan berjalannya pertukaran data dan seluruh sistem/aplikasi yang terintegrasi.

Untuk itu diharapkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat agar; membantu pelaksanaan kegiatan, memanfaatkan fasilitas akses Internet secara bijak dan bertanggung jawab dan menumbuhkan rasa memiliki untuk ikut menjaga dan memelihara infrastruktur jaringan yang dibangun. Hal ini akan meningkatkan peran serta masyarakat yang ikut bahu-membahu dengan Pemerintah guna meningkatkan kemajuan Kabupaten Badung.

Kadis Komunikasi dan Informatika I Wayan Weda Dharmaja melaporkan, maksud dan tujuan dari sosialisasi ini adalah; untuk meningkatkan kualitas dan daya saing destinasi Kabupaten Badung sebagai salah satu tujuan wisata Internasional, mewujudkan transparasi dan keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan di Kabupaten Badung dan membangun infrastruktur di seluruh wilayah Kabupaten Badung sebagai salah satu faktor penting di dalam penerapan Smart City dan pelayanan public yang efisien, efektif dan transparan.

Pemasangan akses internet tahun 2018 ini bertempat di tempat-tempat public yang akan terintegrasi dengan system di Pemerintah Kabupaten Badung dengan jumlah 987 lokasi dengan rincian; 6 Kantor Camat, 46 Kantor Desa, 16 Kantor Lurah, 379 Banjar, 169 Lingkungan, 249 Sekolah Dasar Negeri, 22 Sekolah Menengah Pertama, 13 Puskesmas, 54 Puskesmas Pembantu dan 33 Obyek Wisata. (humas-badung/bpn)

Mahasiswa STIKOM Bali Juara Lomba Hacking Nasional 

BALIPORTLANEWS.COM, DENPASAR – Tiga mahasiswa Bali yakni Ida Bagus Budanthara, Leonardo Dea Gratias Agamus dan I Ketut Pasek Asmarajaya keluar sebagai juara pertama dalam lomba hacking tingkat nasional bertajuk Amikom Hackfest 2018 yang digelar oleh FOSSIL Universitas Amikom Yogyakarta, pada 12 Mei 2018.

Khususnya Ida Bagus Budhantara dan Ketut Pasek Asmarajaya prestasi ini melengkapi prestasi mereka sebelumnya sebagai juara 1 event Technology Euphoria (Technoporia) ke-8 yang digelar oleh Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya, Palembang pada 7-8 Oktober 2016 dan juara 2 dalam lomba hacking tingkat nasional yang digelar oleh Departemen Ilmu Komputer Institut Pertanian Bogor pada Sabtu (16/9/2017).

“Dalam kedua event itu kami berdua plus  Dewa Mahendra Putra. Karena Dewa Mahendara sudah tamat, maka sekarang kami ajak Leo,” terang Budanthara ketika diundang Dr. Dadang Hermawan, Ketua STIKOM Bali di ruang  kerjanya, Rabu (23/5/2018) sore.

Pada kesempatan itu Dadang Hermawan mengapreasiasi prestasi yang ditorehkan secara beruntun oleh Ida Bagus Budanthara, Ketut Pasek Asmarajaya dan Leonardo Dea Gratias Agamus.

“Nah coba mulai sekarang kalian buat sistem pengamanan untuk mesin ATM. Kalau ini berhasil, bisa dijual kepada bank,” tantang Dadang Hermawan. Mendapata tantangan itu, Budanthara cs mengiyakan. “Kami akan coba itu,” ujar Gus Bud-panggilan akrab Budanthara.

Budanthara menjelaskan, Amikom Hackfest adalah event tahunan yang diadakan oleh FOSSIL Universitas Amikom Yogyakarta. Dalam acara ini ada  kompetisi Capture The Flag atau disebut Gatotkaca Cyber Competition (GCC). “Kompetisi ini terbuka bagi Mahasiswa/i di seluruh Indonesia, termasuk dari perguruan tinggi beken di Indonesia,” kata Budanthara.

Disebutkan, pendaftaran peserta dilakukan secara online sejak 1-29 April 2018. Selanjutnya, pada 1 Mei diadakan kualifikasi CTF GCC secara online juga. Dari  50 tim–masing-masing tim beranggotakan maksimal 3 orang-panitia menentukan 5 tim terbaik untuk bertarung di babak final di kampus Amikom Yogyakarta pada 12 Mei 2018.

Ketut Pasek Asmarajaya menjelaskan,  Capture the Flag adalah sebuah games hacking, di mana peserta ditantang pengetahuan dan kemahirannya untuk menemukan dan mengeksplorasi vulnerability dalam berbagai kategori, seperti web security, cryptography,  digital forensic,  reverse engineering, binary exploitation, dan network security.

“Di babak final pertarungan makin seru karena nilainya langsung muncul di papan skor. Dan akhirnya kamilah yang dinyatakan sebagai pemenang karena memperoleh nilai tertinggi dari lima tim lainnya,” sebut Leonardo Dea Gratias Agamus, yang paling yunior dari tim STIKOM Bali ini.

“Leo ini regenerasi dari tim, nanti kalau kami sudah tamat, Leo yang meneruskan kiprah STIKOM Bali dalam berbagai lomba nantinya,” pungkas Ida Bagus Budanthara.   Asal tahu saja ketiga mahasiswa ini adalah anggota Kelompok Studi Linux (KSL) STIKOM Bali, yakni sebuah unit kegiatan mahasiswa yang sehari-harinya belajar mengaplikasikan ilmu tentang linux atau hacking di dunia nyata.(humas-stikom/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
4PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
12PelangganBerlangganan