Jelang Pilgub 2018, ASN Pemkot Diharapkan Netral

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Menjelang perhelatan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali tahun 2018,  para Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kota Denpasar diharapkan untuk netral dan tidak ikut serta berpolitik praktis, demikian disampaikan Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara saat rapat koordinasi dengan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemkot Denpasar, Selasa (9/1/2018) di Kantor Walikota Denpasar.

Lebih lanjut dikatakan, untuk memberikan rasa aman dan damai selama gelaran Pilgub Bali, diharapkan para ASN agar mengedepankan aturan yang tertera dalam Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN, bahwa setiap pegawai ASN tidak berpihak dari segala pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun. “Mari kita samakan diri bergerak untuk menjaga kondusifitas yang berlandaskan pada aturan yang berlaku”, kata Rai Iswara.

Nantinya jika ada ASN yang ternyata ikut berpolitik praktis dan berkampanye akan dikenakan sanksi, yangmana sebelumnya terlebih dahulu harus ada laporan dari KPU dan Panwaslu jika ada ASN yang memang benar terbukti ikut serta berpolitik praktis. Lebih lanjut Pemkot juga sudah menyiapkan sebuah Tim khusus yang terdiri dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Denpasar, Bagian Hukum serta Inspektorat Kota Denpasar untuk menindaklanjuti serta memberikan sanksi jika memang ada ASN yang terbukti ikut berpolitik dan berkampanye dalam gelaran Pilgub Bali tahun 2018 ini sesuai dengan laporan KPU dan Panwaslu.

“Untuk itu para ASN harus sangat netral dan berhati-hati, bahkan berfoto selfie saja dengan Pasangan Calon (Paslon) saat masa Pilgub pun harus dihindari, agar tidak menimbulkan kesan memihak kepada salah satu paslon Pilgub Bali 2018 ini. Maka marilah kita sebagai ASN untuk bisa menaati aturan yang berlaku dan menjaga kondusifitas, nama baik organisasi maupun paslon yang ikut serta dalam gelaran Pilgub Bali kali ini”, ungkap Rai Iswara. Bentuk dukungan kepada paslon dapat diberikan secara langsung pada momentum pencoblosan, tentunya dengan memegang prinsip luberjurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil). (ays’/humas-dps/bpn)

Deklarasi Mantra-Kerta Sepakat Tolak Reklamasi Teluk Benoa

BALIPORTALNEWS.COM – Koalisi Rakyat Bali (KRB) yang terdiri dari gabungan Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Gerindra, Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Bulan Bintang dan Partai Perindo sepakat untuk mendeklarasikan paket IB Rai Dharnmawijaya Mantra – I Ketut Sudikerta (Mantra – Kerta). Deklarasi yang mengambil tempat di Lapangan Timur  Niti Mandala Renon pada Selasa (9/1/2018) kemarin ini turut dihadiri petinggi partai pengusung hingga pulahan ribu masyarakat Bali dengan pakian adat Bali yang didominasi warna putih.

Deklarasi diawali dengan orasi politik oleh Ketua KRB, I Made Mudarta  yang dilanjutkan dengan penyerahan rekomendasi oleh pimpinan partai pendukung, penandatanganan sikap politik oleh seluruh partai pendukung, pembacaan sikap politik dan orasi dari pasangan calon. Dalam sikap politiknya, Pasangan Mantra-Kerta sepakat dan berkomitmen untuk menolak reklamasi teluk Benoa.

Dalam orasinya, I Made Mudarta selaku ketua KRB mengatakan bahwa pasangan Rai Mantra-Sudikerta merupakan tipikal pemimpin layaknya “Candra” yang merupakan pengamalan dari Asta Bratha yakni Candra Bratha. “Dimana,  keduanya memiliki sifat seperti bulan yang selalu tersenyum, memberikan kesejukan, dan memberikan penerangan disaat gelap namun tidak membuat rakyat kepanasan,” jelas pria yang juga Ketua DPD Demokrat Bali ini.

Dikatakan lebih lanjut, dipilihnya tanggal 9 Januari sebagai pelaksanaan Deklarasi lantaran tanggal tersebut merupakan hari jadi Koalisi Rakyat Bali (KRB) yang terbentuk pada 9 November 2017 lalu. “Filosofi angka sembilan itu makna Dewata Nawa Sanga, dan tanggal 9 November itu pembentukan KRB,” jelas Mudarta.

Selain itu, angka Sembilan juga merupakan jumlah program yang akan diwujudkan pasangan Mantra-Kerta ketika dipercaya masyarakat Bali untuk menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Bali. “Adapun program tersebut dikemas dengan sebutan Nawa Candra yang bertujuan untuk mewujudkan Bali yang Maju, Aman, Damai dan Harmoni (Madani) dalam kebhinekaan serta menuju Bali Shanti dan Jagadhita berlandaskan Tri Hita Karana,” pungkasnya.

Sementara, Pasangan Calon Gubernur IB Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Calon Wakil Gubernur, Ketut Sudikerta mengatakan bahwa deklarasi ini merupakan momen bersejarah. Dimana, hari ini (Kemarin) merupakan hari pertama dirinya menapakkan kaki secara tegas pada sebuah titik estapet perhelatan demokrasi untuk kepemimpinan Bali lima tahun mendatang.

Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan, jika nantinya dipercaya memimpin Bali, pasangan Mantra-Kerta akan melakukan langkah dalam upaya mengajegkan Bali dengan mengembalikan taksu Bali yang selama beberapa dasawarsa terakhir ini tergerogoti oleh berbagai praktek yang didorong oleh kepentigan pragmatis. Tak hanya itu, sektor Ekonomi dalam upaya memberikan kesejahteraan rakyat turut dikembangkan ekonomi kerakyatan dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal  secara berkeadilan di Sembilan kabupaten/kota.

“Selain itu, sektor pertanian wajib kami jaga dan tingkatkan nilai tambahnya, karena bagi orang Bali, pertanian tidak semata urusan pangan, melainkan terkandung juga nilai Budaya dan Spiritualitas,” ungkapnya sembari menegaskan sikap yang dari dulu dengan tegas menolak reklamasi teluk Benoa dan mendukung hasil study kelayakan dari Universitas Udayana dan Bhisama PHDI yang menyatakan menolak Reklamasi Teluk Benoa. (r/bpn)

Ops Mantap Praja Agung 2018, Polres Badung Kawal Pergerakan Masa Balon Menuju KPUD Provinsi Bali

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Polres Badung melakukan pengawalan dan pengamanan pergerakan Massa yang mengantarkan Bakal Calon Gubernur Bali dan wakil Gubernur Bali yang akan mendaftarkan diri menjadi Calon Gubernur dan Calon wakil Gubernur Bali dari Partai PDIP yaitu DR. Ir. I Wayan Koster, M.M – Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (KBS-ACE), Senin (8/1/2018).

Dengan pengawalan ketat petugas diantaranya diawali dengan Mobil Pengawalan dan diikuti oleh Pengamanan sepanjang jalur yang dilalui oleh Pergerakan massa tersebut.

Dengan atribut partainya dan ratusan masa menggunakan kendaraan Roda empat dan roda dua, massa Simpatisan mulai melakukan pergerakan dari kantor DPC PDIP Badung, Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi Badung menuju KPUD Provinsi Bali.

Kabag Ops Polres Badung Kompol Ketut Sukarta,S.H saat di Konfirmasi mengungkapkan “ kami mengawal ketat para simpatisan yang menghantarkan Bakal Calonnya untuk melakukan pendaftaran menjadi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada tahapan pendaftaran ini, dimana sebelumnya kami menghimbau kepada para simpatisan untuk tetap tertib dalam berkendara di jalan raya sehingga tidak mengganggu pengendara lainnya,” ungkap orang ketiga di Polres Badung ini.(guz/humas-polres.badung/bpn)

Miliki Nilai Hubungan Historis, Pendopo Puri Tonggak Awal Perjuangan Partai Politik di Bali

BALIPORTALNEWS.COM – Paket pasangan I.B Rai Dharmawijaya Mantra – I Katut Sudikerta (Mantra-Kerta) yang kini telah sah mengantongi rekomendasi dari beberapa partai yang tergabung dalam Kolisi Rakyat Bali (KRB) untuk mendaftar sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali. Partai yang tergabung dalam KRB yakni  Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Gerindra dan Partai Nasdem yang telah mengeluarkan rekomendasi untuk paket pasangan Mantra-Kerta.

Sehari setelah mengantongi rekomendasi, tokoh yang dikenal low profil ini langsung melakukan berbagai langkah strategis. Seperti pada Sabtu (6/1/2018) Rai Mantra langsung menyambangi Puri Agung Denpasar yang merupakan simbol perjuangan PDIP di Bali. Kehadiran Rai Mantra diterima langsung Penglingsir Puri, A.A Ngurah Oka Ratmadi yang akrab disapa Cok Rat didampingi beberapa Tokoh Puri lainya di Pendopo Puri Agung Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut, Cok Rat mengatakan bahwa Rai Mantra merupakan  figur yang tepat untuk menjadi Gubernur Bali. Hal tersebut lantaran Cok Rat menilai Rai Mantra merupakan sosok punya pendirian yang kuat dan mempunyai track recod yang jujur dan bersih serta tidak mudah didekte oleh kekuatan dari luar.

“Pada jaman yang pragmatis ditengah gempuran kapitalis ini sosok Rai Mantra saya nilai sangat tepat memimpin Bali dan saya yakini mampu menjaga Bali sehingga bisa tetap ajeg dan lestari. Gus Rai adalah orang yang tepat untuk mengawal pembangunan Bali,” jelasnya.

Cok Rat menceritakan bahwa antara Rai Mantra dan Puri Agung Denpasar memiliki hubungan historis yang cukup erat. Hal ini lantaran Leluhur dari Puri Agung Denpasar bersama Leluhur Rai Mantra pernah berada dalam satu komando saat berjuang merebut kemerdekaan.

“Waktu penjajahan dulu, Leluhur di Puri Agung Denpasar ada keterkaitan dengan Leluhur di Griya Gus Rai, sehingga kali ini sejarah kembali terulang dengan kedatangan Gus Rai,” kata Cok Rat.

Lebih lanjut Cok Rat mengatakan, sejak awal berdirinya Puri Denpasar, bangunan Pendopo yang merupakan lokasi pertemuan hari ini (Kemarin) merupakan saksi bisu berbagai peristiwa penting menjelang dan pasca kemerdekaan. Cok Rat mencontohkan saat pembentukan awal partai politik di Indonesia, pusat perjuangan dan berbagai aktivitas lainya juga turut dilaksanakan di Puri Agung Denpasar yang lebih dikenal dengan sebutan Puri Satria ini. Pada kesempatan tersebut Cok Rat turut menyampaikan dukungan pihaknya kepada Rai Mantra.

“Jadi kami disini mendukung Gus Rai menjadi calon Gubernur Bali, apalagi Gus Rai yang memiliki prestasi mentereng di tingkat nasional dalam memimpin Denpasar. Dan ingat dalam pilgub ini adalah memilih figur bukan memilih partai, karena itu  saya yakin Rai Mantra akan membawa perubahan dan kemajuan yang lebih baik bagi Bali kedepan,” pungkas Cok Rat.

Sementara, I.B Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan bahwa kedatangannya ke Puri Agung Denpasar karena dirinya merasa memiliki hubungan historis sejarah yang sulit dilupakan, antara Leluhur Puri Agung Denpasar dengan Leluhurnya. Bahkan Rai Mantra mengatakan dirinya sempat merinding ketika memasuki Pendopo yang digunakan sebagai tempat pertemuan. Hal ini lantaran Rai Mantra baru mengetahui bahwa pendopo tersebut merupakan tonggak berdirinya partai-partai saat ini.

“Jadi saya juga merinding ketika memasuki pendopo, dan saya baru tahu bahwa disana telah terjadi berbagai peristiwa penting, jadi karakteristik dan perjuangan serta tata pemerintahan itu ada di Puri Agung Denpasar,” ungkapnya.

Rai Mantra menambahkan Puri Agung Denpasar jika dilihat dari sejarah memiliki perjalanan yang cukup panjang. Hal ini lantaran Puri Agung Denpasar merupakan lokasi awal pembentukan partai awal pada tahun 1955. Selain itu, Puri Agung Denpasar juga merupakan pusat perjuangan. Sedangkan pada jaman kemerdekaan tahun 1945 kedua paman keduanya yakni Cok Rat dan Rai Mantra merupakan pejuang.

“Jadi ini benang merah, dan tentu kami juga menganggap mereka (Puri Agung Denpasar) sebagai orang tua, dalam hal ini kita mencoba melanjutkan perjuangan kedepan dengan mohon tuntunan dan sebagainya,” jelas Rai Mantra.

Rai Mantra menambahan bahwa karakteristik dan sejarah perjuangan yang berada di Puri Agung Denpasar sangat baik digunakan sebagai acuan dalam pembangunan Bali kedepanya. “Jadi kalau kita membangun kedepan tapi tidak melihat sejarah ya sulit juga, itu yang tidak boleh dilupakan,” kata Rai Mantra.

Dengan adanya dukungan Puri Agung Denpasar ini dinilai Rai Mantra merupakan sebuah spirit utama dalam melanjutkan perjuangan. Hal ini lantaran Puri Agung Denpasar tidak dapat dipisahkan dari berbagai peristiwa penting di Bali. Selanjutnya putra Mantan Gubernur Bali, (Alm) I.B Mantra ini mengatakan dirinya akan mengunjungi semua elemen terutamanya masyarakat Bali. “Nanti ya semua akan dikunjungi, yang utama kan masyarakat,” pungkasnya.(r/bpn)