Ops Mantap Praja Agung 2018, Polres Badung Kawal Pergerakan Masa Balon Menuju KPUD Provinsi Bali

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Polres Badung melakukan pengawalan dan pengamanan pergerakan Massa yang mengantarkan Bakal Calon Gubernur Bali dan wakil Gubernur Bali yang akan mendaftarkan diri menjadi Calon Gubernur dan Calon wakil Gubernur Bali dari Partai PDIP yaitu DR. Ir. I Wayan Koster, M.M – Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (KBS-ACE), Senin (8/1/2018).

Dengan pengawalan ketat petugas diantaranya diawali dengan Mobil Pengawalan dan diikuti oleh Pengamanan sepanjang jalur yang dilalui oleh Pergerakan massa tersebut.

Dengan atribut partainya dan ratusan masa menggunakan kendaraan Roda empat dan roda dua, massa Simpatisan mulai melakukan pergerakan dari kantor DPC PDIP Badung, Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi Badung menuju KPUD Provinsi Bali.

Kabag Ops Polres Badung Kompol Ketut Sukarta,S.H saat di Konfirmasi mengungkapkan “ kami mengawal ketat para simpatisan yang menghantarkan Bakal Calonnya untuk melakukan pendaftaran menjadi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada tahapan pendaftaran ini, dimana sebelumnya kami menghimbau kepada para simpatisan untuk tetap tertib dalam berkendara di jalan raya sehingga tidak mengganggu pengendara lainnya,” ungkap orang ketiga di Polres Badung ini.(guz/humas-polres.badung/bpn)

Rai Mantra: Jangan Takut Pada Intimidasi

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Calon Gubernur Bali nomor urut dua Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra menerima sejumlah perwakilan masyarakat di kediamannya di Griya Seba Sari, Renon, Denpasar, pada Sabtu (10/3/2018). Selain untuk menyatakan dukungan, sejumlah warga mengeluhkan adanya intimidasi dari pihak lain agar tidak mendukung pasangan Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra – Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) di Pilgub Bali tahun 2018.

Hal ini disampaikan ketua Forum Komunikasi Putra Mahotama (FKPM) Bali dari Kecamatan Bajra, Tabanan Nyoman Giri Artana. Menurutnya saat ini intimidasi sangat dirasakan hanya karena perbedaan pilihan.

“Intimidasi sangat dirasakan masyarakat, beda warna dianggap musuh,” kata Artana.

Dia menambahkan masyarakat ingin merasa nyaman dalam kehidupan berdemokrasi. Perbedaan pilihan jangan sampai jadi alasan menimbulkan permusuhan.

“Warga maunya nyaman dan aman dalam berpendapat dan meilih pemimpinnya,” kata Astana.

Menanggapai hal itu Rai Mantra meminta warga agar jangan takut pada intimidasi. Bahkan intimidasi harus diperangi. Tentu yang diperangi bukan orangnya tapi sifat kesewenang-wenangan.

“Belajar dari ajaran Bhagavad Gita, yang kita perangi adalah sifat kesewenangan mereka yang tega mengintimidasi saudaranya sendiri,” kata Rai Mantra.(r/bpn)

Mantra-Kerta Berterima Kasih dan Ajak Simpatisan Jaga Kondusifitas

BALIPORTALNEWS.COM – Deklarasi hingga pendaftaran Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Mantra-Kerta ke KPUD Bali diikuti ribuan relawan, simpatisan dan pendukung telah berjalan aman dan tertib. Pelaksanaan Deklarasi Paslon Mantra-Kerta di kawasan Bajra Sandhi Renon (9/1) dipadati ribuan simpatisan dan pendukung.

Meski dihadiri ribuan simpatisan dan pendukung, kegiatan tersebut tetap memperhatikan ketertiban, kenyaman serta memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar. Para simpatisan pun turut serta memungut sampah usai kegiatan deklarasi yang dilanjutkan menghantarkan Paslon Mantra-Kerta mendaftar di KPUD Bali.

Melihat semangat dukungan dari simpatisan dan pendukung yang hadir dan memperhatikan ketertiban hingga kebersihan, Calon Gubernur Bali I.B Rai Dharmawijaya Mantra pada Rabu (10/1/2018) di Denpasar menyampaikan ucapan terima kasih kepada simpatisan dan pendukung.

“Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada simpatisan dan pendukung yang telah turut serta menghantarkan pelaksanaan Deklarasi hingga pendaftaran Paslon Mantra-Kerta di KPU Bali dengan aman dan tertib,’’ ujar Rai Mantra.

Lebih lanjut dikatakan kehadiran simpatisan, relawan dan pendukung terus kita ingatkan untuk bisa menahan diri dan menjaga kondusifitas keamanan dan kenyamanan masyarakat Bali. Disamping itu dalam pelaksanaan deklarasi kehadiran simpatisan, relawan dan pendukung juga memperhatikan kebersihan dengan melakukan kegiatan pungut sampah bersama. Hal ini menjadi komitmen bersama yang telah ditunjukan dalam pelaksanaan deklarasi yang berlangsung aman, nyaman, tertib dan memperhatikan kebersihan lingkungan.

“Saya imbau kepada masyarakat untuk ikut menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat, karena saya sangat menyadari Bali sebagai daerah pariwisata, keamanan dan kenyamanan menjadi satu hal yang sangat penting, mari kita kedepankan politik santun dan selalu menjaga etika serta saling hormat menghormati dalam nuansa kebersamaan,’’ kata Rai Mantra sembari mengajak masyarakat Bali untuk menyambut pesta demokrasi dengan penuh kegembiraan serta mengajak menjaga kondusivitas agar tetap aman dan nyaman. (dn/bpn)

Demer: Rai Mantra Punya “Bibit, Bebet dan Bobot”

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Masyarakat kini semakin maju dan cerdas. Karena itu dalam menyalurkan aspirasinya mereka tak bisa dipaksa apalagi disuruh-suruh. Terlebih pemilih milenial yang rata-rata memiliki wawasan luas terhadap pemimpin yang menjadi idolanya. “Mereka setidaknya punya tiga dasar pertimbangan yakni santun, berkarakter jujur serta cerdas. Kalau dulu istilahnya punya bibit, bebed dan bobot,” ujar Anggota DPR RI Gede Sumarjaya Linggih yang kerap disapa Demer saat ditemui di sela-sela Konser Musik “Salam Dua Jari” di lapangan Astina Gianyar, Minggu (11/3/2018) malam.

Demer melihat kemasan acara gelaran musik yang melibatkan para musisi Bali dan masyarakat sebagai cara-cara santun dalam menyampaikan dan menyerap aspirasi masyarakat. “Saya tidak melihat adanya pengerahan massa di lapangan. Justru mereka datang karena hati nurani. Apalagi hal yang disampaikan juga bersifat edukatif,” jelas tokoh Golkar asal Buleleng ini.

Melalui konser seni musik ini juga bisa dijadikan ajang pemberian pandangan yang luas pada masyarakat.Terlebih masyarakat Bali terkenal dengan seni dan budayanya yang kental. “Inilah cara cara kampanye masa depan yang patut ditumbuhkan di masyarakat karena memberi dampak positif bagi pembelajaran berdemokrasi yang baik ke depannya,” ujarnya.(ga/bpn)

KPU Tabanan Sosialisasikan Tahapan Pilgub Bali 2018

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – KPU Tabanan melaksanakan sosialisasi tahapan Pilgub Bali 2018 di seluruh kecamatan di Kabupaten Tabanan. Kegiatan tersebut dimulai pada Kamis (5/4/2018) hingga Jumat (6/4/2018).

Ketua KPU Tabanan Luh Darayoni dan semua komisioer KPU Tabanan turun langsung ke masing-masing kecamatan. Pada hari pertama sosialisasi tersebut, di Kecamatan Tabanan diisi oleh I Gede Putu Weda Subawa, Selemadeg Timur oleh Luh Darayoni, Selemadeg Barat oleh I Ketut Narta, Penebel oleh Luh Made Sunadi, dan Kecamatan Marga oleh I Wayan Sutama.

Sementara di lima kecamatan yang lain, dilaksanakan pada Jumat (6/4). Antara lain di Kecamatan Selemadeg, Pupuan, Kerambitan, Baturiti, dan Kecamatan Kediri.

Peserta yang diundang dalam kegiatan sosialisasi tersebut, antara lain perbekel, bendesa adat, ketua BPD, ketua PPS se-kecamatan masing-masing, karang taruna, juga ibu-ibu PKK.

“Tujuan dari sosiaisasi ini adalah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pilgub Bali, yang akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018 mendatang,” ujar Darayoni. (ita/bpn)

Jelang Pilgub 2018, ASN Pemkot Diharapkan Netral

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Menjelang perhelatan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali tahun 2018,  para Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kota Denpasar diharapkan untuk netral dan tidak ikut serta berpolitik praktis, demikian disampaikan Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara saat rapat koordinasi dengan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemkot Denpasar, Selasa (9/1/2018) di Kantor Walikota Denpasar.

Lebih lanjut dikatakan, untuk memberikan rasa aman dan damai selama gelaran Pilgub Bali, diharapkan para ASN agar mengedepankan aturan yang tertera dalam Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN, bahwa setiap pegawai ASN tidak berpihak dari segala pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun. “Mari kita samakan diri bergerak untuk menjaga kondusifitas yang berlandaskan pada aturan yang berlaku”, kata Rai Iswara.

Nantinya jika ada ASN yang ternyata ikut berpolitik praktis dan berkampanye akan dikenakan sanksi, yangmana sebelumnya terlebih dahulu harus ada laporan dari KPU dan Panwaslu jika ada ASN yang memang benar terbukti ikut serta berpolitik praktis. Lebih lanjut Pemkot juga sudah menyiapkan sebuah Tim khusus yang terdiri dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Denpasar, Bagian Hukum serta Inspektorat Kota Denpasar untuk menindaklanjuti serta memberikan sanksi jika memang ada ASN yang terbukti ikut berpolitik dan berkampanye dalam gelaran Pilgub Bali tahun 2018 ini sesuai dengan laporan KPU dan Panwaslu.

“Untuk itu para ASN harus sangat netral dan berhati-hati, bahkan berfoto selfie saja dengan Pasangan Calon (Paslon) saat masa Pilgub pun harus dihindari, agar tidak menimbulkan kesan memihak kepada salah satu paslon Pilgub Bali 2018 ini. Maka marilah kita sebagai ASN untuk bisa menaati aturan yang berlaku dan menjaga kondusifitas, nama baik organisasi maupun paslon yang ikut serta dalam gelaran Pilgub Bali kali ini”, ungkap Rai Iswara. Bentuk dukungan kepada paslon dapat diberikan secara langsung pada momentum pencoblosan, tentunya dengan memegang prinsip luberjurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil). (ays’/humas-dps/bpn)

Masyarakat Gelgel Siap Menangkan Koster-Ace dan BAGIA

BALIPORTALNEWS.COM, KLUNGKUNG – Pasangan Calon  (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardana Sukawati (Koster-Ace) serta Paslon Bupati dan Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Bagus Oka–I Ketut Mandia (BAGIA) terus memanen dukungan dari masyarakat Kabupaten Klungkung.

Kali ini dukungan datang dari komponen masyarkat Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung yang mendeklarasikan diri siap memenangkan Koster-Ace dan BAGIA pada Pilkada Serentak 2018, Sabtu (9/3/2018) di Banjar Jeroagung Klod, Desa Gelgel, Kabupaten Klungkung.

Hadir ikut mendampingi dalam acara simakrama yang dihadiri ratusan warga tersebut, Sekretaris Alit Kusuma Kelakan, Ketua Tim Pemenanhan Koster-Ace dan BAGIA Kabupatan Klungkung AA Gede Anom, perwakilan partai pengusung yakni Hanura, PAN, PPP, PKB dan PKPI serta tokoh masyarakat setempat.

Calon Gubernur (Cagub) Wayan Koster mengucapkan terimakasih atas dukungan yang diberikan oleh masyarakat Kecamatan Klungkung. Selanjutkan ia memaparkan visi misi dan program kerja unggulan Koster-Ace. Di antaranya pendidikan gratis,  pelestarian adat budaya berbasis banjar serta pendidikan gratis.

“Nantinya program kesehatan gratis akan dilaksanakan secara online, pelayanan dan tanggungan penyakitnya akan lebih disempurnakan lagi dari  program JKBM. Dan untuk para sulinggih dan pemangku akan ada jaminan secara khusus, ” jelasnya.

Sementara BAGIA mengungkapkan bahwa pola Satu Jalur akan mampu mempercepat pembangunan di Gumi Serobotan sehingga mampu mengejar ketertinggalan dari kabupaten lain di Bali.

Membuktikan komitmennya dalam melestarikan adat budaya Bali, Koster -Ace akan mengembalikan peran institusi banjar secara tradisional yang sejak dahulu berperan sebagai pusat pengembangan serta pelesatarian adat budaya Bali. Lantas caranya?

Calon Gubernur Wayan Koster menegaskan komitmennya bahwa setelah terpilih sebagai gubernur Bali periode 2018-2023, pihaknya tak hanya akan melaksanakan program pembenahan bale banjar secara fisik. Namun juga kembali menghidupkan kegiatan berkesenian, adat serta budaya masyarakat dengan  berbasis banjar.

“Setelah menjadi anggota DPR sejak tahun 2004, tiap tahun saya membantu pembangunan sekitar 30-an bale banjar dan wantilan di seluruh Bali. Mungkin jumlahnua sudah ada sekitar 300-an. Termasuk juga seperangkat alat gamelan. Nanti astungkara terpilih, tiyang akan lanjutkan lagi dengan kelengkapan lainya untuk menunjang segala aktivits  di banjar,” ungkapnya.

Tujuannya menurut dia, adalah untuk melestarikan seni, adat dan budaya Bali sehingga tetap lestari, bahkan makin berkembang. “Khususnya agar generasi muda kita tetap melakoni kehidupan berkesenian, adat serta budaya Bali. Namun harus ada sarana dan prasaranan sebagai fasilitas penunjangnya. Nah, ini yang bantu adalah pemerintah,” katanya.

Untuk merealisasikan hal tersebut, pihaknya akan mengangkat tenaga kontrak yang berasal dari lingkungan banjar setempat. Para tenaga kontrak ini nantinya bertugas untuk melatih serta mengajarkan warga berbagai kegiatan yang terkait seni dan budaya Bali. “Nanti kita siapkan semuanya. Tenaga pelatih, alat-alatnya seperti gamelan termasuk juga kustum bila perlu kta juga siapkan. Anggarannya dari APBD Provinsi. Sudah saya hitung itu semua,” terangnya.

Dengan begitu, ia berharap agar aktivitas berkesenian juga kegiatan budaya di masyarakat akan lebih hidup dan semarak kembali dari sebelumnya. “Kami berharap sekeha santhi, sekeha gong dan sekehe keseniannya lainnya bisa lebih hidup dan semarak lagi. Semuanya yang dibutuhkan akan kita siapkan,” tegasnya.

Bila hal itu terealisasi, pihaknya berkeyakinan kehidupan seni, adat, budaya Bali, tak hanya lestari namun makin semarak dan berkembang. “Iya bagaimana lestari dan berkembang kalau tidak difasilitasi. Itu sudah menjadi kewajiban, dan sekaligus bukti keberpihakan pemerintah terhadap pelestarian adat dan budaya kita,” pungkasnya. (r/bpn)

Tingkatkan Soliditas Menjelang Pilkada, Kapolda Bali Tatap Muka dengan Tokoh Agama

BALIPORTALNEWS.COM – Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose melaksanakan tatap muka dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) Provinsi Bali di Puri Santrian Resort, Sanur, Denpasar Selatan, Kamis (12/4/2018). Pertemuan ini untuk meningkatkan soliditas dan mendukung pelaksanaan Pilkada damai.

Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose dalam sambutannya mengatakan, kerukunan antar umat beragama khususnya di Bali selama ini sudah berjalan dengan baik meskipun sempat terjadi riak-riak kecil tapi semuanya bisa diredam melalui ketulusan hati masyarakat serta rasa memiliki bersama sehingga tidak muncul hal yang memberatkan.

“Saya berterima kasih kepada pemuka agama karena sampai sekarang toleransi  di Bali masih tetap terjaga dan ini tidak mudah dilakukan mengingat di beberapa daerah terjadi irisan-irisan,” kata Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose didampingi sejumlah Pejabat Utama Polda Bali.

Terkait pelaksanaan pilkada, jenderal lulusan Akpol tahun 1988 ini menyampaikan, sejauh ini berjalan dengan aman dan kondusif.  Kondisi ini juga tidak terlepas dari peran para tokoh agama dalam menentramkan umatnya sehingga masyarakat saling menghormati.

“Berdasarkan evaluasi dari Mabes Polri belum ada hal-hal menonjol maupun pelanggaran berat dalam pelaksanaan Pilkada. Tentunya, peran tokoh agama dalam hal ini FKUB dan MUDP membantu Kepolisian dan TNI menciptakan situasi kondusif,” tegas Kapolda Bali.

Sementara, Ketua FKUB Provinsi Bali Ida Pengelingsir Agung Putra Sukahet berterima kasih kepada Kapolda Bali karena selama kepemimpinannya mampu menciptakan  situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. “Selama kepemimpinan Irjen Golose tidak ada yang berani berbuat onar. Ormas pun dibuat tiarap,” ucap Ida Pengelingsir Agung Putra Sukahet didampingi Ketua MUDP Jero Gede Suwena Putus Upadesa.

Demikian juga halnya dengan pelaksanaan Pilkada yang sampai sekarang berjalan dengan damai. “Kami selalu mendengungkan kepada masyarakat agar berpolitik dengan santun dan jangan pernah memakai isu agama. Pilkada sebagai sarana mencari pemimpin yang baik agar Bali tetap aman dan damai. Beda pilihan itu wajar tapi siapapun yang nantinya terpilih harus memberlakukan masyarakat secara adil,” harapnya.(binaw/bpn)

Buktikan Komitmen Tolak Reklamasi, Rai Mantra ‘Mesuaka’ ke Pasubayan BTR

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Keseriusan sikap paket Mantra-Kerta (IB Rai Mantra – I Ketut Sudikerta) yang diusung Koalisi Rakyat Bali (KRB) dalam menolak Reklamasi Teluk Benoa rupanya tak hanya hisapan jempol semata. Sehari setelah melakukan pendaftaran dan penandatanganan Sikap Politik Tolak Reklamasi, pada Rabu (10/1/2018) kemarin, Calon Gubernur Rai Mantra langsung melakukan pertemuan dengan Ketua Pasubayan Desa Pakraman/Adat Bali Tolak Reklamasi (BTR), I Wayan Suarsa bersama beberapa anggota Pasubayan lainya di Kawasan Pantai Kuta, Badung.

Ketua Pasubayan Desa Pakraman/Adat BTR, I Wayan Suarsa mengatakan bahwa kedatangan Rai Mantra sebagai Calon Gubernur Bali yang berpasangan dengan Ketut Sudikerta ini merupakan keinginan Rai Mantra sendiri. Hal ini dilakukan guna memberikan penjelasan kepada Pasubayan BTR terkait dengan sikap politik dan pakta integritas yang telah ditandatangani paket Mantra-Kerta. “Beliau berkinginan untuk bertatap muka untuk memberikan penjelasan tentang pakta integritas yang ditandatangani terkait penolakan terhadap Reklamasi Teluk Benoa,” ujarnya.

Suarsa yang juga Bendesa Pakraman Kuta menilai pertemuan ini sebagai wujud rasa menyama beraya, karena siapapun yang nantinya menjadi Gubernur Bali tentu sangat erat kaitanya dengan Desa Pakraman.

Dikatakan Suarsa, Pasubayan Desa Pakraman/Adat BTR merupakan organisasi yang menaungi 39 Desa Pakraman/Adat yang menolak Reklamasi Teluk Benoa. Adapun desa yang menolak tersebut tersebar di seluruh Kabupaten/Kota di Bali. Menurutnya, pakta integritas dari Pasangan Mantra-Kerta yang menolak Reklamasi Teluk Benoa menunjukan sebuah niat dan itikad dari calon Gubernur untuk menolak reklamasi. Dengan demikian, tidak ada istilah terlambat bagi siapapun yang melakukan perjuangan yang sama. “Tidak ada kata terlambat bagi siapapun yang melakukan perjuangan untuk sesuatu hal yang sama,” kata Suarsa.

Suarsa lebih lanjut mengemukakan, kedatangan bapak Rai Mantra ini merupakan bentuk dukungan bagi Pasubayan Desa Pakraman/Adat di Bali yang menolak Reklamasi Teluk Benoa. ”Hanya saja dalam pelaksanaanya kedepan perlu dibuktikan dengan aksi nyata yang salah satunya telah diwujudkan hari ini dengan bertatap muka langsung dengan Ketua Pasubayan Desa Pakraman/Adat Tolak Reklamasi di Pantai Kuta ini,” jelasnya.

Terkait dengan dukungan politik, Suarsa menegaskan bahwa Pasubayan BTR diibaratkan seperti pelangi yang terdiri dari berbagai kalangan tetapi mempunyai tujuan yang sama, yakni menolak Reklamasi Teluk Benoa.

“Jadi siapapun Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali yang dengan nyata dan tegas menolak Reklamasi Teluk Benoa itu maka secara prinsip mereka akan satu tujuan dengan kami (Pasubayan), dan berjalan bersama kami dalam gerakan ini. Itu artinya dukungan nyata akan ada ketika ada penolakan nyata. Ketika nyata ada penolakan pada kapasitasnya menjadi Gubernur nanti,” tutup Suarsa sembari mengatakan bahwa Pasubayan Desa Pakraman/Adat BTR turut memberikan ruang kepada Rai Mantra saat Pagelaran Budaya Bali Rolak Reklamasi Teluk Benoa di Depan Kantor Gubernur Bali, Sabtu (13/1/2018) mendatang. (dn/bpn)