Mantra-Kerta Serap Langsung Aspirasi Masyarakat

0

BALIPORTALNEWS.COM – Keseriusan Paket Mantra-Kerta (IB Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta) dalam menolak reklamasi Teluk Benoa tampak semakin nyata. Setelah sebelumnya saat deklarasi turut dilaksanakan penandatanganan fakta integritas penolakan reklamasi Teluk Benoa, yang dilanjutkan dengan mesuaka (tatap muka) dengan Ketua Pasubayan Desa Pakraman/Adat Tolak Reklamasi, I Wayan Suarsa, kali ini Paket Mantra-Kerta yang diusung Koalisi Rakyat Bali (KRB) turut hadir dan menyerap langsung aspirasi masyarakat pada aksi Parade Budaya Bali Tolak Reklamasi di Depan Kantor Gubernur Bali, Sabtu (13/1/2018) usai pelaksanaan Tes Pisikologis di Kantor KPUD Bali bersama seluruh Paslon Pilkada Serentak 2018 di Bali.

Rai Mantra yang hadir lebih dulu menggunakan sepeda motor yang selanjutnya disusul kehadiran Sudikerta. Keduanya tampak mengenakan pakian adat Bali dengan baju yang dominan berwarna putih yang selanjutnya memilih duduk di pelataran depan Lapangan Niti Mandala Renon untuk mendengarkan orasi dan aspirasi masyarakat yang tergabung dalam gerakan Bali Tolak Reklamasi (BTR).

Diwawancarai disela-sela menghadiri aksi, Rai Mantra mengatakan bahwa sikap penolakan terhadap reklamasi Teluk Benoa telah disampaikan sejak tahun 2013. Hal ini lantaran sesuai dengan study kelayakan yang dilaksanakan oleh Universitas Udayana dan didukung oleh Bhisama PHDI yang menyatakan menolak reklamasi Teluk Benoa, Bali. “Kita sudah menolak sejak 2013 lalu, iya itu berdasarkan atas kajian dan Bhisama PHDI, itu penting untuk ditaati oleh semua pihak di Bali,” ujarnya.

Kehadiranya di aksi BTR ini kata Rai Mantra adalah inisiatifnya sendiri lantaran adanya undangan terbuka untuk masyarakat Bali terkait aksi BTR hari ini (kemarin). Rai Mantra juga menegaskan bahwa Mantra-Kerta tidak memanfaatkan keadaan termasuk aksi BTR kali ini sebagai ajang untuk kampanye. “Iya ini jangan dikira memanfaatkan momentum aksi BTR ini, jadi intinya karena ada undangan terbuka di media sosial ya saya berpartisipasi untuk mendengarkan dan menyerap apa saja yang disampaikan masyarakat BTR dan ini menjadi salah satu upaya serius untuk menolak reklamasi,” pungkasnya.

Hal senada turut disampaikan Ketut Sudikerta, pihaknya mengatakan bahwa partai pengusung Paslon Mantra-Kerta yakni KRB secara tegas telah mengikrarkan penolakan terhadap Reklamasi Teluk Benoa dalam bentuk fakta integritas. “Kita (KRB) senafas dengan For Bali dan Masyarakat lainnya yang tergabung dalam BTR, kemarin juga sudah ditandatangani pakta integritas penolakan reklamasi teluk Benoa,” bebernya.

Bahkan, saat ini Sudikerta telah menyusun draft usulan penolakan Reklamasi Teluk Benoa dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Bali kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar. Bahkan Sudikerta telah merancang investasi yang sebelumnya untuk Reklamasi Teluk Benoa ini dapat dialihkan untuk dimanfaatkan di Bali Utara. “Saya sudah membuat surat usulan kepada DPP Golkar untuk melakukan tindak lanjut pencabutan Perpres Reklamasi,” jelas Sudikerta.

Sudkierta juga menampik anggapan bahwa dirinya baru hadir pada aksi BTR saat menjelang Pilkada saja. Dalam kesempatan tersebut Sudikerta mengaku telah menerima beberapa kali masyarakat dari berbagai elemen masyarakat BTR. Pun demikian, pihaknya mengaku ada beberapa aksi yang belum sempat dihadiri lantaran ada tugas yang lain dan tidak bisa ditinggalkan. “Kami telah menerima beberapa kali, tapi pada saat aksi kebetulan saya ada tugas,” tandasnya. (dn/bpn)

Deklarasi Mantra-Kerta Sepakat Tolak Reklamasi Teluk Benoa

0

BALIPORTALNEWS.COM – Koalisi Rakyat Bali (KRB) yang terdiri dari gabungan Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Gerindra, Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Bulan Bintang dan Partai Perindo sepakat untuk mendeklarasikan paket IB Rai Dharnmawijaya Mantra – I Ketut Sudikerta (Mantra – Kerta). Deklarasi yang mengambil tempat di Lapangan Timur  Niti Mandala Renon pada Selasa (9/1/2018) kemarin ini turut dihadiri petinggi partai pengusung hingga pulahan ribu masyarakat Bali dengan pakian adat Bali yang didominasi warna putih.

Deklarasi diawali dengan orasi politik oleh Ketua KRB, I Made Mudarta  yang dilanjutkan dengan penyerahan rekomendasi oleh pimpinan partai pendukung, penandatanganan sikap politik oleh seluruh partai pendukung, pembacaan sikap politik dan orasi dari pasangan calon. Dalam sikap politiknya, Pasangan Mantra-Kerta sepakat dan berkomitmen untuk menolak reklamasi teluk Benoa.

Dalam orasinya, I Made Mudarta selaku ketua KRB mengatakan bahwa pasangan Rai Mantra-Sudikerta merupakan tipikal pemimpin layaknya “Candra” yang merupakan pengamalan dari Asta Bratha yakni Candra Bratha. “Dimana,  keduanya memiliki sifat seperti bulan yang selalu tersenyum, memberikan kesejukan, dan memberikan penerangan disaat gelap namun tidak membuat rakyat kepanasan,” jelas pria yang juga Ketua DPD Demokrat Bali ini.

Dikatakan lebih lanjut, dipilihnya tanggal 9 Januari sebagai pelaksanaan Deklarasi lantaran tanggal tersebut merupakan hari jadi Koalisi Rakyat Bali (KRB) yang terbentuk pada 9 November 2017 lalu. “Filosofi angka sembilan itu makna Dewata Nawa Sanga, dan tanggal 9 November itu pembentukan KRB,” jelas Mudarta.

Selain itu, angka Sembilan juga merupakan jumlah program yang akan diwujudkan pasangan Mantra-Kerta ketika dipercaya masyarakat Bali untuk menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Bali. “Adapun program tersebut dikemas dengan sebutan Nawa Candra yang bertujuan untuk mewujudkan Bali yang Maju, Aman, Damai dan Harmoni (Madani) dalam kebhinekaan serta menuju Bali Shanti dan Jagadhita berlandaskan Tri Hita Karana,” pungkasnya.

Sementara, Pasangan Calon Gubernur IB Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Calon Wakil Gubernur, Ketut Sudikerta mengatakan bahwa deklarasi ini merupakan momen bersejarah. Dimana, hari ini (Kemarin) merupakan hari pertama dirinya menapakkan kaki secara tegas pada sebuah titik estapet perhelatan demokrasi untuk kepemimpinan Bali lima tahun mendatang.

Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan, jika nantinya dipercaya memimpin Bali, pasangan Mantra-Kerta akan melakukan langkah dalam upaya mengajegkan Bali dengan mengembalikan taksu Bali yang selama beberapa dasawarsa terakhir ini tergerogoti oleh berbagai praktek yang didorong oleh kepentigan pragmatis. Tak hanya itu, sektor Ekonomi dalam upaya memberikan kesejahteraan rakyat turut dikembangkan ekonomi kerakyatan dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal  secara berkeadilan di Sembilan kabupaten/kota.

“Selain itu, sektor pertanian wajib kami jaga dan tingkatkan nilai tambahnya, karena bagi orang Bali, pertanian tidak semata urusan pangan, melainkan terkandung juga nilai Budaya dan Spiritualitas,” ungkapnya sembari menegaskan sikap yang dari dulu dengan tegas menolak reklamasi teluk Benoa dan mendukung hasil study kelayakan dari Universitas Udayana dan Bhisama PHDI yang menyatakan menolak Reklamasi Teluk Benoa. (r/bpn)

Paslon Mantra Kerta Jalani Tes Kesehatan Di Wing Amerta RSUP Sanglah

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pasangan calon (Paslon) gubernur dan wakil gubernur Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan Ketut Sudikerta, yang diusung Koalisi Rakyat Bali (KRB), menjalani tes kesehatan di Wing Amerta RSUP Sanglah Denpasar, Kamis (11/1/2018).

Paslon Mantra Kerta terlihat kompak memakai warna baju putih saat akan jalani tes kesehatan, “saya memakai baju warna putih sama dengan Bapak Sudikerta lantaran habis olahraga. “Ya tadi habis olahraga, dan sebelum tes kesehatan saya juga sudah menjalani puasa 12 jam, hanya minum air putih saja, ” ungkap Rai Mantra. Hal serupa juga ungkapkan oleh Sudikerta, sebelum menjalani tes kesehatan Sudikerta mengatakan sudah biasa tidak ada persiapan khusus, “kami siap diperiksa kesehatannya, sebelumnya saya juga menjalani aktivitas seperti biasa dalam melayani masyarakat,” ujarnya.

Sama seperti pasangan Wayan Koster dan Tjokorda Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace (KBS-Ace) sehari sebelumnya, pemeriksaan Mantra-Kerta dimulai sekitar Pukul 07.15 WITA dan berakhir Pukul 16.00 WITA. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan tim dokter RSUP Sanglah, meliputi pemeriksaan fisik, psikiatri, psikologi, dan bebas narkoba. Khusus pemeriksaan narkoba, dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali di RSUP Sanglah.

Menurut Ketua KPU Bali Dewa Kade Wiarsa Raka Sandhi, jadwal pemeriksaan kesehatan ini sesuai dengan jadwal pendaftaran pasangan calon ke KPU Bali. “Calon yang menjalani tes kesehatan di hari kedua ini merupakan pasangan yang mendaftarkan diri hari pada kedua pendaftaran ke KPU Bali, Selasa, 9 Januari 2018, dan khusus untuk pemeriksaan rohani dan psikologis pasangan calon, dijadwalkan berlangsung tanggal 13 Januari mendatang”, jelas Raka Sandhi.

Sementara Ketua Tim Pemeriksaan Kesehatan RSUP Sanglah, dr. Ketut Sudartana, Sp.B (K), menerangkan, pemeriksaan kesehatan mulai dari jasmani, seperti penyakit dalam, jantung, paru-paru, mata, THT, bedah umum, bedah ortopedi, dan lain-lain. Cek lab juga ada yang wajib dikerjakan, seperti fungsi hati, fungsi ginjal, kolesterol. Termasuk juga pemeriksaan tes narkoba yang dilakukan oleh pihak BNN Provinsi Bali. Untuk pemeriksaan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur ini, RSUP Sanglah menerjunkan belasan orang dokter spesialis. Mulai dari spesialis penyakit dalam, bedah ortopedi, bedah urologi, jantung, paru, mata, THT, psikiatri, gigi dan mulut, obgin, dan lainnya.

Hasil pemeriksaan kesehatan ini akan menentukan apakah pasangan calon sehat secara medis dan layak menjadi calon kepala daerah. “Yang bersangkutan (pasangan calon) akan diperiksa secara medis, apakah mampu atau tidak menjadi kepala daerah selama lima tahun ke depan,” ujarnya. Hasil pemeriksaan kesehatan pasangan calon ini nantinya akan dikumpulkan tim dokter, lalu disimpulkan. “Hasilnya kita kumpulkan dan resumekan, agar bisa dikumpulkan pada 16 Januari ke KPU. Rapat final tim dokter akan dilakukan 15 Januari,” kata Sudartana.

Selain calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, Mantra Kerta, yang menjalani tes kesehatan di Rumah Sakit Sanglah hari ini ada juga dari calon Bupati dan Wakil Bupati dari Kabupaten Kelungkung dan Gianyar. (dn/bpn)

Jelang Pilgub 2018, ASN Pemkot Diharapkan Netral

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Menjelang perhelatan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali tahun 2018,  para Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kota Denpasar diharapkan untuk netral dan tidak ikut serta berpolitik praktis, demikian disampaikan Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara saat rapat koordinasi dengan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemkot Denpasar, Selasa (9/1/2018) di Kantor Walikota Denpasar.

Lebih lanjut dikatakan, untuk memberikan rasa aman dan damai selama gelaran Pilgub Bali, diharapkan para ASN agar mengedepankan aturan yang tertera dalam Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN, bahwa setiap pegawai ASN tidak berpihak dari segala pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun. “Mari kita samakan diri bergerak untuk menjaga kondusifitas yang berlandaskan pada aturan yang berlaku”, kata Rai Iswara.

Nantinya jika ada ASN yang ternyata ikut berpolitik praktis dan berkampanye akan dikenakan sanksi, yangmana sebelumnya terlebih dahulu harus ada laporan dari KPU dan Panwaslu jika ada ASN yang memang benar terbukti ikut serta berpolitik praktis. Lebih lanjut Pemkot juga sudah menyiapkan sebuah Tim khusus yang terdiri dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Denpasar, Bagian Hukum serta Inspektorat Kota Denpasar untuk menindaklanjuti serta memberikan sanksi jika memang ada ASN yang terbukti ikut berpolitik dan berkampanye dalam gelaran Pilgub Bali tahun 2018 ini sesuai dengan laporan KPU dan Panwaslu.

“Untuk itu para ASN harus sangat netral dan berhati-hati, bahkan berfoto selfie saja dengan Pasangan Calon (Paslon) saat masa Pilgub pun harus dihindari, agar tidak menimbulkan kesan memihak kepada salah satu paslon Pilgub Bali 2018 ini. Maka marilah kita sebagai ASN untuk bisa menaati aturan yang berlaku dan menjaga kondusifitas, nama baik organisasi maupun paslon yang ikut serta dalam gelaran Pilgub Bali kali ini”, ungkap Rai Iswara. Bentuk dukungan kepada paslon dapat diberikan secara langsung pada momentum pencoblosan, tentunya dengan memegang prinsip luberjurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil). (ays’/humas-dps/bpn)

Buktikan Komitmen Tolak Reklamasi, Rai Mantra ‘Mesuaka’ ke Pasubayan BTR

0

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Keseriusan sikap paket Mantra-Kerta (IB Rai Mantra – I Ketut Sudikerta) yang diusung Koalisi Rakyat Bali (KRB) dalam menolak Reklamasi Teluk Benoa rupanya tak hanya hisapan jempol semata. Sehari setelah melakukan pendaftaran dan penandatanganan Sikap Politik Tolak Reklamasi, pada Rabu (10/1/2018) kemarin, Calon Gubernur Rai Mantra langsung melakukan pertemuan dengan Ketua Pasubayan Desa Pakraman/Adat Bali Tolak Reklamasi (BTR), I Wayan Suarsa bersama beberapa anggota Pasubayan lainya di Kawasan Pantai Kuta, Badung.

Ketua Pasubayan Desa Pakraman/Adat BTR, I Wayan Suarsa mengatakan bahwa kedatangan Rai Mantra sebagai Calon Gubernur Bali yang berpasangan dengan Ketut Sudikerta ini merupakan keinginan Rai Mantra sendiri. Hal ini dilakukan guna memberikan penjelasan kepada Pasubayan BTR terkait dengan sikap politik dan pakta integritas yang telah ditandatangani paket Mantra-Kerta. “Beliau berkinginan untuk bertatap muka untuk memberikan penjelasan tentang pakta integritas yang ditandatangani terkait penolakan terhadap Reklamasi Teluk Benoa,” ujarnya.

Suarsa yang juga Bendesa Pakraman Kuta menilai pertemuan ini sebagai wujud rasa menyama beraya, karena siapapun yang nantinya menjadi Gubernur Bali tentu sangat erat kaitanya dengan Desa Pakraman.

Dikatakan Suarsa, Pasubayan Desa Pakraman/Adat BTR merupakan organisasi yang menaungi 39 Desa Pakraman/Adat yang menolak Reklamasi Teluk Benoa. Adapun desa yang menolak tersebut tersebar di seluruh Kabupaten/Kota di Bali. Menurutnya, pakta integritas dari Pasangan Mantra-Kerta yang menolak Reklamasi Teluk Benoa menunjukan sebuah niat dan itikad dari calon Gubernur untuk menolak reklamasi. Dengan demikian, tidak ada istilah terlambat bagi siapapun yang melakukan perjuangan yang sama. “Tidak ada kata terlambat bagi siapapun yang melakukan perjuangan untuk sesuatu hal yang sama,” kata Suarsa.

Suarsa lebih lanjut mengemukakan, kedatangan bapak Rai Mantra ini merupakan bentuk dukungan bagi Pasubayan Desa Pakraman/Adat di Bali yang menolak Reklamasi Teluk Benoa. ”Hanya saja dalam pelaksanaanya kedepan perlu dibuktikan dengan aksi nyata yang salah satunya telah diwujudkan hari ini dengan bertatap muka langsung dengan Ketua Pasubayan Desa Pakraman/Adat Tolak Reklamasi di Pantai Kuta ini,” jelasnya.

Terkait dengan dukungan politik, Suarsa menegaskan bahwa Pasubayan BTR diibaratkan seperti pelangi yang terdiri dari berbagai kalangan tetapi mempunyai tujuan yang sama, yakni menolak Reklamasi Teluk Benoa.

“Jadi siapapun Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali yang dengan nyata dan tegas menolak Reklamasi Teluk Benoa itu maka secara prinsip mereka akan satu tujuan dengan kami (Pasubayan), dan berjalan bersama kami dalam gerakan ini. Itu artinya dukungan nyata akan ada ketika ada penolakan nyata. Ketika nyata ada penolakan pada kapasitasnya menjadi Gubernur nanti,” tutup Suarsa sembari mengatakan bahwa Pasubayan Desa Pakraman/Adat BTR turut memberikan ruang kepada Rai Mantra saat Pagelaran Budaya Bali Rolak Reklamasi Teluk Benoa di Depan Kantor Gubernur Bali, Sabtu (13/1/2018) mendatang. (dn/bpn)

Miliki Nilai Hubungan Historis, Pendopo Puri Tonggak Awal Perjuangan Partai Politik di Bali

0

BALIPORTALNEWS.COM – Paket pasangan I.B Rai Dharmawijaya Mantra – I Katut Sudikerta (Mantra-Kerta) yang kini telah sah mengantongi rekomendasi dari beberapa partai yang tergabung dalam Kolisi Rakyat Bali (KRB) untuk mendaftar sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali. Partai yang tergabung dalam KRB yakni  Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Gerindra dan Partai Nasdem yang telah mengeluarkan rekomendasi untuk paket pasangan Mantra-Kerta.

Sehari setelah mengantongi rekomendasi, tokoh yang dikenal low profil ini langsung melakukan berbagai langkah strategis. Seperti pada Sabtu (6/1/2018) Rai Mantra langsung menyambangi Puri Agung Denpasar yang merupakan simbol perjuangan PDIP di Bali. Kehadiran Rai Mantra diterima langsung Penglingsir Puri, A.A Ngurah Oka Ratmadi yang akrab disapa Cok Rat didampingi beberapa Tokoh Puri lainya di Pendopo Puri Agung Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut, Cok Rat mengatakan bahwa Rai Mantra merupakan  figur yang tepat untuk menjadi Gubernur Bali. Hal tersebut lantaran Cok Rat menilai Rai Mantra merupakan sosok punya pendirian yang kuat dan mempunyai track recod yang jujur dan bersih serta tidak mudah didekte oleh kekuatan dari luar.

“Pada jaman yang pragmatis ditengah gempuran kapitalis ini sosok Rai Mantra saya nilai sangat tepat memimpin Bali dan saya yakini mampu menjaga Bali sehingga bisa tetap ajeg dan lestari. Gus Rai adalah orang yang tepat untuk mengawal pembangunan Bali,” jelasnya.

Cok Rat menceritakan bahwa antara Rai Mantra dan Puri Agung Denpasar memiliki hubungan historis yang cukup erat. Hal ini lantaran Leluhur dari Puri Agung Denpasar bersama Leluhur Rai Mantra pernah berada dalam satu komando saat berjuang merebut kemerdekaan.

“Waktu penjajahan dulu, Leluhur di Puri Agung Denpasar ada keterkaitan dengan Leluhur di Griya Gus Rai, sehingga kali ini sejarah kembali terulang dengan kedatangan Gus Rai,” kata Cok Rat.

Lebih lanjut Cok Rat mengatakan, sejak awal berdirinya Puri Denpasar, bangunan Pendopo yang merupakan lokasi pertemuan hari ini (Kemarin) merupakan saksi bisu berbagai peristiwa penting menjelang dan pasca kemerdekaan. Cok Rat mencontohkan saat pembentukan awal partai politik di Indonesia, pusat perjuangan dan berbagai aktivitas lainya juga turut dilaksanakan di Puri Agung Denpasar yang lebih dikenal dengan sebutan Puri Satria ini. Pada kesempatan tersebut Cok Rat turut menyampaikan dukungan pihaknya kepada Rai Mantra.

“Jadi kami disini mendukung Gus Rai menjadi calon Gubernur Bali, apalagi Gus Rai yang memiliki prestasi mentereng di tingkat nasional dalam memimpin Denpasar. Dan ingat dalam pilgub ini adalah memilih figur bukan memilih partai, karena itu  saya yakin Rai Mantra akan membawa perubahan dan kemajuan yang lebih baik bagi Bali kedepan,” pungkas Cok Rat.

Sementara, I.B Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan bahwa kedatangannya ke Puri Agung Denpasar karena dirinya merasa memiliki hubungan historis sejarah yang sulit dilupakan, antara Leluhur Puri Agung Denpasar dengan Leluhurnya. Bahkan Rai Mantra mengatakan dirinya sempat merinding ketika memasuki Pendopo yang digunakan sebagai tempat pertemuan. Hal ini lantaran Rai Mantra baru mengetahui bahwa pendopo tersebut merupakan tonggak berdirinya partai-partai saat ini.

“Jadi saya juga merinding ketika memasuki pendopo, dan saya baru tahu bahwa disana telah terjadi berbagai peristiwa penting, jadi karakteristik dan perjuangan serta tata pemerintahan itu ada di Puri Agung Denpasar,” ungkapnya.

Rai Mantra menambahkan Puri Agung Denpasar jika dilihat dari sejarah memiliki perjalanan yang cukup panjang. Hal ini lantaran Puri Agung Denpasar merupakan lokasi awal pembentukan partai awal pada tahun 1955. Selain itu, Puri Agung Denpasar juga merupakan pusat perjuangan. Sedangkan pada jaman kemerdekaan tahun 1945 kedua paman keduanya yakni Cok Rat dan Rai Mantra merupakan pejuang.

“Jadi ini benang merah, dan tentu kami juga menganggap mereka (Puri Agung Denpasar) sebagai orang tua, dalam hal ini kita mencoba melanjutkan perjuangan kedepan dengan mohon tuntunan dan sebagainya,” jelas Rai Mantra.

Rai Mantra menambahan bahwa karakteristik dan sejarah perjuangan yang berada di Puri Agung Denpasar sangat baik digunakan sebagai acuan dalam pembangunan Bali kedepanya. “Jadi kalau kita membangun kedepan tapi tidak melihat sejarah ya sulit juga, itu yang tidak boleh dilupakan,” kata Rai Mantra.

Dengan adanya dukungan Puri Agung Denpasar ini dinilai Rai Mantra merupakan sebuah spirit utama dalam melanjutkan perjuangan. Hal ini lantaran Puri Agung Denpasar tidak dapat dipisahkan dari berbagai peristiwa penting di Bali. Selanjutnya putra Mantan Gubernur Bali, (Alm) I.B Mantra ini mengatakan dirinya akan mengunjungi semua elemen terutamanya masyarakat Bali. “Nanti ya semua akan dikunjungi, yang utama kan masyarakat,” pungkasnya.(r/bpn)

Mantra-Kerta Berterima Kasih dan Ajak Simpatisan Jaga Kondusifitas

0

BALIPORTALNEWS.COM – Deklarasi hingga pendaftaran Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Mantra-Kerta ke KPUD Bali diikuti ribuan relawan, simpatisan dan pendukung telah berjalan aman dan tertib. Pelaksanaan Deklarasi Paslon Mantra-Kerta di kawasan Bajra Sandhi Renon (9/1) dipadati ribuan simpatisan dan pendukung.

Meski dihadiri ribuan simpatisan dan pendukung, kegiatan tersebut tetap memperhatikan ketertiban, kenyaman serta memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar. Para simpatisan pun turut serta memungut sampah usai kegiatan deklarasi yang dilanjutkan menghantarkan Paslon Mantra-Kerta mendaftar di KPUD Bali.

Melihat semangat dukungan dari simpatisan dan pendukung yang hadir dan memperhatikan ketertiban hingga kebersihan, Calon Gubernur Bali I.B Rai Dharmawijaya Mantra pada Rabu (10/1/2018) di Denpasar menyampaikan ucapan terima kasih kepada simpatisan dan pendukung.

“Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada simpatisan dan pendukung yang telah turut serta menghantarkan pelaksanaan Deklarasi hingga pendaftaran Paslon Mantra-Kerta di KPU Bali dengan aman dan tertib,’’ ujar Rai Mantra.

Lebih lanjut dikatakan kehadiran simpatisan, relawan dan pendukung terus kita ingatkan untuk bisa menahan diri dan menjaga kondusifitas keamanan dan kenyamanan masyarakat Bali. Disamping itu dalam pelaksanaan deklarasi kehadiran simpatisan, relawan dan pendukung juga memperhatikan kebersihan dengan melakukan kegiatan pungut sampah bersama. Hal ini menjadi komitmen bersama yang telah ditunjukan dalam pelaksanaan deklarasi yang berlangsung aman, nyaman, tertib dan memperhatikan kebersihan lingkungan.

“Saya imbau kepada masyarakat untuk ikut menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat, karena saya sangat menyadari Bali sebagai daerah pariwisata, keamanan dan kenyamanan menjadi satu hal yang sangat penting, mari kita kedepankan politik santun dan selalu menjaga etika serta saling hormat menghormati dalam nuansa kebersamaan,’’ kata Rai Mantra sembari mengajak masyarakat Bali untuk menyambut pesta demokrasi dengan penuh kegembiraan serta mengajak menjaga kondusivitas agar tetap aman dan nyaman. (dn/bpn)

Ciptakan PilGub 2018 Aman, Kapolres Badung Gandeng Tokoh Tokoh Masyarakat

0

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – “Penciptaan Kondisi yang aman dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah melakukan sambang dan kunjungan  ke tokoh tokoh masyarakat” hal tersebut diungkapkan Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta, S.I.K pada saat melaksanakan kunjungan ke Puri Ageng Mengwi Badung.

Kunjungan orang nomor satu di Polres Badung ini dalam rangka silaturahmi guna menambah harmonis jalinan komunikasi yang telah terjalin antara Polres Badung dan Puri Ageng mengwi.

Kunjungan Kapolres Badung tersebut diterima Penglingsir Puri Ageng Mengwi Anak Agung Gde Agung. Dalam Kunjungan tersebut Kapolres bersama Dir Tahti Polda Bali AKBP I Made Sukasuyasa,SH,MH dan Kapolsek Mengwi Kompol Gede Made Punia,SH,MH.

Suasana kekeluargaan tampak dari perbincangan pejabat utama ini dengan penglingsir Puri, dimana pemegang tongkat komando di Polres Badung ini mengajak tokoh Puri Ageng Mengwi untuk bersama sama memantau dan menciptakan suasana aman terlebih saat ini merupakan tahun Politik.

Tokoh Puri Ageng Mengwi ini sangat menyambut baik kedatangan Kapolres Badung beserta rombongan di Purinya dimana pengklingsir puri sangat mendukung langkah langakah kepolisian untuk menciptakan rasa aman di masyarakatnya, A.A Gede Agung menyampaikan bahwa Polres Badung sangat aktif dalam penciptaan rasa aman sebagai bukti diceritrakannya pada saat berjalan jalan di luar puri,penglingsir Puri selalu melihat kehadiran Polisi baik di jalan raya, obyek obyek wisata serta sering mengunjungi rumah rumah penduduk oleh bhabinkamtibmas.

Diharapkan kedepan jalinan sinergitas kepolisian dengan masyarakat dan para tokoh tetap digalakkan sehingga bergandengan tangan menciptakan Pilgub 2018 aman khususnya di Wilayah Badung.

Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta,S.I.K di konfirmasi usai kegiatan mengungkapkan “jalinan Komunikasi Polres Badung dengan Puri Ageng Mengwi sudah sangat harmonis , dengan jalinan yang harmonis ini kami mengajak segenap tokoh tokoh masyarakat untuk bersama sama menjaga keamanan khususnya di wilayah Badung, terlebih saat ini merupakan tahun Politik yang tentunya peran para tokoh tokoh masyarakat sangat penting untuk bersama sama menciptakan situasi kondusif, untuk itu kami menggandeng para tokoh masyarakat untuk bersama sama menciptakan situasi itu,” ungkap Perwira Melati Dua asal Buleleng ini. (guz/humas-polres.badung/bpn)