29 C
Denpasar
Minggu, 23 September 2018

Bahas Kerja Sama Lanjutan ASUP Jabar, Rektor Bertemu Bupati Kabupaten Pangandaran dan Kuningan

BALIPORALNEWS.COM –  Menindaklanjuti program Aliansi Strategis Universitas Padjadjaran Jawa Barat (ASUP-Jabar)-Unpad Nyaah ka Jabar , Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Kuningan. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh para Bupati di tiap-tiap kabupaten.

Dalam kunjungan yang dilakukan di Pangandaran, Rektor beserta Wakil Rektor bidang Akademik dan Pembelajaran, Dr. Arry Bainus, M.A., dan Dekan Fakultas Teknik Geologi Dr. Vijaya Isnaniawardhani, Ir., M.T., bertemu Bupati H. Jeje Wiradinata dan Wakil H. Adang Hadari di ruang kerja Kantor Bupati Pangandaran, Kamis (16/2/2017). Salah satu agenda pertemuan tersebut yaitu menindaklanjuti hasikl kajian analisis geologis terkait lahan yang akan dibangun menjadi kampus Program Studi di luar Kampus Utama (PSDKU) Unpad-Pangandaran di desa Cintaratu, Parigi, Pangandaran.

Dr. Vijaya mengatakan, dari hasil kajian geologis  yang dilakukan Tim Fakultas Geologi Unpad sejak Januari 2017, sekitar 20% dari 30 ha lahan bakal kampus PSDKU Unpad-Pangandaran berpotensi untuk dibangun.

Selain membahas hasil kajian geologis, Rektor juga menjelaskan konsep pengembangan kampus PSDKU Unpad Pangandaran  yang  dirancang  untuk mengimplementasikan prinsip pendidikan transformatif.  Konsep pendidikan ini menekankan pembinaan mahasiswa secara terintergrasi antar program studi.

“Jangan sampai yang berkuliah di program studi tertentu hanya berkonsentrasi di program studi tersebut saja, mereka harus ikut memperhatikan permasalahan sosial yang ada disekitar nya. Untuk itu harus ada kurikulum yang berbeda, salah satunya menempatkan mahasiswa tahun pertama di asrama”, ujar Rektor.

Rektor menambahkan bahwa kampus PSDKU Unpad Pangandaran harus berkomitmen untuk menjadi bagian dan mengembangkan kapasitas wilayah pangandaran dan sekitarnya.  Dari catatan 102 mahasiswa yang berkuliah di kampus Unpad Pangandaran,  hanya 24 yang tercatat asli pangandaran.

“Sebetulnya ini di bawah target, dan pengelolaan ini harus kita benahi dan siapkan mulai dari sekarang . Dan dengan adaya sosialisasi dan persiapan yang baik semoga peminatan juga akan meningkat. Termasuk khusus masyarakat pangandaran kan dulu kami komitmenkan mereka semestinya mendapat beasiswa baik dari kabupaten maupun provinsi. Untuk itu tahap awalnya kami akan melukan verifikasi dahulu mahasiswa tersebut asli pangandaran atau bukan”, jelas Rektor.

Rektor juga mengucapkan banyak terima kasih atas komitmen Bupati Pangandaran terhadap pengembangan kampus Pangandaran. Menghadapi tahun kedua dan penerimaan mahasiswa baru,  Bupati telah berkomitmen memberikan tambahan sarana kampus sementara yang berada di wilayah Wonoharjo, atau sekira 3 kilometer dari kampus sementara PSDKU Unpad Pangandaran saat ini yang berada di wilayah Cikembulan.

Menanggapi pengembangan kampus PSDKU Unpad Pangandaran ini, Jeje pun mendukung penuh program tersebut. Dalam waktu dekat, pihaknya akan segera menyelesaikan terkait status tanah yang akan segera dibangun menjadi kampus.

Usai pertemuan, Rektor Beserta rombongan melakukan peninjauan ke lokasi bakal calon kampus Unpad Pangandaran di desa Cintaratu, Parigi, Pangandaran dan di area Wonoharjo. Adapun  rangkaian  kunjungan Rektor di Kabupaten Pangandaran kemudian ditutup dengan berdiskusi bersama mahasiswa kampus Unpad Pangandaran terkait dengan fasilitas dan sarana prasarana.

Sementara di Kabupaten Kuningan, Rektor beserta Dr. Arry dan Guru Besar Fakultas Pertanian Unpad, Prof. Dr. Tualar Simarmata, Ir., M.S., melakukan pertemuan dengan Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, S.H., M.H., beserta para kepala Dinas di Kantor Bupati Kuningan, Jumat (17/2/2017). Rektor mengatakan, Unpad tetap berkomitmen untuk berkontribusi membangun kapasitas sumber daya manusia di Kuningan.

Hampir empat tahun pelaksanaan program afirmasi pendidikan “Unpad Nyaah ka Jabar”, telah banyak mahasiswa asal Kuningan yang berkuliah di Unpad. Rektor pun berkomitmen untuk tetap melanjutkan program afirmasi tersebut.

“Hampir 4 tahun program ini diterapkan, hasilnya sangat signifikan. Kita harapkan mereka dapat kembali dan mengembangkan kapasitas diri untuk membangun wilayah Kuningan,” kata Rektor.

Di aspek pembangunan sumber daya manusia lainnya, Rektor juga menawarkan para pegawai pemerintahan di Kuningan untuk melanjutkan studi di Unpad. Namun, Rektor menekankan, studi yang dilakukan tujuan utamanya ialah menyelesaikan berbagai permasalahan yang terjadi di Kuningan.

Menghadapi berbagai permasalahan yang kompleks di setiap wilayah, Unpad sendiri telah mengembangkan bidang ilmu baru yang harapannya terkait kuat dengan daerah. Beberapa program studi baru di Sekolah Pascasarjana, yaitu Inovasi Regional, Manajemen Sumber Daya Hayati, dan Ilmu Berkelanjutan, diharapkan menjadi bagian untuk mendorong pengembangan wilayah.

“Sehingga nanti (para pegawai) tidak memilih program studi yang ’klasik’ lagi. Kita tawarkan prodi yang menuju ke aspek pembangunannya,” kata Rektor.

Pada segi pembangunan wilayah, Kuningan merupakan wilayah penyumbang Ruang Terbuka Hijau (RTH) terbesar di Jawa Barat. Untuk itu, Unpad sepakat bekerja sama dengan Kabupaten Kuningan pada penguatan aspek konservasi. Ia berharap potensi konservasi yang ada di Kuningan ini jangan sampai bergeser.

“Kesadaran konservasi harus terbangun kuat,” imbuh Rektor.

Menanggapi inisasi baik Unpad, Acep Purnama mendukung penuh program Unpad Nyaah ka Jabar di Kabupaten Kuningan. Terkait konservasi, pihaknya mengaku kesulitan dalam menetapkan zona industri ramah lingkungan. Ia pun berharap Unpad bisa memberikan masukan terkait penetapan wilayah tersebut.

Di bidang tawaran studi di Unpad, Acep mengatakan, selama ini upaya pegawai dalam melanjutkan studi hanya untuk penyesuaian kepangkatan Pegawai Negeri Sipil. Dengan beragamnya prodi di Unpad yang selaras dengan pembangunan daerah, ia mendorong banyak pegawai di lingkungannya untuk melanjutkan studi di Unpad.

Usai melakukan pertemuan, Dr. Arry Bainus juga melakukan sosialisasi terkait penerimaan mahasiswa baru TA. 2017-/2018 di Unpad. Di hadapan perwakilan Kepala Sekolah SMA dan SMK se-Kabupaten Kuningan, Dr. Arry menjelaskan mengenai mekanisme SNMPTN dan SBMPTN.

“Diharapkan kepada Kepala Sekolah dan Guru untuk menekankan, jangan sampai siswa tidak mengikuti seleksi ini. Potensi daerah pasti selalu ada, apalagi saat ini Unpad punya program afirmasi,” kata Dr. Arry. (humas-unpad/bpn)

Mahasiswa Pecinta Alam UGM Teliti Merapi

BALIPORTALNEWS.COM – Kelompok Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Gadjah Mada  (MAPAGAMA) melakukan ekspedisi penelitian di gunung  Merapi dalam kegiatan “UGM Research Expedition” (URE). Selama enam bulan,  Oktober 2016 hingga Maret 2017 mendatang mereka meneliti kawasan gunung yang dikenal sebagai salah satu gunung berapi yang sangat aktif di Indonesia.

Ketua tim ekpedisi, Jalu Lintang menyampaikan dalam ekspedisi ini Mapagama memberangkatkan 6 orang anggotanya yang terdiri dari 5 laki-laki dan 1 perempuan. Mereka fokus melakukan penelitian di kawasan selatan lereng Merapi. Keenam orang tersebut adalah  Jalu Lintang (Antropologi), Fadil Ramadan (Arkeologi), Rizal Fahmi (Kehutanan), Anggita Swestiana (Pariwisata),  Dimas Dwi Septian (Geofisika) dan Priyantono Nugroho (Antropologi).

“Kami fokuskan penelitian dalam empat bidang yaitu geofisika, pariwisata, antroplogi, serta kehutanan,” jelasnya Selasa (21/2/2017) di kampus UGM.

Jalu menyebutkan saat ini mereka telah melaksanakan penelitian untuk memprediksi arah aliran awan panas erupsi Merapi. Selain itu juga terkait implementasi manajemen risiko bencana dalam pengembangan pariwisata di desa wisata Pentingsari.

Saat ini mereka juga tengah melakukan studi komunitas jalin Merapi dalam bencana erupsi Merapi. Kajian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana peran komunitas dalam upaya mitigasi bencana.

“Kita juga akan mengkaji potensi sumber daya air di lereng selatan Merapi untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga warga sekitar,” imbuh Jalu.

Sementara ditambahkan oleh Humas ekspedisi Merapi, Fadil Ramadhan bahwa dari ekspedisi bertajuk “Dinamika Gunung Merapi: Dulu dan Kini” ini dapat menghasilkan berbagai informasi yang bermanfaat tidak hanya bagi warga setempat. Namun demikian, juga bisa memberikan informasi bagi masyarakat luas yang memerlukan data tentang Merapi.

“Dari ekspedisi ini nantinya diharapkan bisa memberikan informasi ilmiah terkait jalur erupsi, pengembangan desa wisata berbasis manajemen bencana, serta potensi sumber daya air di Merapi,” paparnya.

Disebutkan Fadil ekspedisi kali ini memiliki tantangan besar karena melakukan penelitian di kawasan gunung. Tidak hanya menuntut kemampuan berfikir secara sistemik, namun juga diperlukan kesiapan fisik yang prima.

“Sebelum melaksanakan ekspedisi ini kami rutin melakukan latihan fisik untuk menguatkan kemampuan  mendaki saat meneliti lereng Merapi,” katanya. (ika/humas-ugm/bpn)

Lembaga PAUD dan PKBM Wajib Terakreditasi

BALIPORTALNEWS.COM – Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan pendidikan non formal yakni lembaga kursus dan pelatihan (LKP) dan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) harus terakreditasi, sehingga diakui kualitasnya oleh masyarakat. Hal itu selain untuk lebih meningkatkan mutu dan kualitas lembaga, juga sebagai syarat dalam penyelenggaraan pendidikan non formal itu.

“Agar mutu lembaga PAUD dan PKBM ini bisa lebih meningkat, maka harus terakreditasi. Oleh sebab itu kami meminta, kepada semua pengurus PAUD dan PKBM, untuk menyelesaikan dokumen lembaga, dan segera diajukan akreditasi,” ungkap Kabid Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Made Merta, Senin (20/2/2017).

Kata Merta, di Kota Denpasar sendiri jumlah lembaga PKBM ada sebanyak 13 yang tersebar di tiap Kecamatan se-Kota Denpasar. Adapun yang sudah terakreditasi itu baru ada tiga, yakni PKBM Niti Mandala Club, PKBM Dharmawangsa dan PKBM Primagama, sedangkan lembaga PKBM yang lain belum terakreditasi. Oleh sebab itu, pihaknya meminta kepada setiap pengurus PKBM agar segera memperjuangkan lembaganya supaya diakreditasi.

“Dalam lembaga non formal ini, banyak program-program pendidikan, baik itu program paket A, B dan C, maka agar mutu pendidikannya lebih bagus lagi, lembaganya sendiri harus diakreditasi,” katanya.

Pun untuk lembaga PAUD, dari 454 satuan PAUD terdiri dari TPA, Kelompok Bermain, SPS, dan TK, belum banyak yang terakreditasi. Demikian juga untuk LKP yang jumlahnya mencapai ratusan lembaga, masih sangat minim terakreditasi.

‘’Akreditasi itu sangat penting dilakukan untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan non formal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan berdasarkan kriteria yang bersifat terbuka,’’ ujar mantan Kabid Bina Program Disdikpora Kota Denpasar ini.

Merta menututurkan, akreditasi yang dilaksanakan oleh Badan Akreditasi Provinsi (BAP) sebagai upaya untuk merealisasikan peningkatan mutu pendidikan non formal. Disdikpora Kota Denpasar, kata Merta, berupaya untuk mensosialisasikan akreditasi kepada lembaga PAUDNI yaitu lembaga PAUD, LKP dan PKBM.

“Untuk akreditasi ini ada 8 standar pendidikan yang sudah kita sosialisasikan, di antaranya, tenaga pendidik harus S 1 walupun itu guru TK, harus memiliki akta yayasan, ijin operasional serta mengisi instrumen pengajuan akreditasi,” jelasnya.

Merta melanjutkan, akreditasi ini juga berdampak pada bantuan dari pemerintah. Ke depan, untuk memberikan bantuan kepada lembaga baik PAUD, LKP dan PKBM harus yang terakreditasi. Jika lembaga pendidik tidak memperhatikan akreditasi ini pihaknya akan rugi sendiri. “Ini bukan tanggung jawab pemerintah saja, tanggung jawab lembaga pendidik juga menjadi penting,” pungkas Merta. (tis/bpn)

SMAN 1 Denpasar, Antara Edukasi, Prestasi dan Dedikasi

BALIPORTALNEWS.COM – SMA Negeri 1 Denpasar (Smansa) sepertinya tak pernah surut dalam kiprah.  Misalnya dalam Februari ini saja yang baru menginjak minggu keempat SMA Negeri 1 Denpasar telah melakukan empat kali kegiatan kemanusiaan.

Meliputi melaksanakan donor darah yang melibatkan masyarakat Denpasar dari berbagai lapisan, bakti sosial ke Yayasan Pendidikan Anak Cacat di Nusa Dua tanggal 19 Februari 2017, Bakti sosial ke Panti Asuhan di Kelungkung, menyerahkan bantuan kemanusiaan langsung ke posko bencana Songan, Senin 20 Februari 2017 yang diserahkan langsung oleh Kepala SMA Negeri 1 Denpasar Drs. I Nyoman Purnajaya, M.Pd., didampingi Wakasek Humas Drs. I Wayan Suartha, Wakasek Sarpras Drs. I Dewa Gede Mertha, M.Pd, Ketua Sukaduka Smansa Drs.Ketut Sadia, M.Pd , Ketua OSIS dan beberapa guru juga siswa.

“Ini adalah bentuk nyata dedikasi keluarga besar SMANSA Denpasar kehidupan ini sekaligus edukasi untuk mengembangkan kepekaan sosial bagi anak-anak,” tutur Purnajaya.

Sementara prestasi siswa SMANSA selama 20 hari bulan Februari ini saja tercatat, juara II Regional pemrograman Komputer di Unud dan juara III Nasional olimpiade statistik di ITS atas nama Galangkangin Gotera, juara III Nasional LCC di UNAIR an Anak Agung Arini Santosa. Prestasi teranyar yang diraih siswa Smansa adalah Juara I Truna Denpasar, juara II Truni Denpasar dan Juara fotogenik yang grandfinalnya dilaksanakan pafa 19 Februari 2017  di Hotel Aston .

Sementara pada bidang non akademik tercatat prestasi juara I basket Jawa post group dan juara II modern dance pada event yang sama di awal bulan

Ketika ditanyakan komentarnya Kepala SMA Negeri 1 Denpasar hanya menjawab singkat dan tegas sambil tersenyum bahwa SMANSA berharap tetap bisa memancarkan cahaya dan menebar aroma harum dalam segala musim. (pra/bpn)

Mahasiswi Myanmar Raih Doktor FT UGM

BALIPORTALNEWS.COM – Khin Myo Tun, mahasiswi asal Myanmar berhasil meraih gelar doktor dari Fakultas Teknik (FT)Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (20/2/2017).  Wanita berusia 31 tahun ini dinyatakan lulus pada ujian terbuka program doktor Teknik Geologi, Fakultas Teknik UGM usai mempertahankan disertasi tentang bahaya seismik di kawasan Ende, Nusa Tenggara Timur.

Khin Myo Tun mengungkapkan dari mikrozonasi menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) yang dilakukan di Kota Ende diketahui bahwa terdapat sejumlah daerah yang berada di zona kerentanan tinggi bahaya gempa bumi. Beberapa area tersebut adalah Mautapaga Bawah, Ende, Koponggena, lapangan terbang Ipi, Ipi, pelabuhan  Ipi, Watujara, serta Bajawa. Berikutnya Panorogo, Potulando, Ambudi, pelabuhan Ende, Mbongawani, Aembonga, Kotabaru dan Rukunlima Bawah.

Peta mikrozonasi disebutkan Khin Myo Thun diperoleh dari hasil riset dibandingkan dengan daerah yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan 7,8 SR pada 12 Desember 1992 silam. Hasil perbandingan di wilayah kajian menunjukkan adanya kesamaan antara level yang lebih tinggi di daerah rentan bahaya gempa bumi dari penelitian ini dengan wilayah terdampak gempa di Ende pada gempa 1992.

Dikatakan Khin Myo Thun bahwa risiko tinggi kerusakan terjadi pada lapisan sedimen lunak seperti pasir, material deposit sungai, dan pasir besi. Daerah dengan kondisi batuan atau lapisan tersebut memiliki potensi tinggi terjadi kerusakan akibat gempa bumi. (ika/humas-ugm/bpn)

Disdik Bali Bantu Korban Tanah Longsor di Songan

BALIPORTALNEWS.COM –  Suasana duka masih menyelimuti keluarga korban tanah longsor di Desa Songan, Kintamani, Bangli.Bencana tanah longsor yang terjadi 9 Februari 2017 lalu merenggut 12 nyawa, di antaranya keluarga Gede Senta dan Ni Wayan Bunga beserta anak nomor dua yang meninggal.

Sementara anak pertama Wayan Budiana dan adik ketiga Ni Nyoman Rista Sari selamat dari maut. Korban selamat adalah siswa kelas X SMKN 2 Kintamani dan Ni Nyoman Rista Sari siswi kelas VI di SD 2 Songan.

Korban selamat merupakan kakak dan adik sempat mendapat perawatan di RSUD Bangli karena Wayan Budiana mengalami pergeseran tulang pada kaki sebelah kanan akibat tertimpa material longsor saat akan menyelamatkan adiknya.

Tim Dokter RSUD Bangli telah melakukan reposisi untuk mengembalikan posisi tulang ke semula, sedangkan Ni Nyoman Rista Sari adik korban mengalami luka ringan di bagian punggung dan kaki.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali, TIA Kusuma Wardhani didampingi Sekretaris Dinas Wayan Serinah, beserta rombongan mengunjungi siswa-siswi korban tanah longsor, Sabtu (18/2/2017). Kedatangan Kadisdik berserta rombongan untuk melihat keadaan langusung siswa-siswi yang selamat dari bencana serta memberikan bantun berupa dana, makanan, dan pakaian untuk memenuhi kebutuhan sementara mereka.

Bantuan tersebut dikumpulkan dari sumbangsih pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Selain memberikan bantuan  Kadisdik bersama Sekretaris didampingi Kabid Dikdas Kabupaten Bangli dan Kepala SMKN 2 Kintamani, juga membicarakan terkait kelanjutan pendidikan Wayan Budiana dan Ni Nyoman Rista Sari.

Kadisdik TIA Kusuma Wardhani berharap agar Wayan Budiana dan Ni Nyoman Rista Sari tidak putus sekolah, karena mereka sudah tidak mempunyai orang tua. (disdikbali/bpn)

STPBI SPB Buka Pendaftaran untuk Calon Mahasiswa Baru

BALIPORTALNEWS.COM – Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional Denpasar (disingkat dengan STPBI) bernaung di bawah Yayasan Dharma Widya Ulangun Denpasar. STPBI merupakan hasil pengembangan dari Sekolah Perhotelan Bali (disingkat dengan SPB) yang juga bernaung di bawah Yayasan Dharma Widya Ulangun Denpasar.

Sejak tahun 2012 Manajemen STPBI dan SPB sudah melepas sejumlah mahasiswa untuk program On the Job Training (OJT) dengan visa J1 yang dilaksanakan di hotel berbintang lima yang tersebar di USA. Progam magang tersebut menggunakan visa J1 yang merupakan visa pertukaran budaya yang berlaku selama enam sampai dengan 12 bulan. Tujuan perolehan visa jenis J-1 ini adalah untuk peningkatan karir kandidat, dengan mendapatkan pengalaman hands-on di hotel berbintang di Amerika Serikat, selain meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dalam berkomunikasi. Dan visa J-1 bukanlah visa kerja. Melalui lembaga rekrutmen, PT. Bali Duta Mandiri (BDM), pemerintah USA memberikan kesempatan sampai dengan 400 mahasiswa per tahun untuk mengikuti program training di hotel berbintang di Amerika Serikat. Beberapa hotel yang sudah bekerja sama dengan PT. BDM diantaranya adalah The Setai Miami, Four Seasons Resort Jackson Hole, Four Seasons Resort Vail, St. Regis Aspen, St. Regis Bal Harbour, St. Regis Deer Valley, Aramark Property, Westin Snowmass, dan lain-lainnya.

Kepada para mahasiswa yang akan berangkat tersebut, Ketua STPBI, I Made Sudjana, SE., MM., CHT., CHA, mengatakan tujuan ke Amerika adalah untuk belajar serta meningkatkan kemampuan ketrampilan yang sudah pernah dipelajari dan dilakukan di kampus baik secara teori maupun praktek di laboratorium praktek yang telah disediakan di kampus. Lebih lanjut dikatakan para mahasiswa akan dapat pengalaman internasional dimana mereka akan bekerja dengan orang-orang yang berasal dari berbagai negara. Situasi dan kondisi ini tidak pernah didapat jika mereka melaksanakan on the job training di Bali dan bukan semata-mata untuk mencari upah.

Menurut Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHT., CHA., selaku Direktur Utama PT. Bali Duta Mandiri (BDM), yang memproses penempatan dengan pemberangkatan para mahasiswa tersebut mengatakan mulai tahun 2010 sampai saat ini telah berhasil menempatkan sejumlah kurang lebih 600 orang mahasiswa (Perhotelan/Hospitality) melaksanakan OJT di sejumlah hotel berbintang lima yang tersebar di sejumlah negara bagian di Amerika seperti Hotel Greenbrier, Bar Harbor, The Westin, The Sagamore, Four Season, Grand Hotel, St. Regis Miami, The Setai, Hyatt Hotel, St. Regis Bal Harbour, Aramark, dan lain-lain.

Bagi para mahasiswa perhotelan yang memiliki kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris dengan baik atau bagi para mahasiswa jurusan bahasa Inggris yang memiliki sedikit latar belakang perhotelan bisa mendaftar di PT. Bali Duta Mandiri, yang beralamat di kampus STPBI, Jl. Kecak no. 12, Gatot Subroto Timur Denpasar, jika ingin melaksanakan on the job training di Amerika.

uatu kehormatan bagi Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional di kancah pariwisata dunia didaulat sebagai tuan rumah Konferensi untuk Asia Pacific Council on Hotel, Restaurant and Institutional Education (APacCHRIE) yang ke 15 di tahun 2017 mendatang. APacCHRIE merupakan anggota dari organisasi global perhotelan dan pariwisata International Council on Hotel, Restaurant and Institutional Education (I-CHRIE), yang setiap tahunnya melaksanakan konferensi internasional dalam bidang hotel, restoran, serta pendidikan pariwisata dan perhotelan.

STPBI sebagai institusi penyelenggara, tercatat menjadi anggota APacCHRIE sejak 2015. Kenggotaan tersebut membuka akses kerjasama bagi STPBI dengan institusi perhotelan, restoran dan pendidikan pariwisata di wilayah Asia Pasifik. Disamping itu keanggotaan ini juga memberi peluang untuk menjalin kerjasama dengan partner APacCHRIE seperti STR Share, AHLEI, dan THE ICE.

APacCHRIE merupakan anggota dari organisasi global perhotelan dan pariwisata International Council on Hotel, Restaurant and Institutional Education (I-CHRIE), yang setiap tahunnya melaksanakan konferensi internasional dalam bidang hotel, restoran, serta pendidikan pariwisata dan perhotelan.

Ajang konferensi bergengsi ini sangat mendukung eksistensi dan perkembangan pariwisata sebagai suatu rumpun ilmu yang mandiri sejak tahun 2008. Konferensi APacCHRIE ini akan mendorong para peneliti muda Indonesia dan dunia untuk terus berkarya. Konferensi ini akan dihadiri oleh 400 peserta dari berbagai kalangan (praktisi dan akademisi) dan berbagai negara di belahan Asia Pasifik. Indonesia sangat bangga telah dipercaya sebagai tuan rumah pelaksanaan konferensi pariwisata tingkat Asia Pasifik. Kegiatan Konferensi Pendidikan Perhotelan dan Pariwisata se-Asia Pasifik (APacCHRIE) tahun 2017 akan dilaksanakan dari tanggal 31 Mei – 2 Juni 2017 di Sofitel Resort and Spa dan di STPBI untuk kegiatan Youth Conference.

Selain itu, bagi para calon mahasiswa STPBI, pendaftaran untuk mahasiswa baru sudah mulai dan mahasiswa dapat langsung melakukan pendaftaran ke kampus kami di Jl. Kecak No. 12 ataupun mendaftar secara online melalui website kampus kami di www.stpbi.ac.id. (r/bpn)

Menciptakan Denpasar Kreatif Berwawasan Budaya Dalam Keseimbangan Menuju Keharmonisan

BALIPORTALNEWS.COM – Didalam melestarikan nilai-nilai luhur Agama Hindu dan Budaya, Dewan Pimpinan Kota (DPK) Perhimpunan Pemuda Hindu (PERADAH) Indonesia, mengadakan seminar Agama dan Budaya di dalam menjaga Taksu Bali dengan penguatan jati diri Agama Hindu dan Budaya Luhur dalam kearifan lokal Bali, Sabtu (18/2/2017) di Aula Utama Gedung Graha Sewaka Dharma Lumintang.

Dimana seminar ini di buka langsung oleh Sekda Kota Denpasar A.A.N. Rai Iswara yang ditandai dengan Pemukulan Gong.

Agama dan Budaya merupakan dasar dari sebuah visi Kota Denpasar, dimana visi Kota Denpasar ialah Denpasar kreatif berwawasan budaya dalam keseimbangan menuju keharmonisan.

Dengan kata lain, Denpasar kreatif adalah Denpasar kota yang hidup, yang mana kota hidup merupakan kesadaran dinamis terhadap tiga daya, yakni suber daya alam untuk menggugah inovasi struktur, sumberdaya manusia untuk menggugah dinamika kultur dan sumber daya spiritual untuk menggugah kreasi, demikian disampaikan Sekda Rai Iswara dalam membacakan sambutan Walikota Denpasar secara tertulis.

Untuk menciptakan Denpasar kota kreatif berwawasan budaya dalam keseimbangan menuju keharmonisan, dijalankan strategi pembangunan “Padmaksara” langkah baru Dharma Negara. Dengan maksud Padmaksara ini sebagai delapan langkah baru dalam pembangunan Kota Denpasar menuju dimensi kehidupan, baik dalam rangka perencanaan, pelaksanaan, pengawasan maupun evaluasi pembangunan.

Untuk itu salah satu kebijakan dasar pembangunan Kota Denpasar ialah pada penguatan pembangunan Agama, Adat, Tradisi, Seni dan Budaya untuk membentuk jati diri, harkat dan martabat masyarakat Denpasar.

“Untuk itu saya bangga dan mendukung sekali kegiatan seminar dan budaya yang di selenggarakan oleh DPK Prada Indonesia Denpasar ini, semoga kedepannya generasi penerus bisa terus melestarikan nilai-nilai agama hindu dan warisan budaya Bali yang kita miliki,” ungkapnya.

Sementara Ketua DPK Prada Indonesia Denpasar I.B. Subrahmaniam Satya mengatakan, acara seminar agama dan budaya ini merupakan salah satu program kerja dari DPK Peradah Indonesia Denpasar, dimana pada tahun 2016 lalu, Peradah juga sudah mengadakan seminar pendidikan, khususnya pendidikan agama hindu untuk anak-anak dan pada pada tahun 2017 ini Peradah mengadakan seminar khusus pada ilmu agama dan budaya, terutama pada ilmu kebatinan.

Dikarenakan ilmu kebatinan ini merupakan ilmu warisan yang adiluhung diwariskan oleh para leluhur Bali terdahulu. Untuk itu sudah seharusnya kita sebagai generasi muda harus melestarikannya, agar salah satu warisan budaya ini tidak punah termakan jaman.

Sebab taksu Pulau Bali ini ada pada warisan budaya dan agama, yang membuat Bali ini cukup di kenal di Dunia. Dimana dalam seminar agama dan budaya kali ini DPK Peradah Indonesia Denpasar akan menampilkan tiga pemateri dengan pembahasan yang berbeda-bedak, yakni Pamateri Pertama Ida Pandita Dukuh Celagi Dhaksa Dharma Kirti, dengan Materi ‘Tantra Bhairawa dalam Kearifan Lokal Bali’, yasng kedua akan di isi oleh Ida Pandita Dukuh Acharya Daksa dengan materi ‘Olah Rasa sebagai Pendakian Spiritual di Tengah Kearifan Lokal dalam Gempuran Modernisasi’, dan yang ke tiga di isi oleh I Komang Indra Wirawan dengan materi ‘Taksu dalam Pecalonarangan’.

Nantinya DPK Peradah Indonesia Denpasar juga akan akan mengadakan sebuah diskusi Agama dan budaya, dengan mendatangkan para sulinggih, pandita yang ada di Kota Denpasar. Dengan tujuan agar generasi muda Hindu di Denpasar ingat akan keberadaan serta filosofi Agama Hindu dan Budaya Bali yang dimiliki. (ays’/humasdps/bpn)

Otoritas Jasa Keuangan Dukung Wirausaha Muda Berkembang

BALIPORTALNEWS.COM – Unit Kegiatan Mahasiswa Kewirausahaan Universitas Udayana dan Otoritas Jasa Keuangan Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara berhasil menyelenggarakan Festival Nasional Wirausaha Muda Udayana 2017. Kegiatan dengan Tema “Grow Up and Promote Your Business Now” ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 11 Februari 2017 mulai jam 08.00 – 21.30 Wita.

Kegiatan Festival Nasional Wirausaha Muda Udayana 2017 disemarakkan dengan berbagai kegiatan diantaranya Seminar dan Talk Show Nasional, Lomba Video Branding Nasional, Young Entrepreneur Expo and Food Festival, Lomba Grup Vokal se-Kota Denpasar, Lomba Tari Kreasi-Tradisional Bali se-Kota Denpasar, Lomba Fashion Show dan Lomba Menggambar dan Mewarnai.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah lembaga negara yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 21 Tahun 2011 yang berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan.

Selain itu, OJK juga memiliki fungsi edukasi untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat serta perlindungan konsumen. Kegiatan Festival Nasional Wirausaha Muda Udayana 2017 merupakan salah satu implementasi fungsi edukasi dalam hal mendukung berkembangya wirausaha muda melalui informasi akses produk dan jasa layanan lembaga keuangan.

Festival Nasional Wirausaha Muda Udayana 2017 dibuka secara resmi oleh Asisten Deputi Kewirausahaan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia bersama Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Denpasar, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, dan Pembina UKM Kewirausahaan.

Bapak Zulmi (Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara) memberikan pemaparan mengenai Peran OJK melalui Regulasi Lembaga Keuangan dalam Mengembangkan Wirausaha Muda. Disampaikan juga cara mudah mengakses permodalan bagi UMKM. Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi salah satu program yang dapat membantu Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi (UMKMK) dalam mengakses permodalan dari bidang perbankan.

Selain itu, terdapat juga layanan penjaminan kredit untuk wirausaha muda yang feasible namun belum bankable dari segi agunan, ragam layanan gadai untuk membantu permodalan UMKM, Unit Layanan Modal Mikro (UlaMM) dari Permodalan Nasional Madani yang menyediakan permodalan bagi UMK dan pendampingan usaha, revitalisasi Perusahaan Modal Ventura bagi UMKM serta berbagai produk dan layanan jasa keuangan lainnya. OJK juga turut mendukung perkembangan usaha dan layanan online melalui pengaturan layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi.

Dari sosialisasi tersebut diharapkan wirausaha muda memperoleh banyak manfaat dalam perintisan dan pegembangan bisnis melalui berbagai produk dan layanan yang disediakan oleh Lembaga Jasa Keuangan.

Seminar dan Talk Show Nasional dengan tema “Branding Your Business” berhasil menghadirkan lima pembicara luar biasa, yaitu Budi Sastria Isman (Ex. Dirut Coca Cola Amatil Indonesia, Founder Yayasan ProIndonesia), Haykal Kamil (Young Entrepreneur, Actor, Producer, Develover, CMO Meccanism), Yayak E. Cahyanti (Brand Develover, Illustrator, Owner Sambel Bususan), Pande Putu Setiawan (Founder Anak Alam, Aktivis Sosial, Kick Andy Heroes 2014), dan I Ketut Darta, S.H (Konsultan HaKI Disperindag). (r/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
5PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
15PelangganBerlangganan