Pengawas Sekolah Diminta Jadi Quality Control Pendidikan

BALIPORTALNEWS.COMUntuk menciptakan dunia pendidikan yang berkualitas diperlukan adanya  upaya pengawasan yang baik dan menyeluruh. Untuk mewujudkan hal tersebut perlu dibangun  kerjasama antara sekolah dengan para pengawas sekolah . Hal itu disampaikan oleh Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta dalam sambutannya pada Pelantikan Pengurus Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) Provinsi Bali di SMK 3 Denpasar, Denpasar, Sabtu (1/10/2016).

“Kerja sama yang baik antara sekolah dan pengawas sekolah akan berhasil dibangun  jika dibarengi juga dengan sistem pengawasan yang baik,” ujar Sudikerta.

Ia berharap ke depan semua pemangku kepentingan pendidikan baik dari pemerintah, pihak sekolah maupun pengawas sekolah bisa menyatukan komitmen guna melaksanakan pembangunan bidang pendidikan secara holistik dan terintegrasi secara bersama-sama dan bahu membahu untuk melakukan pengawasan, memonitor dan selanjutnya memberikan masukan agar proses pembelajaran dan pelayanan pendidikan menjadi lebih baik.

Wagub Sudikerta yang juga didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga TIA Kusuma Wardhani mengatakan dengan disahkannya para pengurus APSI Provinsi Bali dan Kabupaten/Kota de Bali, maka para pengawas sudah bisa menjalankan fungsi dan peranannya dalam mengabdikan diri memajukan pendidikan di Bali. "Masa depan dan nasib bangsa dan negara ada di tangan anak-anak kita yang saat ini masih menempuh pendidikan.

Oleh karena itu, saudara-saudara yang tergabung dalam APSI memiliki tanggung jawab besar karena memberikan tuntunan dan jalan keluar bilamana terdapat masalah dan kendala di sekolah," jelasnya.

Ia juga berharap dengan kompetensi yang dimiliki oleh para pengawas, bisa memberikan kontrobusi positif untuk pendidikan di Bali pada khususnya. Selain itu, Sudikerta juga berjanji akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan para pengawas serta mengupayakan memenuhi fasilitas demi menunjang kinerja para pengawas.

Sementara itu Kepala APSI Prov Bali yang baru dilantik, Drs. I Wayan Suwira, M.Si, M.Pd mengaharpakan pemerintah mulai memikirkan nasib para pengawas sekolah. Karena, selama ini pengawas sekolah memiliki kesan sebuah jabatan yang dipinggirkan.

"Kami seolah-olah diparkir tanpa tempat parkir, karena kami tidak punya kantor maupun fasilitas pendukung lainnya," ujarnya.

Selain itu, berbagai masalah juga dihadapi oleh sebagian besar anggota organisasi yang beranggotakan sekitar 500 orang dari seluruh Bali. Seperti masalah administrasi kepangkatan yang sering saling tarik ulur antara BKN, Kementrian Pan RB dan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, hingga masalah tunjangan kinerja dan lauk pauk yang tidak didapat seperti fungsional guru dan pegawai TU sekolah lainnya.

Ia menyatakan banyak guru yang enggan menjadi pengawas sekolah, namun ia juga meyakinkan para anggota yang dilantik saat ini punya semangat tinggi untuk mengabdi di dunia pendidikan.

Hal itu terlihat dari antusiasme mereka mengikuti seminar yang diadakan setelah pengukuhan pengurus ini, yang bertemakan "Kreditasi Para Pengawas Sekolah Sebagai Quality Control Mutu Sekolah Melalui Implementasi Peraturan MENPAN RB". Untuk itu, mewakili para anggota seluruh pengawas sekolah Wayan Suwira meminta pemerintah untuk lebih peduli dengan nasib pengawas sekolah.

Acara tersebut  juga dihadiri oleh perwakilan Dirjen Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, yang diwakili oleh Kasubdit Penilaian Kinerja dan Pengembangan Karir, Wastandar, MA, PAD.  

Wastandar mengakui pihaknya akan terus membantu dan membimbing para pengawas sekolah dalam menyempurnakan program dan cara kerja selama mengawas pendidikan. Ia juga meyakinkan para pengawas sekolah, tentang kekhawatiran para pengawas akan diberhentikan jika tidak terpenuhi target Angka Kredit.

Menurutnya Permen 21 tahun 2010 tentang sistem pendidikan sudah diganti dengan permen 14 tahun 2016. Dimana dalam permen baru memberikan kelonggaran para pengawas sekolah dalam mengumpulkan angka kredit komulatif demi kenaikan pangkat mereka tanpa mengesampingkan fungsi utama mereka memajukan dunia pendidikan.

Menindaklanjuti permen itu, pihaknya mengakui tengah menggodok untuk kemudian dijadikan surat edaran bersama dan disalurkan ke semua Dinas Pendidikan dan Sekolah-Sekolaj di Indonesia. Untuk itu Ia tetap menyemangati para pengawas sekolah agar tetap menjalankan tugas, pokok dan fungsi mereka demi kemajuan pendidikan di Indonesia. (r/humas pemprov bali/bpn)

Dosman Jadi Sekolah Binaan ‘’Safety Riding’’ Honda

BALIPORTALNEWS.COMSMAN 1 Gianyar (Dosman), terpilih menjadi sekolah binaan Safety Riding Honda. Sekolah yang berlokasi di kabupaten berjuluk Kota Seni itu, terpilih mnjadi sekolah binaan Safety Riding Riding Honda, setelah Denpasar dan Badung.   

Honda sebagai Pelopor Safety Riding, selalu mengutamakan keselamatan sebagai hal yang utama. Aktivitas yang konsisten selalu dijalankan mulai dari edukasi, dan training keselamatan berkendara mulai dari TK, universitas, instansi, perusahaan, konsumen, dan seluruh lapisan masyarakat umum. Untuk itulah, 29 September lalu, Astra Motor Bali, meresmikan kerjasama dengan SMAN 1 Gianyar yang berlokasi di jalan Ratna, Gianyar, sebagai “ Sekolah Binaan Safety Riding”.

Kerjasama yang dibina, yakni berupa prasarana keselamatan berkendara, seperti membangun rambu-rambu penyeberangan,marka parkir,rambu batas kecepatan dan papan peraturan.Penyerahan buku dan DVD yang berisi panduan berkendara aman dan nyaman bersama Honda, yang ditaruh di perpustakaan sekolah.

Membangun media informasi (online-offline),membuat papan control untuk memonitor pelanggaran,memberikan edukasi berkendara yang aman dan nyaman kepada siswa,guru,semua pegawai tata usaha, dan security disekolah tersebut.

Kepala Sekolah SMAN 1 Gianyar, I Wayan Sudra,S.Pd.,M.Pd., menjelaskan, kerjasama ini sangat penting untuk menumbuhkan pikiran positif terhadap siswa tentang pentingnya keselamatan berkendara, sehingga terciptanya keamanan dan keselamatan dalam berkendara.

Sementara Instruktur Safety Riding Astra Motor Bali, Ngurah Iswahyudi, mengungkapkan, aktivitas yang konsisten dilakukan Honda setiap tahun ini, berupa sosialisasi terhadap calon anggota Patroli Keamanan Sekolah (PKS) bekerjasama dengan Dikyasa Polda Bali, yang juga didampingi Dikyasa Polres Gianyar, yang nantinya akan melatih anggota PKS tersebut. ‘’Harapan kami agar pihak sekolah dapat berperan aktif dalam menjalankan kegiatan safety riding ini, sehingga bisa berdampak positif terhadap siswa,guru dan pegawai disekolah tersebut pada khususnya, dan kepada masyarakat sekitar pada umumnya,” harap Ngurah Iswahyudi. (ngr/bpn)

Bangun Ekosistem Terpadu Pendidikan, Ruangguru.Com Tawarkan Kerjasama Pada Pemkot Denpasar

BALIPORTALNEWS.COM – Pemerintah Kota Denpasar dibawa kepemimpinan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara terus melakukan perubahan hingga menjadikan Denpasar sebagai Smart City. 

Dari kerja keras tersebut membuat banyak yang melirik untuk menawarkan kerjasama untuk menunjang smart city. Seperti halnya Ruangguru.Com yang menawarkan kerjasama sistem manajemen pembelajaran Learning Management System (LMS).

Direktur Program Ruangguru.Com Muhammad Ghazzian Afif mengatakan, Ruangguru.Com membangun ekosistem terpadu pendidikan untuk seluruh pemangku kepentingan yakni pemerintah, guru, sistem dan orangtua.

Selain itu Ruangguru.Com mendukung rencana strategis pemerintah di bidang pendidikan yakni dalam pemerataan akses, sarana dan prasarana pendidikan, mutu pendidikan, manajemen pendidikan tentunya partisipatif, transparan dan akuntabel.

Tidak hanya itu Ruangguru.Com juga sebagai aplikasi perangkat lunak untuk administrasi, dokumentasi, pelacakan, pelaporan aktivitas pendidikan online (e-learning).

LMS pada umumnya berkisar dari sistem untuk mengelola riwayat belajar, mendistribusikan konten belajar, kolaborasi hingga pemetaan.

Sistem ini juga memberikan cara muda bagi guru untuk membuat dan menyampaikan konten mereka sekaligus memonitor partisipasi dan menilai kinerja siswa. ‘’Begitu bermanfaat bagi pendidikan maka pihaknya  menawarkan LMS ini kepada Pemerintah Kota Denpasar,’’ ujarnya saat beraudiensi dengan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra di Gedung Sewaka Dharma, Kamis (29/6/2016).

Lebih lanjut ia mengatakan, Ruangguru.Com dapat menyediakan data real-time mengenai hasil pembelajaran siswa di kelas di berbagai jenjang pengelolaan sampai   ke dalam tingkat topik.

Dengan adanya data ini pemerintah dapat memetakan kualitas maupun kesiapan murid, guru dan sekolah dalam menghadapi ujian.

Untuk mensosialisasikan LMS ini pihaknya ingin mengadakan workshop tentang LMS ini kepada seluruh kepala sekolah yang ada di Kota Denpasar. Sehingga sekolah-sekolah dapat mempelajarinya, bagaimana tentang sistem LMS ini.

Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, mengapresiasi sistem LMS ini,  namun perlu diperdalam lebih lanjut. Menurutnya, sistem ini bisa dikolabosikan pada sistem Dapodik (data pokok pendidikan) Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Kota Denpasar. Untuk memperdalam sistem ini Rai Mantra minta Ruangguru.Com untuk mempresentasikan kepada guru-guru dan kepala sekolah. (ayu/humas pemkot dps/bpn)

Jelang Lomba PKTP, Pelajar Dilatih Membuat Makanan dan Minuman Sehat

BALIPORTALNEWS.COM – Untuk menghadapi penilaian lomba Penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna (PKTP) tingkat Provinsi pada Oktober 2016, SMKN 2 Sukawati sebagai wakil Kabupaten Gianyar tingkat SMA/SMK mulai bersiap diri.

Selain mengasah kemampuan diri dibidang pemahaman tentang kanker, ada hal menarik yang dipersiapkan para siswa tersebut. Seperti terlihat pada pembinaan yang dilakukan Tim Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Gianyar di SMKN 2 Sukawati, Kamis (29/9/2016).

Dalam pembinaan ini sebagian siswa tengah berlatih membuat makanan dan minuman sehat yang bebas dari unsur 5 P yakni unsur pemanis, pengenyal, pengawet, penyedap dan  pewarna.

Sebab selama ini mereka hanya tahu bahwa ada makanan  dan minuman yang berbahaya, namun mereka tidak tahu dan tidak pernah mencoba bagaimana membuat makanan dan minuman yang sehat namun enak. Selain praktek membuat makanan sehat, para siswa juga diajarkan tentang membuat makanan, minuman herbal pencegah kanker.

Kepala SMKN 2 Sukawati , I Gusti Ngurah Made Umbara mengatakan, para siswa dibimbing oleh para guru sekolah. Para siswa diajarkan membuat minuman sehat seperti dari daun sirsak, mengkudu dan daun sirih. Seperti diketahui bahwa jenis-jenis daun tersebut mempunyai khasiat sebagai pencegah kanker.

"Praktek-praktek seperti inilah yang selalu kami kedepankan, kami ingin agar para siswa tidak hanya memahami secara teori saja. Namun bisa membuat langsung makanan yang sehat dan berfungsi sebagai pencegah kanker,” ujar Made Umbara.

Tidak hanya itu, pada kesempatan itu para siswa  dilatih simulasi pencegahan terhadap bahaya kanker servik.

Ketua YKI Cabang Gianyar,  Surya Adnyani Mahayastra mengatakan, selain mengadaan pembinaan pada para siswa. YKI Cabang Gianyar juga menghadirkan dokter spesialis dr.A.A Raka Budayasa untuk memberikan pelayanan IVA pada anggota PKK Desa Batubulan dan guru perempuan di SMKN Sukawati. 

Dari 41 orang yang mendapat pelayan IVA terdeteksi satu orang yang terindikasi IVA positif. “Namun ini bukan kanker servik, hanya baru gejala awal dan sudah mendapat penaganan langsung,”jelasnya.

Menurut Adnyani Mahayastra inilah tujuannya mengapa YKI rutin mengadakan pemeriksaan IVA, agar seandainya ditemukan gejala, bisa ditangani lebih dini.  Selain itu, pemeriksaan IVA yang dilakukan saat pembinaan PKTB bisa memberikan dampak positif para para siswa sekolah.

Mereka jadi bisa melihat langsung pemeriksaan IVA dan dapat bertanya langsung pada dokter yang hadir pada kesempatan itu."Kita ingin para siswa ini tahu sejak dini tidak hanya teori, namun ada tahapan-tahapan pencegahan kanker. Paham teori, bisa menjaga dengan pola hidup sehat dan rutin pap smear atau IVA,”jelas Ny. Adnyani Mahayastra.

Dikatakan dengan melihat langsung pap smear atau IVA, para siswa diharapkan bisa termotivasi untuk melakukan IVA jika sudah saatnya nanti. (r/humas pemkab gianyar/bpn) 

 

Keterangan Foto: DILATIH – Menghapi lomba penanggulangan kanker terpadu paripurna siswa SMKN 2 Sukawati dilatih membuat makanan dan minuman sehat.

Ratusan Guru SD Ikuti Workshop Peningkatan Pemahaman TIK

BALIPORTALNEWS.COM – Sebanyak 200 guru SD negeri dan swasta di Denpasar dilatih dan mengikuti workshop peningkatan pemahaman TIK di aula Bali Creative Industry Center di Tohpati, Kamis (29/9/2016).

Kegiatan yang terselenggara atas kerjasama Disdikpora Kota Denpasar, BDI-Kemenperin, serta Bamboomedia ini dibuka pendiri Bamboomedia, Putu Sudiarta, S.Kom, didampingi Drs. Paryono, MM, selaku Kepala Balai Diklat Industri Denpasar, dan Kasi TI Bid. Bina Program Disdikpora Kota Denpasar, Nyoman Suryawan.

Putu Sudiarta mengungkapkan, kegiatan ini mendorong pemanfaatan TIK secara optimal terutama dalam masyarakat perkotaan terkait pelayanan publik.

Lebih jauh lagi mendukung Denpasar sebagai kota Animasi berbasis budaya, serta mempercepat Denpasar menuju Smart City, dengan impian besar memiliki kawasan industri terpadu Denpasar Technopark pada 2021.

"Melalui kegiatan ini kami ingin merangsang masyarakat memanfaatkan kemajuan TIK secara produktif. Mulai dari usia dini (SD) kami harapkan tidak hanya menjadi pengguna dan penonton, namun sebagai kreator. Dengan melibatkan siswa SD otomatis akan melibatkan orang tua, kakak dan adiknya," ujar Putu Sudiarta.

Kegiatan pelatihan sekaligus workshop ini sekaligus persiapan lomba Kids Animation Festival 2016. Ini kegiatan kedua setelah sukses tahun lalu, dimana tahun lalu 150 animator cilik dapat memamerkan hasil karya memakai laptop, sebut Sudiarta.

Ia menjelaskan, materi pelatihan meliputi Software Pivot Animator, Digital Storytelling, Digital Coloring, Voice Actor. Serta sosialisasi lomba.

"Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kemampuan dan pengetahuan guru terkait TIK, terutama menyangkut animasi," harapnya.

Sementara lomba bertujuan mencari bakat-bakat animator cilik. Serta mendorong masuknya animasi menjadi pilihan eskul di tingkat SD khususnya di kota Denpasar. puncak lomba digelar 5-6 November 2016.

Sementara salah satu peserta pelatihan, Putri Olga Wedanti guru TIK SDN 1 Ubung, menyambut positif kegiatan pelatihan ini. Menurut dia, pelatihan ini mampu memotivasi dan mengenalkan anak-anak pada dunia animasi.

Hal senada juga diungkapkan peserta lain, Diah Setyawati guru SDN 4 Peguyangan. Bahkan ia menyarankan intensitas pelatihannya bisa lebih lama biar lebih efektif. (tis/bpn)

SMPN 2 Kuta Dinilai Lomba PKTP, Seniasih Giri Prasta : Perangi Kanker Sejak Dini

BALIPORTALNEWS.COMSMPN 2 Kuta menjadi duta Kecamatan Kuta pada lomba Penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna (PKTP) tingkat sekolah di Kabupaten Badung tahun 2016. SMPN 2 Kuta dinilai Tim PKTP Kab. Badung, Kamis (29/9/2016).

Tim PKTP Badung dipimpin langsung Ketua Tim sekaligus Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Badung Seniasih Giri Prasta bersama Wakil Ketua II Tim PKTP Badung Kompyang R. Swandika. Kedatangan tim disambut yel-yel dari siswa-siswi SMPN 2 Kuta serta pengalungan bunga kepada Ketua Tim oleh Kepala SMPN 2 Kuta Drs. I Nyoman Werta, SPd. 

Dalam sambutannya Ketua YKI Cabang Badung Seniasih Giri Prasta, menekankan bahwa tujuan utama dari lomba PKTP tingkat sekolah ini adalah untuk menurunkan angka kematian masyarakat Indonesia akibat kanker.

Siswa yang telah dibekali pengetahuan tentang penyakit kanker, cara pencegahan dan pengobatannya dapat diketoktularkan kepada keluarga maupun masyarakat melalui kegiatan penyuluhan di pasar-pasar tradisional, sehingga mampu untuk melaksanakan pencegahan, pengurangan resiko terkena kanker serta pengobatan sedini mungkin, dan diharapkan kedepan berdampak pada peningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan terwujudnya kabupaten badung yang sehat.

 "Melalui lomba PKTP ini kami harapkan mampu mencegah penyakit kanker sejak dini," jelasnya. Selain itu Istri Bupati Badung ini juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah termasuk kantin sekolah sebagai tempat para siswa membeli makanan dan minuman setiap hari. "Jangan baru ada lomba sekolahnya bersih. Kami harapkan setiap hari harus ditekankan untuk menjaga kebersihan dilingkungan sekolah," tambahnya.

Keepala SMPN 2 Kuta I Nyoman Werta pada kesempatan itu melaporkan sekilas tentang keberadaan SMPN 2 Kuta. Menurutnya sekolah ini telah berdiri 11 tahun lalu yakni tahun 2005. Saat ini jumlah siswa sebanyak 1.145 dengan 30 rombongan belajar. Didukung pula sebanyak 55 guru baik guru PNS maupun honorer.

 Selain itu disampaikan, prestasi yang pernah diaraih SMP yang berlokasi di wilayah Kelurahan Seminyak itu. Seperti menjadi juara umum Porjar dan PSP 2016 dan meraih Piala bergilir nasional perisai diri. "Dalam waktu dekat pada tanggal 3 Oktober ini, sekolah ini akan menjadi duta badung lomba sekolah sehat/UKS tingkat provinsi Bali," tterangnya.

Sementara untuk lomba PKTP ini melibatkan 290 siswa serta 75 guru dan pegawai ikut terlibat. Bidang yang dinilai meliputi; bidang administrasi, penyuluhan PKTP, toga, simulasi, pembuatan jamu, baca puisi, senam, yel PKTP, paduan suara, slogan, kantin sekolah, kesenian tradisional, kebersihan lingkungan. "Meskipun dengan persiapan yang minim, kami sebagai duta Kecamatan Kuta siap untuk dinilai," jelasnya. 

Sementara Camat Kuta I Gede Rai Wijaya mengatakan, sangat bangga atas semangat para guru, pegawai dan siswa SMPN 2 Kuta, sehingga penilaian ini dapat berjalan dengan baik. Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada YKI Badung atas terlaksananya kegiatan PKTP di sekolah ini. Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa dapat memahami dan memiliki pengetahuan tentang penyakit kanker dan pencegahannya, sehingga dapat disosialisasikan kepada keluarga dan masyarakat sekitar. "Kami sangat mengapresiasi kegiatan dari YKI ini, sehingga kedepan siswa semakin sehat dan terhindar dari bahaya kanker," imbuhnya. 

Dalam lomba tahun ini sekolah yang dinilai diantaranya, untuk tingkat SMA/SMK yakni SMAN 1 Kuta Selatan dan SMAN 1 Petang. Tingkat SMP yakni SMPN 2 Kuta, SMPN 2 Petang dan SMPN 3 Abiansemal. Sementara tingkat SD, SD 2 Petang, SD 2 Kerobokan Kaja dan SD 2 Kapal. Para pemenang dalam lomba ini sekaligus akan mewakili Kabupaten Badung dalam lomba PKTP tingkat Provinsi Bali, yang penilaiannya pada 31 Oktober mendatang. (r/humas pemkab badung/bpn)

 

Keterangan foto : LOMBA PKTP – Ketua Tim PKTP Badung Seniasih Giri Prasta saat memimpin penilaian PKTP di SMPN 2 Kuta, Kamis (29/9/2016) kemarin.

 

Program Rahina Berbahasa Bali Kembali akan Digiatkan

BALIPORTALNEWS.COM – Pemerintah Kota Denpasar kembali akan menggulirkan program rahina berbahasa Bali bagi siswa di Denpasar.

‘’Program rahina bahasa Bali itu akan kita gulirkan mulai pendidikan anak usia dini (PAUD),’’ kata Wayan Sukana, Selasa (27/9/2016).

Menurut Sukana, terobosan ini dilakukan untuk menghargai kearifan lokal, dan sebagai upaya menyelamatkan bahasa Bali yang makin terpinggirkan dan seolah jadi bahasa ‘’asing’’ bagi manusia Bali sendiri.

‘’Program rahina berbahasa Bali itu akan segera digulirkan tinggal menunggu surat keputusan (SK) Walikota Denpasar,’’ ujar Wayan Sukana.

Menurut Wayan Sukana, meskipun hanya diberlakukan selama satu hari  setiap pekannya, atau setiap rerahinan Purnama atau Tilem, paling tidak kita punya setitik harapan bahwa program yang mewajibkan seluruh siswa menggunakan bahasa Bali ini akan menjadi ''rahim'' yang subur bagi "kelahiran" generasi-generasi penutur bahasa Bali baru.

‘’Terus terang, saya cukup tersentak mendengar prediksi menyatakan bahasa Bali akan punah di tahun 2041. Kalau bahasa Bali sampai punah, saya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan Bali ini. Bali akan kehilangan salah satu kekayaannya yang sangat berharga," ujar Wayan Sukana.

Menurut Wayan Sukana, prediksi lain yang menyatakan  bahasa Bali tinggal satu generasi saja itu wajib disikapi secara serius. Dikatakan, prediksi itu sejatinya lebih banyak bertujuan untuk membuat manusia Bali jengah sehingga tergugah untuk melakukan upaya-upaya penyelamatan secara terstruktur dan tersistematisasi.

Kendati mengaku tidak yakin seratus persen bahasa Bali  akan "terkubur" begitu cepat atau hanya dalam hitungan puluhan  tahun, namun argumentasi itu jelas bukan hal yang mengada-ada. ‘’Kalau memang ada niat, saya yakin bahasa Bali juga bisa dimanfaatkan sebagai ilmu pengetahuan. Misalnya, dalam menyampaikan materi pelajaran matematika, fisika, kimia dan sebagainya. Tentu saja, tidak semua istilah bisa serta merta diterjemahkan ke dalam bahasa Bali karena memang belum ada padanannya dalam bahasa Bali,’’ ujarnya. (tis/bpn)

Naura Sebarkan Semangat Berbagi dalam UFE 2016

BALIPORTALNEWS.COM – PermataBank sebagai inisiator “Unite For Education” (UFE) – sebuah gerakan partisipatif yang mengajak segenap pemangku kepentingan seperti Pemerintah, Korporasi dan Organisasi Non Profit (OrNop) untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia – menyelenggarakan kembali keriaan bagi masyarakat dan keluarga dengan tajuk “Joy of Giving”.

Semangat berbagi menjadi tema sentral UFE kali ini, mengingat masyarakat yang berkecukupan dan kelas menengah yang terus bertumbuh dalam beberapa tahun terakhir ini memiliki kesadaran akan berbagi dan bahkan menjadi kebutuhan bagi orang-orang dan keluarga tertentu. Disisi lain, melakukan kegiatan berbagi secara bersama untuk mendapatkan dampak perubahan yang lebih besar dan signifikan menjadi kecenderungan yang banyak dilakukan, terlebih dengan adanya kemajuan teknologi di era digital dan sosial media belakangan ini. Menggerakkan banyak orang untuk berbagi dan membuat kebaikan menjadi semakin mudah.

Dalam konteks inilah UFE 2016 “Joy of Giving” hadir untuk bersama-sama menggalang dana pendidikan agar kualitas pendidikan anak-anak dapat meningkat melalui donasi dari korporasi dan masyarakat, di acara yang diselenggarakan di Bintaro Exchange (BXc) pada 24-25 September 2016 ini. Di tahun 2016, PermataBank bermitra dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) untuk menyalurkan dan mengelola donasi yang diterima dalam bentuk program Rumah Belajar.  Turut mendukung acara ini Combiphar, TransVision dan Ultra Jaya.

Hadir dalam acara puncak UFE 2016 pada 25 September 2016 Brando Tengdom-Transvision Sales Marketing Director, Roy Arfandy – Direktur Utama PermataBank, Moni Rejeki – Chief Administrative Officer YCAB Foundation & Michael Wanandi – President Director Combiphar.

Naura turut berpartisipasi memeriahkan kebersamaan bersama keluarga di rayaan kali ini mengingat ia dikenal memiliki semangat berbagi yang diharapkan dapat menginspirasi banyak orang. Disamping itu, acara dikemas sedemikian rupa sehingga menonjolkan aspek hiburan yang bernuansa pendidikan. Sebut saja seperti Edutaintment berupa Mini Planetarium, Rocket Launch, Cooking Class dan Story telling –  Entertaintment berupa Mini Futsal, Giant Ladder Snake, Photo Corner dan Inflatable Baloon serta Competition berupa VJ Hunt, Dance, Singing dan Family Photo.

Roy Arfandy, Direktur Utama PermataBank mengatakan, “Kami sangat gembira dapat menyelenggarakan “Unite for Education” untuk keenam kalinya ini bersama-sama dengan para mitra strategis kami. UFE telah menjadi Gerakan yang menjadikan segenap lapisan masyarakat bahu membahu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Hal ini sejalan dengan semangat PermataHati sebagai program tanggung jawab sosial kami yang fokus di bidang pendidikan”.

“Oleh karena itu dengan kebersamaan dan partisipasi semua pihak yang memiliki keberpihakan serupa di sektor ini, kami yakin dunia pendidikan di Indonesia akan menuju ke jenjang yang lebih baik, menjangkau lebih banyak kalangan dan lebih berkualitas. Esensi inilah yang kami ingin sampaikan dan tularkan dalam “Unite for Education” secara berkelanjutan”, ujar Roy.

Sementara itu Veronica Colondam – Founder & CEO Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) menjelaskan, "YCAB percaya bahwa pendidikan adalah pemutus rantai kemiskinan. Melalui pendidikan, kemandirianpun dapat dicapai. Hal Inilah yang menjadi misi utama kami. Kolaborasi dengan PermataBank lewat UFE telah membantu keberlangsungan pendidikan ratusan anak di Rumah Belajar Serua, Depok. Program ini sejalan dengan semangat YCAB yaitu bersama-sama menebarkan kebaikan (Extension Of Goodness). Kami bangga bisa menjadi bagian dari UFE tahun ini.”

Andien, pekerja seni yang banyak bergiat di kegiatan sosial dalam jumpa pers yang dilakukan 15 September menegaskan, sejak kecil, orangtua saya telah menanamkan bahwa berbagi itu adalah sesuatu yang menyenangkan. Nilai-nilai kebaikan itulah yang terus terbawa hingga saya dewasa dan melakukan kegiatan yang menyenangkan ini bersama dengan Mas Ippe (Irfan Wahyudi) suami saya. ‘’Oleh karena itu ketika PermataBank mengajak saya terlibat dalam gerakan UFE ini, dengan senang hati saya mendukungnya hingga kali yang kedua di tahun ini. Karena mengajak banyak orang untuk berbagi itu benar-benar sesuatu yang menyenangkan,’’ ujarnya.

Disisi lain Naura, penyanyi cilik yang lagu-lagunya banyak bertema edukatif mengatakan, senang sekali dapat menghibur Teman Naura di acara UFE 2016 yang di selenggarakan oleh PermataBank ini. ‘’Papa Baldy & Mama Nola selama ini memang mengajarkan aku untuk selalu bersyukur dan berbagi atas apa yang sudah aku raih saat ini. Selain itu aku juga mengajak Teman Naura untuk menabung sejak dini ya seperti di lagu Aku Menabung di albumku yang terbaru. Karena dengan menabung maka teman-teman dapat berbagi lebih banyak lagi bilamana Tabungannya semakin banyak di kemudian hari,” pungkasnya.

Hingga Agustus 2016, kontribusi PermataHati tercatat Rp  6.019.776.500,-  guna meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui beasiswa dan beragam aktifitas berdimensi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Melalui partisipasi aktif 10,719 karyawan sebagai Employee Volunteer (EVO) dalam berbagai kegiatan CSR, PermataHati telah memberikan beasiswa kepada 4,153 anak. (r/bpn)

Workshop Review K-13, Ciptakan Generasi Indonesia yang Produktif, Kreatif, Inovatif dan Efektif

BALIPORTALNEWS.COM – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar menyelenggarakan workshop review Kurikulum 2013 (K-13) tingkat SMA. Agenda workshop yang berlangsung lima hari dari 26-30 September 2016, dibuka Kabid Pendidikan Menengah Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Wayan Supartha, M.Pd.

Kabid Pendidikan Menengah Wayan Supartha berharap, para peserta benar-benar memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kemampuan dan penguasaan materi Kurikulum 2013, guna mempermudah pelaksanaan pendampingan kurikulum ke depan di sekolah masing-masing.

Yang menjadi tantangan adalah mampukah kita sebagai abdi negara untuk memberikan jawaban pasti bahwa anak-anak didik kita kemudian akan menjadi aset unggul lewat proses pendidikan yang kita curahkan kepada mereka?

Sudahkah benih yang kita peroleh telah ditaburkan dalam kebenaran dan kebaikan untuk kemudian dapat dituai sebagai hasil pergumulan kita bersama bagi negeri ini, yang diperlihatkan klak oleh anak-anak kita ?

‘’Jawabannya adalah Ya. Namun, tidak ada kata terlambat. Ini waktunya setelah peserta dibekali dalam proses pendampingan ini, bangkitkanlah semangat, niat dan integritas. Kembalilah dan tunaikan tugas sebagai abdi negara,’’ tegas Supartha.

Menurutnya, niat yang tulus akan melahirkan semangat yang membara, untuk mencapai tujuan, tercipta generasi-generasi insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif dan efektif melalui penguatan sikap,keterampilan, dan pengetahuan secara terintegrasi.

Panitia kegiatan Made Tirta Ariantini, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan, workshop diikuti 100 guru tingkat SMA yang secara khusus mengundang guru mata pelajaran  matematika sebanyak 23 guru, ekonomi (30 guru), geografi (32 guru), dan sosiologi (15 guru). Diharapkan, dengan pendampingan Kurikulum 2013 ini memberikan pemahaman kebijakan pedampingan pelaksanaan Kurikulum 2013, selain meningkatkan kompetensi tenaga pendidik (guru) dalam proses pembelajaran. (tis/bpn)