Mahasiswa UTAR Malaysia Belajar Biologi di UGM

BALIPORTALNEWS.COM – Sebanyak 27 mahasiswa Universiti Tunku Abdul Rahman (UTAR) Malaysia belajar Biologi di Fakultas Biologi UGM. Selama lima hari, 9-13 Januari 2016 mereka akan mengikuti kegiatan “Organizing General Biology Project”.

Dalam kegiatan itu para mahasiswa UTAR Malaysia akan mengikuti sejumlah kelas perkuliahan. Beberapa diantaranya terkait biologi umum, ekologi dan konservasi, serta bioteknologi. Tidak hanya itu, mereka juga berkesempatan mengunjungi laboratorium-laboratorium yang dimiliki Fakultas Biologi UGM. Nantinya mereka akan menjalani praktikum di laboratorium struktur perkembangan hewan salah satunya mengenai perkembangan embrio.

Selain melakukan diskusi di kelas dan praktek di laboratorium, mereka juga berkesempatan mengenal keanekaragaman hayati Indonesia yang dipamerkan di Museum Biologi UGM dan terdapat di Kebun Biologi UGM. Di akhir kegiatan yang diselenggarakan oleh Kantor Urusan Internasional Fakultas Biologi UGM itu mereka juga akan diajak untuk mengunjungi sejumlah obyek wisata sejarah dan budaya di DIY dan sekitarnya. Beberapa diantaranya seperti Candi Prambanan, Candi Borobudur, Taman Sari, dan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Dalam kegiatan tersebut para mahasiswa didampingi secara langsung oleh Dekan Fakultas MIPA UTAR Dr. Lim Tuck Meng,  beserta Kepala Jurusan Biologi UTAR dan sejumlah staf. Dalam kesempatan itu turut dilakukan penjajakan kerjasama  tang dapat dilakukan antara UTAR dan Fakultas Biologi UGM dalam bidang pendidikan dan penelitian.

“Harapannya  lewat kegiatan ini mahasiswa kami dapat mengenal dan mempelajari secara langsung berbagai penelitian yang ada di Fakultas Biologi UGM,” saat welcome dinner, Senin (9/1/2017) di Fakultas Biologi UGM.

Lim Tuck Meng menyebutkan ada 27 mahasiswa UNTAR yang mengikuti kegiatan ini untuk mempelajari teori dari mata kuliah dan melakukan praktek langsung di laboratorium. Mahasiswa tersebut tidak hanya berasal dari FMIPA saja, tetapi juga dari Teknik Lingkungan.

Sementara Dekan Fakultas Biologi UGM, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., menyambut baik kunjungan rombongan UTAR Malaysia ke Fakultas Biologi UGM. Dia berharap para mahasiswa bisa mendapatkan tambahan wawasan dan pengetahuan melalui kegiatan yang dilakukan di Fakultas Biologi UGM. Selain itu juga dapat terjalin diskusi dengan baik untuk membahas berbagai kemungkinan kerja sama yang dapat dibangun untuk kemajuan bersama.

“Semoga kedepan bisa terjalin kerja sama yang bisa memberikan manfaat bagi UGM dan UTAR,” tuturnya.

Dalam sambutannya Budi Daryono turut menyampaikan sejarah pendirian Fakultas Biologi UGM yang berdiri pada 19 September 1995. Memiliki tiga fokus bidang penelitian yakni biologi molekular dan bioteknologi, biologi fungsional, dan biologi konservasi.  (ika/humas ugm/bpn)

UGM Menyerahkan Aset Gedung Bekas Kampus Cabang Magelang ke Pemprov Jateng

BALIPORTALNEWS.COM – Universitas Gadjah Mada (UGM) secara resmi menyerahkan aset berupa bangunan bekas kampus UGM cabang Magelang berlokasi di Kompleks Bakorwil II Magelang seluas 600 meter persegi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Penyerahan aset senilai Rp121.248.000 ini dilakukan dalam rangka alih status kepemilikan dan penggunaan barang milik UGM kepada Pemprov Jawa Tengah.

Bangunan yang didirikan pada tahun 1962 itu pernah difungsikan sebagai tempat kuliah beberapa fakultas UGM hingga tahun 1980-an.  Selain Fakultas Ekonomi, UGM cabang Magelang ini juga digunakan sebagai tempat kuliah mahasiswa Fakultas Hukum dan Fakultas Teknik. Setelah tahun 1980-an aktivitas perkuliahan disatukan di kampus UGM Yogyakarta sehingga bangunan tersebut tidak dipergunakan lagi.

Wakil Rektor Bidang Aset dan Sumber Daya Manusia UGM, Prof. Ir. Budi S Wignyosukarto, DIP., He., menyampaikan dengan penyerahan aset ke Pemprov Jawa Tengah diharapkan dapat menjadikan bangunan bekas kampus UGM cabang Magelang lebih bermanfaat.

“Dengan serah terima aset ini  harapannya aset yang ada bisa lebih bermanfaat bagi semuanya terutama Pemprov Jawa Tengah,” katanya.

Sementara Staf Ahli Gubernur Jawa Tengah, Riena Retnaningrum, S.H., mewakili Gubernur Jawa Tengah menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan melimpahkan aset UGM kepada Pemprov Jawa Tengah.

“Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini bisa bermanfaat bagi bangsa dan negara khususnya Pemprov Jawa Tengah,” tuturnya.

Gedung bekas kampus UGM cabang Magelang  ini nantinya akan dimanfaatkan oleh pemprov Jawa Tengah untuk berbagai keperluan. Salah satunya, sebagian gedung nantinya akan digunakan sebagai Museum BPK RI. (ika/humas ugm/bpn;foto: firsto)

Mahasiswa UGM Wakili Indonesia dalam Kompetisi Asia Social Innovation di Hongkong

BALIPORTALNEWS.COM – Dua mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Silva Eliana (FKG) dan Arief Faqihudin (FT) terpilih sebagai pemenang dalam kompetisi Asia Social Innovation Award 2016 di tingkat nasional. Dengan keberhasilan tersebut keduanya berhak mewakili Indonesia dalam final kompetisi yang sama di tingkat Asia pada 16-19 Februari 2017 mendatang di West Kowloon, Hongkong.

Asia Social Innovation Award merupakan sebuah kompetisi ide bisnis start up sosial yang diselenggarakan oleh Social Ventures Hongkong. Ditujukan untuk memberikan solusi atas berbagai persoalan yang terjadi di Asia. Kompetisi ini diikuti ratusan peserta dari berbagai negara di kawasan Asia seperti Indoensia, Hongkong, Korea Selatan, Singapura, Taiwan, Thailand, Vietnam dan Asia lainnya.

“Nantinya kami akan berkompetisi dengan 10 pemenang lainnya perwakilan masing-masing regional,” kata Arief, senin (9/1/2017) di Kampus UGM.

Kompetisi dimulai dengan seleksi ide bisnis sosial di tingkat regional di 11 wilayah Asia. Ide bisnis sosial terbaik dari masing-masing regional berkesempatan untuk maju ke babak final di Hongkong.

“Senang dan bangga kami bisa terpilih menerima penghargaan “Best Social Start-up Ide” di regional Indonesia dan mewakili ke tingkat internasional nantinya,” ujarnya.

Para pemenang regional nantinya akan diberikan kesempatan untuk mengasah ide dan pengembangan model bisnis melalui  pembinaan dalam lokakarya start up sosial serta pitching ide di Hongkong. Selanjutnya satu ide terbaik dari hasil pitching dipilih menjadi pemenang mendapatkan Grand Award Sosial Innovator 2017. Pemenang berhak memperoleh coaching dan masuk dalam keanggotaan di “House of Social Innovators” selama 1 tahun. Selain itu juga memperoleh uang pembinaan sebesar 9.020 USD.

“Mohon do’a dan dukungannya semoga kami bisa tampil secara maksimal dan mengharumkan nama Indonesia dan UGM di kancah global,” harapnya.

Usung Aplikasi COASS

Kedua mahasiswa UGM ini terpilih menjadi jawara regional Indoensia dengan mengusung ide bisnis sosial berupa pengembangan aplikasi bernama COASS. Aplikasi ini dapat menghubungkan mahasiswa profesi dokter gigi atau ko-asistensi (ko-ass) dengan pasien sesuai dengan kebutuhan dan jadwal perawatan keduanya.

“COASS merupakan platform yang mempertemukan kebutuhan perawatan dan jadwal yang sesuai antara pasien dan mahasiswa ko-ass,” jelas Silva.

Silva menyampaikan ide yang dikembangkan berawal dari keprihatinan mereka terhadap minimnya jumlah dokter gigi di Indonesia. Hingga kini jumlah dokter gigi belum mampu memenuhi kuota standar kesehatan yang ditetapkan oleh WHO. Menurut WHO rasio ideal  jumlah dokter gigi dengan penduduk yaitu 1:2.000. Sementara keberadaan dokter gigi dibandingkan dengan jumlah penduduk masih di bawah rasio ideal yakni 1:22.000.

“Jumlah dokter gigi di Indonesia jauh dari ideal. Bahkan diperparah persebarannya belum merata, 70 persen masih terpusat di Pulau Jawa ,” tutur Silva.

Sementara itu, setiap tahunnya hanya ada tambahan sekitar 600 dokter gigi yang berhasil  diluluskan oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia.  Dengan kondisi ini diproyeksikan rasio ideal baru akan tercapai pada 2030 mendatang. Salah satu faktor yang mempengaruhi lambatnya menghasilkan lulusan dokter gigi adalah adanya keterlambatan dalam pendidikan profesi. Normalnya pendidikan profesi ditempuh dalam waktu 1,5-2 tahun. Namun kenyataannya hampir 50 persen mahasiswa menempuh pendidikan profesi lebih karena berbagai faktor.

Salah satunya dikarenakan mahasiswa ko-ass kesulitan mendapatkan profil pasien yang tepat sesuai kebutuhan atau persyaratan. Tidak hanya itu, persoalan jadwal juga turut berkontribusi dalam memperlambat pendidikan profesi ini. Kesulitan yang umum dialami adalah jadwal ko-ass yang tidak tepat dengan pemeriksaan pasien karena kegiatan pasien, sementara ko-ass dibatasi waktu. Masalah lain adalah pasien tidak memiliki cukup uang sehingga ko-ass harus membayar untuk menampung pengobatan.

“Harapannya dengan aplikasi COASS ini memberikan kemudahan bagi pasien dan mahasiswa ko-ass untuk bertemu bersama-sama. Dengan begitu mahasiswa ko-ass dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu sehingga mendukung terwujdunya rasio oideal antara dokter gigi dan penduduk di Indonesia,” paparnya.

Diihubungi secara terpisah, Kasubdit Kreativitas Mahasiswa Direktorat Kemahasiswaan UGM, Ahmad Agus Setiawan, Ph.D., mengaku bangga atas capaian yang diraih Silva dan Arief. Keduanya telah membuktikan bahwa ide inovatif yang diusung sangat bagus dan lolos di regional Indonesia untuk maju ke level internasional di Hongkong.

“Sebuah langkah maju bagi mahasiswa kita dan sekaligus pembuka jalan tahun 2017 yang kami tetapkan sebagai  tahun internasionalisasi kreativitas mahasiswa UGM ,” ungkapnya.

Agus berharap keduanya dapat mencapai kesuksesan di final kompetisi Asia Social Innovation award 2017 mendatang. Guna menyiapkan mereka, UGM melalui Direktorat Kemahasiswaan UGM memberikan pendampingan dan pelatihan serta dukungan pembiayaan.

“Semoga tim mahasiswa ini bisa berhasil dan membanggakan bangsa dan universitas,” tuturnya. (ika/humas ugm/bpn)

UGM Meningkatkan Sarana Keselamatan Kampus

BALIPORTALNEWS.COM – Pusat Keamanan, Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (PK4L) UGM kembali meningkatkan kapasitas dalam menunjang keamanan dan keselamatandengan penambahan satu unit mobil pemadam kebakaran. Mobil pemadam kebakaran ini diperoleh melalui hibah dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk untuk mendukung Program Safety, Health, and Environment (SHE) yang diusung Universitas Gadjah Mada.

Penyerahan hibah mobil pemadam kebakaran dilakukan pada Kamis (5/1) di Ruang Sidang Pimpinan Gedung Pusat UGM. Penyerahan sarana ini secara resmi dilakukan dengan penandatanganan berita acara serah terima dan perjanjian hibah mobil pemadam kebakaran oleh Wakil Rektor UGM Bidang Sumber Daya Manusia Dan Aset, Prof. Dr. Ir. Budi Santoso Wignyosukarto, Dip.HE [1]., dan Pimpinan Wilayah BRI Yogyakarta, Andik Eko Putro.

Rektor UGM Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc [2]., Ph.D yang menyaksikan prosesi penandatanganan menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang ditunjukkan oleh BRI dalam berbagai bentuk kerja sama yang telah terjalin di antara kedua institusi.

“Hari ini kami mendapat hadiah awal tahun yang khusus dari BRI berupa mobil pemadam kebakaran. Terima kasih atas kepedulian, perhatian, serta dukungan yang diberikan,” ujar Rektor UGM.

Sarana ini, menurutnya, akan semakin meningkatkan komitmen UGM dalam menciptakan kondisi kampus yang aman bagi segenap civitas akademika, khususnya untuk mewujudkan konsep Safety, Health, and Environment yang menjadi perhatian penting bagi UGM.

“Bantuan ini merupakan sesuatu yang sangat berarti bagi UGM, terutama untuk meningkatkan SHE yang menjadi salah satu komitmen UGM. Saya yakin ini akan sangat bermanfaat bagi kami semua,” imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, Rektor UGM juga menyampaikan komitmen yang dimiliki untuk mengembangkan wilayah pedesaan dan mengurangi kesenjangan antara masyarakat pedesaan dan perkotaan sesuai melalui konsep desa pintar atau smart village. Oleh karena itu, dalam waktu mendatang ia berharap kerja sama antara UGM dan BRI dapat terus ditingkatkan untuk menyentuh persoalan tersebut.

Hal ini pun mendapat sambutan baik dari Direktur Bisnis Konsumer BRI, Sis Apik Wijayanto. Komitmen UGM ini, menurutnya, sejalan dengan semangat yang dimiliki BRI sebagai bank yang banyak menjangkau masyarakat pedesaan, khususnya untuk memberdayakan ekonomi tradisional. Dalam beberapa tahun terakhir, ia menjelaskan, BRI juga telah memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan daya saing pasar tradisional.

“Apa yang disampaikan oleh Bu Rektor terkait smart village sebenarnya sama dengan apa yang kita dalami, intinya sama-sama membangun
ekonomi daerah pedesaan. Utamanya di tengah era digital ini, bagaimana kita bisa memanfaatkan teknologi bukan hanya untuk orang kota tapi juga untuk masyarakat pedesaan,” ujarnya. (gloria/humas ugm/bpn; foto: firsto)

Jadi Wewenang Pemprov, Pastika Ingatkan Guru Tingkatkan Kualitas

BALIPORTALNEWS.COMPekerjaan sebagai tenaga pendidik atau adalah sebuah pekerjaan yang mulia karena profesi ini mememiliki peran strategis dalam memberi pengetahuan dan membangun karakter  berkarakter agar sumber daya manusia yang dihasilkan  bukan hanya cerdas tapi juga mampu bersaing dan hidup dengan baik di masyarakat.

Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam arahanya usai menyerahkan Surat Keputusan Pengalihan status Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan dari PNSD Kabupaten/Kota menjadi PNSD Provinsi yang dilaksanakan di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar, Kamis (29/12/2016). 

Sebagai daearah yang tidak memiliki sumber daya alam, Bali sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusianya. Untuk itu kualitas dari pendidikan di Bali sangat ditentukan oleh kualitas dari tenaga pendidik yaitu para guru.  Pastika mengungkapkan bahwa, Bali tidak memiliki sumber daya alam.

“Bali hanya tergantung pada kualitas sumber daya manusia, alam yang indah dan bersahabat dan budaya yang adiluhung. Hanya itu yang kita punya, hanya punya manusia dan kualitasnya tergantung pada pendidikannya,” tegas Pastika.

Ia  meminta guru sebagai tenaga pendidik betul – betul menerapkan disiplin, dan mengajarkan anak didik untuk bekerja keras, berjuang memperkuat semangat dalam menatap masa depan yang lebih baik. Pastika menuturkan dirinya merasa sedih melihat akan – anak muda yang kalah ataupun tidak mau bersaing karena rendahnya fighting spirit, dan sifat manja yang dimiliki oleh anak – anak saat ini.

Selanjutnya, kata dia, adalah tugas para tenaga pendidik mengingatkan para generasi muda agar tumbuh dan unggul secara kualitas dan bukan sebaliknya.

Di bagian lain Pastika juga menginginkan gara para tenaga pendidik memahami visi Bali Mandara dalam upaya untuk memajukan dunia pendidikan di Bali. Dengan demikian para generasi muda yang dihasilkan akan mampu menjadi generasi yang maju dan memiliki cara berpikir yang maju namun tetap sopan, cinta tanah air, tetap menyama braya dan tidak menjadi individualistis yang matrealistis dan konsumeristis.

“Sebagai gubernur saya berharap banyak, saya ingin generasi – generasi selanjutnya yang dihasilkan melalui didikan saudara menjadi generasi Bali yang mampu untuk bersaing baik secara nasional maupun global namun tetap berkepribadian yang baik mempunyai fighting spirit yang tinggi untuk berjuang dengan orang lain,” pungkasnya sembari mengingatkan saat ini persaingan semakin keras sebagai akibat dari arus globalisasi.

Pastika juga mengajak para tenaga pendidik untuk memiliki cita – cita atau visi dan melihat ke arah yang lebih baik jangan melihat kerah yang buruk. Pastika menghimbau agar selalu memikirkan bagaimana caranya untuk menjadi lebih baik.

“Jadi kalau ada sekolah yang memiliki kualitas lebih baik, kunjungi itu, pelajari itu, kenapa mereka bisa lebih baik dan kemudian terapkan di sekolah saudara masing – masing atau usulkan ke pemprov Bali apa yang seharusnya dilakukan agar menjadi lebih baik,” tegas Pastika.

Sementara itu Ketua Panitia yang merupakan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Bali I Ketut Rochineng mengungkapkan kegiatan penyerahan SK tersebut sebagai upaya Pemprov Bali untuk memberikan informasi terkait pemindahan status tersebut sehingga para tenaga pendidik tersebut memiliki informasi mengenai tugas dan wewenngnya setelah menjadi PNSD Provinsi.

Lebih lanjut Rochineng menyampaikan, keputusan pemindahan status yang mulai berlaku sejak 1 Oktober 2016 tersebut memutuskan memindahkan status PNS Tenaga Pendidik sebanyak 6.598 orang dari 127 SMA/SMK seProvinsi Bali. Selain itu juga ada tenaga non PNS yang juga beralih ke Pemprov Bali sebanyak 3.878 orang. (humasprovbali/bpn)

SMPN 5 Kuta Selatan Diresmikan, Pendidikan Menjadi Aset yang Berharga

BALIPORTALNEWS.COMFasilitas pendidikan di Wilayah Kuta Selatan Kabupaten Badung kini bertambah lagi dengan diresmikannya SMP Negeri 5 yang berada di Desa Kutuh Kecamatan Kuta Selatan, Rabu (28/12/2016) lalu, oleh Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa yang ditandai dengan penandatanganan Prasasti  dan kemudian dilangsungkan dengan peninjauan bangunan gedung sekolah, dimana sebelum telah dilaksanakan upacara pemelapas alit yang dipuput oleh jro mangku setempat.

Hadir dalam acara tersebut Anggota DPRD Badung Dapil Desa adat Kutuh I Nyoman Mesir, IB. Ananta dari Disdikpora dan Olahraga Badung, Camat Kuta I Wayan Wirya beserta tripitaka, Kepala Sekolah SMPN 5 I Nyoman Suartana beserta jajaran, para siswa, orang siswa serta tokoh masayarakat Desa adat Kutuh Kuta Selatan.

Wabup Suiasa pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung sangat inten didalam Pembangunan Sarana Prasana Baik fisik maupun non Fisik di Seluruh Wilayah Kabupaten Badung. Pemerintah Kabupaten Badung telah berkomitmen untuk terus memajukan sektor Pendidikan yakni melalui 17 program unggulan daerah tahun 2016-2021 dimana salah satunya adalah meningkatkan Kualitas Pendidikan melalui pemenuhan Tenaga Pendidikan dan sarana prasarananya, melalui pendidikan yang berkarakter tentunya nanti akan lahir para cendikiawan yang handal.

“Pendidikan merupakan aset bangsa yang sangat berharga untuk menopang pembangunan di daerah dan penguatkan sendi-sendi Bangsa kedepan” ujar Wabup Suiasa.

 Dengan diresmikannya sekolah SMP 5 ini, Wakil Bupati I Ketut Suiasa berharap bisa menambah jumlah sekolah yang berkualitas di Kabupaten Badung dan dengan banyaknya dibangun sekolah baru bisa mempermudah pelayanan pendidikan kepada masyarakat, karena semakin dekat sekolah dengan rumah penduduk akan mempermudah akses siswa menuju sekolah.

“Semoga semakin banyak sekolah-sekolah berkualitas yang dihadirkan di Kabupaten Badung pelayanan pendidikan semakin dekat kepada masyarakat. Karena pendidikan adalah tempat maju mundurnya peradaban kita dan merupakan aset bagi kemajuan bangsa. Dengan pendidikan yang berkarakter tentu Badung akan menjadi kuat secara SDM. Pembangunan pada sektor Pendidikan yang merupakan pilar penting dalam pemabngunan manusia di Kabupaten Badung menjadi salah satu fokus utama dalam perjalanan pemerintah. Dengan mengalokasikan sedikitnya 20% pada APBD yang diarahkan untuk penguatan tiga pilar pendidikan yaitu siswa, guru dan sarana prasarana pendidikan,  Lebih lanjut, Implementasi program pemerintah melalui pola pembangunan nasional berencana (PPNSB) dalam penguatan anak bangsa dengan pembagian laptop kepada siswa sekolah di Kabupaten Badung merupakan cerminan perhatian Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pendidikan dan perkembangan IT. Ini tiada lain untuk memacu minat para siswa-siswi dalam perkembangan teknologi pendidikan yang berbasis teknologi dan meningkatkan prestasi, ” ucap Suiasa menyampaikan harapannya. (humasbadung/bpn)

 

Keterangan Foto : Wabup suiasa disaat meresmikan SMP Negeri 5 yang berada di Desa Kutuh Kecamatan Kuta Selatan, Rabu (28/12/2016) lalu.

UGM Menandatangani MoU dengan Pemkab Konawe Selatan

BALIPORTALNEWS.COMUniversitas Gadjah Mada dan Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara menandatangani Nota Kesepahaman Bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta perencanaan pembangunan wilayah, Rabu (28/12/2016) di Gedung Pusat UGM. Nota kesepahaman ini bertujuan untuk meningkatkan potensi sumber daya yang dimiliki guna mendukung keberhasilan pembangunan maupun dalam pelaksanaan Tridharma perguruan tinggi.

Bupati Konawe Selatan, H. Surunuddin Dangga, menyampaikan bahwa kerja sama ini dilakukan untuk mendukung rencana besar pembangunan wilayah Kabupaten Konawe Selatan, baik dalam pembangunan fisik maupun dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

“Salah satu sasaran yang ingin kami capai adalah peningkatan SDM, dan ini berhubungan dengan kerja sama yang akan kami jalankan dengan UGM,” ujarnya usai melakukan penandatanganan MoU.

Bupati yang baru dilantik pada Bulan Februari silam ini memaparkan profil Kabupaten Konawe Selatan beserta potensi yang dimiliki kepada para perwakilan dari UGM yang meliputi pimpinan universitas, dekan, serta kepala pusat studi. Untuk mendukung rencana pembangunan kabupaten ini, selain terkait pengembangan SDM, ruang lingkup nota kesepahaman bersama ini juga meliputi bidang-bidang lain seperti pertanian dan peternakan, pariwisata, lingkungan hidup, serta perencanaan wilayah.

Rencana ini disambut baik oleh Rektor UGM, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D. Sasaran pembangunan yang ingin dicapai Kabupaten Konawe Selatan, menurut Dwikorita, sejalan dengan arah pengembangan kebijakan nasional yang menjadi perhatian dari UGM. Sebagai universitas yang mengabdi bagi kepentingan nasional, ia menyebutkan, pengembangan kawasan di berbagai pelosok Indonesia memang menjadi misi yang terus dijalankan oleh UGM.

“Dalam Dies kemarin UGM kembali meneguhkan komitmen menjadi universitas desa. Kita sudah membangun kota pintar di berbaga tempat, namun sesuai dengan perhatian kita, kita juga memelopori konsep dan praktek pengembangan desa pintar,” ujarnya.

Pembangunan nasional yang dimulai dari pedesaan, menurut Dwikorita, menjadi sebuah solusi bagi kesenjangan antara masyarakat di wilayah pedesaan dengan masyarakat perkotaan. Lebih lanjut ia menjelaskan, meski tingkat kemiskinan menurun, namun tingkat kesenjangan nyatanya justru semakin tajam. Karena itu, penerapan teknologi modern untuk pembangunan desa pintar diharapkan dapat menjadi pendorong bagi pembangunan wilayah pedesaan.

“Salah satu solusi untuk menutup kesenjangan antara desa dan kota adalah dengan menerapkan teknologi digital yang dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi. Dengan demikian daerah terpencil tidak lagi termarjinalkan,” jelasnya.

Terkait dukungan bagi pemerintah Kabupaten Konawe Selatan, Dwikorita menyampaikan bahwa UGM dengan berbagai pusat studi yang dimiliki siap untuk mendampingi pemerintah daerah dalam mewujudkan sasaran pembangunan, baik melalui penerapan teknologi, diseminasi peraturan, evaluasi, atau pelatihan terkait bidang-bidang strategis.

“Teman-teman dari pusat studi siap untuk menindaklanjuti. Semoga ini tidak sebatas MoU saja, tetapi ada langkah nyata lebih lanjut,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam pertemuan ini Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan juga menyatakan kesiapan mereka untuk mendukung program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dijalankan oleh para mahasiswa UGM di kabupaten tersebut.

“Sampai sekarang sudah ada 4 kali mahasiswa UGM yang KKN di kabupaten kami, dan selama ini kami selalu memberikan dukungan. Dengan adanya kerja sama ini untuk ke depan pasti kami akan lebih banyak lagi memberikan dukungan,” pungkas Bupati Konawe Selatan. (gloria/humas ugm/bpn; foto: firsto)

Mahasiswa Internasional UGM Tampil di Borobudur Cultural Feast 2016

BALIPORTALNEWS.COMSembilan mahasiswa internasional Universitas Gadjah Mada (UGM) berpartisipasi dalam Borobudur Cultural Feast 2016. Kegiatan berlangsung selama dua hari, tanggal 17-18 Desember 2016 lalu di Taman Lumbini komplek Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Kesembilan mahasiswa tersebut berasal dari berbagai negara seperti Australia, Bulgaria, Republik Ceko, Tiongkok, Rusia, Korea Selatan, Vitenam, Timor Leste, serta Tanzania. Mereka merupakan mahasiswa yang tengah belajar di UGM dalam program darmasiswa dan kemitraan negara berkembang The Indonesia Language and Culture Learning Service (INCULS).

Ariargo W Putra, staf kantor Urusan Internasional UGM menjelaskan sembilan mahasiswa internasional UGM tersebut turut meramaikan pagelaran seni-budaya Borobudur Cultural Feast dengan menampilkan kesenian karawitan. Mereka tergabung dalam grup Jogja Gangsa Nagari yang beranggotakan 44 mahasiswa internasional dari UGM, UNY, ISI Yogyakarta, dan Universitas Santa Dharma.

“Berpakaian adat jawa, mereka mementaskan karawitan dengan baik menyatu dengan instrumen gamelan yang dimainkan,”jelasnya. Para mahasiswa tersebut telah dilatih secara profesional oleh dosen karawitan ISI Yogyakarta Anon Suneko.

Tampil  dalam pagelaran Borobudur Cultrural Feast memberikan kesan tersendiri tentangan kesenian dan kebudayaan Indoensia bagi para mahasiswa . Seperti yang dirasakan oleh salah satu mahasiswa INCULS UGM asal Asustralia, Peter Rothwell. Peter menyebutkan mendapatkan pengalaman baru dan berharga. Meskipun bukan kali pertama tampil di sebuah pertunjukkan, diakuinya penampilan lalu menjadi tantangan yang berbeda karena membawakan kesenian tradisional Indonesia.

Borobudur Cultural Feast 2016 merupakan kegiatan yang digelar oleh PT. Taman Wisata Candi Prambanan bekerjasama dengan sejumlah budayawan, seniman, musisi, serta melibatkan masyarakat di 20 desa sekitar kawasan Borobudur. Kegiatan dilaksanakan dalam rangka mengembangan pariwisata di kawasan Borobudur berbasis potensi lokal. (ika/humas ugm/bpn)

UGM Pererat Kerja Sama dengan Hiroshima University of Economics

BALIPORTALNEWS.COMUniversitas Gadjah Mada (UGM) dan Hiroshima University of Economics (HUE), Jepang memperkuat kerja sama bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan President Hiroshima University of Economic, Prof. Koichi Maekawa beserta rombongan ke UGM, Rabu (21/12/2016).

Delegasi HUE  diterima langsung oleh Rektor UGM, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D. Turut mendampingi Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni, Dr. Paripurna P Sugarda, S.H.,L.L.M., Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Dr. Eko Suwardi, M.Sc., Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Fakultas Ilmu Budaya , Dr. Agus Suwignyo, dan sejumlah pimpinan di lingkungan UGM.

Dalam kunjungan tersebut membahas berbagai hal terkait pelaksanaan kerja sama yang telah dilakukan antara UGM dan HUE dan menggali berbagai peluang kerja sama yang berpotensi dilakukan di masa mendatang. UGM telah melaksanakan kerja dengan HUE dimana dalam pelaksanaannya dilakukan oleh Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM dalam bentuk kolaborasi riset, partisipasi seminar, serta pertukaran mahasiswa dan staf pengajar.

Rektor UGM menyambut baik rencana peningkatan kerja sama dengan HUE ini. Dia berharap nantinya kerja sama bisa dilakukan dalam bidang yang lebih luas dan mampu mempercepat kemajuan di UGM maupun HUE.

“UGM berkomitmen untuk meningkatkan internasionalisasi sehingga harapannya melalui kerja sama ini bisa bermanfaat bagi kedua belah pihak,” tutur Dwikorita.

Presdient HUE mengatakan bahwa kunjungan dilakukan untuk memperluas kerja sama antara UGM dan HUE dalam bidang penelitian dan pendidikan. HUE membuka kesempatan yang lebih besar kepada UGM untuk melakukan pertukaran mahasiswa dan kolaborasi riset untuk para dosen. Tidak hanya itu pihaknya juga akan memberikan beasiswa bagi para dosen UGM yang tertarik untuk mengambil studi program doktoral di HUE.

Dekan FEB UGM menambahkan FEB UGM dan HUE telah menjalankan kerja sama kurang lebih selama  25 tahun terakhir. Adapun kerja sama yang telah dilakukan dalam bentuk double degree dan Kuliah Kerja Nyata (KKN), serta pertukaran staf pengajar untuk menempuh pendidikan doktoral. (ika/humas ugm/bpn)