Pengarustamaan Gender Wajib

0

BALIPORTALNEWS.COM – Deden E. Ariffan dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Kemendikbud, mengungkapkan, tujuan utama penyelenggaraan pengarustamaan gender bidang pendidikan adalah terciptanya kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan dalam bidang pendidikan.

‘’Yang dimaksud dengan kesetaraan gender bidang pendidikan adalah kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan dan hak-haknya sebagai manusia, agar mampu berperan dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan dan pendidikan,’’ tegas Deden saat sosialisasi pengarustamaan gender (PUG) bidang pendidikan di Denpasar, belum lama ini.

Dikatakannya, kesenjangan gender di bidang pendidikan di Indonesia merupakan hal yang masih perlu didalami, dalam ketersediaan (akses) layanan pendidikan, hasil belajar, dan pengaruhnya terhadap lapangan kerja atau peran sosial. Saat indeks paritas gender angka partisipasi sudah cukup mendekati 1, artinya anak perempuan dan laki-laki memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti pendidikan, namun tetap terjadi kesenjangan gender di beberapa wilayah dan kelompok masyarakat, hal ini disebabkan oleh masih banyaknya orang tua memiliki keberpihakan berlebih untuk menyekolahkan anak laki-laki.

Ia mengungkapkan, fakta yang menarik bahwa terdapat hasil belajar anak perempuan di tingkat pendidikan dasar cenderung lebih baik daripada hasil anak laki-laki. Jelaslah bahwa diperlukan suatu analisis yang mendalam untuk mengkaji pihak manakah sesungguhnya yang harus diberi perlakuan keberpihakan dalam pelaksanan pengarustamaan gender bidang pendidikan.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar terus berusaha meminimalisir kesenjangan gender (gender gap) yang terjadi di berbagai bidang pembangunan, baik pada tataran kebijakan, peraturan perundang-undangan, program maupun kegiatan. Salah satu upaya yang dilakukan Disdikpora Kota Denpasar untuk menekan kesenjangan gender melalui sosialisasi pengarustamaan gender (PUG) bidang pendidikan.

Kegiatan yang diikuti 80 peserta tersebut berlangsung di Denpasar, 4-5 Agustus 2016. Sosialisasi menghadirkan narasumber Deden E. Ariffan dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Kemendikbud.

Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dalam sambutan yang dibacakan Kabid Pendidikan Luar Sekolah Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Nyoman Gde Arnawa, M.Pd., menegaskan, komitmen pemerintah daerah untuk mengimplementasikan pengarustamaan gender di seluruh bidang pembangunan termasuk bidang pendidikan harus ditingkatkan. Dikatakan Walikota, Pemkot Denpasar telah memberikan perhatian khusus terhadap implementasi pengarustamaan gender integrasi gender dalam kebijakan maupun program-program pengarustamaan gender di Kota Denpasar.

Kabid Pendidikan Luar Sekolah Disdikpora Kota Denpasar, Nyoman Gde Arnawa, mengatakan, sosialisasi pengarustamaan gender di bidang pendidikan merupakan strategi yang dibangun untuk mengintegrasikan gender menjadi satu dimensi integral dari perencanaan, penyusunan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi atas kebijakan program pembangunan di bidang pendidikan. ‘’Ini adalah upaya peningkatan kapasitas dalam mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender bidang pendidikan pada semua jalur, jenjang dan jenis pendidikan dalam rangka terwujudnya kesetaraan dan keadilan gender,’’ tegasnya.

 

Penulis : Gandhi
Editor : Putu Tistha

Perguruan Tinggi Swasta Agar Bersaing “Sehat”

0

BALIPORTALNEWS.COMKeberadaan sekitar 58 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Bali diminta melakukan persaingan  secara sehat dalam upaya menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Terlebih  mengingat Bali kedepannya sangat memerlukan SDM yang mumpuni yang akan mampu bersaing di tengah persaingan global saat ini.

Disamping itu, PTS juga diharapkan agar memiliki kekhasan masing masing, memiliki nilai jual masing masing yang tentu saja disesuaikan dengan kondisi pasar dan kebutuhan pasar kedepannya. “Buat persaingan yang sehat, munculkan  kekhasan tersendiri, pelajari pasar, survei kebutuhan pasar dan ciptakan sarjana berkualitas yang laku di pasar, “ imbuhnya.

Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat menerima audensi dari Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah VIII A Bali yang dipimpin langsung oleh Ketua APTISI DR. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd di ruang kerjanya  Selasa (9/8/2016).

Lebih lanjut Pastika juga berharap kedepannya PTS juga akan mampu meningkatkan kualitas para lulusannya dan meminta APTISI selaku asosiasi yang membawahi keberadaan PTS tersebut  terus melakukan pemantauan serta pengawasan terhadap kualitas lulusan mahasiswanya.

Disamping itu, kurikulum yang diajarkan juga harus disesuaikan dengan perkembangan zaman termasuk didalamnya hasil hasil penelitian yang dilakukan dapat  memberi manfaat langsung bagi masyarakat. “Kualitas lulusan sangat penting untuk dijaga, jangan berlindung dibalik gelar, substansi lebih penting, mari kita ubah mindset  menjadi what you can do bukan semata what is your title,“ pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua APTISI Sukamerta menyampaikan bahwasannya PTS saat ini tengah terus berupaya meningkatkan kualitas mahasiswa lulusannya termasuk di dalamnya melahirkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Sukamerta juga memaparkan bahwasannya organisasi yang ia pimpin terus melakukan pengawasan terhadap para sarjana lulusan dari PTS sehingga kedepannya tidak ada sarjana yang berijasah bodong. “Rekam jejak dari setiap mahasiswa telah ada di Perguruan Tinggi masing masing sehingga akan sangat mudah mengecek perkembangan studi dari mahasiswa tersebut dan pihak APTISI akan mengambil langkah tegas jika ditemukan adanya indikasi ijazah bodong,“ imbuhnya.

Dalam audensi yang juga dihadiri oleh Kepala Dinas pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Provinsi Bali Tia Kusuma Wardhani, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Bali AA Gede Griya serta Kepala Biro Humas Sekda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra tersebut, Ketua  APTISI beserta anggotanya  yang baru saja dilantik pada Bulan April lalu  juga menyampaikan apresiasinya atas berbagai masukan yang telah disampaikan Bapak Gubernur  dan pihaknya akan segera melanjutkan arahan tersebut sehingga kedepannya   kualitas  lulusan dari Perguruan Tinggi swasta akan mampu bersaing dan unggul di tengah persaingan global.

Sumber : Humas Pemprov Bali

PGRI Bali Dukung Rencana Pemberlakuan ‘’Full Day School’’

0

BALIPORTALNEWS.COM – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Bali menyambut baik anjuran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy terkait full day school (FDS) atau siswa seharian di sekolah, dengan catatan diisi kegiatan kreatif. Namun jika hanya di kelas, hal itu justru berdampak negatif.

‘’PGRI menilai, anjuran itu berniat baik agar peserta didik terlindungi dari pengaruh buruk di luar sekolah. Lagi pula itu sejalan dengan rencana pengurangan 12 jam tatap muka mengajar,” ungkap Ketua PGRI Provinsi Bali, Dr. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd., saat dihubungi, Selasa (9/8/2016) kemarin.

Meski mendukung niat anjuran tersebut, Aryasudha yang juga Kepala SMP PGRI 2 Denpasar ini menyarankan pemerintah sebaiknya menyiapkan dahulu segala sesuatunya. Dalam hal ini menyiapkan aturan, prosedur pelaksanaan, dan peranan guru selama di sekolah. Kemudian perlu dilihat juga kekurangan dan kelebihan ide tersebut sebelum diterapkan.

Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah harus memperhatikan dampak lanjutan terhadap siswa maupun wali murid terkait hal itu. Menurut Aryasudha, salah satu dampak yang harus dipikirkan adalah membengkaknya biaya sekolah yang harus ditanggung oleh orang tua karena tentunya jika anak berada di sekolah sepanjang hari, orang tua harus memberikan tambahan uang saku. “Memang ada dampak positif dan negatifnya sehingga harus dipikirkan masak-masak,” terang Aryasudha.

Menurut Aryasudha, sehari penuh ini tidak berarti guru harus 24 jam tatap muka. Dengan kata lain, kegiatan sekolah tidak boleh terlalu sore apalagi hingga malam hari. Sebab, guru sebagai orang tua juga masih memiliki tanggung jawab mendidik di rumah masing-masing.

‘’Jika dijalankan dengan benar, full day school akan menuntut sekolah-sekolah untuk lebih kreatif dalam membuat program belajar. Jika full day school hanya diisi dengan belajar di kelas, justru akan berdampak negatif bagi anak,’’ ujarnya.

Durasi kegiatan belajar secara akademis berjalan seperti biasanya. Untuk mengisi waktu selebihnya, Aryasudha menegaskan, ini tidak harus diisi dengan kegiatan belajar formal seperti biasanya. Pengayaan maupun kegiatan menyenangkan bagi peserta didik bisa diisi di jam sekolah tersebut.

Hal terpenting, dia melanjutkan, sekolah harus menyediakan waktu istirahat bagi siswa, termasuk memberikan pemahaman orang tua. “Jadi sehari penuh itu bukan berarti anak-anak sampai sore kegiatannya belajar secara akademis terus-menerus,” tegasnya. Di samping itu, tambah dia, terdapat sejumlah negara maju yang telah menerapkan hal ini.

Dihubungi terpisah, Kabid Pendidikan Menengah Disdikpora Kota Denpasar, Wayan Supartha, menyampaikan saat ini sudah banyak sekolah yang melaksanakan full day school terutama sekolah-sekolah swasta maupun sekolah-sekolah unggulan. Di sekolah negeri juga ada yang menerapkan jam belajar hingga pukul 13.30 atau 14.00.

“Kalau full day school itu acuannya sekolah sampai pukul 15.00. Kalau dikaji, memang manfaatnya bisa lebih besar asalkan diikuti program belajar yang kreatif dan inovatif. Kalau program belajarnya monoton, ya percuma,” pungkas Supartha.

 

Penulis : Gandhi
Editor : Putu Tistha

Kenali Delapan Jenis Kecerdasan Anak Anda

0

BALIPORTALNEWS.COM – TIDAK ada anak yang bodoh. Setiap anak memiliki kepintarannya masing-masing. Kabid Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Disdikpora Kota Denpasar, Nyoman Gde Arnawa, mengungkapkan, ada delapan jenis kecerdasan anak menurut teori multiple intelligences atau kecerdasan multipel.

Menurut Arnawa, delapan jenis kecerdasan anak, yaitu people smart (kecerdasan bergaul), body smart (kecerdasan olah tubuh), picture smart (kecerdasan ekspresi), logic smart (kecerdasan logika), word smart (kecerdasan bahasa/linguistik), self smart  (kecerdasan intrapersonal), musik smart (kecerdasan musikal), dan nature smart(kecerdasan naturalis).

Arnawa menjelaskan, setiap anak barangkali bisa memiliki delapan jenis kecerdasan ini. Hanya saja, ada anak yang hanya menonjol pada satu atau lebih jenis kecerdasan tersebut. “Dukunglah anak sesuai jenis kecerdasannya. Adanya minat, bisa membangun kompetensi anak kemudian hari,” kata Arnawa, Selasa (9/8/2016).

Untuk itu, menurut Arnawa, orangtua seharusnya mengenali jenis kecerdasan anak, kemudian membantu mengasah kecerdasannya. ‘’Tumbuh dan kembang anak tidak hanya bisa diperoleh dari pendidikan di sekolah, tapi juga berpengaruh dari peran kita sebagai orang tua,’’ pungkasnya.

 

Penulis : Ryandra
Editor : Putu Tistha

SMAN 2 Denpasar, Komitmen Lahirkan Siswa Cerdas Akademis

0

BALIPORTALNEWS.COM – SMAN 2 Denpasar (Resman) merayakan HUT ke-51 secara sederhana namun meriah, Sabtu (6/8/2016) lalu. Puncak HUT ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala SMAN 2 Denpasar, Drs. Ida Bagus Sueta Manuaba, M.Pd.

Saat itu, Kasek IB Sueta Manuaba juga menyerahkan penghargaan kepada pemenang lomba intern, serta bingkisan kepada enam orang guru dan pegawai yang sudah memasuki masa purna tugas. Puncak HUT yang dimeriahkan kreativitas seni siswa Resman itu, juga dihadiri Ketua Komite SMAN 2 Denpasar, Dr. A.A. Gede Agung.

IB Sueta Manuaba mengungkapkan, kegiatan HUT Resman di mulai sejak 30 Juli lalu dengan kegiatan lomba intern. Meliputi lomba grafiti, lomba akustik, donor darah, lomba senam gemu famire, stand kuliner, futsal dan tarik tambang putri serta lomba kebersihan kelas. Sementara itu, membangun kebersamaan dan kesehatan diadakan jalan sehat bersama.

IB Sueta Manuaba menegaskan, peningkatkan kualitas pendidikan menjadi program prioritas Resman saat ini. Resman tak hanya membentuk siswa cerdas di akademis, juga sehat jasmani, rohani, mental, berkarakter dan disiplin. Untuk melahirkan siswa cerdas, di Resman saat ini dibentuk beragam klub yang nantinya diharapkan bisa melahirkan siswa cerdas.
Prestasi ini diharapkan mampu mendukung Resman sebagai sekolah model SKM PBKL Pusat Sumber Belajar (PSB). Karenanya delapan standar pendidikan nasional, seperti standar isi, proses, SKL, dan evaluasi selalu dipenuhi oleh Resman.

IB Sueta Manuaba mengucapkan terimakasih kepada orangtua siswa yang mempercayakan anak terbaiknya ke SMAN 2 Denpasar. Komite yang mendukung SMAN 2 Denpasar serta peran siswa dan guru. Dengan demikian SMAN 2 Denpasar tetap menjadi barometer pendidikan di Denpasar.
Ketua Komite SMAN 2 Denpasar, AA Gede Agung, mengapresiasi prestasi yang telah diraih siswa Resman. Menurut AA Gede Agung, prestasi ini membuktikan kerja keras guru membuah hasil maksimal. Prestasi ini diharapkan bisa dipertahankan dan ditingkatkan di tahun-tahun ke depan.
AA Gede Agung menegaskan, soal SDM guru-guru SMAN 2 Denpasar tak kalah dengan guru sekolah lain. Kunci untuk maju adalah komitmen dan rasa jengah guru-guru nindihin SMAN 2 Denpasar. Makanya penting kesimbangan kemampuan hard skill dan soft skiil guru.

Penulis : Ryandra
Editior : Putu Tistha

SMAN 1 Denpasar, Lahirkan SDM Bali Cerdas dan Beretika

0

BALIPORTALNEWS.COM – Sudah menjadi tradisi HUT SMAN 1 Denpasar (Smansa) selalu digelar meriah dan mengundang mantan kasek, komite, dan siswa yang sukses meraih juara. Seperti saaat perayaan puncak HUT ke-56 Smansa yang dilaksanakan, Senin (8/8/2016).

Perayaan puncak HUT ditandai pemotongan tumpeng oleh Kepala SMAN 1 Denpasar, Drs. Nyoman Purnajaya, M.Pd., lanjut diserahkan kepada Kabid Pendidikan Menengah Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Wayan Supartha, M.Pd. Acara juga diisi dengan penyerahan hadiah bagi pemenang lomba, penyerahan kenang-kenangan bagi guru yang pensiun dan atraksi berbagai aktivitas siswa Smansa.

Kasek Nyoman Purnajaya, mengungkapkan, serangkaian HUT Smansa telah melaksanakan 32 kegiatan atau lomba yang bersifat edukatif dan promotif. Kegiatan tersebut di antaranya, donor darah, fun bike, lomba karya tulis ilmiah, lomba bina kepramukaan, bina kepalangmerahan, lomba tari jauk manis, truna jaya, lomba di bidang sastra, olimpiade fisika, matematika, biologi, komputer, debat Bahasa Inggris, lomba lagu pop solo, paduan suara, dl.

Tak hanya di kalangan siswa, kegiatan atau lomba yang melibatkan guru dan staff juga diadakan seperti lomba lagu pop dan magegitan, lomba bulu tangkis. Kegiatan yang melibatkan alumni yaitu pertandingan tenis lapangan. Rangkaian  HUT Smansa akan diakhiri dengan gelaran Gempita Karmany Smansa (GKS) pada Oktober mendatang.

Purnajaya mengatakan, semua kegiatan yang dilakukan adalah realisasi dari teori Renzulli. Teori Renzulli adalah teori dasar yang diterapkan di SMAN 1 Denpasar untuk membina dan menciptakan generasi yang menyatakan bahwa, keunggulan dapat berkembang secara sempurna. Tiga komponen keunggulan yaitu kecerdasan yang bisa dikembangkan dalam kelas, kreativitas yang bisa dikembangkan melalui berbagai komitmen, dan task comitment yang bisa dikembangkan melalui pemberian tugas.

Purnajaya mengucapkan terima kasih kepada semua komponen yang telah mendukung, sehingga pendidikan di SMAN 1 Denpasar bisa terselenggara dengan sebaik-baiknya. ‘’Hal ini dibuktikan dari banyaknya kado yang diberikan oleh siswa kami dalam bentuk prestasi diantaranya memenangkan International Mathematic Contest tahun 2016 di Singapura. Di samping itu juga, dalam situs Kemendikbud, SMAN 1 Denpasar juga termasuk jajaran sekolah terbaik di Indonesia,’’ bebernya.

Di samping itu juga, berdasarkan hasil survei yang dilakukan pihak sekolah pada akhir tahun ajaran 2015/2016, tingkat kepuasan pelanggan pendidikan di SMAN 1 Denpasar adalah 93 persen. Artinya, dari 1.368 keluarga yang menitipkan putra-putrinya di SMAN 1 Denpasar, 1.272 keluarga yang merasa sangat puas atau puas.

Ketua Ikatan Alumni Smansa, Prof. Nyoman Supartha, mengatakan Smansa sudah terbukti menjadi sekolah unggulan di Bali, baik di akademis maupun nonakademis. Di akademis sudah berkiprah di event nasional dan internasional. Makanya ia ingin Smansa menjadi ikon sekolah unggulan di Bali dan nasional. Tidak hanya melahirkan siswa cerdas namun juga beretika memiliki sikap mental yang baik.

Kabid Pendidikan Menengah Disdikpora Kota Denpasar, Wayan Supartha, mengatakan, 56 tahun merupakan perjalanan yang cukup panjang dengan banyaknya prestasi yang diraih dan beribu-ribu alumni yang ditamatkan memegang peranan yang sangat strategis di masyarakat. Ia berharap semua itu dapat digunakan sebagai inspirasi bagi warga SMAN 1 Denpasar baik guru, pegawai dan siswa agar menjadi lebih baik ke depan dan menjadi alumni yang dibanggakan di masyarakat.

‘’Kepercayaan yang sangat kuat ini agar tetap dijadikan cemeti bagi kita untuk terus melakukan penguatan-penguatan sehingga SMAN 1 Denpasar tetap eksis,’’ imbuhnya.

Menurut Supartha, kunci lembaga tetap eksis dan berhasil adalah koordinasi dan komunikasi yang baik. Karena itu, tingkatkan dan terus melakukan inovasi dan perubahan. Ia menyebutkan, pentingnya membudayakan dan membangun karakter daripada peserta didik sehingga menjadi manusia yang seutuhnya. Yang ketiga adah keteladanan. Sosok guru memang harus menjadi teladan.

Penulis : Gandhi
Editor : Putu Tistha

Agung Krishna Nugraha Siswa SMANSA, Raih Medali Perak Matematika Internasional di Singapura

0

BALIPORTALNEWS.COM – Puncak perayaan HUT ke-56 SMAN 1 Denpasar (Smansa), Senin (8/8/2016) ini dipastikan berlangsung penuh suka cita dan istimewa. Sebagai kado spesial HUT ke-56 Smansa, Agung Krishna Nugraha siswa kelas XI-MIA.5, meraih medali perak pada ajang Matematika Internasional 2016 di Singapura, pada 29 Juli-1 Agustus 2016.

Putra dari pasangan Surya Nugraha dan Yenie yang lahir pada 9 September 2000 ini, memang mumpuni pada bidang matematika. Ia bahkan telah beberapa kali memenangkan kompetisi internasional bidang matematika.

Belajar secara kontinu jadi kunci sukses Agung Krishna menjuarai setiap event matematika. Selain ia punya kelompok kecil dalam belajar terdiri dari para penggemar matematika. Beberapa hari sebelum lomba ia juga masuk karantina untuk bisa fokus persiapan intensif menjelang lomba.

Siswa Smansa lainnya juga menyumbang prestasi membanggakan. Di bidang akademik meraih juara II tingkat nasional lomba Esai Widya Kelana ITB Back To School 2016, juara II Forum Anak Nasional, juara III Regional LKTI di Universitas Udayana, juara I Provinsi Peneliti Belia. Tak kalah juga meraih Guru Berprestasi I Kota Denpasar dan Siswa Berprestasi I dan II serta Siswi Berprestasi II Kota Denpasar.

Sedangkan di bidang non akademik, Marching Band Smansa Manggala Dara meraih juara I nasional  lomba Marching Band dalam Langgam Indonesia XXIX tahun 2016, serta juara I Panahan Tingkat Provinsi Bali. Beragam prestasi ini membuktikan siswa Smansa tak bisa dibendung untuk terus berprestasi.

Kepala SMAN 1 Denpasar, Drs. Nyoman Purnajaya, M.Pd., menyampaikan rasa  syukurnya atas semua capaian tersebut. Tanpa doa, kerjasama, usaha,  disiplin, solidaritas dan pengorbanan mustahil hal tersebut bisa dicapai. Kerena itu pihaknya mengajak semua komponen stakeholder bekerjasama untuk membangun prestasi bangsa.

 

Penulis : Gandhi
Editor : Putu Tistha

Sukla Arnata Tokoh Pendidikan yang Perjuangkan Hak Pendidikan Anak

0

BALI-PORTAL-NEWS.COMSEORANG tokoh pendidikan Bali, Dr. I Wayan Sukla Arnata, SH, MH., sudah puluhan tahun mengabdikan diri di dunia pendidikan. Bermula sebagai guru PNS, dirinya memantapkan diri keluar dan membuka sekolahan sendiri secara gratis khusus untuk anak miskin, anak hasil broken home, dan anak telantar yang mau dibina dan di sekolahkan.

Pendidikan yang diasuh Sukla Arnata adalah Yayasan Pendidikan Gajah Wahana murni dari hasil jerih payahnya sendiri. Dalam penuturannya dirinya terpanggil menyekolahkan anak putus sekolah, dari SD hingga lulus SMA/SMK, bahkan Sukla Artana juga mencarikan pekerja kala anak asuhnya sudah lulus, selanjutnya terserah anaknya akan kembali ke orang tua kandungnya atau tetap membantu dan mengabdi di Yayasan Gajah Wahana yang dikelola Sukla Arnata.

Ditanya sudah berapa anak asuh yang lulus dan kerja tidak terhitung, namun kini masih ada 100 anak lebih yang mereka benar-benar anak dari keluarga miskin, anak jalanan dan anak telantar juga dari korban broken home yang masih di sekolahkannya. ‘’Kalau anak-anak yang sudah lulus dan mandiri kerja sudah banyak, tapi saat ini yang masih menjadi anak asuh saya sekitar seratus anak dan nanti setelah lulus sama seperti sebelumnya. Saya kasih kebebasan apakah ingin pulang ke orang tuanya atau ikut mengapdi di lembaga pendidikan yang saya kelola”, papar tokoh kelahiran Badung, 23 Agustus 1957 yang berhati bak malaikat ini.

Kenapa menolong anak-anak dan menyekolahkan mereka secara gratis, menurutnya harta dan apa yang dimilikinya adalah hanya milik semu. Hartanya adalah milik semu dari harta yang dititipkan Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga ada hak orang miskin dan orang yang membutuhkan uluran tangan untuk kita bantu. ‘’Anak-anak adalah aset bangsa sehingga kita harus melenyamatkan anak-anak  sebagai generasi ke depan negeri tercinta kita salah satunya menyamarkan hak anak, hak anak untuk menghantam pendidikan,’’ imbuh Ketua Umum Yayasan Gajah Wahana ini.

Bicara hari anak Nasional, Sukla Arnata berharap semakin banyak orang-orang yang peduli terhadap perundingan anak sehingga kita semua sayang anak, lingkungan ramah anak, kota layak anak, dan sekolah ramah anak, dengan demikian kasus kekerasan anak akan semakin terkikis dengan sendirinya.

Mengetahui hal tersebut Komisi Nasional Perlindungan Anak berencana menyambangi Yayasan yang didirikan oleh I Wayan Sukla Arnata sekaligus memberikan apresiasi dan penghargaan atas dedikasinya selama ini yang menyelamatkan hak anak dengan pengambilan diri di dunia pendidikan sebagai bapak asuh anak-anak yang putus sekolah.

I Wayan Sukla Arnata merupakan pendiri lembaga pendidikan dari tingkat TK, SD, SLTP, SMK Pariwisata, Kesehatan hingga memilki Diploma Kepariwisataan yang berlokasi seluruh kabupaten/kota di Bali Bali, yang bernaung di bawah Yayasan Gajah Wahana, sejak 1990 sampai 2012.

Ada tiga pokok  terkandung  dalam Pancasila dikatakan Sukla Arnata dalam penanganan masalah kesiswaan agar terhindar dari masalah aksi kriminal atau tawuran pelajar. Pertama sosionalisme artinya bangsa yang berprikemanusiaan. Kedua sosiodemokrasi artinya kebebasan yang dibatasi dengan prikemanusiaan agar tidak ribut tidak ada anarkis, brutal dan aksi keributan lainnya. Ketiga berketuhanan dengan menghargai kebebasan pemeluk  agama masing-masing pasti tidak ada konflik.

Penulis : Ryandra Paramartha
Editor : Putu Tistha

HUT Ke-56 SMAN 1 Denpasar, Gelar 32 Kegiatan, Realisasikan Teori Renzulli

0
 BALI-PORTAL-NEWS.COM – SMAN 1 Denpasar (Smansa) dikenal sebagaisekolah yang menyandang berbagai predikat. Smansa sejak 1980-an dijulukisekolah favorit, sebagai sekolah unggulan di era 1990-an, sekolah dengan Program Percepatan sejak 2002, Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) sejak 2006 yang kini istilah itu telah dihapus. Berlanjut menyandang predikat sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri sejak 2013, sekolah berintegritas 2015.

Tak dipungkiri dengan beragam predikat yang disandang, menjadikan setiap moment yang diselenggarakan Smansa sebagai ajang mendidik. Bahkan kegiatan-kegiatan menyambut HUT pun tetap bertajuk edukatif dan promotif.

Smansa yang merayakan puncak HUT ke-56 pada 8 Agustus nanti ini tak tanggung-tanggung menggelar 32 kegiatan yang semuanya bermuatan pengembangan kecerdasan, kreativitas dan tanggung jawab. Kegiatan -kegiatan tersebut meliputi, donor darah, lomba pramuka se-Bali, lomba PMR se-Bali,olimpiade fisika se-Bali, olimpiade biologi se-Bali, olimpiade matematika,olimpiade agama Hindu, lomba karya tulis ilmilah, debat bahasa Inggris, debatbahasa Indonesia, lomba jurnalistik, lomba baca puisi, serta menulis puisi.

Selain itu juga digelar lomba bidang seni tradisional Bali, fun bike, bahkan guru-guru dan pegawai pun menggelar lomba lagu pop, megegitaan dan olahraga. Rangkaian HUT akan ditutup dengan pagelaran GKS (Gempita Karmany Smansa) yang digelar awal Oktober mendatang.

Ketika ditanya wartawan apakah ini tidak jor-joran? Kepala SMAN 1 Denpasar Drs. I Nyoman Purnajaya, M.Pd., menjelaskan, bahwa SMAN 1 Denpasarmendidik siswa berbasis teori Renzulli tentang  ‘’Three Golden Ring’’ yakni  kecerdasan, kreativitas dan tanggung jawab.

Menurut Purnajaya, individu yang unggul itu adalah individu cerdas (intelektual, sosial, emosional, lingusistik, komputasi, kinestika, estetika, spiritual dst). Kecerdasan yang tidak dibarengi kreativitas tidak akan mampu menciptakan hal baru, tidak mampu memodifikasi, tidak mampu menginovasi. Kemudian kecerdasan dan kreativitas harus dibarengi dan dibentengi dengan tanggung jawab.

‘’Bayangkan orang cerdas dan kreatif tapi tidak bertanggung jawab, ia dapat menghancurkan peradaban manusia seperti yang sering dipertontonkan oleh sejarah. Kecerdasan sebagian besar dapat dikembangkan di kelas, kreativitas harus dikembangkan melalui berbagai kegiatan, sedangkan tanggungjawab harus dikembangkan melalui pemberian berbagai tugas kepada siswa baik di sekolah maupun di rumah. Simak juga teori-teori dari Reinal Kasali di rumah perubahan,’’ ungkap Purnajaya.

Lantas apa hambatan pendidikan di Smansa yang Anda rasakan? Ketika ditanya demikian, Purnajaya menjawab bahwa secara mendasar tidak ada, namun hambatan biasanya timbul dari sikap beberapa dari kita yang kurang arifmenanggapi anak-anak yang punya banyak kegiatan dan mendapat tugas-tugas.

‘’Kita pada umumnya masih berpandangan bahwa sekolah yang terbaik itu adalah sekolah yang mampu membuat murid-muridnya tekun  belajar di kelas saja, bila perlu dari pagi sampai sore. Padahal itu baru mengembangkan satu dari tiga komponen keunggulan saja,’’ katanya.

Ketidak seimbangan ini sebut Purnajaya, adalah cikal-bakal disarmonisasi individualistik. Di samping itu juga resiko biaya kegiatan yang terkadang kita gunjingkan, terutama bagi kita yang kurang paham dan terbius oleh wacana pendidikan gratis. “Biasalah,’’ pungkas Purnajaya singkat.

Penulis : Gandhi
Editor : Ryandra