25 C
Denpasar
Minggu, 19 Agustus 2018

Gubernur Pastika Jamu Peserta ISCRBM di Jayasabha

BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika menjamu makan malam peserta International Seminar Of Contemporary Research On Business and Management (ISCRBM) yang diselenggarakan oleh Universitas Warmadewa, di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Senin (30/7/2018) malam.

Dalam sambutan selamat datangnya, Gubernur Pastika yang didampingi sejumlah Kepala OPD di Lingkungan Pemprov Bali menyampaikan dukungannya atas penyelenggaraan ISCRBM yang digelar untuk kedua kalinya. Menurut Pastika, diangkatnya tema Challenges of Digital Distance Learning in Business Education dalam penyelenggaraan seminar ISCRBM  ini sangatlah tepat dengan situasi dan kondisi dewasa ini yang memasuki era digital. Sebagai lembaga pendidikan sudah seharusnya bisa mengkuti trend perkembangan yang ada, mengingat digitalisasi sudah merambah ke hampir semua lini kehidupan, termasuk   dunia pendidikan dan bisnis. “Perubahan dewasa ini bergerak mengikuti 3 S yaitu Speed, Surprise dan Sudden Shift, perubahan yang terjadi saat ini sangat luar biasa. Ini akan menjadi tantangan bagi kita semua untuk bersiap diri menghadapinya, “ imbuhnya.

Terkait pelaksanaan ISCRBM, Pastika berharap dengan vibrasi dari alam Bali diharapkan pelaksanaan seminar akan berjalan lancar dan akan menghasilkan keputusan-keputusan maupun solusi yang tepat dalam menghadapi berbagai perubahan yang terjadi dewasa ini khususnya yang terkait dengan bisnis dan perdagangan dan manajemen.

Sementara itu, Rektor Universitas Warmadewa Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E, Sp.ParK dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas dukungan penuh dari Pemprov Bali dalam penyelenggaraan seminar ini. Seminar yang akan dibuka pada tanggal 31 Juli 2018 ini diikuti sekitar 250 peserta yang tergabung dalam Ikatan Profesi Magister Manajemen dari 67 Perguruan tinggi negeri dan swasta se Indonesia, serta perguruan tinggi di kawasan Asia seperti Thailand, Taiwan dan Timor Leste. Dalam seminar ini akan dibahas  berbagai tantangan yang akan dihadapi akademisi kedepannya, disamping itu seminar ini juga menjadi ajang bagi para akademisi untuk  memberi masukan, mempresentasikan temuan dari research yang nantinya akan membawa implikasi bagi bidang manajemen. (humas-bali/bpn)

Empat Mahasiswa UGM Raih Beasiswa Belajar Biologi Kelautan di Jepang

BALIPORTALNEWS.COM – Empat mahasiswa UGM berhasil lolos mendapatkan beasiswa International Summer Course (ISC) 2018 di Nagoya University, Jepang.

Mereka terpilih mengikuti kursus singkat musim panas terkait biologi kelautan di Nagoya University selama lima hari dari tanggal 13-17 Juli 2018.

Keempat mahasiswa itu adalah Basith Kuncoro Adji (Biologi 2014), Anggun Cinditya Putri (Biologi 2015), Putri Eky Pratiwi (Perikanan 2014), dan Surono Dwi Saputra (Pascasarjana Bioteknologi 2017).

Selain mereka, kegiatan ini juga diikuti 9 mahasiswa program sarjana dan pascasarjana dari beberapa negara dunia. Beberapa diantaranya seperti Jepang, Vietnam, Singapura, India, Mongolia, Norwegia, Perancis, Filipina, serta Amerika Serikat.

Anggun menyebutkan dalam kegiatan summmer course seluruh partisipan berkesempatan untuk melakukan eksplorasi zona intertidal di Pulau Sugashima guna mencuplik sampel invertebrata laut. Selanjutnya digunakan sebagai bahan untuk belajar taksonomi dasar.

“Para peserta juga berkesempatan untuk mempelajari proses fertilisasi sekaligus mengamati perkembangan awal dari kelompok hewan Echinodermata dan Ascidians,”paparnya, Selasa (31/7/2018) di UGM.

Selain itu, para mahasiswa diperkenalkan dan mempraktikkan secara langsung analisis filogeni molekuler, teknik genome editing menggunakan TALEN, serta analisis proteomik termutakhir dalam Biologi Kelautan. Materi tersebut disampaikan oleh Professor dan Direktur Sugashima MBL, yaitu Prof. Hitoshi Sawada, didampingi oleh instruktur lainnya seperti Dr. Lauren Stefaniak, Dr. Maki Shirae-Kurabayashi, dan Dr. Yukinobu Isowa.

Dekan Fakultas Biologi UGM mengatakan bahwa program ISC merupakan salah satu bentuk kerja sama antara Fakultas Biologi UGM dengan Nagoya University yang telah berjalan selama 4 tahun terakhir. Melalui kegiatan ini para mahasiswa dapat meningkatkan kemampuannya dalam riset Biologi Kelautan, memperluas jaringan dan relasi di level internasional, serta berkesempatan untuk saling mengenal budaya dari berbagai negara.

Tidak hanya itu, Budi berharap kegiatan ini dapat mempererat hubungan dan kerjasama antara Fakultas Biologi UGM dan Nagoya University, serta memungkinkan terwujudnya kolaborasi riset di masa yang akan datang. (ika/humas-ugm/bpn)

UGM dan Universitas Hindu Indonesia Jalin Kerja Sama

BALIPORTALNEWS.COM – Universitas Gadjah Mada (UGM) menjalin kerja sama dengan Universitas Hindu Indonesia (UNHI) dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kesepakatan kerjasama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama antara Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., dengan Rektor UNHI Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S., yang dilaksanakan Selasa (31/7/2018) di Ruang Rektor UGM.

Rektor UNHI menyampaikan ucapan terima kasih kepada UGM yang telah sepakat melakukan kerja sama dengan UNHI. Pihaknya akan banyak belajar ke UGM dalam mengembangkan berbagai pusat unggulan yang ada di UNHI.

Damriyasa mengatakan terdapat dua hal utama yang ingin dikerjasamakan dengan segera yakni terkait riset obat-obatan bersumber tananaman herbal yang banyak terdapat di Bali dan kuliah kerja nyata (KKN) bersama. Selain itu melalui kerja sama ini UGM diharapkan bisa membantu mengembangkan inkubator bisnis di UNHI.

“Terima kasih atas kesediaan untuk bekerjasama, kedepan masih banyak lagi yang bisa dikerjasamakan,” tuturnya.

Rektor UGM menyambut baik kerja sama yang dilakukan. Dia berharap nantinya kerja sama dapat berjalan dengan baik di berbagai bidang baik pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

“Baik UGM dan UNHI memiliki unggulan dan pengalaman yang bisa disinergikan untuk memperkuat institusi masing-masing,” terangnya.

Panut menyebutkan sebuah institusi tidak bisa maju sendiri terlebih dengan persoalan yang semakin kompleks. Oleh sebab itu, kerja sama antara dua atau lebih institusi sangat diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan secara bersama-sama.

“Semoga yang kita kerjasamakan ini bisa segera dilakukan dan bersinergi untuk meningkatkan kontribusi pada bangsa dan negara,” pungkasnya. (ika/humas-ugm/bpn)

Siswa SMP PGRI 2 Denpasar Pintar Buat Ramuan Antikanker, Kantin Bebas 5P

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – SMP PGRI 2 Denpasar menjadi duta Kecamatan Denpasar Timur pada lomba Penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna (PKTP) tingkat Kota Denpasar. SMP PGRI 2 Denpasar dinilai Tim PKTP Kota Denpasar, Selasa (31/7/2018).

Tim PKTP Kota Denpasar dipimpin langsung Ketua Tim sekaligus Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Denpasar, IA Selly Dharmawijaya Mantra bersama Kadis Kesehatan, dr. Luh Putu Sri Armini, M.Kes. Kedatangan tim disambut yel-yel dari siswa-siswi SMP PGRI 2 Denpasar serta pengalungan bunga kepada Ketua Tim oleh Kepala SMP PGRI 2 Denpasar, Dr. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd., bersama Camat Denpasar Timur, Dewa Made Puspawan; Ketua Provinsi YPLP PGRI Bali, Dr. Made Suada, MM.; Ketua Kota YPLP PGRI Denpasar, Drs. Nengah Madiadnyana, MM., dan Ketua PGRI Kota Denpasar, Drs. Nyoman Winata, M.Hum.

Kasek Aryasuda menegaskan, SMP PGRI 2 Denpasar tampil total dalam penilaian PKTP ini. Saat itu, Selly Mantra bersama tim juga diajak melihat aktivitas siswa dalam mengolah aneka hidangan dan obat herbal dari buah lokal yang bisa dipakai mencegah berbagai jenis kanker, di antaranya, loloh kunyit putih, puding daun kelor, bolo kentang, rujak mengkudu, nasi sela dan lain. Semuanya untuk mencegah kanker prostat, kanker payudara. Juga melihat aktivitas siswa jurnalistik membuat mading dan poster tentang kanker.

Aryasuda mengungkapkan, pihak sekolah berkomitmen melakukan upaya pencegahan kanker. Siswa selain memberi informasi kanker kepada teman sebaya di sekolah, juga menjadi panutan di rumah dan masyarakat. Pihak sekolah juga bekerjasama dengan Pecalang Desa Sumerta untuk menjaga lingkungan sekolah. Juga bekerjasama dengan Puskesmas dalam rangka pemeriksaan dan pencegahan kanker serviks.

Keunggulan lain sekolah ini, selain memiliki tanaman obat dengan 80 jenis tanaman pencegah kanker, juga memiliki kantin sekolah yang diawasi secara ketat dengan menjual makanan sehat dan ramah lingkungan. Utamanya bebas dari 5 P yakni pengeyal, pengawet, penyedap, pemanis dan pewarna, serta bebas asap rokok. Dan, yang paling utama adalah menjaga lingkungan sekolah tetap sehat dan bersih dengan pemilihan sampah.

Sementara Selly Mantra yang sudah tiga kali ke SMP PGRI 2 Denpasar, mengatakan, sangat bangga atas semangat para guru, pegawai dan siswa SMP PGRI 2 Denpasar, sehingga penilaian ini dapat berjalan dengan baik. Jika pun nanti SMP PGRI 2 Denpasar mewakili Denpasar dalam penilaian PKTP tingkat provinsi 2019, adalah sekolah paling siap.

Istri Walikota Rai Mantra ini menegaskan, dalam pencegahan kanker diperlukan keterpaduan siswa, lingkungan, guru dan orangtua dengan melakkan pola hidup sehat, khususnya gaya hidup. Ia menegaskan, kanker adalah penyakit tidak menular. Sekolah sebagai tempat berkumpulnya anak-anak dan remaja harus dilindungi, dijamin kesehatannya dan diberi informasi serta pengetahuan tentang kanker. (tis/bpn)

SMP Dwijendra Denpasar Dikunjungi DPR RI

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dwijendra Denpasar berhasil meraih predikat Sekolah Ramah Anak (SRA) yang pertama di Bali. Prestasi ini diraih setelah beberapa minggu lalu sekolah Dwijendra Denpasar dievaluasi dari Tim Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Atas prestasi ini pula sekolah Dwijendra dikunjungi Komisi VIII DPR RI Senin lalu. Demikian disampaikan Kabid Pemenuhan Hak Anak pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB), Tresna Yasa ditemui di Gedung Sewaka Dharma, Selasa (31/7/2018).

Lebih lanjut Tresna Yasa menambahkan keberhasilan sekolah Dwijendra tidak terlepas dari komitmen dari sekolah itu sendiri mulai dari yayasan sampai pada kepala sekolah, guru dan anak-anak. Hal ini yang mengantarkan semua program yang dilaksanakan sekolah Dwijendra selalu berkaitan dengan program pelaksanaan SRA.

Disamping itu untuk menwujudkan SRA berbagai inovasi telah dilaksanakan SMP Dwijendra melaksanakan program dengan berbagai inovasi.

Kepala Sekolah SMP Dwijendra Ni Wayan Nadi Supartini menyampaikan merasa bangga terhadap prestasi yang diraihnya. Mengingat dari ratusan sekolah yang diusulkan mendapatkan predikan SRA, hanaya SMP Dwijendra di tetapkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai sekolah ramah anak tingkat nasional. Untuk predikat ini piagamnya telah diserahkan di Surabaya beberapa waktu lalu.

Keberhasilan SMP Dwijendra meraih SRA tidak terlepas dari inovasi dengan konsep BARIISAN yakni sekolah yang bersih, ramah, indah, inklusif, sehat asri dan nyaman. Selain itu sekolah tanpa kekerasan pada perempuan dan anak.

Disamping itu berbagai kebijakan yang telah dilaksanakan kepala sekolah guna mendukung program SRA yakni memberikan pelayanan penuh kasih sayang kepada siswa serta menyiapkan 32 jenis ekstra di sekolah. Hal ini untuk mengisi waktu luang pada siswa untuk melakukan hal-hal yang positif. Bahkan dari ekstra yang diberikan pada siswa telah mengantarkan meraih berbagai prestasi. Tidak hanya diasah intelektual siswa juga dididik untuk kesehatan fisik, mental dan spiritual. Hal ini didukung dengan fasilitas sekolah yang telah disiapkan Yayasan Dwijendra.

Ketua Yayasan Dwijendra M.S. Chandra Jaya mengaku bangga bahwa kerja keras guru dan siswa melahirkan prestasi membanggakan bagi Bali. Hal juga keterlibatan Yayasan dalam memperkuat pendidikan karakter bagi semua siswa dengan pola disiplin dan budaya prestasi.

Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mudjahid mengukapkan rasa kagumnya pada SMP Dwijendra Denpasar yang telah sukses menjalankan pendidikan karakter berbasiskan Hindu dengan korikulum nasional. Hal ini sangat wajar SMP Dwijendra menyandang SRA karena pendidikannya sarat dengan karakter dan berbudi luhur serta kreativitas. (gst/humas-dps/bpn)

Mengulik Sisi Psikologis Korban Tragedi 1965

BALIPORTALNEWS.COM – Tragedi 1965 merupakan persitiwa penting dalam sejarah kehidupan bangsa Indoenesia. Tidak hanya menimbulkan banyak korban jiwa, tetapi juga meninggalkan trauma bagi para korban tragedi 1965.

Studi psikologis yang dilakukan oleh Aloysius L.S. Soesilo, M.A., mahasiswa program doktoral UGM menunjukkan korban tragedi 1965 mengalami penderitaan selama dalam tahanan. Tidak hanya rasa sakit secara fisik, penderitaan terberat terjadi pada psikis dan batin para korban.

Penelitian dilakukan dengan mengkaji sejumlah kecil tulisan tentang riwayat hidup yang berhasil di tulis oleh mantan tahanan politik dalam tiga otobiografi. Tiga otobiografi itu adalah Caramel Budiardjo– Surviving in the Indonesia Gulag (cassel, 1996), Adam Soepardjan-Mendobrak Penjara Rezim Soeharto (Yogyakarta:Ombak, 2004), dan N.H. Atmoko- Banjir Darah di Kamp Konsentrasi: Catatan Harian Aktivis PNI Dalam Penjara G30S (Yogyakarta:Galangpress).

“Selama dalam tahanan mereka juga menjadi saksi atas kematian dan penderitaan sesama tahanan,” jelasnya saat menjalani ujian terbuka program doktor di Fakultas Psikologi UGM, Senin (30/7/2018).

Setiap penderitaan yang mereka saksikan selama dalam tahanan dan kenangan keluarga menjadi materi traumatik. Sementara para korban di dalam tahanan, anggota keluarga sering mengalami stigmatisasi dari lingkungan sosial. Perlakuan ini juga diperoleh korban setelah keluar dari penjara.

“Relasi kekeluargaan tergerus oleh status eks-tapol dan kesulitan ekonomi serta mencari pekerjaan menjadi beban tambahan atas beban traumatik yang telah ada,”papar dosen Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana ini.

Pengalaman kehilangan dan trauma para korban tidak sekedar dari peristiwa 1965. Namun kondisi ini terus saja terjadi secara berkelanjutan sesudahnya. Karena dampaknya merebak, Aloyisus menyebutkan trauma tidak bisa dipandang hanya sebagai dinamika intrapsikis, tetapi juga sosio-kultural.

Proses traumatisasi hanya dimengerti dalam konteks sosietal, historis, ideologis, dan diskursif sebab realitas psikososial sebelum, selama, dan sesudah peristiwa traumatik selalu membentuk pengalaman trauma.

“Studi lebih lanjut dapat mengkaji lebih dalam bagaimana dinamika dalam keluarga korban dan transmisi trauma ini kemudian disadari atau tidak berlangsung pada anak keturunan korban,” pungkasnya. (ika/humas-ugm/bpn)

Olah Emas Dengan Borak Hasilkan Lebih Banyak Emas dan Ramah Lingkungan

BALIPORTALNEWS.COM – Pertambangan emas rakyat umumnya banyak menggunakan merkuri dalam proses pengolahan emas. Data United Nations Environment Programme  (UNEP) 2013 mencatat sektor pertambangan rakyat menjadi sektor terbesar dalam penggunaan merkuri di dunia.Sementara Indonesia merupakan negara terpolusi merkuri tertinggi ke-3 terbesar dunia setelah China dan Filipina.

“Banyak pertambangan rakyat yang menggunakan merkuri, padahal metode ini menimbulkan pencemaran lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia,”kata  Rika Ernawati, Senin (30/7/2018) saat ujian terbuka program doktor di Fakultas Teknik UGM.

Prihatin dengan kondisi itu Dosen Teknik Pertambangan UPN Veteran Yogyakarta ini melakukan penelitian untuk mencari metode alternatif mengolah bijih emas yang lebih aman dan ramah lingkungan.Metode tersebut dengan mengganti penggunaan merkuri dengan boraks.

Hasilnya menunjukkan penggunaan borak dalam pengolahan akhir emas dibanding dengan merkuri adalah lebih ramah lingkungan. Uap yang dihasilkan dalam proses akhir penambangan yakni dalam pembakaran tidak membahayakan kesehatan. Berbeda dengan uap hasil pembakaran emas dengan memakai merkuri jika terhirup bisa mengakibatkan keracunan.

Selain itu penggunaan borak dalam penambangan emas bisa menghasilkan emas dalam jumlah yang lebih banyak. Biaya yang dikeluarkan pun jauh lebih murah karena tidak menggunakan merkuri yang mahal harganya.

“Emas bullion yang didapat juga lebih bersih,” jelasnya saat mempertahankan disertasi berjudul Karakteristik Endapan Emas Epitermal dan pengaruhnya Terhadap Pengolahan Akhir Menggunakan Boraks Pengganti Merkuri Pada Penambangan Rakyat.

Rika menambahkan bahwa  karakteristik endapan emas memiliki pengaruh terhadap pengolahan emas menggunakan boraks. Karakteristik endapan emas yang berpengarug terhadap pengolahaan emas dengan metode ini adalah jenis emas, kandungan sulfur, ukiran butir emas, dan mineral pengotor. (ika/humas-ugm/bpn)

Menjajal Fasilitas Penyewaan Sepeda Boseh di Bandung

BALIPORTALNEWS.COM – Deretan sepeda berwarna biru bertuliskan Boseh terlihat berjajar rapi di salah satu sudut Taman Cibeunying Kota Bandung. Sepeda ini telah hadir setahun terakhir menghiasi taman ini dan sejumlah titik keramaian serta tempat wisata Kota Bandung.

Sepeda Boseh yang merupakan kependekan dari Bike on The Street Everybody Happy ini merupakan fasilitas penyewaan sepeda (Bike sharing)  yang disediakan oleh Pemkot Bandung. Fasilitas penyewaan ini dikembangkan terintegrasi dengan pembayaran menggunakan uang elektronik (E-Money) dalam bentuk smart card dalam proses peminjaman sepeda.

Saat ini ada 200 unit sepeda yang tersebar di 20 stasiun sepeda di Kota Bandung. Untuk menikmati fasilitas Boseh ini, masyarakat cukup mendatangi stasiun sepeda dan melakukan regsitrasi yang dilakukan sekali saat pertama melakukan peminjaman Boseh. Warga akan mendapatkan kartu pintar setelah melakukan pengisian data sesuai dengan KTP elektronik yang dapat digunakan untuk meminjam sepeda.

Layanan penyewaan Boseh ini didukung PT. Aino Indonesia, sebuah perusahaan teknologi pemroses pembayaran milik UGM. Aino menjadi integrator sistem peminjaman Boseh yakni dalam mengimplementasikan penerimaan pembayaran non tunai Bike Sharing sejak awal tahun 2018.

“Melalui sistem ini mempermudah pengguna dalam melakukan pembayaran karena tidak perlu menggunakan uang tunai. Namun yang terpenting sistem ini mendukung Gerakan Nasional Non Tunai,” papar Direktur PT. Aino Indonesia, Syafri Yuzal, Minggu (29/7/2018) kepada wartawan di kawasan Taman Cibeunying Bandung.

Lalu bagaimana untuk cara penggunaan fasilitas Boseh ini. Syafri menjelaskan pengguna tinggal menempelkan kartu pada alat berupa boks berwarna biru di stasiun dan memasukan nomor pin masing-masing lalu memilih menu pinjam sepeda dan sepeda yang akan digunakan. Kemudian secara otomatis kunci yang berada di dock sepeda akan terbuka dan sepeda siap digunakan.

Untuk proses pengembalian sepeda dapat dilakukan di seluruh stasiun sepeda. Sepeda cukup dimasukan ke dock hingga mengunci otomatis. Setelahnya pengguna tinggal menempel kartu dan memasukkan mesin PIN lalu pilih menu pengembalian sepeda.

“Untuk tarif sewa sepeda Rp. 1.000,- per jam dan Rp. 2000,- untuk jam berikutnya,” katanya.

Boseh dilengkapi dengan GPS dan data peminjam yang tercatat dalam sistem. Dengan begitu aktivitas penggunaan sepeda dapat terlacak.

Selain Boseh, sistem ini juga diaplikasikan pada beberapa fasilitas publik lainnya di Kota Bandung. Antara lain 30 unit sistem tiket elektronik Trans Metro Bandung, 445 unit ON Street Parking/ Terminal Parkir Elektronik, serta 12 unit Vending Machine minuman.

Implementasi sistem pemroses pembayaran non tunai berbasis uang elektronik multi Penerbit juga dilakukan Aino pada sejumlah fasilitas publik di kota-kota besar Indonesia. Beberapa diantaranya sistem tiket elektronik transportasi publik Trans Jogja, Trans Metro Bandung dan Trans Jakarta. Lalu, sistem pembayaran parkir elektronik pinggir jalan di Jakarta, Bandung dan Tabanan Bali, serta sistem pembayaran parkir elektronik dalam kawasan di 10 kota.

“Selain itu juga pada sistem pembayaran Jalan Tol di Surabaya dan Kebon Bawang Jakarta, vending machine minuman di 4 kota, serta retribusi pasar tradisional di 2 kota,” pungkasnya. (ika/humas-ugm/bpn: foto: firsto)

K3S Denpasar Serahkan Alat Bantu Kesehatan Kepada Siswa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pemandangan berbeda Jumat pagi (27/7/2018) di SMP PGRI 6 Denpasar tampak berbeda. Ratusan siswa berpakaian adat sembahyang dari kelas tujuh hingga kelas sembilan dan para guru-guru sekolah setempat telah berkumpul memberikan dukungan kepada para teman sekelasnya yang disabilitas.

Kebahagian bersama ini turut serta dirasakan Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Denpasar Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra yang hadir bersama Wakil Ketua K3S Ny. Antari Jaya Negara, Ny. Kerti Rai Iswara serta tampak hadir Kadis Sosial Denpasar Made Mertajaya. Kehadiran K3S Denpasar memberikan dukungan kepada dua orang siswa disabilitas sekolah setempat yakni Komang Yastra Praktyasa, dan Kadek Agastya Arya dan menyerahkan alat bantu kesehatan berupa kursi roda serta alat bantu dengar.

“Kami memberikan apresiasi kepada sekolah inklusi di Denpasar khususnya SMP PGRI 6 Denpasar yang telah memberikan semangat bersama kepada para siswa dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah,” ujar Ny. Selly Dharmawijaya Mantra.

Lebih lanjut menurut Ny. Selly bahwa Pemkot Denpasar serta didukung insan pendidikan yang ada terus berupaya memberikan pendidikan yang sama kepada anak-anak di Kota Denpasar. Dari langkah ini Denpasar telah mampu meraih penghargaan Kota Layak Anak Kategori Nindya delapan kali berturut-turut.

Semoga penghargaan ini menjadi cambuk dalam meningkatkan dan memperhatikan hak-hak anak-anak. Disamping itu Pemkot Denpasar juga memberikan pelayanan kepada anak autis melalui keberadaan Pusat Layanan Autis Kota Denpasar yang berada di kawasan Lumintang Denpasar.

Pusat Layanan Autis Denpasar juga telah mampu melanjutkan siswanya ke jenjang sekolah inklusi. Sementara keberadaan SMP PGRI 6 Denpasar yang memiliki lima siswa disabilitas dan saat ini kami berkesempatan berkunjung serta berbagi kasih bersama para siswa, serta menyerahkan bantuan kursi roda dan alat bantu dengar. Ny. Selly mengharapkan bantuan yang diserahkan kali ini dapat bermanfaat bagi  Komang Yastra Praktyasa, dan Kadek Agastya Arya dalam kegiatan sehari-hari dan kegiatan disekolah.

“Komang Yastra Praktyasa, dan Kadek Agastya Arya agar terus bersemangat sekolah serta selalu menjaga kesehatan,” ujar Ny. Selly.

Sementara Kepala Sekolah SMP PGRI 6 Denpasar, Ketut Antara mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Denpasar dan K3S Kota Denpasar yang telah memberikan perhatian kepada siswa disabilitas. “Tahun ajaran baru ini sekolah kami memiliki lima orang disabilitas, yang pada tahun sebelumnya memiliki empat orang siswa disabilitas serta telah mampu menorehkan prestasi tingkat nasional,” ujar Antara.

Menurut Ketut Antara sekolah SMP PGRI 6 Denpasar terus berupaya meningkatkan layanan pendidikan yang nyaman, dan ramah bagi anak didik. Tidak saja bagi siswa umum yang bersekolah disini namun juga memberikan hak yang sama kepada siswa disabilitas. Saat ini terdapat lima orang siswa disabilitas yang meliputi dua orang siswa Tuna Grahita, satu orang siswa autis, satu orang siswa Tuna Rungu, dan satu orang siswa Tuna Daksa. (pur/humas-dps/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
4PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
12PelangganBerlangganan