SMA Dharma Praja Kini Plus Pariwisata

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di SMA Dharma Praja, hingga hari kedua, Selasa (10/4/2018) lalu yang mengujikan mata pelajaran matematika berjalan tertib dan lancar. Sekolah ini telah melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) secara mandiri di sekolah.

UNBK diikuti sebanyak 169 siswa kelas XII, masing-masing 89 siswa program IPS dan 80 siswa program IPA. Untuk keperluan UNBK pihak sekolah menyedikan 60 unit komputer di dua ruangan dengan tiga sesi.

Kepala SMA Dharma Praja, I Gede Bagus Arsawikanta, S.Pd., bangga dengan kemandirian siswa kelas XII mengerjakan UNBK. Ia menegaskan bahwa sekolahnya mengedepankan pelaksanaan UNBK yang jujur dan berintegritas. Siswanya sejak awal dibudayakan tidak menyontek apalagi berbuat tidak jujur.

Siswa yang nantinya memperoleh nilai UN tertinggi juga disiapkan penghargaan. Apalagi bisa mencapai nilai tertinggi di Denpasar, bahkan Bali. Sekolah ini juga memiliki tradisi memberikan penghargaan Daprasma Award kepada siswa berprestasi.

Ditengah kesibukan melaksanakan USBN dan UNBK, siswa SMA Dharma Praja juga banyak mengukir prestasi. Di antaranya, juara I tenis meja kategori tunggal putri pada Kejuaraan Tenis Meja Terbuka se-Bali Kapolda Cup 2018 yang diraih Kadek Ayu Puspawati. Selain itu juara II LKTI tingkat SMA/SMK se-Bali yang diraih Angie Putri Camellia dan AA Gede Krisna Murti.

Sekolah ini memang dikenal menyiapkan lulusannya untuk terjun ke dunia kerja lewat penguatan life skill pariwisata. Makanya, mulai tahun ini SMA Dharma Praja menjadi sekolah plus pariwisata. Siswa mendapatkan keterampilan tambahan pariwisata dua jam/minggu.

Di samping life skill pariwisata, siswa juga mendapatkan life skill lain, seperti melukis, seni tari, merangkai janur, komputer, bahasa Inggris dan bahasa Jepang. Siswa SMA Dharma Praja juga mendapat kesempatan training di lingkungan Pemkab Badung. Soal fasilitas, sekolah ini didukung elektronic learning dengan VCD, LCD dan internet yang memadai dan tersedia 23 cabang ekstrakurikuler.

Tahun ajaran baru ini, SMA Dharma Praja menerima enam kelas siswa baru. Calon siswa alumni SMP Dharma Praja diberi keringanan tidak membayar yang pemeliharaan gedung. Calon siswa berprestasi di akademis maupun seni dan olahraga, gratis mulai sekolah sampai tamat. Siswa kurang mampu selain dicarikan beasiswa dari Disdik Bali, juga disiapkan beasiswa dari Albany Senior High School, Australia Barat. (tis/bpn)

UGM Loloskan Proposal PKM Terbanyak Se-Indonesia

BALIPORTALNEWS.COM – UGM berhasil meloloskan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PM) terbanyak yang mendapatkan dana hibah penelitian  dari Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) yakni sebanyak 227 proposal penelitian.

Proposal tersebut akan diseleksi kembali dan diikutkan dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2018. Pada tahun ini penyelenggaraan PIMNAS akan berlangsung di Yogyakarta sekitar bulan Agustus mendatang.

“Ada 227 proposal PKM UGM yang berhasil didanai Dikti dan jumlah tersebut merupakan yang terbanyak dibanding perguruan tinggi lainnya di Indonesia,” ungkap Kasubdit Kreativitas Mahasiswa Direktorat Kemahasiswaan UGM, Suherman, Ph.D., saat dihubungi Rabu (11/4/2018).

Sementara urutan berikutnya adlaah Universitas Brawijaya dengan 175 PKM, ITS dengan 148 PKM, IPB dengan 140 PKM, dan Universitas Diponegoro dengan 140 PKM.

Suherman menyampaikan UGM mengajukan sebanyak 700 proposal PKM. Namun, dari jumlah tersebut baru 227 proposal yang lolos memperoleh dana hibah penelitian dari Dikti.

“Kita bersyukur dan bangga bisa menjadi universitas yang berhasil meloloskan proposal PKM terbanyak. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan semangat seluruh tim PKM mahasiswa, dosen pembimbing, dosen pembina, hingga mahasiswa di PKM Center UGM,” jelasnya.

Suherman mengatakan capaian ini bukanlah menjadi akhir dari perjuang tim PKM UGM. Namun begitu, perjalanan dan perjuangan kedepan masih panjang untuk sampai ke PIMNAS. Seluruh proposal yang mendapat dana Dikti masih akan diseleksi kembali melalui proses meonitoring dan evaluasi (monev). Proposal yang dinyatakan lolos dari tahapan ini berhak maju ke PIMNAS.

“Karenanya kedepan kami  berupaya memperkuat tim PKM untuk menghadapi proses selanjutnya. Harapannya bisa banyak proposal yang lolos melaju ke final dan meraih juara di PIMNAS mendatang,” harapnya. (ika/humas-gm/bpn) 

Sekolah Sewa Laptop Demi Kelancaran UNBK

BALIPORTALNEWS.COM – Ujian Nasional (UN) jenjang pendidikan SMA digelar serentak mulai, Senin (9/4/2018). Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali, TIA Kusuma Wardhani melakukan pemantauan UN SMA di dua SMA di Denpasar, yakni SMAN 1 Denpasar dan SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar yang sama-sama melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Tahun ini, UNBK dilaksanakan di seluruh SMA pada 8 kabupaten/kota di Bali, minus Kabupaten Karangasem. Itu pun lantaran ada bencana erupsi Gunung Agung pada saat dilakukan pendataan sekolah. “Kalau UNBK, di Denpasar rata-rata lancar dan sudah 100 persen. Seperti di SMA 1 Denpasar dan disini (SMA Saraswati), semua peserta bisa hadir,” ujar Wardhani.

Menurut Wardhani, pelaksanaan UNBK di sekolah negeri dan swasta sama-sama bertujuan untuk menghasilkan sekolah dan siswa yang berintegritas. Mengingat, kesempatan untuk mencontek dan kerjasama antar siswa sudah hampir tidak ada. Begitu juga dengan kemungkinan soal bocor atau beredarnya kunci jawaban seperti pada saat UN masih berlangsung dengan memakai pensil dan kertas. Dengan kata lain, UNBK membuat siswa berusaha menjawab soal dengan kemampuannya sendiri.

“Tujuan kita yang utama kan bagaimana kita melahirkan anak-anak yang berintegritas, yakni anak yang adil, jujur, bertanggungjawab. Intinya anak-anak yang penuh dengan kemuliaan,” jelasnya.

Wardhani menyadari, tidak semua sekolah memiliki komputer sendiri untuk melaksanakan UNBK. Namun, instruksi dari Kemendikbud ini tetap harus diterjemahkan oleh provinsi maupun sekolah. Bagi SMA yang belum memiliki komputer dengan jumlah cukup, bisa bekerjasama dengan sekolah lain seperti SMK atau SMP terdekat. Begitu juga sebaliknya.

“Muncul pertanyaan, apakah 100 persen harus UNBK? Tentu tidak, karena ada wilayah di Indonesia yang tidak terjangkau komputer dan sinyal internet. Ini PR pemerintah, tidak saja Kemendikbud. Tapi Kemenkominfo juga punya tanggung jawab terkait internet,” paparnya.

Wardhani meyakini, Kemendikbud juga tidak akan berpangku tangan. Terutama setelah melihat masih ada sekolah yang belum memiliki sarana prasarana lengkap untuk melaksanakan UNBK. Beberapa sekolah seperti SMA Saraswati 1 Denpasar bahkan harus menyewa komputer. Kendati sudah ada Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pusat, namun diakui belum maksimal.

“Karena UNBK sudah menjadi agenda nasional, saya rasa Kemendikbud tidak akan mungkin berpangku tangan. Pasti akan memberikan (bantuan sarana prasarana UNBK, red). Walaupun misalnya kebutuhan 400 tidak langsung diberikan 400 komputer, tentu bertahap,” paparnya.

Sementara itu, Kepala SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar, I Made Budiadnyana mengatakan, UNBK di sekolah yang dipimpinnya diikuti 482 siswa. UNBK dilaksanakan dalam 5 ruangan dengan 3 sesi, dengan rincian 4 ruangan diisi masing-masing 36 siswa. Sedangkan satu ruangan lagi diisi 20 siswa. Pihaknya menyewa laptop yang digunakan untuk UNBK sesuai kesepakatan bersama komite sekolah dan yayasan.

“Untuk anggaran (sewa), kita bekerjasama dengan yayasan dan komite sekolah. Jadi, kami juga didukung oleh orangtua siswa. Kalau dana BOS tidak bisa kita gunakan, karena ada juknisnya,” ujarnya. (tis/bpn)

Pengaturan Lelang Eksekusi Hak Tanggungan Perlu Disempurnakan

BALIPORTALNEWS.COM – Pengaturan lelang eksekusi Hak Tanggungan perlu diperbaiki dan disempurnakan kembali untuk memberikan perlindungan hukum bagi pihak terkait.

“Pengaturan dan pelaksanakan lelang eksekusi HaK Tanggungan perlu penyempurnaan lagi agar lelang tersebut befektif, cepat, mudah, sederhana, pasti, dan adil,” kata Burhan Sidabariba, S.H., M.H., saat ujian terbuka program doktor di Fakultas Hukum UGM, Senin (9/4/2018).

Dalam kesempatan itu Burhan mempertahankan disertasi berjudul Perlindungan Hukum Terhadap Para Pihak Dalam Pelaksanaan Lelang Eksekusi Hak Tanggungan. Berlaku sebagai promotor Prof. Dr. Nurhasan Ismail, S.H., M.Si., dan ko-promotor Dr. Sutanto, S.H., M.S.

Menurutnya, perbaikan terhadap pengaturan lelang eksekusi perlu dilakukan terutama terkait perlindungan hukum terhadap para pihak seperti kreditor, debitor, penjamin, dan pembeli. Pasalnya, pengaturan hak-hak para pihak dalam UU No. 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-benda yang berkaitan dengan Tanah belum sepenuhnya memberikan perlindungan hukum bagi para pihak terkait.

“Ada ketentuan yang secara tegas memberikan perlindungan hukum, tetapi ada kententuan yang tidak secara tegas memberikan perlindungan hukum,”jelas Burhan yang berprofesi sebagai Advokat dan Konsultan Hukum ini.

Burhan menyebutkan pelaksanaan lelang eksekusi Hak Tanggungan dengan sasar sertifikat Hak Tanggungan yang dilakukan melalui parate eksekusi maupun melalui fiat eksekusi telah memberikan kepastian hukum. Kendati begitu, dalam pelaksanaannya sering tertunda karena adanya gugatan perlawanan sehingga perlindungan hukum bagi para pihak terganggu. Antara lain kreditor tidak mendapatkan pelunasan piutangnya, debitor belum bisa melunasi hutang kepada kreditor, penjamin masih ikut bertanggungjawab pelunasan hutang debitor.

“Secara umum peraturan perundang-undangan telah memberikan perlindungan hukum terhadap para pihak. Namun kedepan perlu diperhatikan penguatan beberapa prinsip,” katanya.

Prinsip tersebut antara lain lelang tidak boleh ditunda jika persyaratan telah lengkap, harus disegerakan dan diprioritaskan, dan objek jaminan dapat dilelang jika debitor cidera janji. Sleain itu juga prinsip jika sebelum objek jaminan dilelang, diebitor diberikan hal terlebih dulu dengan batas waktu tertentu untuk menjual sendiri objek Hak Tanggungan tersebut atas persetujuan kreditor pemegang Hak tanggungan.

“Prinsip lain, jika debitor masih menguasai objek lelang Hak Tanggungan yang telah dijual melalui lelang umum sesuai ketentuan hukum yang berlaku dapat dipidanakan dan dikenakan denda,”imbuhnya.

Diakhir pemaparannya, Burhan menegaskan kembali perlunya penguatan badan dan penyempurnaan peraturan lelalng eksekusi Hak Tanggungan. Dengan demikian proses penyelesaian lelang suatu kredit macet bisa terjamin. Disamping itu juga berjalan mudah, efisien dan benar-benar memberikan perlindungan hukum bagi para pihak terkait. (ika/humas-ugm/bpn)

Catur UGM Juara Umum Siliwangi Chess Competition

BALIPORTALNEWS.COM – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Catur UGM berhasil menjadi juara umum di ajang Siliwangi Chess Competition 2018.

Gelar juara umum diraih tim catur UGM usai mengumpulkan 3 medali emas dan 1 medali perak. Medali emas pertama dipersembahkan oleh Awan Putra Sembada dan Benhart Pasaribu dari kategori beregu.

Medali emas berikutnya diperoleh Awang Putra Sembada di kategori Pemain Terbaik Papan 3, Garin Pramadhan H di kategori Pemain Terbaik Papan 1, dan Vishy Anand C di kategori Pemain Terbaik Papan 4.

Ketua UKM Catur UGM, Yoga mengaku bangga atas prsatasi yang diraih UKM Catur UGM. Capaian ini merupakan hasil kerja kersa dan persiapan matang oleh tim catur UGM dan dukungan pembina UKM dan unversitas. Dalam kejuaran ini pihaknya menurunkan 17 atlet yang terbagi dalam 4 tim dan 1 official.

“Bersyukur atas keberhasilan ini dan yang menambah kebanggaan adalah bisa mempertahankan juara umum yang diraih UKM Catur UGM tahun lalu” ungkapnya, Senin (9/4/2018) di UGM.

Siliwangi Chess Competition diselenggarakan pada 7 – 8 April 2018 di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. Diikuti oleh 40 tim dari 15 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. (ika/humas-ugm/bpn)

UGM dan UII Jalin Kerja Sama

BALIPORTALNEWS.COM – Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Islam Indonesia (UII) sepakat melakukan kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Kesepakatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan naskah kesepahaman bersama yang dilakukan oleh Rektor UGM Prof.Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., dengan Rektor UII Nandang Sutrisno, SH., M.Hum., LLM., Ph.D., di Ruang Sidang pimpinan UGM, Selasa (3/4/2018).

Rektor UGM menyambut baik kerja sama yang dilakukan. Melalui kesepakatan kerja sama ini diharapkan dapat menambah kontribusi UGM dan UII dalam memajukan bangsa dan memberikan kemanfaatan bagi masyarakat.

“Sebenarnya kerja sama ini hanya memformalkan saja karena dalam keseharian sudah bekerjasama dengan sangat erat dan harmonis, terutama di bidang pendidikan. Sudah banyak dosen UGM ke UII dan sebaliknya,” jelas Panut.

Kendati begitu, kerja sama perlu lebih ditingkatkan khususnya dalam bidang penelitian. Pasalnya dengan melakukan penelitian dalam berbagai displin keilmuan akan semakin memperkaya khasanah ilmu pengetahuan. Misalnya, melakukan penelitian yang unik sehingga memungkinkan bisa dijadikan banyak rujukan sehingga menaikan sitasi dan meningkatkan reputasi institusi.

“Dengan penelitian kolaboratif antara UGM dan UII harapannya penelitian bisa sangat kuat nantinya,” terangnya.

Panut mengatakan UGM dan UII memiliki sejumlah kesamaan nilai. Seperti diketahui bahwa Prof. Sardjito merupakan pendiri  UGM dan menjadi rektor pertama UGM yang terlibat dalam membantu berdirinya sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, termasuk UII.

“Prof. Sardjito pernah menjabat sebagai Rektor UII, sehingga ada kesamaan nilai-nilai yang ditanamkan beliau. Sebagai universitas tertua UGM dan UII diharapkan bisa bersinergi, berkolaborasi, dan membuat program bersama untuk memberikan manfaat bagi masyarakt,” urainya.

Rektor UII menyampaikan kerja sama ini menjadi momen yang mengharukan. Terlebih mengingat Prof. Sardjito banyak memberikan kontribusi terhadap kemajuan UII terutama di awal pendirian.

“Prof. Sardjito banyak berperan, membawa UGM ke UII untuk memberikan bantuan-bantuan saat itu,” tuturnya.

Nandang mengatakan saat ini UII sudah mengalami perkembangan yang cukup pesat berkat perjuangan Prof. Sardjito. Namun demikian, pihaknya masih harus mengejar berbagai perkembangan lebih lanjut sehingga masih membutuhkan bantuan dari UGM.

“UGM merupakan universitas terbaik di Indonesia sehingga UII sebagai universitas yang pernah dibina UGM hingga kini masih tetap memerlukan uluran tangan UGM,” tegasnya.

Dia berharap kerja sama nantinya dapat berjalan secara optimal di semua bidang. Selain itu kerja sama bisa segera diimplementasikan.

“Semoga kerja sama bisa dapat diimplementasikan dengan segera. Kami juga berharap kerja sama kedepannya juga lebih diperluas di bidang-bidang yang lain,”  pungkasnya. (ika/humas- ugm/bpn)

Kunjungi TK Dharma Putra, Ny. Iriana Joko Widodo Apresiasi Pendidikan PAUD di Denpasar

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Karakter seorang anak ditentukan bagaimana pendidikan itu bisa diterapkan. Keluarga sebagai tempat pertama penerapan pendidikan karakter diimplementasikan oleh orang tua. Terlepas dari itu pendidikan karakter seorang anak juga ditentukan oleh guru disekolah.

Kunjungan Ibu Negara Ny. Iriana Joko Widodo didampingi Ny. Mufidah Jusuf Kalla bersama Ny. Bintang Puspayoga ke TK Dharma Putra, Banjar Kedaton, Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur, Selasa (3/4/2018) disambut langsung oleh Plt. Walikota Denpasar, I.G.N Jaya Negara bersama Sekda, A.A.N Rai Iswara, Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Antarai Jaya Negara serta masyarakat yang antusias menanti kedatangan Ibu Negara beserta rombongan.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Iriana Joko Widodo berpesan kepada para anak-anak TK Dharma Putra agar mereka selalu rajin belajar, sembahyang dan berolahraga. Hal tersebut guna mewujudkan masyarakat yang cerdas secara intelektual, spiritual, dan emosional. Terlebih Bali merupakan destinasi wisata, seni dan budaya tentu semakin memperkokoh warisan budaya bangsa.

Plt. Walikota Jaya Negara mewakili seluruh masyarakat Denpasar sangat mengapresiasi dan berterimakasih atas kunjungan Ibu Negara Ny. Iriana Joko Widodo dan Ny. Musfidah Jusuf Kalla beserta rombongan ke Denpasar khususnya ke PAUD Dharma Putra. “Tetunya kunjungan ini akan menjadi motivasi bagi masyarakat kami untuk terus berupaya mewujudkan pendidikan yang optimal dan berkelanjutan,” kata Jaya Negara.

Sementara hal senada disampaikan Kepala Sekolah TK Dharma Putra, Ni Wayan Mudiati pihaknya sangat berterimakasih dan sangat senang atas kedatangan Ibu Negara beserta rombongan ke sekolahnya. “Ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi sekolah kami, yang mana sudah barang tentu kedepan akan menjadi sebuah motivasi untuk terus meningkatkan kinerja guru yang mana bermuara pada pendidkan karakter,” kata Mudiati.

Pada kunjungannya ke TK Dharma Putra, Ibu Negara Ny. Iriana Joko Widodo berserta Ny. Musfidah Jusuf Kalla juga berkesempatan menari bersama anak-anak TK Dharma Putra serta membagikan bingkisan. (ngurah/humas-dps/bpn)

Dahlan Iskan: Masyarakat Perlu Dewasa Memilah Informasi 

BALIPORTALNEWS.COM – Era transformasi digital turut mempengaruhi berbagai perubahan dalam dunia komunikasi. Munculnya gempuran informasi yang menggiring persepsi seringkali membuat masyarakat terjebak pada berita fitnah atau “hoaks”.

Prof. Dr. (Hc) Dahlan Iskan mengungkapkan bahwa saat ini dibutuhkan clearing house dalam dunia komunikasi. Clearing house ini akan berfungsi membantu masyarakat menjadi lebih dewasa dalam mengkaji suatu informasi, sehingga dapat memilah mana informasi yang benar dan mana yang tidak.

“Ini tantangan bagi dunia komunikasi, siapa yang akan menjadi clearing house,” kata Dahlan Iskan saat menjadi pembicara dalam Kuliah Umum Tantangan Media di Era Transformasi Digital yang digelar Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unpad, di Auditorium Pascasarjana Fikom Unpad, Jatinangor, Senin (2/4/2018).

Lebih lanjut Dahlan menuturkan, perkembangan dunia digital saat ini turut mempengaruhi dalam cara seseorang memilih media informasi. Situs berita dalam jaringan (daring) pun kini semakin berkembang. Meski demkian, media daring belum tentu akan membunuh media konvensional.

Menurut Dahlan, yang terjadi saat ini adalah pemilihan media bersifat individual. Setiap orang dapat memilih media informasi yang benar-benar sesuai dengan apa yang ia cari. Jika dirumuskan, media adalah “what it means to me,” bukan lagi “what it means to us”.

“Jadi kalau tidak ada artinya bagi saya pribadi, biarpun itu ada artinya bagi us, akan ditinggalkan,” ujarnya.

Untuk meningkatkan gairah surat kabar sehingga tidak kalah oleh situs berita online, Dahlan mengharapkan agar wartawan surat kabar dapat menulis berita dengan menumbuhkan kontemplasi dan imajinasi para pembacanya.

“Wartawan surat kabar yang baik untuk di era digital ini adalah wartawan surat kabar yang mampu menulis dengan sangat baik, yang memberikan peluang imajinasi kepada pembacanya, dan menciptakan rasa rindu terhadap tulisan-tulisan itu untuk edisi berikutnya,” ujarnya. (humas-unpad/bpn)

Tenaga Ahli Autisme di Indonesia Masih Terbatas

BALIPORTALNEWS.COM – Jumlah penyandang autisme di Indonesia terus mengalami peningkatan, namun jumlah tenaga profesional maupun terapis masih sangat terbatas.

“Kebutuhan akan tenaga ahli autisme cukup  untuk melayani penyandang autisme yang jumlahnya terus meningkat,” kata Psikolog Klinis UGM, Dr. Indria Laksmi Gamayanti, M.Si., Senin (2/4/2018) saat ditemui di Klinik Tumbuh Kembang Anak RS Dr. Sardjito UGM.

Walapun belum ada angka pasti jumlah anak penyandang autisme di Indonesia, namun pemerintah merilis  data jumlah anak penyandang autisme dikisaran 112 ribu  jiwa pada tahun 2010 lalu. Sementara prevalensi autisme meningkat dari 1:1.000  kelahiran di awal tahun 2000 menjadi 1,68:1.000 kelahiran di tahun 2008.

Gamayanti menilai pemerintah sudah terlihat memberikan perhatian terhadap kebutuhan penyandang autisme, salah satunya dengan penyediaan pusat layanan autis. Namun begitu,rasio terapis dan rasio anak penyandang autisme tidak seimbang. Jumlah tenaga ahli yang ada untuk memberikan layanan terapi masih minim untuk melayani jumlah penyandang autisme yang lebih banyak.

“Kebutuhannya cukup besar terutama untuk tenaga ahli terapis dan tenaga pendidik sehingga jumlahnya perlu ditingkatkan lagi,” katanya memeringati Hari Peduli Autisme Sedunia yang jatuh setiap 2 April.

Penyebab autisme hingga saat ini masih belum bisa dipastikan secara persis. Berbagai penelitian terus dilakukan para ahli untuk menemukan berbagai penyebab yang mengakibatkan autisme. Sejumlah faktor seperti paparan polusi, persolanan neurologis, asupan makanan pada ibu hamil yang mengandung polutan, dan tekanan emosi saat kehamilan diduga sebagai pemicu autisme, tetapi para pakar belum menemukan kesimpulan pasti penyebab pasti autisme.

“Penyebab autisme ini multi faktorial, tetapi hingga kini belum bisa diambil suatu kesimpulan yang pasti apa yang menjadi penyebab utamanya,” jelas dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawtaan (FKKMK) UGM ini.

Gamayanti menyampaikan bahwa autisme merupakan salah satu gangguan perkembangan dalam neuro developmental disorder.  Gangguan perkembangan yang terjadi meliputi komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku.

“Autisme ini memiliki tiga ciri utama yakni tidak tertarik berinterkasi dengan lingkungan, kesulitan berkomunikasi, dan menunjukkan perilaku stereotipe atau gerakan berulang seperti flapping hands,” tuturnya.

Selain itu, anak penyandang autis disebutkan Gamayanti juga sangat sensitif terhadap suara, sentuhan, rasa, bau, dan pemandangan. Kondisi ini dikenal sebagai gangguan pemrosesan sensoris. Misalnya, merka terganggu oleh suara keras dan cenderung menutup telinga saat mendengar suara tersebut sehingga tidak akan tahan jika mendengar suara yang keras.

Anak dengan autisme juga memiliki kecenderungan mudah mengalami tantrum atau marah. Hal ini dikarenakan mereka tidak merasa nyaman dengan situasi lingkungan.

“Anak autis mudah terkena tantrum karena mungkin situasi lingkungan yang tidak nyaman karena secara sensori mereka belum bisa menerimanya,” terangnya

Meskipun penyebab autisme belum diketahui secara pasti, Gamayanti mengatakan deteksi dan penanganan sejak dini akan membantu perbaikan perkembangan anak penyandang autis.  Deteksi dini autisme bisa dilakukan oleh orang tua dengan melihat dan memantau tumbuh kembang anak sejak kecil.

Biasanya orang tua bisa sangat merasa saat anak dalam proses yang seharusnya bisa bicara. Namun deteksi dini bisa dilakukan sejak usia 3-4 bulan dengan melihat ketertarikan interaksi dengan lingkungan.

“Pada beberapa kasus ditemukan perkembangan penyandang autis seakan normal hingga usia 2 tahun lalu mengalami penurunan sesudahnya,” katanya.

Karenanya Gamayanti menekankan pentingnya bagi orang tua untuk selalu rutin memeriksakan kesehatan dan tumbuh kembang anak di berabgai fasilitas pelayanan kesehatan yang ada seperti posyandu dan puskesmas, maupun dokter. Apabila hal ini dilakukan secara rutin, maka autisme bisa dikenali sejak dini dan anak bisa segera dirujuk ke pusat rujukan tumbuh kembang anak untuk dilakukan penegakan diagnosis sehingga bisa mendapatkan intervensi sejak awal.

“Yang utama adalah terapi sensori dan perilaku, sedangkan obat hanya diberikan dalam kondisi tertentu misalnya, anak hiperaktif ataupun sulit didekati,” katanya.

Mempunyai anak dengan autisme menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua.  Mengetahui anakanya mengalami gangguan perkembangan dapat membuat orang tua sulit menerima hal tersebut. Namun, orang tua perlu segera menyesuaikan diri dan perasaannya dengan kondisi anak.

“Harus ada penerimaan dari orang tua terhadap kondisi anaknya dan mendukung kehidupannya. Meminimalkan kendala yang ada dan mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki anak,” tegasnya. (ika/humas-ugm/bpn)