Pakar Patologi Tumbuhan University of Melbourne Isi Kuliah Umum di Fakultas Biologi UGM

0

BALIPORTALNEWS.COM – Pakar bidang patologi tumbuhan dari Faculty of Veterinary and Agricultural SciencesUniversity of Melbourne, Australia, Prof. Paul Taylor, Ph.D., memberikan kuliah umum di Fakultas Biologi, Senin (4/12/2017).

Dalam kesempatan itu Paul menyampaikan pemamparan terkait penyakit tumbuhan yang disebabkan infeksi jamur patogen Colletotrichum spp dan upaya pengendaliannya. Menurutnya infeksi jamur patogen berpotensi menurunkan produktivitas tanaman sehingga penting melakukan penelitian dengan pendekatan biologi molekuler untuk mengatasi persoalan ini.

Dirinya pun melakukan sejumlah penelitian terkait jamur patogen pada tanaman pangan dengan pendekatan biologi molekuler. Salah satunya studi terkait daur hidup Colletotrichum spp., gen penyakit yang terlibat dalam infeksi pada jeruk di Australia dan cabe di Asia Tenggara.

“Tidak mudah untuk mengendalikan anthracnose yang disebabkan oleh Colletotrichum spp., karena patogen dapat menginfeksi inang dalam skala luas,” ungkapnya.

Ditambahkan Paul,  proses identifikasi spesies Colletotrichum spp., juga tidak mudah dilakukan. Selain itu juga dalam mengetahui variasi gaya hidup dari spesies selama infeksi.

“Kendala lain dalam pengendalian jamur jenis ini adalah lambatnya proses identifikasi gen resisten, adanya perkembangan jenis baru patogen dalam spesies, dan juga resistensi fungisida” urainya.

Sementara Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Biologi UGM,  Rina Sri Kasiamdari ,S.Si., Ph.D, dalam sambutannya menyampaikan harapan melalui kuliah umum ini dpaat memberikan wawasan baru kepada para mahasiswa terkait penelitian interaksi inang-jamur patogen. Dia pun berharap nantinya penelitian di bdiang ini dapat terus dikembangkan sebagai langkah awal mengatasi berbagai penyakit jamur pada tanaman.

Kuliah umum kali ini terselenggara atas kerjasama Fakultas Biologi dan Research Center for Biotechnology yang mendapatkan pendanaan dari World Class ProfesorProgram Kemenristekdikti. Diikuti puluhan mahasiswa program sarjana dan pascasarjana Fakultas Biologi UGM. (ika/humas-ugm/bpn)

Tim iFish UGM Juara Kompetisi IOT Asia Pasifik

0

BALIPORTALNEWS.COM – Tim iFish dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Indonesia berhasil menjadi Juara 1 dalam kompetisi “Japan Global Problem Solver Challenge 2017″ yang diselenggarakan Cisco Networking Academy Asia Pacific pada 30 November 2017 lalu.

Tim yang beranggotakan Anindityo Agung Baskoro  (Teknik Mesin)  Muhammad Nur Ardian (Teknik Mesin), Monika Sekar M.I. (Manajemen), serta Fajar Sidik Abdullah Kelana (alumnus Teknik Mesin) sukses memenangkan kompetisi dengan mengusung gagasan pengembangan   iFish atau Internet of Fishery System.

Predikat juara pertama didapatkan usai menyisihkan 132 tim lain yang berasal dari berbagai negara di wilayah Asia Pasifik. Tim UGM berhasil mengalahkan 3 tim dari Filipina dan 1 tim dari Singapura di babak final.

“Bangga tentunya dapat mengharumkan nama UGM di tingkat internasional,” kata Monika, Senin (4/12/2017) di Rektorat UGM.

Monika menyampaikan dalam kompetisi tersebut seluruh peserta ditantang untuk mencari solusi untuk mengatasi permasalahan sosial di masyarakat  dengan memanfaatkan teknologi internet. Dari 133 konsep gagasan yang masuk dipilih lima besar melaju ke babak final.

“Di final kami berkompetisi dengan 3 tim dari Filipina dan 1 tim dari Singapura memperesentasikan ide yang dikembangkan,” jelasnya.

Tim UGM menang karena ide pengintegrasian teknologi intensive aquaculture dengan pertanian ikan lokal melalui sistem iFish dinilai mampu membantu petani ikan dalam meningkatkan produktivitas perikanannya. Teknologi ini mampu memberikan informasi secara real time kondisi di kolam meliputi oksigen terlarut, pH, dan temperatur di kolam.

“Musim dan kondisi di luar kolam sangat memengaruhi dalam budidaya ikan. Harapannya dengan informasi tersebut para petani bisa tahu kondisi kolam dan  membudidayakan ikan yang sesuai sehingga hasil panen lebih optimal,” jelasnya.

Fajar menjelaskan iFish tersusun atas microbubble diffuser, submersible pump, mikrokontroler, dan router internet. Dilengkapi dengan tiga buah sensor yakni sensor temperatur, sensor pH, dan sensor oksigen terlarut.

“Akan ada notifikasi yang dikirimkan ke handphone ataupun komputer yang terhubung dengan sistem di kolam sehingga petani bisa mengetahui kondisi kolam secara langsung,” tuturnya.

iFish juga dikembangkan dengan sejumlah fitur yang tidak hanya memberikan informasi terkait kondisi kolam saja. Namun dilengkapi pula dengan fitur pendukung yang menampilkan data dan grafik bulanan kondisi kolam serta forum komunikasi antar petani ikan.

“Kedepan kami akan mengembangkan lebih lanjut gagasan ini sehingga bisa segera diaplikasikan langsung di masyarakat,” terangnya.

Atas pretasi yang diraih, tim iFish UGM mendapatkan kesempatan untuk melakukan kunjungan ke Cisco Innovation Hub di Sidney, Australia pada bulan Februari 2018. Mereka akan mendapatkan mentoring secara langsung dari Cisco dalam pengembangan iFish.

Sementara Rektor UGM, Prof.Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., menyampaikan apresiasi terhadap tim iFish UGM yang telah berhasil menjadi jawara dalam kompetisi tingkat dunia. Prestasi yang diraih menunjukkan inovasi dari mahasiswa UGM dalam memberikan kontribusi penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat unggul di mata dunia.

“Luar biasa, kami bangga atas hasil yang diraih. UGM terus mendorong para mahasiswa untuk berinovasi dan berkompetisi serta mengimplementasikan hasilnya di masyarakat,” kata Rektor. (ika/humas-ugm/bpn)

Fakultas Biologi UGM dan UTAR Malaysia Perkuat Kerjasama

0

BALIPORTALNEWS.COM – Fakultas Biologi UGM dan Faculty of Science Universiti Tun Abdul Rahman (UTAR) Malaysia sepakat memperkuat kerja sama dalam bidang akademik dan riset.

Hal tersebut mengemuka dalam lawatan yang  dilaksanakan Fakultas Biologi UGM ke Faculty of Scinece UTAR pada 28-20 November 2017 lalu. Delegasi Fakultas Biologi UGM yang dipimpin langsung oleh Dekan Dr. Budi S. Daryono, M.Agr.Sc., disambut baik oleh Dekan Faculty of Science UTAR, Dr. Lim Tuck Meng, di Kampus UTAR Kampar, Perak, Malaysia.

Dalam kunjungan tersebut Dekan Fakultas Biologi UGM turut didampingi Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Biologi UGM , Rina Sri Kasiamdari ,S.Si., Ph.D, dan Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Kerjasama Fakultas Biologi UGM, Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc., mendiskusikan rencana kerja sama yang akan dilaksanakan di masa mendatang.

Beberapa poin kerja sama yang disepakati antara lain Online lecture, Summer course, Student internship, Joint supervision, Publication of community service activityInternational Seminar in UTAR, ICBS, Research CollaborationJoint publication dan Visiting Lecturer.

Budi menyampaikan lawatan dilakukan sebagai kunjungan atas kunjungan UTAR Malaysia yang sudah dilaksanakan pada awal tahun 2017 lalu. Saat itu UTAR Malaysia mengirimkan sebanyak 27 mahasiswanya untuk belajar biologi di Fakultas Biologi UGM.

“Lawatan ini sebagai tindak lanjut kerja sama akademik dan riset antara Fakultas Biologi UGM dengan Faculty of Sciences UTAR,”jelasnya.

Budi menuturkan salah satu bentuk kerja sama yang akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat adalah kuliah on line bersama untuk mahasiswa S1 Fakultas Biologi UGM dengan undergraduate students dari Faculty of Sciences UTAR pada Februari 2018 mendataang.

“Kuliah online ini diselenggarakan dalam rangka menghadapi tantangan disruptif inovasi dan teknologi yang akhir-akhir ini terjadi di dunia industri dan akan segera terjadi di dunia pendidikan tinggi Indonesia,”ujarnya.

Selain kuliah online, UTAR juga akan mengirimkan mahasiswa dan dosen untuk mengikuti kegiatan Summer Course di Fakultas Biologi UGM. Menurut rencana nantinya akan dikirimkan sebanyak 30 mahasiswa program  S1 dan 6 Dosen yang akan mengikuti kegiatan ini.

Disamping membahas peningkatan kerja sama, dalam lawatan itu Dekan Fakultas Biologi UGM berkesempatan memberikan kuliah tamu dihadapan mahasiswa  Faculty of Science UTAR. Menyampaikan materi terkait pentingnya komoditas melon dan tantangan dalam budidaya melon, hingga penerapan biologi molekular dalam pemuliaan dan untuk mengatasi virus pada tanaman melon. Budi juga memaparkan hasil penemuannya yaitu tiga gen ketahanan melon terhadap virus CMV, PRSV dan KGMMV yaitu gen Creb-2, Prv-p dan Krey. (ika/humas-ugm/bpn)

Alumni UGM di DIY Didorong Tingkatkan Kontribusi Pembangunan Daerah

0

BALIPORTALNEWS.COM – Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) DIY diharapkan dapat berkontribusi mendukung pembangunan DIY.

“Anggota Kagama harus mendukung pembangunan di DIY antara lain dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mengentaskan kemiskinan, dan mengembangkan seni budaya untuk mendukung keistimewaan DIY,” kata Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Kagama DIY Haryadi dalam sambutannya yang disampaikan oleh Wakil Ketua Pengda Kagama DIY Toyo S. Dipo, Rabu (29/11/2017) di Wisma Kagama Yogyakarta dalam Musyawarah Daerah (Musda) Pengda Kagama DIY.

Berbagai program telah dibuat dan dilaksanakan dalam upaya mendorong pembangunan DIY. Kendati begitu, upaya evaluasi perlu dilakukan untuk melihat seberapa jauh program yang diimplementasikan bermanfaat bagi masyarakat.

“Kualitas program sangat menentukan hebat tidaknya suatu organiasi dan isu pemberdayaan menjadi ruh dari program-program Pengda Kagama DIY,” jelasnya.

Wakil Sekjen PP Kagama Ahmad Agus Setiawan Ph.D., mewakili Ketua Umum PP Kagama Ganjar Pranowo menyebutkan  Kagama harus terlibat secara aktif dalam upaya penanggulangan bencana yang saat ini melanda sejumlah daerah di Indonesia. Kagama diharapkan dapat bersinergi dengan berbagai pihak meringankan masyarakat terdampak bencana.

“Kagama bergerak bersama UGM dan semua pihak secara sinergis membantu masyarakat yang terkena bencana. Semoga kedepan Kagama bisa memberikan manfaat yang lebih luas lagi,” tuturnya.

Sementara Gubernur DIY Sri Sultan HB X yang diwakili oleh Sekda DIY Gatot Saptadi menyampaikan harapan serupa. Kagama DIY diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan DIY dan masyarakat luas.

“Harapannya Kagama  bisa berjuang ditengah rakyat dengan segala kekuatan. Bersama masyarakat mewujdukan pendidikan yang bermutu dan terjangkau bagi masyarakat miskin,” katanya. (ika/humas-ugm/bpn)

Merasakan Kuliner Khas dan Kebudayaan 22 Negara Lewat “Expadtriats”

0

BALIPORTALNEWS.COM, – JATINANGORUniversitas Padjadjaran kembali mengajak sivitas akademika hingga tenaga kependidikan untuk berkeliling dunia dalam satu hari melalui ajang “International Day: Expadtriats (Expanding Unpad Through International Insight, Art, and Science)” yang digelar di Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, Selasa (28/11/2017). Sejumlah mahasiswa asing Unpad dari 22 negara berbagi kuliner khas dan menyuguhkan penampilan kebudayaan.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Dr. Arry Bainus, M.A saat membuka kegiatan mengatakan bahwa “International Day” menjadi tempat bertemunya para mahasiswa Unpad, dimana kegiatan ini tidak hanya melibatkan mahasiswa asing tetapi juga mahasiswa domestik.

“Kegiatan ini diharapkan akan menjadi jembatan, dimana tidak seharusnya ada jarak antara mahasiswa asing dengan mahasiswa domestik. Kita adalah satu keluarga besar Unpad. Seharusnya ada kolaborasi di antara para mahasiswa Unpad,” ujarnya.

Kegiatan ini memungkinkan para mahasiswa asing saling berbagi pengalaman dan informasi satu sama lain. Dr. Arry pun mengharapkan bahwa kegiatan ini dapat semakin membawa Unpad di kancah internasional.

“Diharapkan juga, kegiatan ini dapat menjadi soft diplomacy untuk Indonesia dan Unpad. Mahasiswa asing Unpad dapat menjadi duta Unpad di negara mereka nantinya,” kata Dr. Arry.

Sejumlah negara yang terlibat dalam kegiatan tersebut di antaranya, Yaman, Uganda, Polandia, Laos, Thailand, India, Afganistan, Azerbaijan, Filipina, Palestina, Bangladesh, Tanzania, Vietnam, Fiji, Republik Rakyat Ciina, Kenya, Madagaskar, Malaysia, Benin, dan Tajikistan.

“Di Expadtriats, kita akan melihat 22 negara yang mepresentasikan apa yang menjadi kebudayaan mereka, apa yang menjadi keunikan mereka,” kata Kepala Kantor Internasional Unpad sekaligus ketua panitia “International Day” Ronny Lesmana, MD, M.Kes., AIFO, PhD.

Selain pengenalan kebudayaan, kegiatan tersebut juga menyuguhkan berbagai informasi terkait beasiswa dan studi di sejumlah negara, seperti di Australia, Perancis, dan Inggris.

“Mereka akan memberikan wawasan yang cukup bermanfaat bagi mahasiswa Unpad, khususnya pada saat mereka nanti akan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi,” kata sekretaris Expadtriats, Kasno Pamungkas, M.Hum. (humas-unpad/bpn)

Simposium Kebudayaan Indonesia-Malaysia (SKIM) 2017 Kembali Digelar

0

BALIPORTALNEWS.COM, JATINANGORUniversitas Padjadjaran (Unpad) bekerja sama dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) kembali akan menyelenggarakan the 15th International Conference on Simposium Kebudayaan Indonesia-Malaysia 2017 (SKIM 2017) pada 29 – 30  November 2017 mendatang di Graha Sanusi Hardjadinata Kampus Unpad Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung.

Simposium kali ini merupakan simposium yang ke-15 sejak digelar pada 1985 lalu dan mengangkat tema “Pembangunan Berkelanjutan dalam ilmu sosial untuk meningkatkan kesejahteraan”.

Simposium yang  digelar  dalam upaya memperkuat jaringan beasiswa dan keahlian antara akademisi dari kedua universitas  ini bertujuan untuk membahas dan mengeksplorasi isu-isu mengenai masalah bersama yang terjadi antara Malaysia dan Indonesia encakup berbagai bidang ilmu sosial dan ilmu interdisipliner, seperti ketahanan pangan, kesehatan, budaya, bahasa dan sastra, sosiologi – antropologi, informasi dan teknologi, isu lingkungan, keamanan energi, ekonomi dan bisnis, politik, komunikasi, pertahanan dan studi keamanan.

Simposium ini akan dihadiri oleh para Peneliti, Akademisi, Mahasiswa Doktoral dan Komunitas Perusahaan dengan keynote speaker Prof. Drs. Oekan S. Abdullah, MA., Ph.D.(Unpad),  Prof. Arief Anshory Yusuf S.E, M.Sc.,Ph.D (Unpad), Prof. Dr. Eh Ah Choy (UKM), Prof. Dr. Mastura Mahmud (UKM) dan Prof. Michael Reed, Ph.D. (Maejo University).

Simposium ini telah berlangsung sejak 1985 dan sejak saat itu, Malaysia (UKM) dan Indonesia (UNPAD) telah bergiliran sebagai tuan rumah simposium ini. Kerja sama 30 tahun ini telah menjadi ajang bagi kedua negara untuk membahas isu-isu budaya dan perspektif teoritis, konsep dan metodologi.

Melalui acara ini diharapkan dapat memperkuat peran dan kontribusi kedua negara untuk kepentingan masyarakat dalam penyebaran pengetahuan sehingga dapat membantu menerjemahkan berbagai bentuk transformasi bagi masyarakat.

Selain itu diharapkan dapat menstimulasi budaya penelitian melalui transfer pengetahuan dan menghasilkan kekayaan dan keharmonisan bagi kesejahteraan masyarakat setempat dan menjadi daya dorong dalam mencapai tujuan “Pembangunan Berkelanjutan dalam  ilmu sosial untuk meningkatkan kesejahteraan”. (humas-unpad/bpn)

Luncurkan Buku, SDGs Center Unpad Dorong Daerah Siap Terapkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

0

BALIPORTALNEWS.COM, JATINANGOR – Pusat Unggulan SDGs Center Universitas Padjadjaran meluncurkan buku “Menyongsong SDGs: Kesiapan Daerah-daerah di Indonesia”. Buku ini memaparkan secara ilmiah kesiapan 32 provinsi di Indonesia dalam mengimplementasikan agenda tujuan pembangunan berkelanjutan.

Peluncuran buku tersebut dilakukan melalui seminar nasional yang digelar di Hotel Arya Duta, Jakarta, Senin (27/11/2017). Seminar terselenggara atas kerja sama SDGs Center Unpad dengan United Nations Development Program (UNDP), Indonesia. Turut hadir Wakil Rektor bidang Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Korporasi Akademik Unpad Dr. Keri Lestari, M.Si., Apt.

Dalam buku tersebut dijelaskan, kesiapan provinsi di Indonesia hanya memperoleh skor 1,86 jika dilakukan penilaian dalam rentang skala 0 – 4, atau kurang dari huruf “C” jika dilakukan penilaian dalam rentang skala A sampai E. Jika dianalisis, hanya 24% saja dari seluruh target indikator SDGs yang akan tercapai pada 2030 mendatang.

Beberapa dimensi SDGs yang perlu ditangani lebih serius di antaranya kesehatan, ketimpangan baik antar gender atau golongan, serta lingkungan hidup.

Lebih lanjut dijelaskan, jika pembangunan ke depan hanya mengandalkan parameter business as usual (BAU) tanpa upaya ekstra semua pihak, maka target yang ingin dicapai dalam agenda SDGs pada 2030 mendatang akan sulit terpenuhi.

Direktur Eksekutif SDGs Center Unpad Prof. Arief Anshory Yusuf memaparkan, dalam buku tersebut, setiap provinsi memiliki tantangan dengan prioritas berbeda. Tidak ada satu provinsi yang “kebal” terhadap tantangan tersebut.

Ini dibuktikan dengan contoh kondisi di DKI Jakarta, Banten, maupun Jawa Barat yang relatif tertinggal dalam dimensi ketimpangan, daya dukung infrastruktur, serta lingkungan hidup.

Perwakilan UNDP Indonesia Dr. Julianty Ansye Sopacua menyambut baik peran aktif akademisi dalam mendiagnosis berbagai permasalahan SDGs seperti yang dilakukan di buku ini. Peran ini diharapkan dapat memperbaiki perencanaan yang lebih berbasis bukti.

Selain itu, Analisis peta dasar pada buku ini juga diharapkan dapat membantu pemerintah pusat maupun daerah untuk melakukan prioritas dan identifikasi sektor percepatan.

Kepala Balitbang Badung Ajak Perguruan Tinggi Kawal Pembangunan Badung

0

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Kabupaten Badung berupaya keras meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya melalui kegiatan-kegiatan yang inovatif baik yang sifatnya pemberdayaan dan padat karya maupun kebijakan-kebijakan yang meringankan beban ekonomi kehidupan masyarakat.

Semua kegiatan  tersebut telah dirumuskan dalam lima (5) prioritas pembangunan daerah yang dilaksanakan dengan konsep Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) yang ditetapkan dalam Perda RPJMD SB Kab. Badung tahun 2016-2021.

Demikian disampaikan Kepala Badan Litbang Kabupaten Badung Wayan Suambara ketika memberi Kuliah Umum sebagai Dosen Tamu dihadapan mahasiswa Program Pasca Sarjana Universitas Mahasaraswati, Jumat (24/11/2017) lalu.

Lebih lanjut diungkapkan bahwa Bupati Badung Nyoman Giri Prasta dalam kepemimpinannya saat ini telah mengimplementasikan PPNSB itu pada bidang pangan, sandang dan papan, pendidikan dan kesehatan, agama, adat dan budaya, jaminan sosial ketenagakerjaan dan pariwisata. Selain itu terobosan juga dilakukan dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah dengan makin banyak dana yang bisa dimanfaatkan untuk mensejahterakan masyarakat.

Untuk itu Suambara berharap dan mengajak Perguruan Tinggi untuk cermat memahami pelaksanaan pembangunan di Badung serta turut berkontribusi mengawal upaya upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Banyak pola yang dapat dilakukan oleh perguruan tinggi diantaranya memberikan masukan atau sumbangan pemikiran sebagai institusi yang independen dan profesional, melakukan pendampingan serta melakukan penelitian maupun pengkajian pada semua aspek yang bisa dijadikan bahan pemikiran oleh Pemerintah Kabupaten Badung dalam merumuskan program, kegiatan dan kebijakan-kebijakan publik.

Sementara itu Direktur Program Pasca Sarjana Univeritas Mahasaraswati  Prof. Dr. Drs.A.A Putu Agung, M.Si. mengatakan bahwa pihaknya menghadirkan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Badung sebagai pembicara (Kuliah tamu) memang dalam rangka menjalin kerjasama dengan Pemda Badung dalam rangka mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Pihaknya siap bekerjasama dengan Pemda Badung. Pihaknya mengapresiasi berbagai terobosan kebijakan yang diambil Bupati Badung Nyoman Giri Prasta dan berharap kebijakan tersebut juga mendapat dukungan semua pihak terutama masyarakat badung sehingga tercipta kondisi membangun masyarakat secara konsepsional dan bukan semata mata karena punya uang, pungkasnya. Acara diakhiri dengan tanya jawab dan mendapat respons positif. (humas-badung/bpn)

Disdikpora Denpasar Gelar Lomba “Yoga Asanas”  Tingkat SD dan SMP 

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar menyelenggarakan lomba “Yoga Asanas” tingkat SD dan SMP se-Kota Denpasar guna membangun karakter jasmani dan rohani secara harmoni sehingga generasi muda selalu berbudaya sehat, fleksibilitas, serta meningkatkan relaksasi dalam hidup.

Pelaksanaan lomba yang dibuka langsung Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra pada Kamis (23/11/2017) di Wantilan Pura Agung Lokanatha Lumintang. Kegiatan yang digelar selama 3 hari yakni 23-24 November dan 3 Desember 2017 ini diikuti puluhan siswa SD dan SMP se-Kota Denpasar.

Walikota Denpasar Rai Mantra mengatakan kegiatan lomba “Yoga Asanas” ini merupakan gerak tubuh yang memadukan antara olahraga, olah nafas, olah rasa dan olah pikir dijadikan satu dalam sebuah penyatuan antara jasmani dan rohani guna melatih perkembangan karakter anak ke depannya.

Ia mengatakan karakter yang melekat pada diri manusia tidak dihasilkan begitu saja, melainkan melalui suatu proses yang di mulai dengan pola pikir, pola bicara, pola laksana dan pola prilaku yang akan menimbulkan suatu karakter atau mental pada anak-anak, dan Yoga inilah salah satu jalan untuk hal tersebut.

Rai Mantra mengharapkan kepada kepala sekolah di tingkat SD maupun SMP untuk terus melakukan pembinaan-pembinaan dan kegiatan tentang yoga supaya tersebar secara cepat, menyeluruh serta tepat.

“Yoga itu jangan hanya sekadar sebagai ajang ikut-ikutan, bukan sekadar aktivitas formal dan administrasi, akan tetapi kita harus melakukan aktivitas ini untuk betul-betul merasakan kemanfaatannya untuk anak-anak,” ucapnya.

Sementara Kabid Pemuda dan Olahraga Disdikpora Kota Denpasar, AA. Wijaya Asmara mengatakan dengan telah dikembangkannya “Yoga Asanas” sebagai kegiatan ekstrakulikuler wajib di sekolah-sekolah sejak 2015, setiap tahunnya terus diadakan Lomba “Yoga Asanas” tingkat SD maupun SMP sebagai ajang evaluasi.

“Yoga Asana tidak lagi sebagai pengenalan, namun telah dijadikan media membangun dan membentuk insan manusia yang bugar, sehat jasmani rohani, berkarakter, berbudi pekerti, serta memiliki jati diri berbasis budaya kreatif,” katanya.

Lomba “Yoga Asanas” tingkat SD dan SMP telah memasuki tahun ke 3 yang diikuti puluhan kelompok regu dengan masing-masing regu terdiri dari 10 orang peserta dari perwakilan gugus yang ada di Kota Denpasar.

Sementara salah satu peserta lomba, Sri Pratama Satwika Nanda (11) merasa senang mengkuti yoga. Siswi salah satu sekolah dasar negeri di Denpasar ini mengaku sejak kecil telah belajar yoga, untuk itu dirinya sangat antusias bisa memenangkan lomba yoga tersebut.  (eka/humas-dps/bpn)