Lulusan SMK Farmasi Saraswati 3 Denpasar Disumpah

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dalam suasana yang khidmat di bawah bimbingan rohaniawan, sebanyak 108 orang siswa siswi SMK Farmasi Saraswati 3 Denpasar yang telah menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan Program kefarmasian melalui Ujian Kompetensi Keahlian (UKK),  diambil sumpah menjadi Asisten Tenaga Kefarmasian Lulusan Ke-47, menurut agamanya masing-masing, bertempat di Ballroom salah satu hotel dikawasan Gatot Subroto, Rabu (6/6/2018).

Ir Bagus Ketut Lodji, MS  Ketua Yayasan Pr. Saraswati. dalam sambutannya menyampaikan mengucapkan selamat kepada para siswa siswi yang telah menyelesaikan pendidikan di SMK Farmasi Sarsawti 3 Denpasar dan baru bersumpah menjadi Asisten Tenaga Kefarmasian. Ia berpesan bahwa acara pengambilan sumpah ini bukanlah seremoni belaka melainkan harus benar-benar dihayati karena berkaitan dengan jiwa manusia.

Asisten Tenaga Kefarmasian yang profesi asisten apoteker selain menuntut keterampilan dan kehati-hatian dalam menjalankannya juga mampu berperan aktif dalam memberikan informasi yang benar kepada masyarakat tentang obat dan bagaimana cara penggunannya yang benar. Bagus Ketut Lodji berpesan agar para alumni selalu menjaga nama baik dan membangun komunikasi dengan almamaternya setelah berkarir di manapun berada.

Kepala sekolah SMK Farmasi Saraswati 3 Denpasar, I Gede Suradnyana, S.Si., M.Farm, Apt menyampaikan,  lulusan Program Farmasi 2017/2018 ini 108 siswa telah dinyatakan lulus 100 % bahkan kami meraih Nilai Rata-rata UN Tertinggi se-Bali, siswa peraih nilai rata-rata teringgi di sekolah ini, posisi pertama diraih Ni Kadek Devi Pradnya Andini dengan nilai 358,0, disusul I Putu Maheswara Dharmasanjaya 357,0, dan posisi tiga diraih Putu Sukma Purnama Sari dengan nilai 352,0.

I Gede Suradnyana, S.Si., M.Farm, Apt menyampaikan, raihan prestasi ini tidak terlepas dari kerjasama semua pihak, baik antara peserta didik dengan guru-guru, staf sekolah, serta orang tua siswa. “Empat siswa kami juga berhasil meraih nilai sempurna 100 dari mata pelajaran Paket Keahlian Farmasi.

Sementara itu, Pengurus Persatuan Ahli Farmasi Indonesia Daerah Bali, yang diwakili oleh Wayan Muda, peluang karir sangat terbuka bagi tenaga farmasi yang masih sangat kurang jumlahnya, terutama profesi apoteker. Sumpah untuk melakukan pengabdian yang tulus dan ikhlas kepada Tuhan serta nilai kemanusiaan ini mengawali perjalanan baru kehidupan para Asisten Tenaga Kefarmasian tamatan SMK Farmasi Sarsawti 3 Denpasar ini.(r/bpn)

Kisah Dea, Putri Tukang Parkir Mengejar Mimpi Kuliah di UGM

BALIPORTALNEWS.COM – Manusia tidak pernah bisa memilih terlahir dari orang tua seperti apa. Lahir di keluarga kaya raya, berkecukupan, atau bahkan dari keluarga kurang mampu.

Namun, bukan berarti setiap orang lantas tidak bisa memilih jalan hidup yang akan dijalani. Seperti Dea Mandasari (18) yang tidak pernah mengeluh terlahir dalam keluarga yang serba pas-pasan. Dia memilih tetap berjuang dalam keterbatasan untuk menggapai impian.

Meskipun ayahnya hanyalah seorang tukang parkir, Dea tidak merasa minder memiliki cita-cita tinggi untuk bisa mengenyam bangku kuliah. Alhasil,  usaha dan ketekunannya dalam belajar berhasil mengantarkannya diterima di Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM tanpa tes.

Dea merupakan anak ke-2 dari empat bersaudara. Merupakan puteri pasangan Turino Junaidi  dan Sadati. Sang ayah sehari-hari menjadi tukang parkir di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sementara istrinya membantu menopang perekonomian keluarga dengan berjualan pulsa.

Pekerjaan sebagai tukang parkir sudah dilakoni Turino selama 13 tahun terakhir. Penghasilan dari mengatur kendaraan yang parkir di pasar per bulan Rp1,5 juta. Jumlah tersebut memang sangat pas-pasan untuk menghidupi istri dan keempat anaknya. Untuk menjaga agar asap dapur tetap mengepul dia pun mengambil pekerjaan sebagai tukang antar sayur-mayur dari pasar Kebayoran Lama ke sejumlah restoran di ibu kota sejak 6 tahun silam. Setiap harinya sejak dia mengantar ke dua tujuan yang berbeda dengan upah Rp70 ribu.

Kegigihan Turino untuk menghidupi keluarganya patut diacungi jempol. Di kala tidak bertugas sebagai tukang parkir, dia pun menjadi driver ojek online.

“Biasanya saya tugas parkir di pasar selama 15 hari, jadi 1 hari on 1 hari off dapat jadwal jam 11 sampai 6 sore,” ungkapnya.

Menanggung beban berat menghidupi keluarga di tengah kerasnya kehidupan ibu kota rupanya menjadikan wajahnya cepat menua. Wajahnya terlihat lebih tua dari usia sebenarnya yang baru menginjak usia 47 tahun. Turino memang bekerja membanting tulang, namun bukanlah ingin mengumpulkan kekayaan. Dia ingin anaknya bisa mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi. Pendidikan bagi anak-anak merupakan hal terpenting dalam hidupnya.

“Apa pun saya kerjakan yang penting halal. Selagi masih kuat akan mengusahakan yang terbaik bagi anak-anak,” ucapnya getir.

Lelaki berkacamata ini tidak ingin anak-anaknya bernasib sama seperti dirinya yang tidak mengenyam pendidikan tinggi. Pria ini ingin semua anaknya berpendidikan sehingga dapat hidup layak. Dia yakin melalui pendidikan bisa merubah jalan hidup seseorang.

Saat ditemui di rumah kontrakan sederhana di kawasan Rawa Simprug, Grogol, Jakarta Selatan, Turino menceritakan dia dan keluarga telah menempati rumah berukuran 3×9 meter tersebut sejak tahun 2012 lalu. Sebelumnya, selama 16 tahun mereka tinggal menumpang di rumah saudara di sekitar Jalan Kramat yang akhirnya terkena penggusuran.

“Sampai saat ini belum bisa membahagiakan keluarga dan hanya bisa memberikan tempat berteduh di kontrakan ini,” ucapnya tak kuasa menahan tangis.

Oleh karena itu, ketika mengetahui anak keduanya diterima masuk UGM lewat jalur tanpa tes, Turino tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya.

“Bangga Dea bisa masuk UGM, kami orang tua selalu mendukungnya,”katanya sembari menjelaskan harus berhutang untuk melunasi pembayaran asrama untuk tinggal Dea selama kuliah.

Dea menyebutkan telah berkeinginan melanjutkan kuliah sejak bangku SMP. Hanya saja dia tidak berani secara terang-terangan memaksakan keinginannya itu ke orang tuanya. Terlebih dengan kondisi keluarga yang serba pas-pasan.

Meski berada dalam keterbatasan tidak mematahkan semangat gadis kelahiran Jakarta, 28 Mei 2000 itu untuk mewujudkan mimpinya. Dia mempunyai mimpi besar menjadi seorang pengusaha sukses. Karenanya, dia pun giat belajar dan berusaha berprestasi.

“Yang saya lakukan adalah terus berusaha disertai doa. Pasti Tuhan akan membukakan jalan,” tutur alumnus SMA 48 Jakarta Selatan ini.

Rupanya hasil tidak mengkhianati usaha, sejak bangku SD dia selalu masuk 2 besar dan saat SMP serta SMA masuk 10 besar di kelasnya. Bahkan, meraih peringkat tertinggi ke-2 USBN di sekolahnya untuk jurusan IPS. Tak hanya itu, gadis berkacamata ini berhasil meraih beasiswa BIDIKMISI dari pemerintah sehingga dibebaskan biaya pendidikan hingga 8 semester.

Dia berharap dengan kuliah nantinya dapat memperbaiki kehidupan keluarganya. Ada satu mimpi besar yang ingin segera diwujudkan jika telah sukses untuk membangun rumah bagi kedua orang tuanya.

Selama kuliah, Dea juga berencana mencari pekerjaan sampingan. Hal ini terpaksa dilakukan agar tidak membebani orang tuanya dalam mencukupi kebutuhan selama kuliah.

Sementara sang ibu, Sadati (48) mengungkapkan Dea merupakan anak yang tekun dan gigih dalam mengejar mimpi. Walapun kondisi keluarga hanya pas-pasan, Dea memiliki tekad kuat menggapai impiannya masuk perguruan tinggi dan menjadi sarjana.

“Waktu itu mikir susah gak ada biaya, tapi saya bilang ke Dea untuk terus semangat belajar biar nilainya bagus supaya bisa mengajukan beasiswa masuk perguruan tinggi,” tuturnya.

Sadati menceritakan bahwa puterinya itu adalah sosok yang mandiri sejak kecil. Bahkan, Dea berjualan tanpa sepengetahuannya untuk mencukupi kebutuhan sekolah dengan berjualan pulsa di sekolah dan tak jarang jualan air minum kemasan di konser-konser musik.

Turino dan Sadati sangat bersyukur memiliki anak-anak yang mau hidup prihatin dan memahami kondisi keluarga. Mereka pun bangga berhasil membesarkan anak-anaknya dan ada yang berhasil masuk perguruan tinggi.

“Harapannya nantinya Dea dan semua anak-anak kami bisa sukses dan mengangkat derajat orang tua,” pungkas keduanya.

Dea merupakan satu dari ribuan sosok anak bangsa yang lahir dari keluarga kurang mampu. Namun, gadis ini berhasil membuktikan bahwa kemiskinan ataupun keterbatasan ekonomi bukan menjadi penghalang meraih asa mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya. (ika/humas-ugm/bpn; foto:firsto)

Ingin Daftar Seleksi Jalur III SV, Peminat Pendidikan Vokasi Harus Ikuti UTUL UGM

BALIPORTALNEWS.COM – Sekoah Vokasi (SV) UGM pada tahun 2018 telah menghapus jalur Ujian Tulis (UTUL) SV gelombang II dan diganti dengan jalur seleksi berdasar hasil nilai tes UTUL UGM.

Dekan Sekolah Vokasi UGM, Dr. Wikan Sakarinto menyampaikan seleksi berdasar hasil tes UTUL UGM merupakan pola seleksi mahasiswa baru dengan melihat nilai dari hasil ujian UTUL UGM. Karenanya, peminat pendidikan vokasi diwajibkan untuk mengikuti UTUL UGM apabila ingin menjadi mahasiswa UGM.

“Jadi yang ingin masuk SV syaratnya harus ikut UTUL UGM,” tegasnya, Kamis (31/5/2018) di Humas UGM.

Saat mendaftar UTUL UGM, peserta bisa memilih hingga 3 prodi program sarjana dan atau program diploma. Apabila diterima lewat jalur ini,peserta bisa melanjutkan registrasi menjadi mahasiswa baru SV UGM.

“Jika belum lolos, peserta masih punya kesempatan mendaftar di jalur terakhir yakni seleksi berdasarkan nilai hasil tes UTUL UGM. Peserta bisa memilih 2 prodi program diploma,” terangnya sembari menjelaskan jalur ini dibuka mulai tanggal 4-19 Juli 2018.

SV UGM memiliki 3 jalur penerimaan mahasiswa baru. Pertama, jalur Penelusuran Bibit Unggul (PBU) yang telah selesai diadakan dan berhasil meloloskan 739 siswa lulusan SMA/SMK/MA se-Indonesia dari 10.470 pendaftar.

Berikutnya jalur kedua adalah adalah UTUL UGM yang sebelumnya merupakan UTUL SV gelombang I. Ketiga, jalur seleksi berdasarkan hasil tes UTUL UGM yang menggantikan UTUL SV gelombang II.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaab SV UGM, Agus Nugroho, S.T., M.T., menekankan kembali bagi para calon mahasiswa yang ingin menjadi mahasiswa SV harus mengikuti UTUL UGM. Apabila peserta tidak mendaftar UTUL UGM maka secara otomatis tidak dapat mendaftar dan mengikuti jalur seleksi yang ketiga karena seleksi dilakukan berdasarkan hasil tes ujian tersebut.

“Jadi tes tertulis hanya 1 kali saja saat UTUL UGM. Untuk seleksi jalur ketiga nantinya mengambil nilai hasil ujian tersebut dan akan dilakukan pembobotan,” terangnya.

Agus menekankan bahwa pembobotan nilai akan dilakukan sesuai dengan prodi yang dipilih. Disamping itu pembobotan dilaksanakan secara berbeda antara lulusan SMA dengan lulusan SMK.

“Kita tidak membandingkan apple to apple antara siswa SMA dengan SMK. Pola penilaiannya berbeda antar keduanya dan juga mempertimbangkan nilai rapor dan keahliannya,” tuturnya.

SV UGM memiliki 8 departemen meliputi 6 departemen ilmu sains dan 2 departemen ilmu sosial. Pada tahun ini menawarkan 24 prodi diploma terdiri dari 20 prodi D3 dan 4 prodi  DIV(sarjana terapan).

Pada tahun 2018 SV UGM memiliki daya tampung sebanyak 1.478 mahasiswa. Jumlah tersebut terdiri dari 1.250 mahasiswa D3 dan 228 mahaisswa DIV. (humas-ugm/bpn; foto: Bani)

Fabric Activity Book, Inovasi Mainan Anak Sesuai Usia

BALIPORTALNEWS.COM – Memberikan mainan sesuai dengan kebutuhan usia anak akan membantu perkembangan anak. Hanya saja, saat ini belum banyak mainan di pasaran yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan usia anak-anak.

Kondisi ini mendorong sekelompok mahasiswa UGM mengembangkan produk mainan yang didesain sesuai kebutuhan usia anak. Produk tersebut berupa mainan anak yang dikemas dalam bentuk buku dari kain flanel yang dinamai Fabric Activity Book (FAB).

Buyung Luhur Pambudi, pemgembang FAB menyampaikan bahwa mainan yang dikembangkan memiliki konsep sesuai kebutuhan anak. Berguna untuk menstimulus otak sehingga dapat membantu meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak.

“Mainan ini praktis berentuk buku supaya tidak berceceran dan mudah dibawa kemana saja,” jelas mahasiswa Bahasa Perancis SV UGM, dalam rilis yang diterima Rabu (30/5/2018).

Selain itu, mainan dibuat secara homemade dan pembuatan menggunakan kain sehingga aman bagi anak. Pembuatan FAB dilakukan Buyung bersama dua rekannya Herlinda Aprianti (D3 Bahasa Inggris SV) dan Adi Wahyu Saputra(Akuntansi FEB). Produk ini berhasil lolos mendapatkan dana hibah Dari Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kewirausahaan 2018.

FAB memiliki sembilan halaman dengan aktivitas yang berbeda. Dengan begitu, orang tua dapat memilih berbagai aktivitas sesuai dengan usia buah hatinya.

Buyung mengatakan pembeli bisa memesan buku dengan tema sesuai keinginan dan diberi nama anak. Dilengkapi pula dengan penjepit yang mudah untuk dibuka untuk memindahkan halaman dan mengurutkan aktivitas yang sesuai dengan yang dibutuhkan.

Mainan ini juga disertai dengan katalog tentang aktivitasnya. Katalog berguna untuk membantu orang tua tentang tata cara penggunaan dan manfaat-manfaat yang diperoleh. Katalog diperinci per halaman sehingga orang tua mudah memahami maksud dari aktivitas tersebut.

Nah, bagi Anda yang berminat memiliki buku ini bisa memesan melalui instagram Fabric Actiity Book di @fabricaktivitybook. Mainan yang dibandrol Rp.200 ribu ini juga dapat diperoleh di sejumkah toko perlengkapan bayi yang telah bermitra. (ika/humas-ugm/bpn)

Inovasi Pengikat Limbah Merkuri Karya Mahasiswa UGM

BALIPORTALNEWS.COM – Sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengembangkan inovasi produk komposit magnetik karbon aktif yang mampu menyerap kandungan limbah merkuri.

Mereka adalah M. Rifqi Al-Ghifari (Kimia 2014), Bagas Ikhsan Pratomo (Kimia 2014), Charlis Ongkho (Teknik Fisika 2015) dan M. Ilham Romadon (Akuntansi 2015). Keempat mahasiswa ini tergabung dalam sebuah grup riset SuperC6 yang melakukan penelitian tentang limbang tambang.

“Kami mengembangkan produk karbon magnetik berbentuk bubuk yang bisa menyerap kandungan merkuri dari limbah di lingkungan,” jelas Rifqi, selaku ketua tim riset SuperC6, kepada wartawan, Jum’at (25/5/2018) di Kantor Humas UGM.

Formula yang dikembangkan oleh mahasiswa UGM ini tidak hanya menghadirkan terobosan baru dalam mengatasi persoalan limbah merkuri. Produk yang dikembangkan juga berhasil menghantarkan mereka meraih juara I Bussiness Plan Competition 2017 di FMIPA UGM. Disamping itu, lolos menjadi finalis di kompetisi PGN Innovation, Kalijaga Research & Innovation, dan Economic Fair UKSW.

Melakukan penelitian limbah merkuri bermula dari keprihatinan terhadap banyaknya limbah merukri di kawasan pertambangan. Kebanyakan tambang emas, terutama tambang rakyat memakai merkuri dalam proses penambangannya.

Salah satunya seperti yang terjadi di tambang emas Desa Kalirejo, Kecamatan Kokap, Kulon Progo. Hampir sebagian besar para penambang menggunakan merkuri untuk memisahkan emas dari material lainnya. Sementara itu pengelolaan limbah merkuri dari kegiatan penambangan belum dilakukan dengan baik.

“Limbah merkuri hanya ditampung di sejumlah kolam penampungan,” terang Amin, sapaan akrab Rifqi Al Ghifari.

Pada kolam pertama limbah merkuri sisa hasil penambangan ditampung dan didiamkan beberapa saat. Selanjutnya air dikolam tersebut dialirkan ke kolam kedua untuk didiamkan kembali kemudian dibuang ke lingkungan sekitar.

“Meskipun begitu proses pengendapan tidak lantas mengurangi kadar merkuri dalam limbah,” kata dia.

Dari keprihatinan terhadap banyaknya limbah merkuri di pertambangan inilah mereka berusaha mencari solusi untuk mengatasi pencemaran lingkungan akibat merkuri. Anak-anak muda ini lantas mencoba mengembangkan produk yang dapat mengatasi zat yang membahayakan ini di lingkungan, termasuk limbah merkuri di kawasan tambang emas.

Mengambil sampel air limbah dari kawasan tambang emas Kalirejo, Kulon Progo, mereka mulai melakukan penelitian. Dari uji coba dengan mengaplikasikan material karbon magnetik ke dalam air limbah menunjukkan hasil signifikan yakni mampu mengikat merkuri dengan optimal.

“Hasilnya menunjukkan produk ini mampu menyerap merkuri hingga 0,01 mg Hg per gram karbon aktif,” ungkapnya.

Inovasi produk pengikat merkuri ini dikembangkan dengan menggunakan material murah dan mudah dijumpai di masyarakat. Mereka memanfaatkan limbah kayu jati dari industri furnitur yang belum banyak dimanfaatkan.

“Selain kayu jati kami juga mencoba membuat karbon aktif dari tandan kosong kelapa sawit dan batok tempurung kelapa, tapi dua bahan ini tidak cukup tersedia di sini” tambah Bagas Ikhsan.

Bagas menceritakan mereka harus berkali-kali melakukan uji coba dalam pembuatan karbon aktif. Setelah melalui trial and eror akhirnya mereka mendapatkan karbon aktif seperti yang diharapkan.

“Maunya bikin karbon, tapi tidak jarang yang dihasilkan malah abu,” kisahnya.

Dalam sejumlah penelitian terdahulu diketahui karbon merupakan senyawa yang memiliki kekuatan untuk mengikat merkuri. Namun begitu, Bagas menjelaskan bahwa karbon aktif saat digunakan mudah tersebar sehingga diperlukan upaya pengumpulan kembali setelah digunakan dalam pengolahan limbah dengan metode sentrifugasi. Hanya saja dengan langkah tersebut membutuhkan biaya besar.

Mereka pun memutar otak untuk mencari cara pengumpulan karbon aktif yang telah digunakan menyerap merkuri yang terjangkau. Akhirnya tercetuslah ide untuk menambahkan senyawa magnetit (fe3o4) ke dalam karbon aktif yang mampu memberikan sifat magnet pada material sehingga permasalahan pengumpulan karbon aktif bisa diatasi.

“Dengan penggabungan magnet ini memudahkan pengambilan kembali karbon aktif yang tersebar usai pemakaian. Komposit magnetik karbon aktif ini dapat digunakan untuk menyerap limbah merkuri hingga 3 kali pemakaian,” urainya.

Saat ini grup riset Super C6 masih terus melakukan penelitian lebih mendalam untuk pengembangan produk dan mematenkan produk tersebut. Selain itu juga giat mencari investor dan menjalin kerja sama dengan mitra.

“Sekarang kami masih terus melakukan pengembangan-pengembangan produk dan rencana kedepan bisa memproduksi dalam skala massal,” imbuh Ongkho dan Ilham. (ika/humas-ugm/bpn)

Mahasiswa STIKOM Bali Juara Lomba Hacking Nasional 

BALIPORTLANEWS.COM, DENPASAR – Tiga mahasiswa Bali yakni Ida Bagus Budanthara, Leonardo Dea Gratias Agamus dan I Ketut Pasek Asmarajaya keluar sebagai juara pertama dalam lomba hacking tingkat nasional bertajuk Amikom Hackfest 2018 yang digelar oleh FOSSIL Universitas Amikom Yogyakarta, pada 12 Mei 2018.

Khususnya Ida Bagus Budhantara dan Ketut Pasek Asmarajaya prestasi ini melengkapi prestasi mereka sebelumnya sebagai juara 1 event Technology Euphoria (Technoporia) ke-8 yang digelar oleh Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya, Palembang pada 7-8 Oktober 2016 dan juara 2 dalam lomba hacking tingkat nasional yang digelar oleh Departemen Ilmu Komputer Institut Pertanian Bogor pada Sabtu (16/9/2017).

“Dalam kedua event itu kami berdua plus  Dewa Mahendra Putra. Karena Dewa Mahendara sudah tamat, maka sekarang kami ajak Leo,” terang Budanthara ketika diundang Dr. Dadang Hermawan, Ketua STIKOM Bali di ruang  kerjanya, Rabu (23/5/2018) sore.

Pada kesempatan itu Dadang Hermawan mengapreasiasi prestasi yang ditorehkan secara beruntun oleh Ida Bagus Budanthara, Ketut Pasek Asmarajaya dan Leonardo Dea Gratias Agamus.

“Nah coba mulai sekarang kalian buat sistem pengamanan untuk mesin ATM. Kalau ini berhasil, bisa dijual kepada bank,” tantang Dadang Hermawan. Mendapata tantangan itu, Budanthara cs mengiyakan. “Kami akan coba itu,” ujar Gus Bud-panggilan akrab Budanthara.

Budanthara menjelaskan, Amikom Hackfest adalah event tahunan yang diadakan oleh FOSSIL Universitas Amikom Yogyakarta. Dalam acara ini ada  kompetisi Capture The Flag atau disebut Gatotkaca Cyber Competition (GCC). “Kompetisi ini terbuka bagi Mahasiswa/i di seluruh Indonesia, termasuk dari perguruan tinggi beken di Indonesia,” kata Budanthara.

Disebutkan, pendaftaran peserta dilakukan secara online sejak 1-29 April 2018. Selanjutnya, pada 1 Mei diadakan kualifikasi CTF GCC secara online juga. Dari  50 tim–masing-masing tim beranggotakan maksimal 3 orang-panitia menentukan 5 tim terbaik untuk bertarung di babak final di kampus Amikom Yogyakarta pada 12 Mei 2018.

Ketut Pasek Asmarajaya menjelaskan,  Capture the Flag adalah sebuah games hacking, di mana peserta ditantang pengetahuan dan kemahirannya untuk menemukan dan mengeksplorasi vulnerability dalam berbagai kategori, seperti web security, cryptography,  digital forensic,  reverse engineering, binary exploitation, dan network security.

“Di babak final pertarungan makin seru karena nilainya langsung muncul di papan skor. Dan akhirnya kamilah yang dinyatakan sebagai pemenang karena memperoleh nilai tertinggi dari lima tim lainnya,” sebut Leonardo Dea Gratias Agamus, yang paling yunior dari tim STIKOM Bali ini.

“Leo ini regenerasi dari tim, nanti kalau kami sudah tamat, Leo yang meneruskan kiprah STIKOM Bali dalam berbagai lomba nantinya,” pungkas Ida Bagus Budanthara.   Asal tahu saja ketiga mahasiswa ini adalah anggota Kelompok Studi Linux (KSL) STIKOM Bali, yakni sebuah unit kegiatan mahasiswa yang sehari-harinya belajar mengaplikasikan ilmu tentang linux atau hacking di dunia nyata.(humas-stikom/bpn)

Disdikpora Denpasar Serahkan Sepuluh Surat Keputusan Pengangkatan Kepala Sekolah SD

Disdikpora Denpasar kembali serahkan SK (Surat Keputusan) Pengangkatan Kepala Sekolah SD di Denpasar. Sebanyak 10 (sepuluh) Kepala Sekolah SD menerima SK Wali Kota Denpasar tentang pengangkatan kepala sekolah yang bertempat di Ruang Rapat Lt. II UPT. Rumah Pintar, Kamis (24/5/2018)

Penyerahan Surat Keputusan ini diserahkan oleh Kepala Dinas Dikpora Kota Denpasar yang diwakili oleh Kepala Bidang Tenaga Kependidikan Disdikpora Kota Denpasar I Made Subawa, SH yang didampingi oleh Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikpora Kota Denpasar Drs. I Ketut Sudana dan Kepala Bidang Mutasi dan Promosi BKPSDM Kota Denpasar I Komang Adi Wirama, SE., M.Si.

Dalam sambutanya, I Made Subawa, SH juga memberikan selamat kepada Kepala Sekolah yang sudah diangkat dan berharap kepala sekolah menjalankan tugas dan fungsinya seperti fungsi manajerial, fungsi perencanaan, fungsi pengawasan, fungsi dukungan dan fungsi sosial.

“Selain itu, kepala sekolah juga harus menjalankan tugasnya sesuai perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya

Disamping itu dilakuan juga penandatanganan Pakta Integritas yang bertujuan sebagai pedoman dalam menjalankan tugas Kepala Sekolah kedepannya. (tis/bpn)

Dinas Dikpora Denpasar, KIA Bukan Syarat Pendaftaran Sekolah

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar menegaskan, tidak menjadikan Kartu Identitas Anak (KIA) sebagai persyaratan wajib untuk mengikuti proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2018/2019 di Kota Denpasar. Penegasan itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gunawan, Rabu (23/5/2018).

Pernyataan tersebut pun langsung menjawab isu yang telah berkembang di masyarakat, bahwa dalam proses PPDB mengharuskan menyertakan KIA. Menurutnya banyak informasi yang beredar ditengah masyarakat melalui media sosial yang berkaitan dengan KIA dijadikan persyaratan masuk sekolah ini.

Namun kata dia, perlu diklarifikasi agar tidak menjadi rumor yang mengakibatkan kegelisahan masyarakat tentang pemanfaatan KIA. Bahwa sesungguhnya penerbitkan KIA oleh pemerintah tidak disangkut pautkan dengan persyaratan mendaftar sekolah. ‘’Dalam juknis PPDB yang kami buat tidak ada kriteria untuk menyertakan KIA dalam PPDB,’’ tegas Wayan Gunawan.

Lanjutnya, mengacu kepada Permendikbud Nomor 14 tahun 2018 sebagai pengganti Permendikbud Nomor 17 tahun 2017 tentang PPDB dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga SMA/SMK atau bentuk sederajat lainnya juga belum ada ketentuan melampirkan KIA sebagai syarat masuk. ‘’Mengacu kepada Permendikbud Nomor 14 tahun 2018 demikian juga Permendikbud nomor 17 tahun 2017, memang dan persyaratannya tidak seperti isu yang beredar di luar. Jadi tidak ada diwajibkan dengan KIA,’’ bebernya.

Kepada masyarakat juga, Wayan Gunawan memberikan imbauan agar tidak percaya pada kabar yang belum jelas kebenarannya. Pihaknya pun sampai saat ini tidak pernah menginformasikan tentang KIA yang menjadi persyaratan PPDB.

‘’Berkaitan untuk kepentingan PPDB, kita sampai saat ini tidak pernah menginformasikan KIA menjadi persyaratan untuk masuk ke suatu jenjang pendidikan. Masyarakat juga tidak usah termakan isu yang beredar. Menurut saya itu tidak perlu direspon terlalu berlebihan,’’ pungkasnya.

Sementara itu, penyelenggaraan PPDB tahun pelajaran 2018/2019 akan dilaksanakan mulai 20 Juni mendatang. PPDB untuk jenjang pendidikan SMP negeri akan diselenggarakan secara online (daring), sedangkan PPDB di tingkat TK dan SD masih menggunakan luring (offline). (tis/bpn)

Tim Smart Car MCS UGM Siap Berlaga di London

BALIPORTALNEWS.COM – Tim Smart Car MCS UGM berhasil lolos melaju ke final dalam kompetisi Shell Ideas360 di London bulan Juli 2018 mendatang berkat mengusung gagasan mengembangkan mobil pintar yang dapat mengolah limbah plastik menjadi bahan bakar dan rendah emisi.

Tim yang beranggotakan Herman Amrullah (Teknik Kimia), Sholahuddin Alayyubi (Teknik Kima) dan Thya Laurencia Benedita Araujo (Teknik Kimia) berhasil memasuki tahap final setelah melewati serangkaian seleksi yang diselenggarakan perusahaan multinasional Shell.

Sebelumnya, mereka harus berkompetisi dalam beberapa tahapan dengan 3.336 tim mahasiswa berbagai universitas dari 140 negara dunia. Seluruh tim ditantang untuk mengembangkan inovasi baru untuk menghadapi tekanan dunia di masa depan.

Herman mengatakan dalam kompetisi tersebut mereka harus melalui tiga babak, yaitu formulasi ide, pengembangan gagasan, serta stage Pitch untuk mempresentasikan inovasi dan pelatihan intensif dari Shell London.

“Tim Smart Car MCS UGM akhirnya berhasil masuk 5 tim terbaik yang lolos masuk tahap akhir kompetisi di London untuk mempresentasikan inovasi yang dikembangkan di hadapan tim juri,” ungkapnya, Selasa (2/5) di Kampus UGM.

Tim UGM yang dibimbing oleh Hanifrahmawan Sudibyo, S.T., M.Eng., dan Yano Surya Pradana, S.T., M.Eng., ini nantinya akan berkompetisi dengan 4 tim tangguh lainnya dari American University of Sharjah (UAE), University of Texas at Austin (USA), University of Bordeaux (Perancis) dan University of Melbourne (Australia).

 “Saat ini kami sedang mematangkan persiapan untuk mempresentasikan inovasinya dan mendapatkan pelatihan di London, Inggris pada bulan Juli mendatang,” tuturnya.

Olah Limbah Plastik dengan Gas Buang Mobil

Keberhasilan tim UGM melenggang ke final berkat ide merancang sebuah mobil yang mampu mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar dengan memanfaatkan gas buang mobil. Ide ini berawal dari keprihatinan mereka terhadap banyaknya sampah plastik di lingkungan. Jumlah limbah plastik terus meningkat dari waktu ke waktu dan telah menjadi persoalan dunia.

“Setiap orang itu bisa memproduksi sampah plastik hingga 2,5 kg setiap harinya dan sekitar 90% sampah itu banyak berakhir di tempat sampah dan mencemari lingkungan,” kata Herman.

Herman mengatakan sampah plastik dapat diubah menjadi bahan bakar. Hanya saja, untuk mengonversi menjadi bahan bakar membutuhkan energi yang tidak sedikit.

“Kami terpikir gagasan untuk memanfaatkan panas dari gas buang kendaraan untuk mengonversi limbah plastik menjadi bahan bakar,” tuturnya.

Panas gas buang kendaraan, kata dia, bisa mencapai 500 °C sehingga bisa digunakan dalam proses tersebut. Smart car ini memiliki reaktor pirolisis yang dapat menampung sebanyak 2 kg sampah plastik. Tidak hanya itu, mobil ini juga dilengkapi dengan teknologi Microalgae Cultivation Support (MCS) yang digunakan untuk mengurangi jumlah CO2 gas buang pada kendaraan.

Pengembangan Smart Car ini tidak hanya bisa memproduksi bahan bakar dan biofuel untuk energi bersih dari limbah plastik. Namun, dengan pengolahan limbah plastik menjadi bahan bakar juga mengurangi persoalan sampah di lingkungan dan menciptakan lingkungan yang lebih baik. Disamping itu, juga berkontribusi dalam mengurangi jumlah karbondioksida sehingga bisa menekan dampak perubahan iklim. (ika/humas-ugm/bpn)