30 C
Denpasar
Sabtu, 20 Oktober 2018

MPLS SMAN 7 Denpasar Tumbuhkan Budaya Literasi

BALIPORTALNEWS.COM – SMAN 7 Denpasar menjadikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai tonggak penumbuhan gerakan budaya literasi. Setiap siswa baru diwajibkan membawa satu buku bacaan, yang nantinya dimanfaatkan sebagai perpustakaan kelas.

‘’Nantinya setiap kelas akan ada pojok bacaan,’’ tegas Kepala SMAN 7 Denpasar, Dra. Cok Istri Mirah Kusuma Widiawati, disela-sela pelaksanaan MPLS di SMAN 7 Denpasar, Senin (11/7/2016).

Selain menumbuhkan gerakanbudaya literasi, siswa baru juga diajak meneliti dan memperkenalkan tenun ikat endek Bali dan diunggah di media sosial, salah satunya instagram. Kegiatan ini selain memberikan efek kepada siswa untuk melek teknologi sekaligus menanamkan pada siswa untuk mencintai produk tradisional.

Siswa baru juga dikuatkan dalam cinta lingkungan untuk memperkuat jiwa anak muda SMAN 7 Denpasar  cinta lingkungan sebagai sekolah berwawasan wiyata mandala. MPLS diikuti 397 siswa baru dengan kehadiran 100 persen.

CIM Kusuma Widiawati didampingi Waka Kurikulum I Wayan Sucipta, S.Pd., Waka Humas Nyoman Sedana, S.Pd., M.M., Waka Kesiswaan Drs. Made Siarta, M.Pd., Waka Sarpras Drs. Made Wirawan dan Waka SDM Dra. Ni Nyoman Sriwati Asih, menambahkan, MPLS juga diarahkan untuk kemandirian siswa.

Salah satunya membiasakan siswa bangun pagi sebab saat PBM mereka sudah berada di sekolah pukul 06.30. Proses pembelajaran ini akan menjadi pembiasan dan budaya sehingga anak-anak Sisma ini disiplin tiba di sekolah.

Hari pertama MPLS di sekolah ini dipantau senator asal Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Bahkan Arya Wedakarna sempat memberi wejangan menggugah anak muda Bali untuk menjadi SDM yang cerdas dan menjadi  pemimpin masa depan. (tis/bpn)

MPLS di SMK Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata

BALI PORTAL NEWS – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata berjalan dengan penuh riang gembira dan menyenangkan. Di dua sekolah itu, pelaksanaan MPLS jauh dari aroma perploncoan.

Hari pertama pelaksanaan MPLS di dua sekolah kejuruan itu, Senin (11/7/2016) dipantau khusus senator asal Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Saat itu, Wedakarna mengungkapkan SMK Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata adalah sekolah terbaik di Denpasar. Untuk itu siswanya harus dibentuk menjadi calon pemilik masa depan.

Wedakarna juga mengapresiasi dua sekolah kejuruan dibawah naungan Yayasan Pendidikan Gita Asrama Mandala ini terus berkembang sangat pesat. Baik dari jumlah siswa baru yang terus meningkat, maupun dari segi sarana prasarana sekolah yang sangat representatif.

Di SMK Bali Dewata menurut Kaseknya Drs. Made Supartha, M.M., tahun ini menerima 205 siswa baru terdiri dari 105 siswa program keahlian Akomodasi Perhotelan, 64 siswa program keahlian Jasa Boga dan 36 siswa program keahlian Multimedia.

Sementara di SMK Kesehatan Bali Dewata menerima 168 siswa baru. Mereka tersebar di dua program keahlian yakni 104 siswa di program keahlian Keperawatan dan 64 siswa di program keahlian Farmasi.

Kasek Made Supartha dan Kepala SMK Kesehatan Bali Dewata, Dr. Nyoman Suwija, M.Hum., mengaku senang mendapat perhatian dari Komisi III DPD-RI yang juga putra Bali. Terkait dengan MPLS, Made Supartha dan Nyoman Suwija, menegaskan MPLS di SMK Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata bebas dari praktik perpeloncoan.

Menurut Made Supartha, siswa baru lebih banyak diajak mengenal lingkungan sekolah, kultur sekolah, kegiatan belajar dan pengenalan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Siswa juga diberi ceramah kesadaran berbangsa dan bernegara, kepemimpinan, tata krama dan disiplin, meteri kepramukaan, ceramah bahaya miras, narkoba dan HIV/AIDS.

Sementara pada hari terakhir pelaksanaan MPLS, siswa baru diajak melakukan bakti sosial dengan kegiatan PSN serta penghijauan di sekitar lingkungan sekolah. ‘’Dalam pelaksanaan MPLS ini kita total mengajak siswa baru untuk mengenal lebih dekat kultur dan budaya sekolah. Dengan demikian mereka senang belajar di sekolah dan mencintai sekolah,’’ ujar Made Supartha. (r/bpn)

SMPN 3 Denpasar Pilot Project Program Pendidikan Keluarga

BALI PORTAL NEWS – SMPN 3 Denpasar dipercaya menjadi pilot project program pendidikan keluarga yang dirintis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Untuk memastikan pelaksanaan program pendidikan keluarga, Senin (11/7/2016) sekolah ini ditinjau oleh Dr. Astuti Darmiyanti,MA., Ed., dari Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Direktorat Pembina Pendidikan Keluarga.

Kehadiran Astuti Darmiyanti diterima langsung Kepala SMPN 3 Denpasar, Wayan Murdana, S.Pd.,M.Psi. Menurut Murdana, program pendidikan keluarga bertujuan untuk meningkatkan kualitas guru dan mendorong peran orang tua serta wali murid dalam meningkatkan kecerdasan serta kualitas pendidikan anak.

Mekanisme pelaksanaannya, lembaga pendidikan memfasilitasi orang tua dan wali murid untuk melakukan pendampingan anak didiknya dalam proses belajar mengajar di kelas. Dengan demikian, orang tua dan wali murid bisa mengikuti perkembangan dan membantu meningkatkan kualitas pendidikan anaknya. “Jadi peran aktif orang tua dan wali murid sangat dibutuhkan dalam proses pelaksanaan pendidikan keluarga,” ujarnya.

Murdana menyebutkan, dalam program pendidikan keluarga ini proses pendidikannya mengutamakan sinergi antara orangtua siswa, masyarakat dan sekolah. Konsepnya keluarga belajar. Jadi orang tua dan wali murid juga harus belajar sehingga bisa mengikuti perkembangan dunia pendidikan dan bisa mendidik anaknya dengan baik.

Saat itu Astuti Darmiyanti tak hanya bangga dengan peserta MPLS yang ketika diuji mampu menunjukkan karakter siswa yang baik, ia juga bangga dengan inovasi dan ide cerdas SMPN 3 Denpasar membentuk anak berkarakter.

Wayan Murdana menegaskan SMPN 3 Denpasar secara kontinyu melaksanakan visi sekolah yakni berprestasi internasional, berbudaya lingkungan dan berakhlak mulia. Hal itu diwujudkan dimana SMPN 3  sudan memiliki satgas keamanan kebersihan, Polisi Keamanan Sekolah (PKS). Belum lama ini juga sudah diluncurkan bank sampah  dan inovasi teranyar memiliki pusat pengolahan  air limbah.

Para peserta MPLS pun diberikan pemaparan soaa pengolahan limbah ini. Makanya dia menegaskan MPLS di SMPN 3  Denpasar yang diikuti 360 siswa pas dengan tema utama yang sejuk, sehat dan berbudaya.(rpbn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
6PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
79PengikutMengikuti
16PelangganBerlangganan