25 C
Denpasar
Minggu, 19 Agustus 2018

Program Rahina Berbahasa Bali Kembali akan Digiatkan

BALIPORTALNEWS.COM – Pemerintah Kota Denpasar kembali akan menggulirkan program rahina berbahasa Bali bagi siswa di Denpasar.

‘’Program rahina bahasa Bali itu akan kita gulirkan mulai pendidikan anak usia dini (PAUD),’’ kata Wayan Sukana, Selasa (27/9/2016).

Menurut Sukana, terobosan ini dilakukan untuk menghargai kearifan lokal, dan sebagai upaya menyelamatkan bahasa Bali yang makin terpinggirkan dan seolah jadi bahasa ‘’asing’’ bagi manusia Bali sendiri.

‘’Program rahina berbahasa Bali itu akan segera digulirkan tinggal menunggu surat keputusan (SK) Walikota Denpasar,’’ ujar Wayan Sukana.

Menurut Wayan Sukana, meskipun hanya diberlakukan selama satu hari  setiap pekannya, atau setiap rerahinan Purnama atau Tilem, paling tidak kita punya setitik harapan bahwa program yang mewajibkan seluruh siswa menggunakan bahasa Bali ini akan menjadi ''rahim'' yang subur bagi "kelahiran" generasi-generasi penutur bahasa Bali baru.

‘’Terus terang, saya cukup tersentak mendengar prediksi menyatakan bahasa Bali akan punah di tahun 2041. Kalau bahasa Bali sampai punah, saya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan Bali ini. Bali akan kehilangan salah satu kekayaannya yang sangat berharga," ujar Wayan Sukana.

Menurut Wayan Sukana, prediksi lain yang menyatakan  bahasa Bali tinggal satu generasi saja itu wajib disikapi secara serius. Dikatakan, prediksi itu sejatinya lebih banyak bertujuan untuk membuat manusia Bali jengah sehingga tergugah untuk melakukan upaya-upaya penyelamatan secara terstruktur dan tersistematisasi.

Kendati mengaku tidak yakin seratus persen bahasa Bali  akan "terkubur" begitu cepat atau hanya dalam hitungan puluhan  tahun, namun argumentasi itu jelas bukan hal yang mengada-ada. ‘’Kalau memang ada niat, saya yakin bahasa Bali juga bisa dimanfaatkan sebagai ilmu pengetahuan. Misalnya, dalam menyampaikan materi pelajaran matematika, fisika, kimia dan sebagainya. Tentu saja, tidak semua istilah bisa serta merta diterjemahkan ke dalam bahasa Bali karena memang belum ada padanannya dalam bahasa Bali,’’ ujarnya. (tis/bpn)

Naura Sebarkan Semangat Berbagi dalam UFE 2016

BALIPORTALNEWS.COM – PermataBank sebagai inisiator “Unite For Education” (UFE) – sebuah gerakan partisipatif yang mengajak segenap pemangku kepentingan seperti Pemerintah, Korporasi dan Organisasi Non Profit (OrNop) untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia – menyelenggarakan kembali keriaan bagi masyarakat dan keluarga dengan tajuk “Joy of Giving”.

Semangat berbagi menjadi tema sentral UFE kali ini, mengingat masyarakat yang berkecukupan dan kelas menengah yang terus bertumbuh dalam beberapa tahun terakhir ini memiliki kesadaran akan berbagi dan bahkan menjadi kebutuhan bagi orang-orang dan keluarga tertentu. Disisi lain, melakukan kegiatan berbagi secara bersama untuk mendapatkan dampak perubahan yang lebih besar dan signifikan menjadi kecenderungan yang banyak dilakukan, terlebih dengan adanya kemajuan teknologi di era digital dan sosial media belakangan ini. Menggerakkan banyak orang untuk berbagi dan membuat kebaikan menjadi semakin mudah.

Dalam konteks inilah UFE 2016 “Joy of Giving” hadir untuk bersama-sama menggalang dana pendidikan agar kualitas pendidikan anak-anak dapat meningkat melalui donasi dari korporasi dan masyarakat, di acara yang diselenggarakan di Bintaro Exchange (BXc) pada 24-25 September 2016 ini. Di tahun 2016, PermataBank bermitra dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) untuk menyalurkan dan mengelola donasi yang diterima dalam bentuk program Rumah Belajar.  Turut mendukung acara ini Combiphar, TransVision dan Ultra Jaya.

Hadir dalam acara puncak UFE 2016 pada 25 September 2016 Brando Tengdom-Transvision Sales Marketing Director, Roy Arfandy – Direktur Utama PermataBank, Moni Rejeki – Chief Administrative Officer YCAB Foundation & Michael Wanandi – President Director Combiphar.

Naura turut berpartisipasi memeriahkan kebersamaan bersama keluarga di rayaan kali ini mengingat ia dikenal memiliki semangat berbagi yang diharapkan dapat menginspirasi banyak orang. Disamping itu, acara dikemas sedemikian rupa sehingga menonjolkan aspek hiburan yang bernuansa pendidikan. Sebut saja seperti Edutaintment berupa Mini Planetarium, Rocket Launch, Cooking Class dan Story telling –  Entertaintment berupa Mini Futsal, Giant Ladder Snake, Photo Corner dan Inflatable Baloon serta Competition berupa VJ Hunt, Dance, Singing dan Family Photo.

Roy Arfandy, Direktur Utama PermataBank mengatakan, “Kami sangat gembira dapat menyelenggarakan “Unite for Education” untuk keenam kalinya ini bersama-sama dengan para mitra strategis kami. UFE telah menjadi Gerakan yang menjadikan segenap lapisan masyarakat bahu membahu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Hal ini sejalan dengan semangat PermataHati sebagai program tanggung jawab sosial kami yang fokus di bidang pendidikan”.

“Oleh karena itu dengan kebersamaan dan partisipasi semua pihak yang memiliki keberpihakan serupa di sektor ini, kami yakin dunia pendidikan di Indonesia akan menuju ke jenjang yang lebih baik, menjangkau lebih banyak kalangan dan lebih berkualitas. Esensi inilah yang kami ingin sampaikan dan tularkan dalam “Unite for Education” secara berkelanjutan”, ujar Roy.

Sementara itu Veronica Colondam – Founder & CEO Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) menjelaskan, "YCAB percaya bahwa pendidikan adalah pemutus rantai kemiskinan. Melalui pendidikan, kemandirianpun dapat dicapai. Hal Inilah yang menjadi misi utama kami. Kolaborasi dengan PermataBank lewat UFE telah membantu keberlangsungan pendidikan ratusan anak di Rumah Belajar Serua, Depok. Program ini sejalan dengan semangat YCAB yaitu bersama-sama menebarkan kebaikan (Extension Of Goodness). Kami bangga bisa menjadi bagian dari UFE tahun ini.”

Andien, pekerja seni yang banyak bergiat di kegiatan sosial dalam jumpa pers yang dilakukan 15 September menegaskan, sejak kecil, orangtua saya telah menanamkan bahwa berbagi itu adalah sesuatu yang menyenangkan. Nilai-nilai kebaikan itulah yang terus terbawa hingga saya dewasa dan melakukan kegiatan yang menyenangkan ini bersama dengan Mas Ippe (Irfan Wahyudi) suami saya. ‘’Oleh karena itu ketika PermataBank mengajak saya terlibat dalam gerakan UFE ini, dengan senang hati saya mendukungnya hingga kali yang kedua di tahun ini. Karena mengajak banyak orang untuk berbagi itu benar-benar sesuatu yang menyenangkan,’’ ujarnya.

Disisi lain Naura, penyanyi cilik yang lagu-lagunya banyak bertema edukatif mengatakan, senang sekali dapat menghibur Teman Naura di acara UFE 2016 yang di selenggarakan oleh PermataBank ini. ‘’Papa Baldy & Mama Nola selama ini memang mengajarkan aku untuk selalu bersyukur dan berbagi atas apa yang sudah aku raih saat ini. Selain itu aku juga mengajak Teman Naura untuk menabung sejak dini ya seperti di lagu Aku Menabung di albumku yang terbaru. Karena dengan menabung maka teman-teman dapat berbagi lebih banyak lagi bilamana Tabungannya semakin banyak di kemudian hari,” pungkasnya.

Hingga Agustus 2016, kontribusi PermataHati tercatat Rp  6.019.776.500,-  guna meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui beasiswa dan beragam aktifitas berdimensi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Melalui partisipasi aktif 10,719 karyawan sebagai Employee Volunteer (EVO) dalam berbagai kegiatan CSR, PermataHati telah memberikan beasiswa kepada 4,153 anak. (r/bpn)

Workshop Review K-13, Ciptakan Generasi Indonesia yang Produktif, Kreatif, Inovatif dan Efektif

BALIPORTALNEWS.COM – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar menyelenggarakan workshop review Kurikulum 2013 (K-13) tingkat SMA. Agenda workshop yang berlangsung lima hari dari 26-30 September 2016, dibuka Kabid Pendidikan Menengah Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Wayan Supartha, M.Pd.

Kabid Pendidikan Menengah Wayan Supartha berharap, para peserta benar-benar memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kemampuan dan penguasaan materi Kurikulum 2013, guna mempermudah pelaksanaan pendampingan kurikulum ke depan di sekolah masing-masing.

Yang menjadi tantangan adalah mampukah kita sebagai abdi negara untuk memberikan jawaban pasti bahwa anak-anak didik kita kemudian akan menjadi aset unggul lewat proses pendidikan yang kita curahkan kepada mereka?

Sudahkah benih yang kita peroleh telah ditaburkan dalam kebenaran dan kebaikan untuk kemudian dapat dituai sebagai hasil pergumulan kita bersama bagi negeri ini, yang diperlihatkan klak oleh anak-anak kita ?

‘’Jawabannya adalah Ya. Namun, tidak ada kata terlambat. Ini waktunya setelah peserta dibekali dalam proses pendampingan ini, bangkitkanlah semangat, niat dan integritas. Kembalilah dan tunaikan tugas sebagai abdi negara,’’ tegas Supartha.

Menurutnya, niat yang tulus akan melahirkan semangat yang membara, untuk mencapai tujuan, tercipta generasi-generasi insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif dan efektif melalui penguatan sikap,keterampilan, dan pengetahuan secara terintegrasi.

Panitia kegiatan Made Tirta Ariantini, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan, workshop diikuti 100 guru tingkat SMA yang secara khusus mengundang guru mata pelajaran  matematika sebanyak 23 guru, ekonomi (30 guru), geografi (32 guru), dan sosiologi (15 guru). Diharapkan, dengan pendampingan Kurikulum 2013 ini memberikan pemahaman kebijakan pedampingan pelaksanaan Kurikulum 2013, selain meningkatkan kompetensi tenaga pendidik (guru) dalam proses pembelajaran. (tis/bpn)

Disdikpora Gelar Diklat Calon Kepala Sekolah, Walikota Ingatkan Peningkatan Kinerja dengan Filosifi Sewaka Dharma

BALIPORTALNEWS.COM – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) calon kepala sekolah. Sebanyak 46 orang calon kepala sekolah yang lolos seleksi administrasi dan akademik, mengikuti diklat Inservice Learning 1 (In-1) yang dimulai, Senin (26/9/2016) hingga hingga 2 Oktober 2016.

Diklat dibuka Walikota Denpasar diwakili Plt. Kadisdikpora Kota Denpasar, Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta. Pembukaan diklat ditandai pemukalan gong dan penyematan tanda peserta diklat. Hadir di acara itu Kepala LPMP Provinsi Bali, I Made Alit Mariana, Sekretaris Disdikpora Kota Denpasar, Wayan Sukana serta undangan lainnya.

Walikota Rai Mantra sangat menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan diklat calon kepala sekolah yang digelar Disdikpora Kota Denpasar, dengan harapan kegiatan diklat akan sangat bermanfaat bagi para peserta. Terlebih lagi, kata Walikota calon kepala sekolah yang mengikuti diklat ini merupakan kandidat pilihan yang telah melalui tahapan seleksi yang ketat, sesuai dengan tanggungjawab yang akan diemban nantinya sangatlah besar.

Walikota menambahkan, pada akhirnya nanti calon kepala sekolah mampu memahami tugas utamanya sebagai pelayan masyarakat di bidang pendidikan, sebagai mana filosofi sewaka dharma yang menjadi landasan pelayanan publik di Kota Denpasar. ‘’Sebagai pelayan publik, guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah dituntut harus memiliki kemampuan manajerial, keterampilan, kepekaan sikap mental dengan perilaku yang baik,’’ ingat Walikota.

Karenanya, Walikota mengingatkan peserta diklat agar sungguh-sungguh mengikuti diklat dan tumbuh kembangkan loyalitas, kreativitas serta hindari niat dan perbuatan yang dapat merusak citra guru, khususnya PNS. Kedua, jalin rasa persaudaraan, kebersamaan dan keakraban serta tolerasi dengan semangat menyama braya.

Sementara Ketua Panitia AA Gede Wiratama menjelaskan, 46 guru mengikuti diklat calon kepala sekolah ini meliputi 38 guru SD, enam guru SMP dan dua guru SMK. Tujuan diklat ini guna meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas secara profesional. ‘’Melalui diklat ini kita harapkan terwujud calon kepala sekolah yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan persyaratan untuk menjadi kepala sekolah,’’ tegasnya.

Gung Wiratama menambahkan, diklat ini bekerja sama dengan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Bali, serta didanai penuh dari anggaran APBD Kota Denpasar. Kegiatan ini sesuai dengan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, Permendiknas No. 13 Tahun 2007 tentang standar kepala sekolah/madrasah dan Permendiknas No. 28 Tahun 2010 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah/madrasah. (tis/bpn)

Wagub Bali Dukung Ikafest Lahirkan Wirausahawan Muda

BALIPORTALNEWS.COM – Gelaran Ikatan Alumni Politeknik Negeri Bali Festival (Ikafest) 2016 bertema Green Smart berlokasi di Taman Kota Lumintang, Denpasar, Sabtu (24/9/2016), diapresiasi Wagub Bali Ketut Sudikerta.

Festival yang diprakarsai oleh para alumni Politeknik Negeri Bali ini diharapkan mampu melahirkan wirausaha-wirausaha muda yang siap bersaing dan meramaikan persaingan dunia usaha di Bali maupun bisa berkembang ke tingkat nasional hingga internasional.

“Saya berharap semoga kegiatan ini semakin ditiru,  agar bisa melahirkan interpreneur-interpreneur muda yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru, sehingga nantinya juga bisa menampung maupun mengakomodir sumber daya manusia (SDM) lulusan berbagai universitas maupun lulusan almamaternya sendiri, dalam mencari pekerjaan,” cetus Sudikerta saat membuka Ikafest.

Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Bali, I Made Mudina, dalam sambutannya menyatakan kegiatan yang dilaksanakan diharapkan mampu menjadi jembatan antara Politeknik Negeri Bali dengan alumninya maupun dengan masyarakat dalam menyediakan lapangan pekerjaan.

Menurutnya hampir 14.500 alumni yang membutuhkan lapangan pekerjaan baru, dari sekitar 1.200 lulusan tiap tahunnya. Dibalik itu, ia meyakini alumni-alumni universitas yang dipimpinnya bisa membuka lapangan pekerjaan baru dengan sendirinya, karena ada kelebihan yang diterapkan pada sistem pendidikan disana.

Sistem pembelajaran lebih mengedepankan ilmu terapan mencapai 60%, sisanya lagi 40% merupakan teori. Para mahasiswa melaksanakan praktek berbasis Kuliah Kerja Nyata Industri (KKNI), sehingga lulusan sudah berbasis industri untuk menciptakan wirausaha muda.

Lebih jauh, Ia pun mengharapkan kedepannya ada penjajagan kerjasama sinergis antara PNB dengan Pemprov, seperti kerjasama yang sudah dilaksanakan antara PNB jurusan Teknik Sipil dengan Pemkot Denpasar membangun sumur resapan di lapangan Taman Kota Lumintang tersebut.

Ditambahkan, Ketua Panitia Festival, I Made Mendra Astawa, bahwa Program-program yang digelar dalam festival tersebut bertujuan memberikan kontribusi positif dan nyata sosial di bidang sosial kemasyarakatan.

Acara yang digelar dalam festival tersebut di antaranya Job Fair yang diikuti 15 perusahaan, pameran 15 peserta, dan kuliner diikuti 15 peserta. (r/humas pemprov bali/bpn)

Gubernur Dukung Pelaksanaan World Culture Forum di Bali

BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengapresiasi dan mendukung dipilihnya Bali sebagai tuan rumah digelarnya acara World Culture Forum (WCF) ke II Tahun 2016 yang akan dilaksanakan mulai 10-13 Oktober 2016.

Hal tersebut disampaikannya saat menerima audensi rombongan Panitia WCF yang dipimpin Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Hilmar Farid.

Lebih jauh, Gubernur Pastika menyampaikan harapannya agar WCF kali ini bisa menghasilkan kebijakan yang benar-benar menunjukan kebudayaan-kebudayaan dunia dan Indonesia khususnya, disamping juga sebagai ajang seminar umum tentang kebudayaan seperti yang sudah biasa diselenggarakan.

“WCF ini tentang ide yang besar, bukan ide yang biasa, jangan hanya diisi dengan seminar. Seharusnya WCF ini digelar rutin sepanjang tahun di seluruh kepulauan Indonesia dan Bali sebagai puncaknya, sehingga nantinya Indonesia bisa menunjukkan benar-benar bisa menjadi pusat kebudayaan dunia. Karena kita untuk saat ini memang baru bisa berkiprah di sektor budaya, kalau teknologi mungkin kita masih kalah dengan negara-negara lain,” urai Pastika seraya kembali menceritakan awal mula dicetuskannya WCF pada 2008 dengan ide memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang ke-100 dan Garuda Wisnu Kencana (GWK) sebagai markas besarnya.

Tak sebatas itu saja, WCF yang direncanakan kala itu juga mencetuskan ide diukirnya relief kebudayaan-kebudayaan utama yang ada di dunia pada dinding diseputaran GWK.

Rencana tersebut diharapkan dapat menarik minat wisatawan ke seluruh wilayah Indonesia seiring dilaksanakan di seluruh kepulauan dengan sistem swastanisasi, namun semenjak dilaksanakan oleh pemerintah dengan model proyek, even tersebut menjadi kurang bergaung dengan perhelatan rutin semata.

Gubernur Pastika pun berharap melalui Dirjen Kebudayaan saat ini bisa membangkitkan kembali roh WCF dengan kembali  menggelarnya sesuai ide awal terbentuk even tersebut.

Even yang rencananya juga mengundang perwakilan negara-negara tetangga tersebut, juga diharapkan menjaga kualitas acara terutama pementasan seni budaya yang akan dipentaskan.

Seperti disampaikan sebelumnya oleh Hilmar Farid, bahwa perhelatan itu  rencananya akan digelar dari tanggal 10-13 Oktober 2016 dengan  agenda pawai budaya, simposium, seminar, rapat pleno, dan acara puncak digelar pada 13 Oktober 2016.

Tak hanya itu, untuk memberi ruang bagi peserta generasi muda akan digelar acara khusus  yakni Youth Forum yang akan melaksanakan kunjungan ke empat daerah di Bali yakni Penglipuran, Tenganan, Bedulu dan Bogan.

Forum WCF kali ini juga menurutnya diharapkan bisa melahirkan pembentukan panitia yang selanjutnya akan bertanggungjawab melanjutkan WCF. Forum kali ini rencananya akan diikuti sekitar 30 pembicara, dan Menteri negara-negara tetangga yang hingga saat ini menurutnya sudah melaksanakan konfirmasi sekitar 13 menteri, dan diyakini akan bertambah lagi. (r/humas pemprov bali/bpn)

Siswa Smansa Raih Emas di Sea Age 2016

BALIPORTALNEWS.COM – Dua siswa SMAN 1 Denpasar (Smansa) yaitu Tim Aaron Roy dan Caeleb Febrizio Sudarsono berhasil berjaya dalam lomba renang tingkat nasional. Keduanya baru saja kembali dari Bandung untuk mengikuti hajatan seleksi nasional Sea Age 2016 yang dilangsungkan minggu pertama September ini.

Dari masing-masing lima nomor yang yang diikuti, Tim Aaron Roy berhasil membawa pulang 1 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu. Sementara Caeleb Febrizio Sudarsono berhasil mengumpulkan 1 perak dan 2 perunggu.

Pada ajang Porsenijar Bali 2016 lalu, Tim Aaron Roy berhasil meraih 2 emas dan 1 perak, sementara Caeleb berhasil meraih 3 emas. Kedua pelajar ini mengaku sangat bangga dapat mempersembahkan yang terbaik untuk sekolahnya, Denpasar dan juga Bali.

‘’Kami sebenarnya sangat ingin mempersembahkan prestasi untuk Indonesia tapi belum kesampaian. Baru sampai tingkat nasional saja,’’ ujar Tim sambil tersenyum.

Sementara Kepala SMAN 1 Denpasar Drs. I Nyoman Purnajaya, M.Pd., yang mendampingi kedua siswanya saat diwawancarai mengatakan sangat bangga dengan prestasi para siswanya di segala bidang. ‘’Semoga kami bisa membuat sekolah ini menjadi tempat yang subur untuk pengembangan semangat berprestasi para siswa,’ ujar Purnajaya.

Selain berprestasi di seleksi nasional SEA AGE 2016, yang istimewa lagi, lima siswa Smansa juga turun membela Pulau Dewata di PON XIX Jawa Barat. Mereka yakni  Dewa Gede Anon Artha Tanaya, Dewi Novita Lestari dan Agus Nuarta yang berlaga di cabor renang. Selanjutnya Bucika Dinda Zahrevi Raharjo di cabor panahan, cabor basket yakni Dian Nariswari dan Trisia Mery Aois serta kempo Wulan Prabandari.

Sementara dua atlet taekwondo Smansa kini sedang berada di Malaysia bertanding juga. ‘’Doakan mereka berhasil ya,’’ pungkas Purnajaya. (tis/bpn)

54 Tahun SMKN 1 Denpasar, Komitmen Lahirkan Wirausaha Muda Mandiri

BALIPORTALNEWS.COM – Puncak perayaan HUT ke-54 SMKN 1 Denpasar dirayakan, Sabtu (24/9/2016). Perayaan puncak HUT dihadiri pengurus komite SMKN 1 Denpasar, Ketut Widiana Karya. Puncak HUT ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala SMKN 1 Denpasar, Ketut Suparsa, ST.,MT.

Ketua Panitia HUT, I Gusti Putu Sudarsana, ST.,mengungkapkan, serangkaian HUT, SMKN 1 Denpasar menggelar aneka lomba akademis dan non akademis yang melibatkan siswa SMKN 1 Denpasar. Sementara puncak HUT diisi dengan berbagai atraksi siswa serta hiburan lagu pop Bali Agung Wirasutha dan bondres Sengap Cs.

Rangkaian perayaan HUT SMKN 1 Denpasar ini bersamaan dengan kegiatan Job Matching SMK, yang pelaksanaannya dimulai 21-22 September 2016 dan didukung oleh Direktorat PSMK Kemendikbud RI. Juga jalan sehat yang dilepas Ketua Komite SMKN 1 Denpasar, Drs. Ketut Wija, M.M.

Dia berharap di usai ke-54 SMKN 1 Denpasar semakin diperhitungkan dalam dunia pendidikan yang semakin hari semakin memiliki tantangan yang berat.

Kepala SMKN 1 Denpasar, Ketut Suparsa mengungkapkan di usia ke-54 SMKN 1 Denpasar makin menunjukkan identitas dirinya sebagai sekolah yang unggul dalam pendidikan vokasional berstandar mutu nasional dan internasional. Serta dikejar masyarakat karena memiliki budaya berprestasi.

Momentum perayaan HUT, tegas Suparsa, bukan hanya sekadar sebuah perayaan untuk kesenangan. Namun lebih dari itu, perayaan ini merupakan salah satu bentuk refleksi diri atas apa yang telah terjadi di sekolah dari sejak pertama didirikan hingga sekarang ini menjadi sebuah sekolah yang difavoritkan.

Tema HUT yakni “Melalui HUT SMKN 1 Denpasar ke-54 kita jalin kebersamaan dan kekeluargaan untuk kinerja yang lebih baik” diharapkan Suparsa dapat dimaknai lebih dalam. Ia mengajak seluruh stakeholder SMKN 1 Denpasar menjadikan sekolah sebagai agen perubahan prestasi.

Keberadaan SMK, kata Suparsa, tak hanya menghasilkan lulusan dengan selembar ijazah, namun bagaimana menciptakan lulusan yang mampu mengisi lapangan kerja dan mampu menjadi wirausaha muda mandiri. Karenanya, perayaan HUT yang juga diisi dengan kegiatan Job Matching adalah salah satu upaya pihak sekolah mempertemukan lulusan SMK dengan dunia usaha dan industri serta mendorong lulusan SMK menjadi wirausaha muda mandiri.

Ia mangaku bangga, selama ini dunia usaha dan industri sangat menaruh kepercayaan besar pada lulusan SMKN 1 Denpasar. Bahkan, beberapa perusahaan meminta khusus lulusan SMKN 1 Denpasar. Inilah yang ia sebut sebuah kebanggaan luar biasa, hasil kerja keras guru dan disiplin siswa SMKN 1 Denpasar berbuah manis di masyarakat. (tis/bpn)

Hasil Seleksi Calon Kepala Sekolah: Dari 66 Peserta Hanya 46 Guru Yang Layak

BALIPORTALNEWS.COM – Dari 66 guru di Kota Denpasar yang mengikuti seleksi calon kepala sekolah, hanya 46 guru yang dinyatakan lolos atau layak menduduki jabatan sebagai kepala sekolah.

‘’Ke-46 guru yang lolos seleksi itu meliputi 38 guru SD, enam guru SMP dan dua guru SMK,’’ ujar Kepala Bidang Tenaga Pendidikan Disdikpora Kota Denpasar, AA Gde Wiratama, Kamis (22/9) kemarin.

Gung Wiratama mengatakan, seleksi calon kepala SD, SMP dan SMK digelar selama dua hari mulai Selasa-Rabu (20-21/9) lalu. Seleksi diikuti 66 guru di Denpasar terdiri dari 54 guru SD, tujuh guru SMP dan lima guru SMK.

Menurut Gung Wiratama, sesuai hasil seleksi dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Bali dan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LP2KS) Solo, 46 guru dari 66 guru yang mengikuti seleksi calon kepala SD, SMP dan SMK dinyatakan lolos seleksi. Guru yang lolos seleksi calon kepala sekolah ini merupakan murni hasil seleksi dan tidak ada unsur titipan.

Ia menegaskan, untuk menjadi kepala sekolah itu tidak mudah. Harus memenuhi persyaratan antara lain pendidikan minimal strata satu, mempunyai pangkat golongan IIIC, disiplin waktu, tata naskah, keuangan dan lain-lain.

Selain itu kepala sekolah juga masih mempunyai tugas untuk memberikan pendidikan dan pembelajaran kepada peserta didik disamping memenej kebutuhan dan kepentingan sekolah.  ‘’Terkait teknis penilaian selama proses seleksi, Disdikpora telah menyerahkan sepenuhnya kepada LPMP Provinsi Bali dan LP2KS Solo. Tidak ada istilah titip-tipan pada seleksi ini,’’ tegas Gung Wiratama.

Gung Wiratama mengingatkan, jangan bangga karena telah lulus seleksi akademik, bukan berarti setelah lulus seleksi akademik maka lulus jadi kepala sekolah. Tapi masih banyak tahap yang harus diikuti.

Selanjutnya, guru yang dinyatakan lolos seleksi akan mengikuti rangkaian diklat berlapis. Dikatakan Gung Wiratama, diklat berlapis itu meliputi Inservice Learning 1 selama tujuh hari mulai 26 September hingga 2 Oktober 2016.

Dilanjutnya On Job Learning (OJL) selama selama 2,5 bulan di sekolah masing-masing dan terakhir mengikuti Inservice Learning 2 selama tiga hari. ‘’Setelah melalui tahapan-tahapan ini, baru calon kepala sekolah mendapat sertifikat dan nilai unik kepala sekolah (NUKS),’’ terang Gung Wiratama. (tis/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
4PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
12PelangganBerlangganan